Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

MENJADI SAHABAT TUHAN: Berdoa dan Merenungkan Firman-Nya

Baca:  Mazmur 119:145-152"Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang."  Mazmur 119:145Setelah tahu bahwa Tuhan Yesus tidak lagi menyebut kita sebagai hamba, melainkan menjadikan kita sahabat-Nya, maka kita pun harus berusaha supaya kita benar-benar layak disebut sebagai sahabat Tuhan.  Langkah awal adalah membangun persekutuan yang karib dengan Tuhan.  Dapatkah kita dikatakan bersahabat dengan seseorang bila kita tidak pernah menghabiskan waktu bersama orang tersebut?  Untuk menjadi sahabat Tuhan Yesus kita pun harus memiliki banyak waktu bersama-Nya.  Tekun dalam doa adalah cara untuk kita karib dengan Tuhan dan mengenal pribadi-Nya.  Jika kita bersekutu dengan Tuhan hanya sekali dalam seminggu saat ibadah saja, inikah yang disebut karib?     Persahabatan dengan Tuhan harus dibangun setiap waktu.  Belajarlah seperti Daniel:  "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia …

TUHAN YESUS: Sahabat Sejati Kita

Baca:  Yohanes 15:9-17"Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku."  Yohanes 15:15Suatu anugerah luar biasa yang diperoleh setiap orang percaya karena Yesus tidak lagi menyebut kita sebagai hamba, tapi  "...menyebut kamu sahabat,"  (ayat nas).  Sahabat bukanlah sekedar hubungan biasa, melainkan terjalin sangat intim  (karib)  serta dilandasi oleh sebuah kepercayaan.  Untuk menjadi orang yang bisa dipercaya oleh orang lain bukanlah hal yang mudah, terlebih-lebih yang memberi kepercayaan itu adalah Tuhan.     Bukti kepercayaan Tuhan adalah diberitahukan-Nya segala sesuatu yang didengar-Nya dari Bapa.  Pemazmur juga menegaskan,  "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."  (Mazmur 25:14).  Secara manusia sulit untuk dipaha…

PERSAHABATAN DENGAN ALLAH

Baca:  1 Yohanes 4:7-21"Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."  1 Yohanes 4:10Mungkin saat ini Saudara merasa sendiri karena tidak ada orang lain yang mempedulikan dan memperhatikan.  Saat berada di situasi sulit justru teman-teman dekat mundur teratur dan beranjak menjauh.  Hari-hari Saudara pun terasa hampa dan sepi.  Jangan terus larut dalam kepedihan dan merasa sendiri.  Tidak!  Kita tidak pernah sendiri, ada Yesus yang akan selalu menyertai, menemani dan memeluk kita.  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b).     Mari kita flashback sejenak.  Di awal penciptaan manusia kita melihat suatu hubungan yang sangat karib terjalin antara Allah dengan manusia di taman Eden.  Adam dan Hawa menikmati persahabatan begitu mesra dengan Allah.  Tidak ada ritual agama, tidak ada upacara, yan…

PERSAHABATAN SEJATI: Daud dan Yonatan

Baca:  1 Samuel 18:1-5"Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri."  1 Samuel 18:3Di dalam Alkitab kita akan menemukan seorang persahabatan sejati yaitu persahabatan antara Daud dan Yonatan.  Alkitab menyatakan,  "Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri."  (1 Samuel 18:1).  Kata berpadulah artinya terjalin begitu erat dan kuat, tak terpisahkan.  Kasih yang terjalin di antara keduanya melebihi kasih saudara kandung.  Inilah kasih seorang sahabat sejati yang  "...menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran."  (Amsal 17:17).  Atas dasar kasih inilah Yonatan dan Daud mengikat perjanjian dan saling berkomitmen.  Perjanjian adalah bukti adanya kesatuan dalam hati dan jiwa.     Kasih seorang sahabat tidak melihat rupa, tingkat pendidikan, status atau pun pangkat.  Yonatan, yang adalah putera raja S…

