Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Bukan Jalan yang Mudah “Persiapan untuk Dimuliakan”

Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Luk. 22:28–30)


Ternyata di balik penderitaan demi keselamatan orang lain atau demi pelayanan terdapat sesuatu yang sangat berharga dan mulia, yaitu yang sering diidenti” kasi sebagai “mahkota”. Dalam Flp. 2:8–9 dijelaskan bahwa Yesus telah merendahkan diri-Nya dan rela mati di kayu salib, sehingga Ia ditinggikan. Sebelumnya dalam Flp. 2:5, dikemukakan agar kita hendaknya sepikiran dan seperasaan dengan Tuhan, artinya meneladani sikap-Nya. Sebagaimana Ia menderita untuk kita, kita pun menderita bagi pekerjaan-Nya; sebagaimana Ia ditinggikan, kita pun ditinggikan atau dimuliakan. Dalam Rm. 8:17 dinyatakan kalau kita menderita bersama-sama dengan-Nya, maka kita ju…

Konsumtif vs Rasa Cukup | Renungan Harian

Ayat bacaan: 1 Timotius 6:8

"Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar."

rasa cukupSeberapa jauh kita bisa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki sekarang? Puji Tuhan jika anda termasuk orang yang bersyukur atas segala yang ada pada anda, meski mungkin ada di antara teman-teman yang masih hidup pas-pasan atau sering disebut orang dengan cukup makan alias pas-pasan. Kenyataannya dunia semakin cenderung mendorong sikap konsumtif untuk keluar. Berbagai iklan menggambarkan seolah-olah kebahagiaan pasti diperoleh jika membeli produknya, bahkan ada pula yang secara tidak langsung atau mungkin terang-terangan bahwa orang yang tidak membeli produknya adalah orang-orang yang ketinggalan jaman, kurang gaul dan sebagainya. Kita terus berusaha memiliki segala-galanya. Tidak pernah ada kata cukup buat kita, dan dengan demikian kita terus mengejar untuk memiliki lebih banyak lagi. Tawaran-tawaran kartu kredit di pusat-pusat perbelanjaan yang mendesak atau…

Orang Percaya Harus Hidup Optimal

Baca:  Kolose 3:23-24"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  Kolose 3:23Setiap orang percaya seharusnya memiliki suatu kehidupan yang optimal di segala bidang yang dikerjakannya, baik itu dalam pekerjaan konvensional, studi, dan terlebih lagi seharusnya dalam hal ibadah, pelayanan atau pengiringan kita kepada Tuhan.  Jika setiap orang percaya mau menerapkan apa yang Alkitab sampaikan seperti di ayat nas kita benar-benar akan menjadi orang Kristen yang berbeda, sehingga kita mampu menjadi berkat dan kesaksian yang baik bagi dunia ini.  Namun ada banyak orang Kristen yang tidak mengerjakan apa pun yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya itu secara maksimal oleh karena orientasi dan motivasi mereka dalam melakukan pekerjaan tersebut salah, tidak sesuai dengan firman yang Tuhan maksudkan.     Seringkali yang menjadi motivasi kita dalam melakukan pekerjaan atau pelayanan adalah semata-mata untuk manusia, bu…

Bukan Jalan yang Mudah “Karunia untuk Menderita”

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. (Flp. 1:29)

Betapa menyedihkan, ternyata tidak sedikit orang percaya yang hanya nimbrung atau ikut-ikutan dalam pelayanan tanpa mengerti prinsip salib ini. Padahal melayani itu berarti berkorban atau memikul salib. Pelayanan bukan sekadar mengisi waktu kosong atau karena perasaan sentimentil, simpati atau empati seseorang terhadap gereja dan pendeta; melainkan kesediaan berkorban menumpahkan seluruh hidup ini bagi kepentingan pekerjaan-Nya. Membantu penyelenggaraan aktivitas kebaktian di gereja belumlah merupakan pelayanan yang lengkap dan benar. Marilah kita sadari bahwa pelayanan pekerjaan Tuhan di dalam maupun di luar lingkungan gereja harus dilakukan dengan landasan sikap hidup yang benar.

