Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Tanaman Yang Berhasil

Baca: Mazmur 67:1-8

"Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita." (Mazmur 67:7)








Harapan dari setiap orang yang menanam pohon adalah pohonnya berakar kuat, bertumbuh dengan baik dan dapat dinikmati buahnya. Tiga perkara (berakar, bertumbuh dan berbuah) inilah yang menjadi kehendak Tuhan bagi setiap orang percaya, sehingga keberadaannya seperti pohon tarbantin.

Akar tumbuhnya pasti ke dalam tanah. Akar yang bekerja di dalam tanah inilah yang memungkinkan sebuah pohon dapat bertumbuh dan berbuah. Semakin dalam akar itu menembus tanah semakin ia mencapai sumber air dan mendapatkan sari-sari makanan. Berakar kuat berarti kita tinggal di dalam firman-Nya, sebab "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Bagaimana agar kita berakar atau tinggal di dalam firman? Yakobus menyampaikan tahap-tahap bagaimana kita berakar dalam firman (baca Yakobus 1:21-25) yaitu harus menerima firman dengan hati y…

Seperti Pohon Tarbantin

Baca: Yesaya 61:1-11

"...sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN." Yesaya 61:9







Ada berbagai jenis tanaman atau pohon yang tercatat di dalam Alkitab yang seringkali dipakai sebagai ilustrasi untuk menggambarkan keadaan hidup manusia, salah satunya adalah pohon tarbantin. Melalui nabi Yesaya Tuhan mengingatkan bahwa kehidupan orang percaya di tengah-tengah dunia ini seharusnya seperti pohon tarbantin ini. "supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya." (ayat 3).

Pohon tarbantin adalah salah satu pohon terbesar di Timur Tengah, tumbuh di daerah padang gurun. Pohon ini memiliki ukuran yang cukup besar dan berdaun lebat. Yang luar biasa lagi dan mungkin tak terpikirkan oleh kita adalah akar-akarnya yang dapat menjulur sampai kedalaman 45-65 m untuk mencari sumber mata air murni untuk pertumbuhannya. Karena ber…

Kelaparan Rohani

Baca: Amos 8:11-14

"Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN." Amos 8:11







 Nabi Amos menubuatkan bahwa di masa-masa akhir zaman ini akan terjadi kelaparan hebat melanda umat manusia. Namun kelaparan yang dimaksud bukanlah kelaparan fisik karena kekurangan makanan melainkan kelaparan secara rohani yaitu kelaparan akan kebenaran firman Tuhan. Mengapa bisa terjadi? Sebab "...akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng." (2 Timotius 4:3-4). Banyak orang lebih memilih mengejar perkara-perkara duniawi sehingga mereka mengabaikan perkara-perkara rohani.

Makanan adalah sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia. Tak seorang pun dapat bertahan hidup ji…

Kebahagiaan Orang Percaya

Baca: Mazmur 25:1-22

"Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu." Mazmur 25:11








Firman Tuhan berulang kali mengingatkan bahwa keberadaan orang percaya di tengah-tengah dunia seharusnya memiliki kualitas hidup yang berbeda dari orang-orang yang belum percaya. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini," (Roma 12:2).

Salah satu sikap yang membedakan orang percaya dengan orang dunia adalah hal kebahagiaan. Bahagia memiliki arti keadaan atau suasana hati yang tenteram dan damai, bebas dari rasa susah. Umumnya rasa bahagia yang dimiliki orang-orang dunia sangat ditentukan oleh situasi-situasi yang terjadi atau bergantung pada sesuatu yang dimilikinya. Namun fakta membuktikan bahwa sukacita yang mereka rasakan tidak bertahan lama atau bersifat musiman saja. Itulah kebahagiaan semu yang diberikan oleh dunia! Mungkin kita akan berkata, "Bagaimana bisa berbahagia kalau masalah yang kita hadapi datang secara bertubi-t…

Cemburu=tanda Cinta?