PERSAHABATAN: Kasih Yang Tulus

Baca:  Amsal 17:1-28"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran."  Amsal 17:17Walter Winchell, seorang wartawan dan juga komentator radio kenamaan Amerika berpendapat tentang arti seorang sahabat:  "Sahabat adalah seseorang yang menghampiri Anda, menemani Anda, di saat orang lain meninggalkan Anda."  Artinya seorang sahabat yang sejati itu bukan hadir di kala senang saja, melainkan juga saat susah.  Alkitab lebih jelas menyatakan bahwa  "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,"  Kualitas seorang sahabat akan teruji saat sahabatnya sedang berada di  'bawah'  atau jatuh.  Karena didasari oleh kasih yang tulus, seorang sahabat akan tetap berada di sisi sahabatnya di segala keadaan dan mau menerima keberadaannya secara utuh apa adanya.     Selain itu sahabat adalah orang yang tidak hanya sekedar menyenangkan hati sahabatnya semata, tetapi juga mau menegor dan ditegor, mau mengoreksi dan dikoreksi, yang …

PERSAHABATAN: Adanya Keterbukaan

Baca:  Amsal 27:1-27"Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah."  Amsal 27:6Mungkin ada komentar,  "Jaman sekarang ini adakah persahabatan sejati?  Yang ada cuma kepentingan abadi saja!"  Tidaklah gampang menemukan sahabat di jaman sekarang ini, di mana orang lebih cenderung mementingkan diri sendiri, mencintai dirinya sendiri dan  "...kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin."  (Matius 24:12), sehingga hubungan antarindividu lebih didasarkan pada sebuah kepentingan.  Akibatnya banyak orang lebih memilih menarik diri, membangun tembok-tembok di sekeliling sebagai pembatas, menyendiri dan menjadi pribadi yang tertutup.  Mereka merasa enggan membuka diri, apalagi melepaskan dan mengungkapkan perasaan terdalam kepada orang lain.     Sementara untuk membangun suatu persahabatan dibutuhan tahap demi tahap dan tidak semua orang mau menempuhnya, padahal sahabat tidak dapat kita temukan secara instan.  Tahapa…

Membangun Persahabatan

Baca:  Amsal 27:1-27"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."  Amsal 27:17Adakah di antara saudara yang merasa diri tidak membutuhkan orang lain dalam hidup ini?  Atau mungkin ada yang berkata,  "Ah...aku tidak butuh orang lain, karena aku bisa melakukan segala sesuatu sendiri dan punya segala-galanya."  Benarkah demikian?  Sekecil apapun aktivitas keseharian kita akan selalu bersentuhan dengan orang lain, artinya selalu terjalin interaksi dengan orang lain, dengan hadirnya orang-orang di dekat kita.  Di lingkungan tempat tinggal, kita mempunyai tetangga;  di sekolah, kita menghabiskan banyak waktu dengan teman sekelas untuk belajar dan berdiskusi, di tempat pekerjaan ada rekan-rekan kerja yang bekerja sama, bahkan di gereja pun kita membangun persekutuan yang erat dengan saudara-saudara seiman lainnya.     Ayat nas di atas menyatakan bahwa  "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."  Artinya pembentukan atau pematangan pribadi seseoran…

Mencerminkan Kebenaran | Renungan Harian

Ayat bacaan: Roma 1:20"Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih."Susahkah bagi manusia yang memiliki akal, nalar dan pikiran untuk mengetahui kebenaran? Alkitab mengatakan bahwa sebenarnya itu tidaklah sulit. Kebesaran, kekuatan dan keilahian Tuhan itu bisa terlihat jelas dari segala karya penciptaan di muka bumi ini sebagai buah pikiran Tuhan, sehingga seharusnya semuanya dengan gamblang bisa terlihat. Dalam surat Roma dikatakan: "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih." (Roma 1:20). Tetapi mengapa masih saja ada banyak orang yang matanya tertutup? Ada banyak hal yang menjadi penyebabnya mungkin. Kekerasan hati, kedegilan, itu bisa membuat orang tidak bisa …

