Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Jangan Mengabaikan Tuhan

Baca:  Yesaya 65:1-16"Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar,"  Yesaya 65:12bBagaimana perasaan Saudara jika diabaikan oleh orang-orang terdekat?  Diabaikan oleh suami/isteri, diabaikan oleh orang tua, diabaikan oleh anak-anak, diabaikan oleh pimpinan di kantor, atau diabaikan oleh rekan sepelayanan?  Mungkin kita akan berkata,  "Sakitnya itu di sini!"  (sambil menunjuk ke dada).  Diabaikan adalah satu kata yang sangat tidak diharapkan oleh siapa pun, karena diabaikan itu sama artinya keberadaan seseorang tidak dipedulikan dan tidak diharapkan lagi.     Tanpa sadar dan mungkin dengan sengaja kita pun bersikap demikian terhadap Tuhan.  Kita mengabaikan dan bersikap masa bodoh terhadap perkara-perkara rohani, firman-Nya hanya kita dengar sambil lalu, masuk telinga kanan ke luar dari telinga kiri, teguran-Nya tidak kita pedulikan, kehadiran-Nya sama sekali tidak kita anggap.  Sikap yang sama juga ditunjukkan o…

Menjadi Berkat di Masa Kering

Baca:  1 Raja-Raja 17:7-24"Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."  1 Raja-Raja 17:24Ketika mengalami masalah berat umumnya kita langsung menyerah pada keadaan, tidak mau berbuat sesuatu, hanya diam di tempat dan mengasihani diri sendiri.  Kita jadi malas berdoa, ogah baca Alkitab dan tidak semangat beribadah.  Ini salah besar!  Jika ingin keadaan berubah kita pun harus berani membuat perubahan.     Pada waktu Elia mengalami masalah berat karena sungat Kerit yang mengering ia mau melangkah menaati perintah Tuhan, padahal sungai Kerit sudah menjadi zona nyaman baginya.  Elia meninggalkan zona nyaman itu dengan perintah Tuhan:  "...pergi ke Sarfat, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."  (1 Raja-Raja 17:9).  Ingin dipulihkan Tuhan?  Kita harus berani meninggalkan zona nyaman kita.  Sesungguhnya Elia punya alasan kuat kuatir pergi ke Sarfat, karena Sarf…

Tuhan Sanggup Memelihara

Baca:  1 Raja-Raja 19:1-6"Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu."  1 Raja-Raja 17:6Kekeringan boleh saja melanda di segala tempat tapi berkat Tuhan tidak bergantung situasi.  Di tengah kekeringan sekalipun, ketika semua orang mengalami kesukaran, Elia tetap mengalami kebaikan Tuhan.     Dengan cara-Nya yang ajaib dan sangat tidak masuk akal Tuhan menyediakan segala yang dibutuhkan oleh Elia.  "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu."  (ayat nas).  Bagi setiap orang yang mau membayar harga untuk hidup taat kepada Tuhan, pasti ada upah.  "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."  (1 Korintus 2:9).  Pemeliharaan Tuhan terhadap Elia tidak hanya berhenti sampai di s…

Sendiri Bersama Tuhan

Baca:  1 Raja- Raja 17:1-6"Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan."  1 Raja-Rja 17:3Di mata Tuhan penyembahan berhala adalah dosa besar dan merupakan suatu kekejian, sebab Tuhan sudah memperingatkan umat Israel,  "...janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka."  (Yehezkiel 20:18).  Tuhan sangat  "...benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia,"  (Mazmur 31:7).  Sebagai akibatnya Tuhan menghukum bangsa Israel dengan kekeringan selama 3,5 tahun.  Karena menyampaikan pesan Tuhan tentang penghukuman atas Israel tersebut keberadaan Elia menjadi sangat terancam dan dimusuhi oleh raja Ahab.     Di tengah situasi yang genting ini, Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada Elia.  Sebagaimana arti nama EliaTuhan adalah Allahku, maka Tuhan membuktikan diri-Nya sebagai Allah yang hidup, yang sanggup menolong, melindungi dan memelihara Elia.  Sungguh benar apa kata pemazm…

Kekeringan Sebagai Teguran Tuhan

Baca:  1 Raja-Raja 17:1-6"Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."  1 Raja-Raja 17:1Kekeringan ekonomi atau krisis ekonomi seringkali menjadi masalah utama dalam kehidupan semua orang, tanpa terkecuali.  Artinya masalah tersebut tidak hanya dialami oleh orang-orang dunia saja namun orang percaya pun tak luput dari masalah ini.  Namun meski harus mengalami masalah yang sama tetapi ada jaminan pemeliharaan dari Tuhan bagi setiap orang percaya.  Jadi ada  "...perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya."  (Maleakhi 3:18).  Daud juga menyatakan bahwa  "Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;"  (Mazmur 34:20).     Ketika Israel diperintah oleh raja Ahab terjadilah kekeringan di seluruh negeri selama 3,5 tahun.  Tuhan mengijinkan kekerin…

