Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Menjaga Perbuatan

Baca:  Amsal 4:1-27

"Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan."  Amsal 4:27








       Saat dilanda persoalan atau pergumulan yang hebat banyak dari kita yang cenderung mengalami kemerosotan rohani.  Kita tidak mampu lagi menjaga kualitas hidup rohani kita.  Semakin besar masalah menerpa bukannya makin mendekat kepada Tuhan, tapi kita semakin menjauh.  Bahkan kita menunjukkan sikap yang memberontak kepada Tuhan dengan mengomel, mengumpat, kecewa, jengkel, marah dan menyalahkan Tuhan.  Hal ini pun berimbas pada keseharian kita:  malas berdoa, malas baca Alkitab, malas beribadah.  Kemudian kita mencoba menyelesaikan permasalahan dengan kekuatan sendiri, mencari pertolongan kepada manusia, dan akhirnya kembali kepada kehidupan lama.  Kita tidak lagi hidup menurut pimpinan Roh Kudus, melainkan menuruti keinginan daging.  Alkitab menegaskan,  "Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan kein…

MENANTIKAN JANJI TUHAN: Menjaga Ucapan

Baca:  Habakuk 3:1-19

"namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." Habakuk 3:18







      Setiap kita pasti mengharapkan janji-janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab tergenapi dalam hidup kita meski hal itu membutuhkan proses penantian;  dalam menantikan janji Tuhan tersebut mungkin kita mengalami pergumulan yang tidak mudah:  masalah, kesesakan, situasi, keadaan sulit acapkali melemahkan iman dan membuat kita kehilangan fokus, padahal kita butuh iman yang teguh dan juga tindakan sebagai langkah iman.

     Habakuk mengalami situasi yang buruk dan berada di tengah-tengah keadaan yang tidak pasti, di mana pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang.  Secara manusia tidak ada harapan!  Jadi sebenarnya Habakuk punya alasan untuk menjadi lemah, kecewa dan putus asa, …

Rahasia Hidup Daniel

Baca:  Daniel 1:1-21

"Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya."Daniel 1:20




        Hari ini kita belajar dari seorang muda yang mampu  'mengalahkan'  dunia.  Daniel adalah orang muda yang memiliki roh luar biasa dan memiliki kualitas hidup di atas rata-rata.  Dalam bahasa Ibrani nama  'Daniel'  memiliki arti  'Tuhanlah hakimku'.  Kata  'hakim'  sendiri memiliki makna yang sangat luar biasa, suatu gambaran tentang kebijaksanaan yang di dalamnya terkandung hikmat, kekudusan, intelektual dan juga integritas.  Daniel adalah salah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh.  "...orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikma…

Orang Percaya, Mengalahkan Dunia

Baca:  1 Yohanes 5:1-5

"sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."1 Yohanes 5:4








      Ada banyak orang Kristen yang terheran-heran dan kasak-kusuk ketika melihat rekan sesama orang Kristen melakukan pekerjaan dengan sangat baik, rajin, jujur, disiplin, tekun sehingga menjadi orang yang berhasil bukan hanya dalam bidang konvensional saja, dalam hal pelayanan pun dipakai Tuhan secara luar biasa.  Aneh bukan?!!  Sesungguhnya itu adalah hal yang wajar.  Sebaliknya jika ada orang Kristen yang malas, yang melakukan pekerjaan dengan sangat buruk, pelayanannya amburadul dan tidak bisa menjadi kesaksian yang baik, kita menganggapnya sebagai hal yang lumrah dan biasa.  Inilah yang seharusnya membuat kita terkejut dan terheran-heran.

     Sejak semula Tuhan memiliki rancangan luar biasa bagi setiap orang percaya.  "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman …

MENGASIHI TUHAN: Banyak Keuntungan

Baca:  1 Korintus 2:6-16

"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."1 Korintus 2:9






        Bisakah kita disebut mengasihi Tuhan bila kita sendiri tidak bisa mengasihi orang lain, hati kita dipenuhi dengan kebencian, kepahitan, dendam, sakit hati dan tidak mau mengampuni?  Tertulis:  "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya."  (1 Yohanes 4:20-21).  Artinya, orang Kristen hanya akan dapat mengasihi saudara-saudaranya seiman dengan benar setelah ia lebih dahulu mengasihi Tuhan dengan benar.  Mustahil mengasihi Tuhan dengan benar bila ma…