Lagu Natal Di Hatiku - Nikita ft Wawan Yap

seperti palungan,
layakkanlah hatiku menyambutMU Tuhan,
seperti emas, kemenyan dan mur,
biar hidupku berkenan padaMU.

sebab Natal tak akan berarti tanpa kasihMU lahir di hatiku,
hanya bersamaMU Yesus kurasakan selalu indahnya Natal di hatiku.

bersama paduan suara surga ku bernyanyi,
kemuliaan di tempat maha tinggi,
dan damai sejahtera di antara manusia,
yang hidupnya berkenan kepadaMU.

Menjadi Tawanan Roh Kudus

Baca:  Kisah Para Rasul 20:17-38"Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ."  Kisah 20:22Dalam Galatia 5:24-25 tertulis:  "Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,"  Artinya setiap orang yang memutuskan untuk menjadi mengikut Kristus  "...wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).     Kita tidak akan dapat hidup sama seperti Kristus telah hidup jika kita tidak mau membayar harga.  Adapun harga itu adalah penyangkalan diri.  Menyangkal diri berarti  'mati'  terhadap kedagingan kita dan menjalani hidup seutuhnya sebagai manusia baru, dengan meninggalkan kehidupan lama;  menaruh kehendak Tuhan di atas kehendak pribadi serta menyerahkan hak dan otoritas diri kita sepenuhnya kepada Tuhan serta mengakui Dia sebagai…

Tali Kekang | Renungan Harian

Ayat bacaan: Mikha 6:8"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"Kuda yang bisa dinaiki biasanya disertai dengan tali kekang. Tali ini akan mampu mengatur kapan kuda harus berhenti, kapan harus belok ke kiri atau kanan. Akan sangat sulit untuk membuat kuda patuh jika kita tidak memiliki kendali lewat tali atas dirinya. Mata kuda pun sering ditutup habis agar ia hanya tergantung pada kehendak penunggangnya. Sebagai manusia yang berakal budi, yang bisa membedakan mana yang benar dan salah, memiliki hati nurani dan nalar untuk berpikir, seharusnya kita tidak perlu seperti kuda yang harus diikat dengan tali kekang terlebih dahulu agar patuh. Tetapi kenyataannya ada banyak orang yang sulit untuk mengendalikan diri terhadap berbagai godaan atau tipuan sehingga harus tetap diikat atau bahkan dicambuk agar mau taat dan mengerti.Sepert…

Dorongan Roh Kudus

Baca:  Kisah Para Rasul 16:4-12"Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"  Kisah 16:9Tidak dapat dipungkiri bahwa dosa selalu atraktif untuk semua orang karena dapat memuaskan nafsu fisik dan menjanjikan banyak sekali kesenangan.  Itulah sebabnya banyak orang cenderung memilih berkompromi dengan dosa karena sangat menyenangkan daging.  Sebaliknya, hidup menurut dorongan Roh Kudus adalah perkara yang sangat tidak enak, dibutuhkan pengorbanan besar karena sakit secara daging.  Namun, suka atau tidak suka, mau tidak mau, hidup menurut kehendak Roh Kudus adalah hal yang mutlak bagi setiap orang percaya,  "...hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."  (Galatia 5:16).     Sesungguhnya setiap saat Roh Kudus mendorong kita melakukan segala hal yang selaras dengan firman Tuhan, tapi acapkali kita tidak menyadarin…