Nats : Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu (1Korintus 13:4)
Bacaan : 1Korintus 13:4-7Cemburu adalah perasaan marah atau pahit yang muncul ketika ada orang yang kita anggap akan merebut kekasih kita. Banyak orang mengatakan, cemburu adalah tanda cinta. Bukankah orang menjadi cemburu karena merasa sangat memiliki dan tidak rela kehilangan kekasihnya?Sebenarnya cemburu tidak selalu identik dengan tanda cinta. Alkitab menyatakan "kasih ... tidak cemburu" (1Korintus 13:4). Kadang kala sikap cemburu justru menunjukkan kurangnya kasih sejati. Mengapa demikian? Sebab rasa cemburu bisa muncul dari sikap egois. Kita memperlakukan kekasih seperti barang milik kita. Tanpa sadar, kita berusaha "mencetaknya" menjadi seperti yang kita inginkan. Ia tidak diberi ruang untuk bebas bergerak. Kita mencurigai segala hubungannya dengan orang lain. Kita tidak suka melihatnya bercanda dan tertawa bersama orang lain. Kita merampas sukacita hidupnya!Rasa cemburu kerap kal…

Jangan Melepas Kepercayaan

Baca: Ibrani 10:32-39

"Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya." Ibrani 10:35








 Iblis tahu benar titik lemah yang seringkali membuat manusia mengalami kejatuhan, yaitu berkenaan dengan materi dan segala kenyamanan daging. Iming-iming uang atau kekayaan, kedudukan atau pangkat, popularitas dan juga soal jodoh seringkali membuat banyak orang tidak tahan dan akhirnya bertekuk lutut.

Setelah gagal mencobai Yesus di padang gurun, "...ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik." (Lukas 4:13). Artinya Iblis tidak pernah menyerah begitu saja, ia menunggu waktu yang tepat dengan mencari celah sekecil apa pun untuk menjatuhkan manusia. "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh," (1 Petrus 5:8-9). Menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat hari penghukuman bagi Ib…

Kebangkitan Kristus: Beritakanlah Kepada Dunia

Baca: Markus 16:1-8

"Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." Markus 16:7









Apa yang diperbuat Maria Magdalena, maria ibu Yakobus dan Salome setelah mendapati kubur Yesus telah kosong sebagai bukti Ia telah bangkit? "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." (Markus 16:6-7). Meski sempat gentar dan takut mereka merespons apa yang disampaikan malaikat. Maka "Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya." (Markus 16:8).

Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan kita diperint…

KEBANGKITAN KRISTUS: Kemenangan Orang Percaya

Baca: Lukas 24:13-35

"Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem," Lukas 24:13

Kebangkitan Kristus seharusnya menjadi titik balik bagi kehidupan orang Kristen, sebab kebangkitan-Nya berarti kemenangan terhadap masalah terbesar yang dihadapi oleh manusia yaitu dosa, yang telah diselesaikan-Nya, "'Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?' Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." (1 Korintus 15:54-57). Jika masalah terbesar manusia saja sudah diselesaikan-Nya, alangkah mudahnya masalah kehidupan kita sehari-hari. "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Matius 8:17), sehingga kita menjadi "...lebih dari pada orang-orang yang me…

Kematian Kristus Adalah Fakta

Baca: 1 Korintus 15:1-11

"...Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;" 1 Korintus 15:4

Bagi umat Kristiani Paskah merupakan peringatan hari kebangkitan Yesus Kristus. Perayaan ini disebut pula dengan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan atau Minggu Kebangkitan. Paskah berasal dari kata bahasa Ibrani Pesakh, yang arti harafiahnya adalah lewat atau Tuhan lewat. Hal ini menunjuk pada kisah Perjanjian Lama yaitu peristiwa kematian semua anak sulung di tanah Mesir, baik manusia maupun binatang. Di situ Allah berjalan melewati (pesakh) setiap rumah yang pintunya ada tanda darah. Sedangkan rumah-rumah tanpa tanda darah akan mengalami tulah pemusnahan.