Sikap hidup itu adalah kesediaan memikul salib. Kesediaan ini harus berangkat dari kesadaran pribadi dan kerelaan yang benar-benar tulus dari diri sendiri, bukan karena tekanan maupu…

Knowing Our Own Potential | Renungan Harian

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 3:6

"Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

mengetahui potensi"Ah, apa sih yang bisa saya buat pak, saya cuma tukang kebun yang sudah tua dan tidak punya cukup pendidikan.." demikian kata tukang kebun langganan saya pada suatu kali. Ia adalah seorang bapak tua berperawakan kecil dengan penampilan yang sangat sederhana. Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang kebun atau terkadang bertukang, sedang istrinya menerima cucian. Dengan kegiatan itu ia dan istri mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Mungkin pendapatannya terbilang kecil dibanding orang-orang yang bekerja di perusahaan atau kantor apalagi yang memegang jabatan-jabatan tinggi, tetapi ia sangat salah jika berpikir bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa. Bukankah ia masih sehat dan masih bekerja dengan amat sangat baik di usia senjanya? Bukankah ia masih bisa m…

Lirik Kaulah Harapan - Sari Simorangkir | Lagu Rohani

BUKAN DENGAN KEKUATANKU
KU DAPAT JALANI HIDUPKU
TANPA TUHAN YANG DI SAMPINGKU
KU TAK MAMPU SENDIRI
ENGKAULAH KUATKU
YANG MENOPANGKU

REFF :
KU PANDANG WAJAH-MU DAN BERSERU
PERTOLONGANKU DATANG DARI-MU
PEGANGLAH TANGANKU, JANGAN LEPASKAN
KAULAH HARAPAN DALAM HIDUPKU

Mendukakan Roh Kudus

Baca:  Efesus 4:17-32"Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan."  Efesus 4:30Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus rasul Paulus mengingatkan agar kita tidak lagi mendukakan Roh Kudus.  Mendukakan dapat berarti membuat sedih, mempermalukan dan juga menghina.  Namun Alkitab menyatakan:  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Maka  "...kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia."  (Efesus 4:17).  Jadi kita harus benar-benar mengenakan  'manusia baru'  dengan menanggalkan segala perbuatan dan karakter lama kita yang tidak berkenan kepada Tuhan.     Melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan, selain memadamkan Roh, juga merupakan tindakan mendukakan Roh Kudus.  I…

Bukan Jalan yang Mudah “No Crown Without Cross”

Beban salib yang kita pikul akan selalu sesuai dengan kemampuan kita untuk mengangkatnya. Semakin seseorang diremukkan melalui penyangkalan diri, semakin Allah memercayakannya untuk memikul salib yang lebih besar. Masingmasing kita memiliki salib yang berbeda; tidak ada salib yang sama. Pola kehidupan salib ini dinyatakan oleh rasul-rasul Tuhan dengan berbagai ungkapan. Misalnya dalam Flp. 2:17, Rasul Paulus menyatakan dirinya rela mempertaruhkan seluruh hidupnya bagi kepentingan jemaat Tuhan.