Tuhan Sanggup Menyediakan

Baca:  Matius 6:25-34"Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu."  Matius 6:29Saat bangun dari tidur seringkali pikiran kita langsung dipenuhi kekuatiran dan kecemasan tentang apa yang hendak kita makan, minum dan pakai.  Selama kita terus kuatir berarti kita belum percaya sepenuhnya kepada Tuhan.  Belajarlah dari Ayub:  "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."  (Ayub 3:25-26).  Berhentilah untuk kuatir dan cemas!     Tuhan memerintahkan kita untuk tidak kuatir dan cemas tentang kebutuhan hidup kita karena sesungguhnya Tuhan tahu persis apa yang kita butuhkan.  Jika Tuhan begitu bermurah hati memelihara burung-burung di udara,  "...yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung,"  (Matius 6:26), serta mendandan…

Memprioritaskan Tuhan

Baca:  Matius 6:25-34"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."  Matius 6:33Banyak orang Kristen bertanya-tanya dalam hati,  "Kalau kita mengikut Tuhan, katanya hidup kita akan diberkati, apa saja dibuat-Nya berhasil, semua usaha akan lancar dan kita akan terbebas dari masalah.  Namun mengapa tidak demikian?"  Adalah benar bila hidup di dalam Tuhan itu selalu ada berkat, perlindungan dan juga jaminan pemeliharaan karena ada penyertaan Tuhan di setiap langkah hidup kita.  Inilah janji Tuhan,  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b).  Tapi adakalanya dalam perjalanan hidup ini kita diperhadapkan dengan jalan yang berbatu, penuh cadas dan mendaki, ada masalah dan juga ujian.  Namun yakinlah bahwa semuanya adalah bagian dari proses yang harus kita jalani.  "Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dic…

Persembahan Yang Berkenan

Baca:  Kejadian 4:1-16"Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,"  Kejadian 4:4Setiap kita pasti punya kerinduan yang sama yaitu apa pun yang kita kerjakan  (ibadah, pelayanan)  dan juga persembahan yang kita bawa kepada Tuhan itu sesuai dengan kemauan Tuhan, diterima oleh-Nya.  Kita pasti tidak berharap bahwa persembahan kita  (waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi)  yang kita berikan kepada Tuhan menjadi sia-sia, ditolak dan diabaikan Tuhan.     Kain dan Habel sama-sama memberikan korbah persembahan kepada Tuhan.  "...Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya,"  (Kejadian 4:3-4).  Alkitab menyatakan bahwa Tuhan mengindahkan persembahan Habel, namun tidak persembahan Kain.  Mengapa?  Kalau kita teliti lebih dalam, T…

Hati Sekeras Batu Cadas | Renungan Harian

Ayat bacaan: Markus 3:5"Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka..."Saya sore tadi membeli sebuah biapong / bakpau. Sewaktu dibeli rotinya masih terasa lembut karena si penjual memiliki kotak penghangat yang dipasang di motornya. Saya meletakkannya di meja dan baru akan memakannya beberapa jam kemudian. Ternyata rotinya sudah mengeras, sehingga tidak lagi enak dikonsumsi. Agar kembali lunak, saya pun harus mengukusnya lagi terlebih dahulu. Jika roti bisa mengeras menjadi tidak enak lagi, hati kita pun demikian juga. Saya sudah pernah bertemu dengan banyak orang yang hatinya keras bagai batu cadas. Mereka sangat sulit menerima pendapat orang lain, cenderung merasa benar sendiri dan susah diajak bicara. Mereka lebih memilih untuk berdebat walau mungkin dalam hati mereka setuju dengan apa yang kita katakan. Pokoknya bantah dulu, argumen belakangan. Orang-orang seperti ini terus dikuasai oleh kekerasan hatinya sehingga tu…