Mangasihi TUHAN : Melakukan KehendakNya

Baca:  Matius 22:34-40

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."Matius 22:37







     Adalah mudah bagi setiap orang Kristen untuk mengatakan bahwa dirinya mengasihi Tuhan.  Namun dalam prakteknya tidaklah semudah yang dikatakan.  Mengasihi Tuhan harus diwujudkan dengan perbuatan atau tindakan nyata.  Tuhan berkata,  "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."  (Yohanes 14:21).  Tanda utama yang membuktikan bahwa seseorang mengasihi Tuhan adalah ketika ia hidup dalam ketaatan.  Karena itu setiap anak Tuhan harus giat mengembangkan hubungan secara pribadi dengan Tuhan.  Membangun keintiman dengan Tuhan adalah langkah awal untuk mengasihi Tuhan.  Semakin kita intim dengan Tuhan semakin kita mengenal PribadiNya dan semakin kita dikenal oleh Tuha…

Multiplikasi Berkat Yusuf

Baca:  Kejadian 41:37-57

"Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On."Kejadian 41:50







       Jika memperhatikan kisah perjalanan hidup Yusuf yang penuh liku dan diwarnai banyak penderitaan, serta kemudian ada happy ending yang dialaminya, pemazmur berkata,  "Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;"  (Mazmur 34:20).  Yusuf mengalami kebahagiaan di akhir hidupnya.  "Dari dalam gelap akan terbit terang!"  (2 Korintus 4:6).

     Sejak masih tinggal di rumah Yusuf sudah harus mengalami penderitaan oleh karena mimpi-mimpinya dan perlakuan istimewa ayahnya, yang membuat saudara-saudaranya membenci dan berkeinginan membunuhnya.  Yusuf pun dibuang ke dalam sumur kering kemudian dijual ke Mesir kepada Potifar.  Berakhirkah penderitaan Yusuf?  Tidak.  Di rumah Potifar Yusuf difitnah secara keji oleh isteri Potifar sehingga ia harus dijeblo…

Mencari TUHAN Ada Kehidupan

Baca:  Yesaya 55:1-13

"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" yesaya 55:6







      Renungan ini menegur dan mengingatkan kita agar tidak menyia-nyiakan waktu.  Kesempatan yang ada mari kita gunakan untuk terus menerus mencari Tuhan.  Mencari Tuhan adalah sebuah keputusan penting bagi orang percaya, terlebih saat kita berada dalam situasi-situasi yang sulit.  Ketika jalan yang kita tempuh terbentur tembok yang tebal alias jalan buntu, sedangkan berbagai upaya telah kita lakukan dan kesemuanya berujung kepada kegagalan, tiada jalan lain selain kita harus datang kepada Tuhan dan mencari wajahNya.  Mencari Tuhan berarti menyadari akan keterbatasan dan ketidakberdayaan kita, lalu dengan penuh kerendahan hati mencariNya.  Mencari Tuhan juga berarti berharap dan mengandalkan Dia saja.

     Mengapa kita harus mencari Tuhan?  Karena Dia adalah sumber pertolongan sejati.  Sementara segala hal yang ada di dunia ini tak bisa memberikan jawaban dan …

ORANG PERCAYA: Melakukan Kehendak Tuhan

Baca:  Matius 7:15-23

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."Matius 7:21






       Seberapa lama kita menjadi Kristen, seberapa sibuk kita melayani pekerjaan Tuhan, seberapa pintar kita memainkan alat musik di gereja, seberapa bagus suara kita saat memimpin pujian atau seberapa tinggi ilmu teologia kita tidak menjadi jaminan bahwa kehidupan kita berkenan pada Tuhan dan menyenangkan hatiNya.  Yang menyita perhatian Tuhan dan membuat mataNya tertuju kepada kita adalah ketaatan kita dalam melakukan kehendakNya.  "Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar,"  (Mazmur 34:16).  Namun bukanlah perkara yang mudah melakukan kehendak Tuhan dalam hidup ini, terlebih-lebih kita berada di tengah-tengah dunia yang dipenuhi keinginan daging, keinginan mata dan segala keangkuhan hidup  (baca  1 Yohanes 2:16).

     Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak aturan-aturan yan…

Mencari TUHAN Ada Kehidupan

Baca:  Yesaya 55:1-13

"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" yesaya 55:6







        Renungan kita hari ini menegur dan mengingatkan kita agar tidak menyia-nyiakan waktu.  Kesempatan yang ada mari kita gunakan untuk terus menerus mencari Tuhan.  Mencari Tuhan adalah sebuah keputusan penting bagi orang percaya, terlebih saat kita berada dalam situasi-situasi yang sulit.  Ketika jalan yang kita tempuh terbentur tembok yang tebal alias jalan buntu, sedangkan berbagai upaya telah kita lakukan dan kesemuanya berujung kepada kegagalan, tiada jalan lain selain kita harus datang kepada Tuhan dan mencari wajahNya.  Mencari Tuhan berarti menyadari akan keterbatasan dan ketidakberdayaan kita, lalu dengan penuh kerendahan hati mencariNya.  Mencari Tuhan juga berarti berharap dan mengandalkan Dia saja.

     Mengapa kita harus mencari Tuhan?  Karena Dia adalah sumber pertolongan sejati.  Sementara segala hal yang ada di dunia ini tak bisa memberikan …

Menempuh Jalan Yang Benar

Baca:  Matius 7:12-14

"karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."Matius 7:14







     Ingatkah Saudara akan lagu rohani lama berikut ini?  "Di dunia ada dua jalan, lebar dan sempit, mana kau pilih?  Yang lebar api, jiwamu mati, tapi yang sempit jiwa berglori."  Melalui lagu ini kita diingatkan bahwa dalam perjalanan hidup ini kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan.  Jika kita membuat pilihan hidup yang benar atau menempuh jalan yang benar, kita akan mengalami berhasilan dan keberuntungan.  Sebaliknya jika jalan yang kita tempuh itu salah, kita akan menuai kegagalan dan kehancuran.  "Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar."  (Amsal 2:20)  dan  "Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus."  (Amsal 4:14-15).  Ini menunjukk…

Orang Percaya , Melakukan Kehendak TUHAN

Baca:  Matius 7:15-23

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."Matius 7:21






      Seberapa lama kita menjadi Kristen, seberapa sibuk kita melayani pekerjaan Tuhan, seberapa pintar kita memainkan alat musik di gereja, seberapa bagus suara kita saat memimpin pujian atau seberapa tinggi ilmu teologia kita tidak menjadi jaminan bahwa kehidupan kita berkenan pada Tuhan dan menyenangkan hatiNya.  Yang menyita perhatian Tuhan dan membuat mataNya tertuju kepada kita adalah ketaatan kita dalam melakukan kehendakNya.  "Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar,"  (Mazmur 34:16).  Namun bukanlah perkara yang mudah melakukan kehendak Tuhan dalam hidup ini, terlebih-lebih kita berada di tengah-tengah dunia yang dipenuhi keinginan daging, keinginan mata dan segala keangkuhan hidup  (baca  1 Yohanes 2:16).

     Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak aturan-aturan yang…

FIRMAN TUHAN Tidak Pernah Kembali Sia-Sia

Baca:  Yehezkiel 12:1-28

"Tidak satupun dari firman-Ku akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH."  Yehezkiel 12:28







        Rasul Paulus menegaskan bahwa Injil adalah  "...kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,...  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: 'Orang benar akan hidup oleh iman.'"  (Roma 1:16-17).  Injil adalah buah pikiran atau isi hati Tuhan sendiri.  Di dalamnya terkandung hikmat Tuhan, janji Tuhan, rencana Tuhan, jalan Tuhan, tuntunan, bimbingan dan pedoman hidup bagi orang percaya.  Dikatakan:  "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."  (2 Timotius 3:16).  Seluruh jawaban dari permasalahan hidup yang dialami manusia ada di dalam firman Tuhan:  mulai dari masalah yang san…

Bertahan Ditengah Kesukaran

Baca:  Timotius 3:1-9

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar."2 Timotius 3:1








     Kepada Timotius rasul Paulus mengingatkan bahwa pada hari-hari terakhir menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya akan datang masa yang sukar.  Bukankah apa yang disampaikan oleh rasul Paulus ini benar-benar sedang kita rasakan? Saat ini semua umat manusia di belahan bumi mana pun tanpa terkecuali mengalami masa-masa sukar di segala aspek kehidupan ini.  Keberadaan kita ini tak ubahnya seperti seorang prajurit yang sedang bertempur di medan peperangan, sehingga kita tidak boleh bersikap santai, berleha-leha, apalagi sampai tertidur, sebab jika kita lengah sedikit saja kita akan menjadi korban perang.  Maka dari itu  "...hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya."  (Efesus 6:10).