Kita dapat sampai kepada tingkat tersebut apabila kita sudah bergumul untuk menyangkal diri dari waktu ke waktu, agar bebas dari egoisme dan ikatan-ikatan dosa yang ada pada karakter kita. Kita harus berpaling dari kesenangan dan apa yang menguntungkan diri kita sendiri, memandang kepada kepentingan orang lain. Kita harus mengutamakan kepentingan Tuhan di atas segala kepentingan. Bila seseorang belum belajar berjalan dalam penyangkalan diri ini, mustahillah ia dapat memikul salib bagi kepentinga…

Cap Buruk | Renungan Harian

Ayat bacaan: Keluaran 20:7

"Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan."

cap buruk"Saya kecewa melihat orang-orang beratribut seolah mewakili sebuah agama tertentu tetapi perilakunya sangat memalukan. Mereka memberi cap buruk yang akan mengenai pemeluk kepercayaan yang sama, termasuk pula orang-orang seperti saya yang sama sekali tidak setuju dengan perilaku mereka itu." Demikian kata seorang teman yang gerah melihat berbagai teror yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang mengatas namakan sebuah kepercayaan. Dan ini sudah menjadi konsumsi berita sehari-hari. Aksi kekerasan, aksi teror dengan berbagai bentuk dan modus seolah mendapat pembenaran lewat berbagai alasan. Kasihan memang orang-orang yang tidak setuju terhadap perilaku mereka harus pula terkena getahnya. Hanya sekelompok yang berbuat, tetapi yang terkena bisa luas. Jika anda berpikir bahwa hal sepe…

Lirik Bila Tuhan Mengujimu - Siska | Lagu Rohani

BILA TUHAN MENGUJIMU
Labels: | Adelia Lukmana, B
Terkadang di dalam hidupMu
Pencobaan berat menimpa
Menghancurkan hidupmu
Meremukkan hidupmu, namun ingatlah

Reff:
Dia Tuhan, tak akan pernah memberi pencobaan
Dan ujian melebihi kekuatan yang kau punya
Hendaklah bersyukur Dia melakukan semua karna cinta
Supaya kau beroleh hikmat dan jadi sempurna s’pertiNya

‘Pabila Tuhan mengujimu
Karna Dia menyayangimu
Laksana s’orang Bapa
Yang mendidik anaknya karna cintaNya

MEMADAMKAN ROH: Hidup Dalam Kejahatan

Baca: 1 Tesalonika 5:19-22"Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan."  1 Tesalonika 5:22Sebagai umat tebusan Tuhan kita dituntut untuk tetap mengerjakan keselamatan yang telah kita terima itu dengan hati yang takut dan gentar  (baca  Filipi 2:12), artinya kita harus hidup dalam ketaatan dan memiliki hati yang takut akan Tuhan sebagai respons atas keselamatan yang telah kita terima.  Jadi ketaatan adalah suatu perintah yang tidak bisa ditawar lagi.  Jika kita taat kepada Tuhan maka roh kita akan tetap terpelihara dengan sempurna.  Jangan sampai api itu redup dan menjadi padam,  "Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam."  (Imamat 6:13).     Supaya api roh itu terus menyala kita harus berupaya supaya Roh Kudus merasa comfortable tinggal di dalam kita.  Roh Kudus akan betah tinggal dan berdiam di dalam kita apabila kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan karena Dia adalah Roh yang kudus.  Maka dari itu  "Hiduplah sebag…

Bukan Jalan yang Mudah “Salib”

Memikul salib adalah salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi setiap orang yang mau mengikut Yesus. Ini berarti orang percaya bukan hanya menghubungkan salib dengan Yesus dan pengorbanan-Nya, tetapi juga menghubungkannya dengan diri kita sendiri, sebab setiap kita harus memiliki salib kita masingmasing (Mat. 16:24). Adanya salib berarti pengiringan yang benar terhadap Tuhan Yesus. Dalam hal ini salib identik dengan kehidupan orang percaya yang normal dan benar. Kekristenan tanpa salib adalah kekristenan yang palsu.

Tuhan Yesus memberi teladan kepada kita tentang sebuah kehidupan yang dipersembahkan kepada Bapa; kehidupan yang memberkati orang lain. Teladan ini harus kita kenakan sepanjang umur hidup kita. Kasih yang harus kita berikan kepada orang lain harus sama dengan kadar kasih yang Yesus berikan kepada kita. Memang ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi Tuhan akan memberi kemampuan untuk meneladani-Nya. Ini adalah kehidupan yang sangat luar biasa.