Rajin Ala Rut | Renungan Harian

"Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."Menyalahkan keadaan adalah hal yang paling mudah ketika kita menghadapi suatu kendala. Ada banyak orang yang saya kenal lebih memilih untuk duduk bermalas-malasan di rumah karena mereka beranggapan adalah percuma bagi mereka untuk melamar. "Ah, buat apa? Toh orang-orang lewat jalan belakang juga yang diterima.." kata salah seorangnya dengan ringan. Mungkin ya, mungkin tidak. Tapi dari mana dia bisa menyimpulkan seperti itu sebelum mencoba terlebih dahulu? Faktanya saya pun mengenal orang-orang gigih yang tidak tergantung oleh situasi, keadaan atau keterbatasan untuk terus berjuang tanpa kenal lelah. Mereka tidak putus asa, mereka tidak mengeluh, dan saya tidak heran jika mereka hari ini berhasil menjadi orang-orang yang sukses di b…

Ibadah, Sesuai Standar TUHAN

Baca:  Ulangan 10:12-22"...selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,"  Ulangan 10:12Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri apakah ibadah dan pelayanan kita pasti berkenan dan menyenangkan hati Tuhan?  Ataukah kita bersikap masa bodoh?     Ketahuilah, Tuhan memiliki standar kualitas yang menjadi ketetapan-Nya untuk mengukur kelayakan ibadah dan pelayanan seseorang.  "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."  Kata ibadah berasal dari kata Yunani latreia, artinya pelayanan;  kata sejati berasal dari kata Yunani logika, yang bisa diartikan sesuatu yang pantas dan masuk akal.  Secara harfiah ibadah sejati berarti pelayanan yang pantas atau memenuhi syar…

Pujian Menghancurkan Musuh

Baca:  Mazmur 8:1-10"Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam."  Mazmur 8:3Tidak ada pribadi yang lebih layak dipuji dan disembah selain daripada Tuhan kita Yesus Kristus.  Hanya Dia yang layak menerima pujian dan pengagungan kita.  Saat kita memuji-Nya hati Tuhan disenangkan, sebaliknya Iblis benci.  Iblis tidak sanggup bertahan mendengar puji-pujian kita, ia akan lari tunggang langgang sebab puji-pujian itu ibarat senjata tajam, siap menghujam, menghancurkan dan memporak-porandakan pertahanan Iblis.  Karena itu jangan sekali-kali meremehkan kuasa puji-pujian kepada Tuhan.  Tuhan sudah meletakkan kekuatan di mulut bayi-bayi dan anak-anak untuk membungkam musuh dengan puji-pujian  (ayat nas), artinya ada kekuatan dahsyat di balik pujian.     Daud adalah manusia biasa sama seperti kita yang tak luput dari masalah, kesesakan, tekanan, dan ujian.  Namun hal itu tidak membuatnya laru…

Bahagia Bersama Firman Tuhan | Renungan Harian

Ayat bacaan: Lukas 11:28"Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."Hidup bersama firman Tuhan itu luar biasa. Saya pernah hidup diluar firman Tuhan, tetapi sejak sekitar 10 tahun yang lalu saya bertobat dan mulai mengenal firman Tuhan satu persatu. Karenanya saya bisa membandingkan langsung perbedaan antara hidup tanpa dan dengan firman Tuhan. Firman Tuhan itu hidup dan punya kuasa. Itu sangat berguna bagi saya dalam menghadapi segala sesuatu dalam menjalani setiap langkah di dunia yang sulit ini. Dalam menghadapi masalah, ketika memerlukan sebuah jawaban, ketika tidak tahu bagaimana harus bertindak, dalam membantu orang lain, dan lain-lain, saya melihat betapa firman-firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab sungguh membantu. Betapa lengkapnya Tuhan memberi panduan hidup lewat segala yang Dia firmankan di dalam Alkitab. Selalu saja ada ayat yang sangat mengena pada saat-saat dibutuhkan, dan itu sangat mem…