     Situasi-situasi sukar yang sedang terjadi tentunya membuat banyak orang menjadi lemah, takut, kuatir dan putus asa.  Namun sebagai anak-anak Tuhan y…

IBADAH YANG SUNGGUH: Mendatangkan Berkat

Baca:  Mazmur 122:1-9

"Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: 'Mari kita pergi ke rumah TUHAN.'"Mazmur 122:1







     Daud adalah salah satu tokoh di antara banyak tokoh di dalam Alkitab yang memiliki kehidupan yang luar biasa.  Bagaimana Daud bisa seperti itu?  Apa rahasianya?  Karena Daud sangat dekat dengan Tuhan.

     Daud memiliki kehidupan rohani yang berkualitas.  Kesungguhannya dalam beribadah kepada Tuhan tak diragukan lagi.  Tiada hari terlewatkan tanpa membangun keintiman dengan Tuhan.  Di mana pun dan kapan pun ia suka sekali memuji-muji Tuhan.  "Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku."  (Mazmur 34:2).  Berdoa serta merenungkan firman Tuhan siang dan malam adalah gaya hidup Daud setiap hari.  Ia berkata,  "Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."  (M…

Aman dan Tentram Palsu

Baca:  Amos 6:1-14

"Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang!"Amos 6:1





      Melalui nabi Amos Tuhan memperingatkan dengan keras orang-orang Israel agar mereka tidak terlena dengan kenyamanan yang sedang mereka rasakan:  nyaman di Sion, merasa tenteram di gunung Samaria dan atas orang-orang terkemuka yang seringkali mereka andalkan.  Apa maksudnya?

     Sion adalah kota pusat peribadatan bangsa Yehuda.  Ini berbicara tentang kegiatan-kegiatan ibadah yang dilakukan orang percaya.  Seringkali kita berpikir bahwa kita sudah melakukan yang terbaik bagi Tuhan.  Kita tidak pernah absen memenuhi bangku-bangku gereja di hari Minggu, aktif di persekutuan, rutin berpuasa, memberi banyak persembahan, bahkan sudah terlibat dalam pelayanan.  Kita pun akhirnya berpikir bahwa segala sesuatu yang kita lakukan ini sudah me…

Orang Percaya Harus Percaya Diri

Baca:  1 Yohanes 4:1-6

"Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."1 Yohanes 4:4






     Perasaan minder, tidak percaya diri, mengasihani diri sendiri, putus asa dan gampang menyerah pada keadaan seringkali mewarnai perjalanan hidup orang percaya.  Tidak seharusnya kita bersikap demikian!  Sebab sesungguhnya orang-orang percaya di tengah dunia ini bukanlah orang-orang yang biasa;  kita ini di atas rata-rata, bukan pecundang, melainkan pemenang.

     Sejak awal kita diciptakan, Tuhan sudah memiliki rancangan yang luar biasa.  "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."  (Kejadian 1:26).  Ini akan membangkitkan semangat kita menjalani hidup jika menyadari bahwa ki…

Acuh Dan Tak Bergairah

Baca:  Zefanya 2:1-3

"Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh,"Zefanya 2:1








      Hari-hari ini 'penyakit' suam-suam kuku dan acuh tak acuh terhadap perkara-perkara rohani menyerang banyak orang.  Yang menjadi salah satu faktor penyebabnya adalah tekanan ekonomi.  Tidak bisa dipungkiri, tingginya biaya kebutuhan hidup membuat banyak orang dihantui rasa kuatir.  Keadaan ini tidak hanya melanda orang-orang dunia tapi juga dialami oleh banyak anak Tuhan, padahal firman Tuhan tak henti-hentinya mengingatkan,  "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"  (Matius 6:25).  Kenyataannya kekuatiran timbul dalam hati dan pikiran kita.  Hal ini tak ubahnya benih yang ditaburkan di tengah semak duri yaitu  "...orang yang mendengar firman itu, l…

Berkat-Berkat Padang Gurun

Baca:  Mazmur 136:1-26

"Kepada Dia yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."Mazmur 136:16







      Selama melewati padang gurun bangsa Israel justru mengalami mujizat-mujizat luar biasa.  Tuhan menyediakan segala sesuatu yang mereka butuhkan.  Alkitab menyatakan,  "Empat puluh tahun lamanya Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak."  (Nehemia 9:21).  Penyertaan Tuhan tidak pernah berkurang dan kasihNya tidak pernah berubah sedikit pun meskipun bangsa Israel berulangkali menyakiti hati Tuhan dengan ketidaktaatan mereka.  Di sepanjang perjalanan mereka tidak pernah berhenti mengeluh, bersungut-sungut, mengomel, menyalahkan pemimpin, bahkan menyalahkan Tuhan.  Terhadap mereka Tuhan berkata,  "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk."  (Keluaran 32:9).

