Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Renungan Kristen : Bukan Kabar Gembira ( Yohanes 15:1-8 )

Sari Simorangkir - Kau Begitu Berharga | Lagu Rohani |Video Lirik

Verse 1
Kucari wajahMu ya Tuhanku
Ku tahu kekuatanku di dalamMu
Selama ku hidup, selama ku ada
Hatiku menyembah kepadaMu

Verse 2
Kupanggil namaMu ya Yesusku
Kunyatakan semua harapanku
Selama ku hidup, selama ku ada
Hatiku melekat kepadaMu

Chorus
Kau begitu berharga
Kau begitu mulia
Setiap kali Kau punya cara
Untuk menolongku

Ku tak pernah ragukan
Ku tak akan lepaskan
Pengharapanku dalamMu Tuhan
Kan menjadi nyata

Ending
Pengharapanku dalamMu Tuhan (3x)
Kan menjadi nyata

Kupercaya JanjiMu | Dynda Cover

Saat ku hancur hati ku datang pada-Mu
Kau beri kekuatan dan b’ri penghiburan
Saat tak seorang pun dapat kuandalkan
Kau yang memberi jalan Kau yang menuntunku

Saat ku tak mengerti dalam hidup ini
namun firman-Mu selalu menerangiku
Engkau yang buatku kuat lewati semua
Engkau pertolonganku, Engkau harapanku

Tuhan kupercaya janji-Mu
dalam hidupku Kau b’ri kemenangan
Tuhan Kau s’lalu setia didalam hidupku
Kau berharga bagiku, Kaulah jaminanku
dalam hidupku

Saat ku hancur hati ku datang pada-Mu
Kau beri kekuatan dan b’ri penghiburan
Saat tak seorang pun dapat kuandalkan
Kau yang memberi jalan Kau yang menuntunku

Saat ku tak mengerti dalam hidup ini
namun firman-Mu selalu menerangiku
Engkau yang buatku kuat lewati semua
Engkau pertolonganku, Engkau harapanku

Tuhan kupercaya janji-Mu
dalam hidupku Kau b’ri kemenangan
Tuhan Kau s’lalu setia didalam hidupku
Kau berharga bagiku, Kaulah jaminanku
dalam hidupku

IBADAH: Mendatangkan Keuntungan

Baca:  Maleakhi 3:13-18

"Kamu berkata: 'Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?'"  Maleakhi 3:14

Rasul Paulus menasihati Timotius,  "Latihlah dirimu beribadah."  (1 Timotius 4:7b).  Mengapa kita harus terus melatih diri dalam hal ibadah?  Karena ibadah itu berguna dalam segala hal dan mengandung janji, artinya ada berkat-berkat yang luar biasa disediakan Tuhan bagi setiap orang yang menghormati Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan sungguh.  "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar."  (1 Timotius 6:6).  Jadi dibutuhkan sikap dan motivasi yang benar bagi seseorang untuk mengalami kuasa dan berkat dalam ibadah.

     Sudahkah kita menjadikan ibadah sebagai kebutuhan utama dalam hidup ini?  Atau kita berpikir bahwa beribadah kepada Tuhan itu tidak ada untungnya dan hanya membuang-buan…

Tuhan Tidak Memandang Muka

Baca:  Galatia 2:1-10"...sebab Allah tidak memandang muka..."  Galatia 2:6Sesuatu yang bersifat lahiriah adalah apa yang dipandang baik dan menarik di mata manusia.  Manusia menilai sesamanya dengan memandang muka, penampilan lahiriah, atau apa yang tampak secara kasat mata.  Namun ukuran yang dipakai Tuhan untuk menilai seseorang itu berbeda.  Tuhan sama sekali tidak tertarik atau berminat dengan apa yang tampak, sebab  "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."  (1 Samuel 16:7b).  Tuhan tidak pernah terpesona dengan apa yang kita kerjakan, tapi perhatian Tuhan adalah motivasi di balik segala sesuatu yang kita kerjakan.  Motivasi berbicara tentang sikap hati seseorang.     Mengapa Tuhan memperhatikan hati?  "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu."  (Amsal 27:19).  Hati adalah dasar untuk menentukan kualitas pikiran, perkataan dan perbuatan…

PRINSIP DUNIA: Memandang Muka (2)

Baca:  Yakobus 2:1-13"Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran."  Yakobus 2:9Dunia di mana kita hidup adalah dunia yang memiliki kecenderungan untuk menilai seseorang dengan memandang muka, warna kulit atau melihat penampilan fisik, padahal Alkitab menyatakan:  "Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia,"  (Amsal 31:30), dan  "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi,"  (1 Samuel 16:7).  Bukan hanya itu, dunia seringkali juga menilai seseorang dari status sosialnya:  pangkat dan harta kekayaan yang dimilikinya, sehingga  "Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya."  (Amsal 19:4).  Perihal penampilan luar seseorang, Anaxagoras, seorang filusuf Yunani mengatakan,  "Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat."     Menilai dan membedakan orang lain dengan memandang muk…

PRINSIP DUNIA: Memandang Muka (1)

Baca:  Yakobus 2:1-13"Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka."  Yakobus 2:1Ada kalimat bijak yang mengatakan,  "Don't judge a book by its cover!"  Begitulah kata mereka yang menganggap bahwa isi buku itu jauh lebih penting daripada kulit luarnya.  Namun kita pun tidak bisa memungkiri bahwa kulit luar buku (cover) juga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap orang yang melihatnya, sebab sebelum kita mengetahui isi dari sebuah buku, maka cover-lha yang pertama kali menarik minat dan perhatian kita sehingga kita ingin membeli dan memiliki buku tersebut.     Sudah menjadi sifat manusia bahwa mereka suka menilai sesamanya berdasarkan apa yang terlihat secara kasat mata.  Contoh nyata:  ketika kita bertemu dengan orang-orang baru, misalnya relasi bisnis, kesan pertama yang muncul dalam benak kita adalah penampilan luar orang yang kita temui tersebut.  Yang me…

Beribadah Dengan Sukacita

Mazmur 47:1-10

"Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!" Mazmur 47:2

Masih ada banyak orang Kristen yang beribadah kepada Tuhan secara asal-asalan tanpa disertai sikap hormat dan takut akan Tuhan. Hal itu bisa dilihat dari hal-hal simpel: datang beribadah tidak tepat waktu (terlambat), masih suka bersenda-gurau saat ibadah berlangsung, bahkan ada yang sambil ber-SMS ria atau memainkan blackberry. Kalau kita menyadari akan kehadiran Tuhan kita tidak akan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Ada pula yang beribadah dengan raut muka tetap cemberut dan tidak ada semangat sama sekali. Pemazmur mengingatkan, "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" (Mazmur 100:2). Ayat nas menyatakan: bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai. Artinya kita juga harus beribadah kepada Tuhan dengan sukacita dan penuh semangat.

Mengapa kita harus beribadah kepada Tuhan dengan…