Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Renungan Kristen | SAHABAT YESUS

Yohanes 15:9-17
"Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." Yohanes 15:15

Sebagai makhluk sosial, kita selalu ingin bergaul. Kita ingin membangun persahabatan. Dari sejak kecil, remaja, dewasa, hingga nanti kita mati, kita selalu merindukan persahabatan. Bagaimana kita membangun persahabatan? Menurut teori, ada 4 hal yang membuat kita bersedia membangun persahabatan dengan seseorang. Pertama, karena persamaan. Kita cenderung memilih teman yang punya persamaan dalam hal kesukaan, perilaku, minat, latar belakang, dsb. Kedua, karena ada timbal balik. Saling menolong, saling percaya, saling mengerti, dan “saling-saling” lainnya. Ketiga, karena ada kecocokan. Nyambung saat ngobrol. Cocok dalam pandangan. Cocok dalam keyakinan. Keempat, karena orang tersebut bisa menjadi role model. Artinya, kita berteman…

Bagaimana Meresponi Yesus ?

Bagaimana Meresponi Yesus ? | Yohanes 12:1-8
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Yohanes 12:3

Respons kita terhadap seseorang akan memengaruhi perilaku kita kepada orang tersebut. Cara kita memperlakukan seseorang, salah satunya terbentuk dari pengalaman pribadi dengan orang tersebut. Misalnya, jika kita memiliki pengalaman yang buruk dengan seseorang, umumnya kita akan berupaya menjaga jarak atau memperlakukannya dengan cara yang kurang baik pula. Sebaliknya, jika kita mempunyai pengalaman di mana seseorang telah memperlakukan kita demikian baik, maka hal itu pun akan mendorong kita untuk berperilaku baik kepadanya. Apalagi kita yang sejak kecil dididik tentang pentingnya membalas budi baik seseorang.
Namun demikian acap kali sebuah perbuatan baik pun direspons dengan perilaku yang berbeda. Tidak selalu perbuatan baik yang Yesus lakukan d…

Integritas Dalam DOA

Yakobus 2
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 2 Timotius 3:5

Sistem jual beli online adalah teknologi yang sangat memudahkan. Tapi, meski mudah, belanja online juga lebih banyak risikonya dibanding belanja tatap muka. Tak hanya kita harus mentransfer uang lebih dulu, kita juga sesungguhnya tak tahu apakah barangnya benar ada, benar seperti di gambar, benar sesuai keterangannya, atau tidak. Risikonya besar, tapi jual beli online tetap digemari. Mengapa? Karena banyak situs yang bertindak sebagai platform jual beli online juga punya sistem agar kita bisa memilah penjual terpercaya. Ada sistem rating, testimoni pembeli, sistem untuk melacak perkembangan pesanan, dll. Saya selalu melihat rating dan testimoni pembeli sebelum memutuskan belanja di seorang seller, selain juga tanggapan penjual saat dihubungi lewat pesan pribadi.

Itulah bukti bahwa nyatanya, di zaman yang bengkok ini pun, kejujuran atau …

BERDOA MUSUH MENDERITA ? | RENUNGAN KRISTEN

Mazmur 109
Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu,Mazmur 109:26

Mungkin kita kaget membaca Mazmur 109 ini. Bagaimana tidak? Di sini, Daud minta supaya umur musuhnya dikurangi, jabatannya diambil, anak-anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, yang artinya musuhnya itu mati. Tak hanya itu, Daud bahkan meminta anak-anak musuhnya menjadi gelandangan dan pengemis tanpa ada yang menyayanginya, hartanya disita dan dijarah, dosa-dosa nenek moyangnya tidak diampuni! Jangan kaget jika kita tidak hanya menemukan satu doa seperti ini di Alkitab. Mazmur 137:9 lebih lagi. Di situ pemazmur berkata untuk putri Babel, “Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!”
Bagaimana bisa tokoh seperti Daud berdoa seperti itu? Bagaimana bisa doa sekejam itu masuk dalam Alkitab? Kenapa tak ada kasih dalam doanya? Ada yang mungkin juga bertanya, jika Daud berdoa seperti itu, bolehkah kita melakukan yang sama? Untuk pertanyaan te…