Pengertian Paskah dalam Perjanjian Baru secara harafiah adalah Kristus telah bangkit; arti rohaninya adalah Anak Domba Allah yang dikorbankan. Kematian Yesus Kristus bukanlah kematian yang bisa disamakan dengan kematian para nabi atau tokoh-tokoh besar dunia mana pun…

KEMATIAN KRISTUS Kasih Karunia Allah

Baca: Roma 11:25-36

"Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya." Roma 11:29

Peristiwa kematian Yesus Kristus mengingatkan kita tentang kasih terbesar Allah bagi umat-Nya. "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya." (1 Yohanes 4:9). Oleh kasih karunia Allah melalui kematian Putera-Nya kita menerima pengampunan dosa.

Apa itu kasih karunia? Kasih karunia adalah anugerah atau kemurahan Allah yang sebenarnya tidak layak kita terima, tetapi oleh karena kasih-Nya kita dilayakkan menerimanya. Kita yang seharusnya menanggung hukuman sebagai akibat dari dosa, oleh kasih-Nya Allah berinisiatif menyelamatkan kita. Tindakan inilah yang disebut tindakan pembenaran, suatu tindakan yang dikerjakan Allah membenarkan manusia yang berdosa melalui iman percaya kepada Yesus Kristus. "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati un…

KEMATIAN KRISTUS: Membayar Hutang Dosa

Baca: Kolose 2:6-15

"dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:" Kolose 2:14

Hari ini seluruh umat Tuhan memperingati hari Jumat Agung di mana kita kembali diingatkan tentang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sebagai bukti ketaatan-Nya secara total melakukan kehendak Bapa.

Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib bukanlah suatu peristiwa kematian yang umum seperti peristiwa kematian dalam sejarah hidup manusia. Mungkin saja orang beranggapan bahwa kematian Yesus itu tidak lebih dari kematian seorang pahlawan atau pejuang Kristen yang rela mati demi mempertahankan prinsip atau ajaran-Nya, sehingga mereka menyamaratakan kematian Yesus Kristus itu 'sebelas duabelas' (tidak jauh berbeda) dengan kematian para martir yaitu orang yang rela menderita atau mati daripada menyerah karena mempertahankan agama atau kepercayaan, orang yang mati dalam me…

Ketekunan, Kunci Untuk Bertahan

Baca: 2 Korintus 4:16-18

"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." 2 Korintus 4:18

Melihat sisi positif setiap pencobaan yang terjadi dalam hidup ini akan memampukan kita bertahan dan tidak akan mengurangi sedikit pun rasa bahagia di dalam hati, karena kita memiliki alasan yang kuat. Apa alasannya?

Kita percaya bahwa Tuhan pasti akan memberi kita kekuatan untuk menghadapinya dan juga memberi jalan keluar yang terbaik, karena "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13). Alasan selanjutnya adalah karena Tuhan telah berjanji bahwa Ia tidak akan meninggalkan dan membiark…

Bertahan Ditengah Pencobaan

Baca: Yakobus 1:2-8

"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan," Yakobus 1:2

Umumnya orang akan berbahagia apabila ia mengalami hal-hal yang baik dalam hidupnya, perjalanan hidup terasa mulus tanpa rintangan dan hambatan yang berarti. Keadaan akan berubah secara drastis ketika berbagai pencobaan terjadi sehingga sulit rasanya menemukan orang yang tetap berbahagia saat itu. Ketika pencobaan datang kita cenderung tidak bisa menerima keadaan yang ada sehingga respons kita terhadap pencobaan pun lebih mengarah kepada hal-hal yang negatif: marah, kecewa, murung, bersedih, pahit hati, putus asa, tersinggung dan berontak.

Firman Tuhan hari ini justru menyatakan bahwa ketika dihadapkan pada berbagai pencobaan kita harus menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan. Dengan kata lain kita harus tetap bisa mengucap syukur! Pencobaan yang dimaksudkan adalah masalah-masalah yang berasal dari luar atau masalah yang sering …