     Berkat-berkat a…

Ujian Padang Gurun

Baca:  Matius 4:1-11

"Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis." Matius 4:1








      Perjalanan hidup orang percaya takkan pernah lepas dari proses pembentukan Tuhan.  Ada pun proses itu bertujuan memurnikan kita dan menguatkan iman kita.  Proses pembentukan Tuhan ini sering disebut dengan 'padang gurun'.  Tuhan Yesus pun harus melewati 'padang gurun' sebelum Ia memulai pelayananNya.

     Bagi kebanyakan orang padang gurun adalah tempat yang sangat tidak enak sehingga mereka berusaha menghindarinya.  Namun bagi umat Tuhan padang gurun adalah tempat di mana karakter kita makin dibentuk dan kita dibawa Tuhan kepada pengalaman-pengalaman rohani yang luar biasa.  Mungkin saat ini kita sedang merasakan cobaan hidup yang berat, percayalah bahwa Tuhan  "...sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b)  dan  "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan b…

DEWASA ROHANI: Tidak Tergantung Usia

Baca:  Mazmur 119:97-104

"Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu."Mazmur 119:100







     Banyak orang berpendapat bahwa semakin tua usia seseorang semakin dewasa pula kerohaniannya.  Benarkah demikian?  Jawabannya:  tidak selalu demikian.  Ada banyak orang yang sudah masuk kategori dewasa atau tua umurnya tapi masih saja belum dewasa rohani, alias masih sebagai kanak-kanak rohani.

     Perlu digarisbawahi di sini bahwa kedewasaan rohani seseorang itu tidak selalu sejalan dengan kedewasaan secara usia atau fisik.  Begitu juga lamanya seseorang dalam mengikut Tuhan atau menjadi Kristen tidak menjamin bahwa orang itu memiliki kedewasaan rohani.  Memang secara teori seharusnya demikian, namun faktanya tidaklah seperti itu;  semuanya sangat bergantung pada kesungguhan kita dalam mengejar perkara-perkara rohani.  Tanpa kesungguhan kita mencari Tuhan, orang yang sudah lama menjadi Kristen pun akan kalah dewasa secara rohani dengan orang muda yan…

SALOMO , Gagal Ujian Berkat

Baca:  1 Raja-Raja 11:1-13

"Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya," 1 Raja-Raja 11:9





    Hikmat yang diberikan Tuhan untuk memperlengkapi Salomo sebagai pemimpin Israel berdampak positif dalam kehidupannya:  Salomo menjadi sangat terkenal dengan kebijaksanaannya.  Imbasnya adalah ke seluruh aspek kehidupannya, Salomo menjadi orang yang cakap di segala bidang, makin hari makin berhasil dan makin hari makin diberkati.  Akhirnya Salomo pun berlimpah dengan harta dan kekayaan.  Takhta, kekuasaan dan harta ada dalam genggamannya;  namun biasanya seseorang yang memiliki takhta dan harta kehidupannya tak jauh pula dari wanita.  Terbukti  "...raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,"  (1 Raja-Raja 11:1).

     Ternyata kehidupan yang diberkati Tuhan tidak menja…

Berkat-Berkat Salomo

Baca:  1 Raja-Raja 3:1-15

"Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan."1 Raja-Raja 3:3




      Jika mempelajari hidup Salomo, secara garis besar kita dapat mengklasifikasikan dalam tiga tahap yaitu tahap awal ketika ia memiliki rasa takut akan Tuhan, tahap kedua yaitu masa keemasan atau kejayaannya dan kemudian tahap akhir saat ia mengalami kemerosotan rohani.

     Di tahap awal ketika menjabat sebagai pemimpin tertinggi Israel menggantikan ayahnya (Daud), Salomo memiliki hati yang takut akan Tuhan.  Ia menunjukkan motivasi pelayanan yang baik.  Ketaatan dan kasihnya kepada Tuhan begitu menyala-nyala sehingga ia berusaha melakukan apa pun untuk memuliakan Tuhan.  Salomo selalu teringat akan nasihat terakhir ayahnya sebelum meninggal:  "Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang di…