Doa Pura Pura

Matius 6:5-15
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.  Matius 6:5Dunia hiburan Indonesia mengenal nama Vicky Prasetyo. Sosok ini kondang dengan gaya bahasanya yang aneh dan rumit. Namun, beberapa waktu lalu, beredar video saat ia muncul di sebuah acara sebagai stand up comedian. Di situ, ia bicara dengan mudah dimengerti, bebas dari kata-kata aneh yang jadi ciri khasnya. Ternyata gaya bahasa aneh itu hanya caranya tampil beda di jagat hiburan saja.
Tapi, tanpa sadar banyak orang juga suka melakukan hal serupa. Tidak memakai istilah seaneh Vicky, tapi jika bicara di depan forum, misalnya, ia sengaja memakai istilah sulit, teknis atau campur bahasa asing, mungkin agar terdengar intelek. Orang macam itu jika bicara dengan teman atau keluarganya pastinya tak akan memakai gaya bahasa seperti itu. Namun, hal serupa juga ke…

TERBEBAS DARI RASA KUATIR

Baca:  Mazmur 55:1-24"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau!"  Mazmur 55:23aPada dasarnya kekuatiran bukanlah suatu keadaan, melainkan sebuah keputusan atau pilihan hidup.  Ketika mengalami masalah yang ringan dan tidak terlalu rumit saja kita cenderung kuatir.  Tetapi ada orang yang meskipun dihadapkan pada masalah sangat berat dan pelik memilih tidak kuatir dan tetap tenang, sebab ia tahu dalam kekuatiran seseorang  "...tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman;...tetapi kegelisahanlah yang timbul."  (Ayub 3:26), sebaliknya dalam  "...tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."  (Yesaya 30:15)  dan  "Hati yang tenang menyegarkan tubuh,"  (Amsal 14:30).     Supaya terbebas dari rasa kuatir kita harus selalu menjaga hati dan pikiran, sebab apa yang ada di dalam hati dan pikiran menentukan sikap, perkataan dan tindakan,  "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu."…

DOA YANG JUJUR | RENUNGAN KRISTEN

DOA YANG JUJUR

Matius 6:5-15
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Matius 6:6

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jujur adalah berkata apa adanya. Apa adanya berarti tidak perlu ada polesan. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Tidak perlu ada yang disembunyikan. Berkata jujur itu sulit, tapi lebih sulit lagi berdoa dengan jujur. Entah mengapa, dari banyaknya doa yang dinaikkan, hanya sedikit doa yang benar-benar jujur. Saya tidak menuding Anda, saya sedang menuding diri saya yang juga kerap melakukannya. Daripada berdoa dengan jujur dan menyuarakan apa yang ada di hati, saya lebih kerap disibukkan mengatur kata-kata supaya doa saya terdengar indah, sekalipun sesuatu yang indah itu belum tentu keluar dari hati saya.
Doa saya penuh polesan. Terdengar indah di telinga manusia, tapi sesungguhnya terdengar garing di telinga Alla…

KEKUATIRAN: Tidak Mendatangkan Kebaikan

Baca:  Amsal 12:1-28"Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia."  Amsal 12:25Dr. Edward Podolsky, seorang dosen dan penulis buku terkenal, dalam bukunya yang berjudul  'Stop Worrying and Get Well'  menulis bahwa kekuatiran yang dipelihara secara terus-menerus dapat menyebabkan seseorang menderita sakit, seperti penyakit jantung, darah tinggi dan migran.  Dengan kata lain, bila hati dan pikiran terus dipenuhi oleh kekuatiran, tubuh jasmani secara otomatis terkena efeknya.  Ketika kita kuatir tubuh ini serasa membawa beban yang begitu berat sehingga organ-organ tubuh kita tidak berfungsi sebagaimana mestinya.  Di sini dapat disimpulkan bahwa kekuatiran lebih banyak berdampak negatif daripada positif karena dapat menganggu kesehatan.  Karena itu jangan sekali-kali menganggap remeh kekuatiran, karena cepat atau lambat bisa menghancurkan hidup kita, memporak-porandakan semua harapan kita, serta menghentikan langkah kita untuk…