Dalam beberapa ayat yang terda…

Guru Sekolah Minggu | Renungan Harian

Ayat bacaan: Matius 18:6

"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut."

guru sekolah minggu"Kalaupun harus melayani, saya lebih memilih jadi guru Sekolah Minggu saja.. cuma anak-anak yang dihadapi, kan gampang.." kata teman saya pada suatu ketik dengan ringan. Benarkah mengurus anak-anak itu lebih ringan dibanding orang dewasa? Tidak juga, malah bisa lebih berat. Guru Sekolah Minggu dituntut bisa ekstra sabar dan mengerti dunia anak-anak. Mereka harus mampu menangkap perhatian anak dan membawakan pelajaran dengan cara bisa dimengerti anak-anak, tidak jarang mereka harus memberi contoh-contoh sederhana dengan cara-cara yang menyenangkan seperti bermain, bernyanyi dan sebagainya. Jika teman saya berpikir bahwa menjadi guru Sekolah Minggu itu cuma tugas ringan, kenyataannya banyak gereja yang justru kesulitan mencari…

MEMADAMKAN ROH: Tidak Berdoa dan Bersungut-sungut

Baca:  1 Tesalonika 5:19-22"Tetaplah berdoa."  1 Tesalonika 5:17Hal lain yang memadamkan Roh Tuhan di dalam diri orang percaya adalah jika kita malas berdoa atau tidak berdoa.  Firman Tuhan dengan jelas memerintahkan kita untuk berdoa, tapi banyak sekali orang Kristen yang ogah-ogahan untuk berdoa, padahal ada dampak yang luar biasa jika kita tekun berdoa, sebab  "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."  (Yakobus 5:16b).     Dengan berdoa iman kita akan bekerja.  Sebaliknya ketika kita tidak berdoa, secara otomatis iman kita tidak akan bekerja secara efektif dan lambat laun iman itu akan mati, sebab  "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."  (Yakobus 2:17).  Orang yang jarang atau tidak berdoa pasti akan mudah kuatir, cemas dan takut menghadapi masalah atau kesulitan karena imannya tidak bekerja secara aktif.  Sementara orang yang menjadikan doa sebagai gaya hidup sehari-hari a…

Memadamkan Roh, Tidak Bersukacita

Baca:  1 Tesalonika 5:16-22"Janganlah padamkan Roh,"  1 Tesalonika 5:19Tekun berdoa, tetap bersukacita dan mengucap syukur dalam segala hal adalah cara untuk mengatasi agar Roh yang ada di dalam kita tidak redup dan padam.  Firman Tuhan mengingatkan,  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11).  Namun akhir-akhir ini ada banyak orang Kristen yang rohnya makin hari makin padam, tidak lagi menyala-nyala bagi Tuhan.     Ketika kita memadamkan Roh Tuhan yang ada di dalam kita, kita sedang membatasi Dia untuk bekerja di dalam kita.  Kita tahu bahwa Roh Tuhan itu kuasaNya tak terbatas dan Ia  "...lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4).  Tak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya jika Roh Tuhan bekerja di dalam diri orang percaya.  Sayangnya kita justru seringkali memadamkannya, artinya kita sendiri yang membatasi Roh Tuhan bekerja sehingga Ia tidak dapat berkarya secara lel…

Bukan Jalan yang Mudah “Jalan yang Lebar dan Jalan yang Sempit”

Orang-orang Kristen yang menganggap kekristenan sebagai jalan yang mudah sering tidak sungguh-sungguh belajar kebenaran Tuhan. Mereka tidak punya kerinduan bertumbuh untuk mencapai tingkat rohani atau kesempurnaan yang lebih tinggi. Ini dapat menimbulkan kepuasan rohani yang membuat mereka bersikap sombong atau angkuh; merasa bahwa mereka tidak perlu membenahi dirinya lagi. Inilah kebutaan rohani, seperti yang dialami jemaat Laodikia (Why. 3:17). Seseorang yang sudah merasa puas atas hidup kerohaniannya, akan menjadi haus terhadap hal-hal duniawi. Tetapi kalau seseorang haus dan lapar akan kebenaran, ia merasa puas atas hal-hal duniawi, dan tidak memburu harta dunia.