JALAN TUHAN: Penuh Keajaiban

Baca:  Mazmur 37:1-40"Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan."  Mazmur 37:34Tak dapat disangkal, ketika mengalami hal-hal sulit naluri kita cenderung mengeluh dan berputus asa.  Namun bila kita selalu berada di jalan kudus-Nya kita pasti sanggup menghadapinya, sebab  "...TUHAN menopang orang-orang benar."  (Mazmur 37:17).  Artinya kita tidak sendirian menghadapi pergumulan hidup ini, ada Tuhan yang selalu menopang dan bahkan menggendong kita.  Karena  "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"  (Mazmur 118:6).     Ketika bangsa Israel hendak berjalan menuju Tanah Perjanjian mereka harus melewati banyak sekali tantangan.  Firaun berusaha mencegah mereka pergi, pasukan tentaranya pun diperintahkan mengejar bangsa Israel.  Belum lagi kesulitan-kesulitan lain yang mereka alami saat berada di pad…

JALAN TUHAN: Membawa Kemenangan

Baca:  Yesaya 35:1-10

"Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,"  Yesaya 35:9Banyak orang percaya seringkali mengeluh dan ragu ketika berkomitmen berjalan sepenuhnya di jalan Tuhan dan tidak lagi mengikuti arus dunia ini.  Mengapa?  Karena mereka terus membanding-bandingkan dengan keadaan orang yang tidak percaya atau orang fasik, yang secara kasat mata tampak mujur.     Ayub sempat mengeluh pula,  "Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat? Keturunan mereka tetap bersama mereka, dan anak cucu diperhatikan mereka. Rumah-rumah mereka aman, tak ada ketakutan, pentung Allah tidak menimpa mereka."  (Ayub 21:7-9).  Bani Asaf pun dalam mazmurnya menyatakan hal yang sama,  "Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih,…

Sedikit yang menempuh jalan Tuhan

Baca:  Yesaya 35:1-10"Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya."  Yesaya 35:8Jalan Tuhan disebut pula dengan jalan kudus, jalan suci atau jalan yang menuju kepada keselamatan kekal.  Namun sayang tidak semua orang mau menempuh jalan itu, terlebih-lebih mereka yang disebut orang yang tidak tahir dan orang pandir.  Orang yang tidak tahir artinya orang yang berdosa atau orang yang hidup dalam kecemaran, sedangkan orang pandir disebut pula orang bodoh atau bebal, orang yang hidup menurut kehendak sendiri dan sulit menerima teguran.  Mereka tidak mau menempuh jalan Tuhan karena mereka berpikir bahwa jalan Tuhan itu penuh dengan aturan, tidak boleh ini tidak boleh itu, tidak bebas, menyakitkan daging, ada harga yang harus dibayar, sebagaimana Tuhan Yesus katakan:  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan m…

Kasih Yang Timpang (Lukas 6:27-36) | Renungan Kristen

Baca | Lukas 6:27-36
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37Jika Anda jatuh di tengah keramaian, berapa persenkah kemungkinan ada orang akan menolong Anda berdiri? Tentunya cukup besar. Apakah hal yang sama berlaku di negara yang mayoritas warganya bukan orang percaya, bahkan atheis? Kemungkinannya tetap cukup besar. Yesus bahkan memberi perumpamaan yang ironis, yaitu bagaimana ahli Taurat dan orang Lewi yang notabene adalah tokoh pemimpin agama justru berlalu begitu saja saat melihat seorang yang sekarat, sedangkan orang Samaria yang dianggap kafir justru menolong dengan kesungguhan hati. Ada kalanya, orang yang tak kenal Tuhan pun bisa bertindak lebih baik dalam hal moral dan mengasihi sesama.
Orang tidak percaya pun bisa berbuat baik. Orang percaya bahkan bisa berbuat lebih baik dari mereka yang mengaku Kristen. Jika demikian, apa bedanya orang percaya dengan yang tidak? Sama…

Bukan Mengubah Tuhan (Yohanes 15:1-8) | Renungan Kristen

Baca :Yohanes 15:1-8
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya.” Yohanes 15:7

Yesus berjanji, “Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Jangan mengartikan ayat ini bahwa Tuhan akan mengabulkan apapun juga permintaan dan keinginan kita. Jangan memenggal ayat itu begitu saja. Perhatikan bahwa janji itu sebenarnya bersyarat. Perhatikan syarat yang Yesus minta, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu.” Jadi, hal yang paling utama adalah bagaimana kita hidup di dalam Kristus dan mengizinkan firman Tuhan memenuhi dan menguasai kita. Jika firman Tuhan menguasai kita, maka doa-doa kita pun akan selaras dengan kehendak Allah. Itu sebabnya Tuhan akan memberikan apa yang kita minta dan doakan. 