Bersemayam Diatas Pujian

Baca:  Mazmur 22:1-32"Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel."  Mazmur  22:4Tak bisa dibayangkan Tuhan dengan segala kemahaan-Nya melawat dan tinggal di setiap pujian dan penyembahan yang sedang kita naikkan.  Hal itu membuktikan bahwa Tuhan selalu ada dan akan menyatakan kuasa-Nya saat puji-pujian yang diperuntukkan bagi-Nya berkumandang.  Kehadiran-nya itu pun pasti disertai dengan perbuatan-Nya yang heran dan ajaib:  kesembuhan, pengampunan, kemurahan, kebaikan dan segala perkara yang baik.  "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa"  (Yakobus 1:17)     Apa yang Saudara pergumulkan saat ini?  Jangan diam saja dan membisu, angkat suaramu dan naikkan pujian bagi Tuhan, sembahlah Dia.  Semua kerinduan kita pasti Tuhan sediakan saat kita memuji-muji Dia, sebab Dia bersemayam di atas puji-pujian kita bukan hanya saat kita beribadah, namun kapan pun waktunya dan di ma…

Firman Tuhan Meneguhkan | Renungan Harian

Ayat bacaan: Mazmur 119:28"Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu"Seorang teman tengah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Ia mengalami kecelakaan sehingga dua gigi depannya patah disamping beberapa luka dan memar di sebagian tubuh. Tidak lama setelah itu ia masuk rumah sakit karena penyakit maagnya kambuh dan harus diopname lebih dari seminggu. Tidaklah mudah baginya untuk menghadapi ini semua sendirian, apalagi ia seorang wanita. Membayangkan dirinya sebagai wanita tanpa gigi depan tentu menjatuhkan percaya dirinya. Mendengar itu, saya pun kemudian meneleponnya beberapa kali untuk menguatkan dirinya. Kepadanya saya menyampaikan firman-firman Tuhan secara sederhana agar ia bisa lebih tegar dan kembali bangkit. Puji Tuhan hasilnya ternyata cepat terasa. Dalam waktu singkat ia pulih dan kembali bangkit. Tadinya ia tidak mau keluar kamar karena malu, sekarang ia sudah beraktivitas kembali seperti biasa. Firman Tuhan terbukti mampu mene…

Arti Kehadiran Mu - Jeffry S Tjandra | Lagu Rohani + Lirik

Jalan-Mu tak terselami
Oleh setiap hati kami
Namun satu hal kupercaya
Ada rencana yang indah
Tiada terduga kasih-Mu
Heran dan besar bagiku
Arti kehadiran-Mu slalu
Nyata di dalam hidupku

Penyertaan-Mu sempurna,
Rancangan-Mu pnuh damai
Aman dan sejahtera
Walau di tengah badai
Ingin ku slalu bersama
Rasakan keindahan
Arti kehadiran-Mu Tuhan

Atmosfer Kerajaan Sorga

Baca:  Mazmur 147:1-20"Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu."  Mazmur 147:1Ayat nas menyatakan bahwa bermazmur bagi Tuhan itu baik dan indah di pemandangan mata Tuhan, maka sudah selayaknya setiap orang percaya memiliki kehidupan yang dipenuhi oleh puji-pujian.     Jangan sekali-kali kita terintimidasi oleh keadaan atau situasi yang ada, yang seringkali menghalangi kita untuk memuji dan menyembah Tuhan, sebab ada banyak orang Kristen yang sukar sekali diajak memuji dan menyembah Tuhan karena hatinya masih terbelenggu oleh beban dan permasalahan hidup.     Tuhan menghendaki setiap anak-Nya memiliki gaya hidup suka memuji dan menyembah Tuhan, apa pun keadaannya.  Memuji dan menyembah Tuhan yang bukan sekedar formalitas berdasarkan liturgi belaka, atau hanya sebatas lips service, tapi pujian dan penyembahan yang ke luar dari sikap hati yang tulus, yang didasari kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan dan menyenangkan Dia.  Jangan…