Dalam Mat. 7:13–14, Tuhan Yesus mengajarkan mengenai jalan yang lebar dan jalan yang sempit. Jalan yang lebar adalah jalan yang membawa manusia menuju kebinasaan. Orang-orang yang masuk ke sana ialah mereka yang mau menikmati kenyamanan dunia. Mereka inilah kelompok orang yang dimaksud Tuhan Yesus sebagai orang-orang yang…

Figur Teladan | Renungan Harian

Ayat bacaan: 1 Korintus 4:16

"Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!"

teladanBanyak orang yang bisa mengajar, tetapi sedikit yang bisa menjadi teladan. Dalam kamus bahasa Indonesia kata teladan didefenisikan sebagai "sesuatu yang patut ditiru atau dicontoh." Kepintaran mengajar dan luasnya pengetahuan yang dimiliki belum tentu menjamin seseorang bisa menjadi teladan. Sebaliknya seringkali kita menyaksikan orang-orang yang sederhana dan bersahaja, mungkin tingkat pendidikannya pun rendah, tetapi mereka sanggup bersinar menjadi teladan di mata orang lain bahkan bisa berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kebanyakan orang pintar menasihati atau menegur, tetapi apa yang mereka tontonkan dari perilaku atau gaya hidup mereka sehari-hari justru menunjukkan sebaliknya. Ada banyak pula orang tua yang mengira bahwa mereka cukup mengajar anak-anaknya saja tanpa perlu menunjukkan keteladanan. Seorang rekan dosen bercerita mengenai temannya. Orang …

Bukan Jalan yang Mudah “Jalan yang Benar dan Terbaik"

Kita harus menentang dengan tegas bila kekristenan diajarkan sebagai jalan yang mudah. Kekristenan adalah jalan yang benar dan terbaik tiada duanya, tetapi bukan jalan yang mudah. Kekristenan yang diajarkan sebagai jalan yang mudah dapat mengakibatkan orang-orang Kristen menjadi duniawi. Inilah penyebab kegagalan pelayanan. Banyak orang ke gereja dan setia dalam berbagai kegiatan gereja, tetapi tetap hidup dalam “percintaan dunia”. Mereka akan binasa sebab tidak pernah mengasihi Tuhan.

Bila diajarkan bahwa mengikut Yesus itu jalan yang mudah, jemaat Tuhan cenderung akan terbawa menjadi kerdil, kekanak-kanakan dan kurang bertumbuh. Bila demikian, maka kecintaan jemaat terhadap dunia tidak akan surut. Sebagai akibatnya, hati jemaat tidak merindukan Yesus dan kerajaan-Nya (Yoh. 3:31; Kol. 3:1–4). Bibir mereka mengasihi Tuhan, tetapi hatinya mengasihi harta dan dunia ini. Ini berarti terjadi praktik persundalan atau perzinaan rohani yang melukai hati Tuhan. Ironisnya, mereka tidak merasa…

Hidangan dan Proses Penyajiannya | Renungan Harian

Ayat bacaan: Kejadian 39:5

"Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang."