Doa tidak mengubah Allah. Justru, doalah yang mengubah kita untuk hidup dalam kehendak Allah. Itulah yang akan membawa perubahan dalam hidup…

HIDUP HARUS TERUS BERJALAN

Baca:  1 Raja-Raja 19:9-18"...hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."  1 Raja-Raja 19:10Pada dasarnya stres tidak selalu berakibat buruk atau berdampak negatif, namun bergantung bagaimana sikap kita dalam menanggapi setiap masalah yang terjadi.  Jadi ada positif dan negatifnya.  Stress yang negatif atau disebut distressdapat menyebabkan seseorang menjadi lemah dan tertekan sehingga dapat menghambat kemajuannya.  Namun di sisi lain stress juga memiliki sisi positifnya atau eustress, di mana stres dipandang sebagai suatu kesempatan bagi seseorang untuk segera bertindak dan mencari solusi di tengah krisis atau situasi sulit sehingga menjadikannya semakin matang dan tangguh dalam bertindak.  Karena itu jangan sekali-kali lari dari masalah.     Salah satu cara mudah agar kita terhindar dari stres adalah istirahat yang cukup dan makan secara teratur.  Ketika melihat Elia sedang down Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk membangunkan Elia.  "…

Stres Tingkat Tinggi

Baca:  1 Raja-Raja 19:1-8"Kemudian ia ingin mati, katanya: 'Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.'"  1 Raja-Raja 19:4bSering kita mendengar nasihat orang,  "Jangan gampang stres, nanti kamu cepat tua lho!"  Memang banyak orang merasa alergi dan takut sekali mendengar kata tua.  Mengapa orang tidak suka bila dibilang sudah tua?  Karena tua identik dengan kulit yang kendur dan keriput.  Oleh karena itu banyak orang  (khususnya wanita)  berlomba-lomba untuk menggunakan berbagai macam produk kecantikan, seperti krim pengencangan kulit atau wajah, mengkonsumsi vitamin A dan C supaya mereka tidak mengalami penuaan dini.     Tak bisa dipungkiri bahwa dunia saat ini dipenuhi dengan ketegangan-ketegangan di berbagai sektor kehidupan manusia.  Hal ini seringkali menjadi faktor pemicu stres yang dialami orang dengan tekanan berat.  Jadi, bukan hanya di bidang politik saja orang mudah sekali mengal…

Berseru Saat Perlu

Baca:  Mazmur 44:1-27"Terjagalah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangunlah! Janganlah membuang kami terus-menerus!"  Mazmur 44:24Sudah menjadi sifat alamiah manusia jika dalam marabahaya, terancam, tertekan dan menemui jalan buntu akan berteriak dan berseru-seru kepada Tuhan, bahkan disertai linangan air mata dan hati hancur.  Tak jarang mereka pun langsung mengeluh, berani marah dan mempersalahkan Tuhan:  "Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?"  (Mazmur 10:1).     Sama seperti yang dirasakan murid-murid ketika mereka berada di tengah amukan badai, mereka berpikir mengapa Tuhan Yesus sepertinya membiarkan hal itu sementara mereka berada dalam bahaya yang besar.  Mereka pun berteriak,  "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"  (Markus 4:38b).  Tuhan Yesus pun menegur mereka,  "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?"  (Matius 8:26).  Saat dalam masalah berat biasanya cepa…

BADAI: Melatih Kepekaan Rohani

Baca:  Mazmur 29:1-11"Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar."  Mazmur 29:3Ketika berada di dalam badai, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu siapa dan apa penyebabnya.  Maka dibutuhkan sebuah kepekaan rohani.     Bila badai terjadi karena kesalahan dan kelalaian sendiri, segeralah intropeksi diri.  Ketika ditegur Natan perihal perselingkuhannya dengan Batsyeba, yang mengakibatkan anak yang dilahirkan mati, segeralah Daud berdoa,  "Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!"  (Mazmur 51:3-4).  Inilah yang disebut kepekaan reaktif.  Tuhan merupakan sumber kasih yang tidak pernah habis.  Asal kita datang kepada-Nya dengan hati hancur dan mengakui dengan jujur segala dosa dan kesalahan, Tuhan pasti mengampuni.  "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang ha…

Tuhan Sanggup Meredakan

Baca:  Markus 4:35-41"Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali."  Markus 4:39Danau Galilea adalah tipikal danau yang mudah sekali diterjang oleh angin dan badai yang kencang, yang melalui sela-sela perbukitan yang mengelilingi danau itu.  Seharusnya fenomena alam ini tidak mengejutkan bagi beberapa murid Tuhan Yesus yang adalah mantan nelayan.  Meski demikian mereka tetap saja dalam kepanikan.  Begitu juga kita, selama kaki ini masih memijak bumi kita pun tidak akan luput dari terpaan berbagai badai kehidupan.  Pertanyaan timbul:  Apa bedanya kita sebagai orang percaya dan orang yang tidak percaya apabila masalah dan penderitaan itu juga datang menerpa hidup kita?  Jawabnya:  Jelas saja ada perbedaan yang nyata!     Orang percaya yang diterpa oleh badai persoalan tidak menghadapinya sendirian, sebab Tuhan ada bersama mereka dan selalu beserta.  "Apabila orang-oran…