Letih, Lesu dan Tak Berdaya

Baca:  Matius 11:25-30"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."  Matius 11:28Apakah saat ini Saudara merasa letih, lesu dan tak berdaya karena beratnya beban permasalahan yang harus Saudara tanggung dalam hidup ini?  Mulai dari bangun pagi sampai hendak tidur malam banyak perkara yang kita pergumulkan dan keluhkan, mulai dari masalah keuangan keluarga yang pas-pasan, usaha yang seret dan sedang berada di ujung tanduk, beban pekerjaan, dan suasana kerja yang tidak kondusif, kesehatan yang terganggu karena sakit-penyakit yang lama belum kunjung sembuh, belum lagi anak-anak di rumah yang susah diatur dan studinya yang kian terseok-seok.     Dalam hal pelayanan pun kita merasa bahwa pelayanan yang kita lakukan selama ini serasa sia-sia, tidak ada kemajuan, jalan di tempat dan kita pun berniat untuk mundur karena tidak tahan dengan tekanan dari berbagai pihak.  Akhirnya kekuatiran dan kecemasan terus saja membayangi langkah…

PAULUS: Menderita Karena Injil

Baca:  2 Korintus 11:23-33

"Apakah mereka pelayan Kristus? Aku berkata seperti orang gila - aku lebih lagi!"  2 Korintus 11:23Setelah menjadi rasul, apakah hidup Paulus menjadi mudah dan bebas masalah?  Tidak;  justru ujian, tantangan, aniaya, ancaman dan penderitaan datang silih berganti.  Kecewa, putus asa, menyerahkah ia dalam mengerjakan panggilan Tuhan?  Tidak.  Sebaliknya ia terus melangkah dan berlari mengerjakan panggilan Tuhan dengan penuh komitmen.     Apa itu komitmen?  Secara umum berarti kerelaan melakukan apa pun dan berkorban apa saja untuk sesuatu yang diyakini;  komitmen juga diartikan suatu janji terhadap diri sendiri atau orang lain yang tercermin dalam tindakan nyata;  komitmen berarti pula berpegang teguh dan fokus pada keputusan yang diambil tanpa mempertanyakan apa-apa lagi, dalam keadaan atau situasi yang bagaimana pun.  Komitmen inilah yang mendorong seseorang melakukan segala sesuatu dengan passion, semangat dan totalitas, sehingga Paulus dapat berk…

Paulus: Merespons Panggilan Tuhan

Baca:  KISAH 22:1-22

"Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar."  Kisah 22:15Ketika melihat orang lain yang memiliki latar belakang hidup sangat kelam dan jahat seringkali kita langsung berpikiran negatif terhadapnya dan beranggapan bahwa orang tersebut mustahil bisa berubah menjadi orang baik.  Terkadang kita pun berharap agar orang tersebut segera mendapatkan balasan yang setimpal sebagai akibat dari kejahatan yang telah dilakukan.  Itu menurut penilaian dan keinginan manusia!     Dari pengalaman hidup Paulus ini kita bisa belajar satu hal, bahwa jika Tuhan memiliki rencana atas hidup seseorang tiada satu pun rencana-Nya yang gagal.  Paulus, orang yang jahat, karena  "...telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara."  (Kisah 22:4), kini telah  'ditangkap'  sendiri oleh Tuhan dan hidupnya pun berubah 180 deraj…

PAULUS: Hidup Yang Diubahkan

Baca:  Kisah 9:1-9a"Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan."  Kisah 9:1Kisah perjalanan hidup rasul Paulus adalah sangat menarik untuk kita pelajari.  Rasul Paulus adalah seorang tokoh besar dalam kitab Perjanjian Baru.  Dari 27 kitab dalam Perjanjian Baru Paulus menulis kurang lebih separuhnya.     Paulus, yang awalnya bernama Saulus, berasal dari Tarsus.  Pada usia muda Paulus hidup sebagai seorang Farisi di bawah didikan Gamaliel,  "...seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak,"  (Kisah 5:34).  Sebelum dipakai Tuhan untuk menjadi rasul-Nya ia adalah orang yang sangat fanatik dengan agama, bahkan  "...mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat."  (Filipi 3:6).  Artinya dalam hal hukum Taurat kemampuan Paulus tak disangsikan lagi.  Tapi banyak orang mengenal Paulus sebagai pribadi yang bengis, jahat dan suka menganiaya jemaat.  Bagaimana reaksi orang-orang yang telah dianiaya Paulus?  Ap…