makananBerapa banyak makanan yang dihidangkan tepat di hadapan anda apabila anda duduk di sebuah rumah makan Padang? Semua terlihat nikmat, dan kita pun sering kesulitan memilih mana yang hendak kita makan. Tadi siang saya mengunjungi sebuah rumah makan Padang dan mengalami sendiri sulitnya menentukan pilihan dari sekian banyak makanan lezat yang terhidang di atas meja. Di saat bingung memilih, saya tiba-tiba terpikir betapa panjangnya jalur proses hingga makanan itu bisa sampai ke atas meja. Peternak ayam bersusah payah membiakkan ayamnya lalu sampai ke pasar untuk dijual. Pihak restoran, rumah makan atau ibu rumah tangga membelinya, dan di dapur ayam itu akan bertemu dengan berbagai bumbu dan sayuran yang menempuh proses yan…

Doa , Kunci Dipimpin Roh Kudus

Baca:  1 Tesalonika 5:12-22"Tetaplah berdoa."  1 Tesalonika 5:17Sikap yang harus kita kembangkan untuk hidup mengalir bersama Roh Kudus dan berada dalam pimpinanNya adalah senantiasa berjaga-jaga dan berdoa.  Tuhan Yesus berkata,  "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:41).     Rasul Paulus juga menasihati jemaat di Efesus,  "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,"  (Efesus 6:18).  Hal ini menunjukkan bahwa doa adalah unsur terpenting dalam kehidupan orang percaya.  Doa, yang dalam bahasa Yunani  'prosyookhai'  memiliki arti mendekat dengan suatu tekad bulat untuk menerima sesuatu dari Tuhan;  suatu hubungan pribadi antara orang percaya dengan Tuhan sebagai wujud keintiman.  Yesus sendiri juga telah meninggalkan teladan bagaimana Ia membangun keintiman de…

Penuaian yang Negatif

Bila berbicara mengenai penuaian, biasanya orang Kristen selalu menghubungkan dengan usaha untuk membawa orang-orang yang tidak percaya menjadi anak-anak Tuhan. Ini ditandai dengan bertambahnya jumlah anggota gereja. Inilah penuaian positif yang menguntungkan pekerjaan Tuhan, di mana jiwa-jiwa diselamatkan. Tanpa disadari oleh banyak orang, terdapat pula penuaian negatif, yaitu usaha untuk membawa jiwa-jiwa ke dalam kegelapan abadi sebagai usaha kuasa kegelapan yang sangat aktif dan melakukan penuaiannya secara terselubung, diam-diam, intensif dan sistematis. Ini bisa dilakukannya, karena Iblis memang oknum yang cerdik luar biasa. Tanpa kecerdasan dari Tuhan kita tidak akan dapat menangkap manuvernya.

Manuver kuasa kegelapan ini berorientasi pada perusakan pola pikir (mindset) setiap individu. Mindset yang terbentuk sedemikian rupa bisa sampai pada keadaan tidak bisa diubah atau diperbaiki kembali. Untuk maksudnya ini, kuasa kegelapan dapat menggunakan segala cara yang sangat licin da…

Benih dan Tanah | Renungan Harian

Ayat bacaan: Matius 13:26

"Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu."

benih dan tanahSudah beberapa kali saya dan istri mencoba menanam mulai dari benih. Beberapa hari kami pun harap-harap cemas menanti apakah benih itu akan tumbuh atau tidak. Ada beberapa memang yang gagal, tapi kebanyakan berhasil. Betapa gembiranya melihat munculnya tunas kecil menyembul dari tanah, dan kemudian terus tumbuh membesar. Benih-benih sayuran itu kini sudah menunjukkan hasil yang cukup baik. Beberapa malah sudah siap petik. Menanam sendiri dari benih dan melihat hasilnya terasa jauh lebih menyenangkan dan lebih puas ketimbang membeli yang sudah jadi. Apa yang saya perhatikan selanjutnya bukan hanya benih yang tumbuh tunas dan menjadi tanaman itu saja, tetapi saya pun melihat bagaimana tanah bekerja. Tanah tidak bisa dan tidak akan pernah bisa memilih. Tanah akan menumbuhkan apapun yang kita tabur ke atasnya. Jika kita menabur benih buah maka buah yang akan tumbuh…