Langsung ke konten utama

Menyesal | Renungan Harian


Ayat bacaan: Amsal 3:21

"Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,"

Beberapa tahun yang lalu saya pernah melakukan dua investasi tanpa disertai pemikiran yang matang. Saya terburu-buru mengambil keputusan karena tergiur dengan apa yang dijanjikan. Akibatnya saya pun mengalami kerugian yang tidak sedikit, mencapai sekian juta rupiah. Menyesal? Sudah pasti. Seringkali kita gegabah dalam bertindak atau memutuskan sesuatu hanya karena emosi atau tergiur akan sesuatu. Apa yang saya alami masih mendingan jika dibandingkan banyak penyesalan lainnya yang jauh lebih fatal. Saya pernah menonton sebuah acara yang menyorot kehidupan seorang narapidana wanita yang tengah menunggu eksekusi mati akibat melakukan pembunuhan. Bukan hanya dia, tetapi anaknya pun juga mendapat vonis yang sama, dan itu karena permintaannya kepada si anak untuk membantunya membunuh. Bisa dibayangkan bagaimana perasaannya. Ia mengaku sangat menyesal dan berharap seandainya ada pengampunan setidaknya bagi anaknya atau malah bisa kembali memundurkan waktu untuk merubah perbuatannya. We can never turn back time. Setiap keputusan yang kita ambil punya konsekuensi masing-masing yang harus kita terima. Jika tidak dipertimbangkan secara bijaksana terlebih dahulu, berbagai penyesalan bisa datang, dan biasanya penyesalan itu datang terlambat.

Dalam perjalanan hidup kita selama ini, mungkin ada banyak hal yang kita sesali yang dulu pernah kita lakukan. Mulai dari sesuatu yang sederhana sampai sesuatu yang bisa jadi cukup fatal hingga mempengaruhi diri kita hari ini, atau bahkan turut mengenai orang lain. Ada banyak orang terus terperangkap di bawah bayang-bayang masa lalu mereka dan tidak kunjung bisa maju menatap hari depannya. Nasi sudah menjadi bubur kata pepatah. Bubur tidak bisa diolah lagi menjadi nasi, menggambarkan sesuatu yang sudah terlanjur terjadi dan tidak akan pernah bisa diulang kembali. Penyesalan selalu datang terlambat. Bukankah ini menjadi bagian hidup semua orang? Menyesal tidak belajar dengan baik sehingga gagal dalam ujian, menyesal mengucapkan kata-kata buruk sehingga melukai orang, menyesal sudah meninggalkan pekerjaan, menyesal atas pengambilan keputusan-keputusan yang keliru, menyesal telah melakukan kejahatan mulai dari yang ringan sampai yang fatal dan lain sebagainya.

Bersyukurlah bila kita masih diberi kesempatan untuk bertobat hari ini sehingga kita tidak perlu menyesal kehilangan anugerah keselamatan seperti misalnya yang dialami oleh orang kaya dalam kisah Lazarus. (Lukas 16:19-31). Bersyukurlah jika kita masih diberi waktu untuk berubah sebelum semuanya keburu diambil dari kita. Tapi ingatlah bahwa kita tidak bisa mengulang masa lalu. Penyesalan tetaplah penyesalan.Seringkali kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menanggung konsekuensi sebagai akibat dari kesalahan itu. Konsekuensi mau tidak mau tetap harus kita hadapi meski Tuhan sudah mengampuni kita. Seandainya Daud masih hidup hari ini, tanyakanlah hal ini kepadanya, maka saya yakin ia pasti akan bercerita panjang lebar mengenai hal ini.

Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan agar kita berhenti melakukan hal-hal yang akan mendatangkan penyesalan di kemudian hari? Ayat bacaan hari ini memberikan kunci agar kita terhindar darinya, "Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu" (Amsal 3:21). Ayat ini sungguh penting dalam mencegah kita terjatuh ke dalam keputusan-keputusan hidup yang bisa mengarah kepada penyesalan. Pertimbangan dan kebijaksanaan, keduanya harus senantiasa menjadi fokus bagi kita dalam mengambil keputusan apapun, baik yang sederhana apalagi yang penting. Jangan terburu-buru, jangan asal-asalan, jangan sembrono, jangan gegabah, tetapi pikirkanlah semua dengan matang terlebih dahulu dengan pertimbangan dan kebijaksanaan. Berdoalah dan mintalah hikmat dari Tuhan untuk memampukan kita mengambil jalan-jalan yang benar dalam pengambilan keputusan. Bisakah kita meminta hikmat kepada Tuhan? Tentu saja bisa. "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya." (Yakobus 1:5). Salomo menggambarkan bagaimana indahnya apabila kita melakukan ini dalam hidup kita. "maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu. Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk. Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang." (ay 22-25). Dengan kata lain Salomo berkata, apabila kita mempergunakan pertimbangan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, maka hidup kita akan terpelihara secara indah dan menyenangkan, kita akan berjalan dengan aman tanpa harus tersandung, kita akan terbebas dari rasa cemas dan bisa tidur nyenyak dan kita tidak perlu takut akan bencana yang bisa menyerang tiba-tiba. Mempergunakan hikmat untuk pertimbangan dan kebijaksanaan artinya mengijinkan Tuhan sendiri untuk menjaga kita agar tidak terperosok dalam jebakan. "Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat." (ay 26).