Demi Semangkuk Kacang Merah | Renungan Harian

Ayat bacaan: Kejadian 25:32"Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"Seorang anak kecil yang belum mengerti nilai uang memegang 10.000 rupiah di tangannya. Kakaknya yang menginginkan uang itu mencari siasat bagaimana mendapatkan uang itu. Ia pun kemudian mengeluarkan uang logam dan berkata: "dik, ini lebih berat dan berkilau. Tentu ini lebih besar ketimbang selembar kertas kecil seperti itu. Ini buat adik, tapi lembaran itu buat kakak saja ya?" Karena tidak mengerti, si adik pun percaya dan mengira uang logam seratus rupiah itu lebih berharga ketimbang uang kertas 10.000 di tangannya. Ia pun tertipu dan malah tertawa bangga, berpikir bahwa ia berhasil memperoleh sesuatu yang menguntungkan, padahal ia baru saja ditipu kakaknya. Kita bisa menertawakan si anak kecil itu, tetapi dalam hidup ini seringkali kita pun tertipu akan hal yang sama dalam bentuk atau wujud yang berbeda. Ada banyak orang yang tergiur dan rela meng…

Pengampunan Itu Memerdekakan Iman | Renungan Harian

Ayat bacaan: Markus 11:25"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."Saya pernah bertemu dengan seorang kakek tua yang dahulu pernah berjuang membela tanah air pada masa sebelum kemerdekaan. Ia bercerita betapa sakitnya menjadi bangsa terjajah pada waktu itu. "Kita tidak bisa apa-apa, hidup pada masa itu penuh ketakutan.." katanya. Ia pun sempat menceritakan bahwa saudari perempuannya diambil oleh tentara Jepang dan sejak saat itu tidak pernah ia dengar lagi beritanya. Berada di bawah penjajahan membuat kita terbatas dalam bergerak atau memperoleh sesuatu. Nyatanya hari ini di alam yang katanya merdeka pun kita masih sering terjajah oleh banyak hal. Dalam hal iman pun sadar atau tidak seringkali kita belum merdeka. Padahal Yesus sudah memerdekakan kita dari belenggu dosa ribuan tahun lalu. Jangan dulu menyalahkan orang lain, ka…

Penymbahan Yang Terbaik

Baca:  Lukas 7:36-40"Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu."  Lukas 7:38Bila kita teliti, tema utama dari Injil Lukas adalah berbicara tentang keselamatan.  Dalam Injil ini kita menemukan catatan-catatan unik yang tidak kita temukan di ketiga Injil lainnya, yaitu mengenai sisi lain dari keselamatan, salah satunya adalah perihal Yesus diurapi oleh perempuan yang berdosa.  Lukas mencatat secara detil ungkapan syukur yang tiada tara dari seorang perempuan berdosa yang telah beroleh anugerah keselamatan.  Kedatangan Yesus memenuhi undangan orang Farisi dalam perjamuan makan pun menunjukkan bahwa Dia dekat dengan semua orang dari kalangan manapun, tanpa mengenal status sosial seseorang.  Sama seperti Injil yang berisikan tentang kabar keselamatan, kabar keselamatan juga diperuntukkan bagi setiap orang ta…

PENYEMBAHAN: Penyerahan Diri

Baca:  Roma 6:12-14"Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya."  Roma 6:12Bukanlah perkara mudah memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan.  Secara naluriah manusia lebih suka hidup bebas, tinggal dalam comfort zone, dan tidak berada di bawah kendali atau tekanan pihak luar mana pun.  Ketika mendengar kata  'menyerahkan diri'  kita pun memaknainya dengan konotasi negatif.  Terbayang dalam pikiran kita penjahat yang tertangkap aparat dan kemudian diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diadili.  Menyerahkan diri kita anggap kekalahan yang mamalukan alias seperti pecundang.     'Menyerahkan diri'  yang dimaksud adalah wujud respons seseorang yang telah mengalami dan merasakan kasih Tuhan yang besar dalam hidupnya.  Ketika kita menyerahkan diri kepada Tuhan bukan berarti kita dalam kondisi pasrah secara pasif  (karena sedang mengalami jalan buntu), tetapi berbicara tentang kerela…