Apabila ada kesalahan-kesalahan yang sempat terjadi di waktu lalu dimana konsekuensinya masih kita rasakan hingga hari ini, jangan biarkan hal tersebut membuat kita terbelenggu untuk maju. Sesungguhnya Tuhan sudah memberikan sebuah hidup baru yang bisa kita isi dengan lebih baik dari sebelumnya. Paulus merupakan contoh yang baik untuk itu. Dia bukanlah orang yang baik sebelum bertobat. Masa lalunya kelam, penuh kekejaman layaknya teroris. Tetapi setelah bertobat ia tahu bahwa harus melupakan masa lalunya dan memandang ke depan. Dia berkata: "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14). Satu hal yang pasti, pertobatan kita akan membukakan pengampunan dari Tuhan. Tuhan sendiri berkata: "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25). Apapun dosa yang pernah kita lakukan di masa lalu, percayalah bahwa Tuhan sudah mengampuni semua itu ketika kita melakukan pertobatan menyeluruh dan sungguh-sungguh. Pakailah semua itu sebagai pembelajaran agar kita bisa lebih baik lagi kedepannya. Konsekuensi mungkin masih harus kita tanggung, tetapi jangan biarkan hal itu merintangi kita untuk meraih mahkota kehidupan dan keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan bagi kita. Hari ini marilah memakai pertimbangan dan kebijaksanaan dengan sebaik-baiknya sebelum memutuskan sesuatu sehingga kita tidak perlu terjatuh dalam penyesalan tak berujung di kemudian hari.

Setiap keputusan punya konsekuensi, maka pertimbangkanlah dengan matang dan bijaksanalah dalam mengambil keputusan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENUNGAN KRISTEN

RENUNGAN KRISTEN
Renungan Air Hidup            : lihat daftar isi Renungan Harian Online     : lihat daftar isiRenungan Harian Truth       : lihat daftar isiRenungan Santapan Harian : lihat daftar isiRenungan Kristen Teks        : lihat daftar isiKhotbah Kristen                 : lihat daftar isi

Renungan Pemuda Kristen

Baca:  Amsal 22:1-16

"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."Amsal 22:6






Dengarkan ►           Masa muda adalah masa 'emas' dalam perjalanan hidup seseorang.  Masa di mana seseorang sedang dalam puncak gejolak;  masa mengekspresikan segala potensi yang dimilikinya.  Namun juga bisa dikatakan sebagai masa 'rentan' terhadap segala pengaruh yang ada, apakah itu pengaruh baik yang membawanya kepada suatu keberhasilan, ataukah pengaruh buruk yang sewaktu-waktu bisa saja menjerumuskannya diarahkan secara tepat dan benar, sebab mereka itu sangat produktif dan bertalenta.

     Saat ini perkembangan dunia begitu pesat bukan hanya di bidang tertentu saja, tapi hampir di seluruh bidang kehidupan manusia.  Salah satunya adalah bidang teknologi:  ada internet, handphone super canggih, laptop, ipad dan sebagainya.  Muncul istilah email, facebook, twitter.  Mau tidak mau kemajuan teknologi i…

Khotbah Kristen Philip Mantofa

Posting ini berisi khotbah dari Ps. Philip Mantofa. Beliau adalah adalah orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Dalam pelayanannya banyak orang yang merasa terberkati, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan menerima mukjizat. karena apa yang disampaikan bukan hanya sekedar kata-kata motivasi dunia tapi semua berasal dari Alkitab yang adalah penuntun dan panduan bagaimana kita manusia seharusnya hidup di dunia ini.
Salah satu acara yang dibawakan Ps. Philip mantofa adalahbefore 30 show di global tvyang tayang setiap hari sabtu jam Pukul 12.00 WIB.


Silahkan pilih khotbah di bawah untuk di download.