Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

TUHAN YESUS Sumber Mujizat

Baca:  Markus 1:29-34

"Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya."Markus 1:31







        Saudara rindu mengalami mujizat?  Undanglah Tuhan Yesus datang ke "rumah" Saudara, karena di mana ada Yesus di situ selalu ada mujizat.  Kesembuhan, pemulihan, berkat dan perkara-perkara besar lainnya pasti dinyatakan.

     Zakheus mengalami titik balik dalam hidupnya setelah Tuhan Yesus datang ke rumahnya.  Pertobatan terjadi dan hidup Zakheus diubahkan sehingga ia berkomitmen:  "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."  (Lukas 19:8).  Begitu juga saat Ia bertandang ke rumah Simon Petrus di mana "Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus."  (Markus 1:30).  Alkitab menyatakan bahwa Tuhan Yesus mengulurkan tanganNya atas perempu…

Hidup Sesuai Panggilan TUHAN

Baca:  1 Petrus 2:1-10

"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:" 1 Petrus 2:9




Keberadaan orang percaya di tengah-tengah dunia bukanlah suatu kebetulan atau tanpa sebuah tujuan.  Tuhan menempatkan kita di bumi dengan maksud dan tujuan yang sangat mulia.  Kita adalah umat pilihan Tuhan:  dipilih, dikhususkan dan dipanggil untuk rencanaNya yang indah yaitu  "...supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,"  (ayat nas).

     Kita tidak boleh asal-asalan menjalani hidup kekristenan kita.  Sebab  "kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan."  (1 Petrus 2:10).  Kita yang dulunya berada dalam kegelapan kini telah dipindahk…

Tempat Kediaman TUHAN

Baca:  Mazmur 11:1-7

"TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia."Mazmur 11:4






       Setiap orang pasti memiliki tempat di mana ia bisa tinggal, baik itu rumah sendiri, kontrakan, kos-kosan dan sebagainya.  Dengan adanya tempat tinggal yang tetap keberadaan kita akan jelas, sehingga orang lain pun akan dengan mudah menemui kita atau datang berkunjung.  Tentunya akan berbeda jika kita tidak memiliki tempat tinggal yang tetap, orang lain akan susah mencari dan menjumpai kita.  Begitu juga dengan Tuhan kita, Ia pun memiliki tempat kediaman sehingga sewaktu-waktu kita bisa datang kepadaNya dan menemuiNya.  Setiap saat Tuhan selalu siap untuk kita temui.  Memang Tuhan adalah Mahahadir, namun Ia juga memiliki tempat di mana Ia tinggal.

     Adapun tempat kediaman Tuhan yang pertama adalah di dalam Kerajaan Sorga.  Sorga adalah takhtaNya, di sanalah Tuhan bersemayam  (baca  Mazmur 2:4).  Dari …

Renungan : Kesempatan Adalah Berkat

Baca:  Amsal 20:1-30

"Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa."Amsal 20:4







Ada dua kata bijak yang menyatakan bahwa kesempatan itu tidak datang untuk keduakalinya.  Ini menunjukkan bahwa kesempatan begitu sangat berharga.  Maka kita harus mempergunakan setiap kesempatan yang ada sebaik mungkin.  Mengapa?  Karena waktu terus melaju dan kita tidak bisa memutarnya kembali.  Selagi musim menabur tiba gunakan kesempatan untuk menabur, supaya ketika musim menuai datang kita pun mendapatkan tuaian seperti yang diharapkan.

     Salomo mengingatkan agar kita tidak mudah membuang-buang waktu atau kesempatan yang ada, karena orang yang suka membuang-buang waktu identik dengan orang yang malas, yang kesukaannya menunda-nunda mengerjakan suatu hal yang seharusnya bisa segera diselesaikan.  Kita perlu belajar dari semut!  "...pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, p…

Jangan Menabur Rumput

Baca: Mazmur 129:1-8

"Mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut," Mazmur 129:6








         Orang Kristen seringkali menggunakan prinsip ekonomi dalam menabur yaitu inginnya menabur sesedikit mungkin tapi mengharapkan tuaian yang sebesar-besarnya.  Ada juga yang tidak ingin menabur atau memberi, maunya hanya menerima saja.  Itu adalah cara pikir duniawi yang berbeda dengan prinsip firman Tuhan.  "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."  (Lukas 6:38).  Artinya siapa menabur sedikit akan menuai sedikit dan yang menabur banyak akan menuai banyak pula.  Orang yang menabur banyak tidak akan mengalami kerugian atau hidup dalam kekurangan, apalagi kalau untuk tuaian yang bersifat kekal.  "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar bi…

Renungan Kristen Menanti Dengan Iman

Bagi kebanyakan orang menanti adalah suatu pekerjaan yang sangat membosankan, suatu kondisi yang paling tidak menyenangkan.  Menanti sering membuat seseorang mudah terpancing emosi, marah, kecewa, kesal, tersinggung dan juga jengkel karena merasa dipermainkan, apalagi menanti sesuatu yang...

Baca : http://jc-kok.blogspot.co.id/2017/01/menanti-dengan-penuh-iman.html



MENABUR: Perhatikan Kualitas Benihnya

Baca:  Pengkotbah 11:1-8

"Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai." Pengkotbah 11:4







        Kehidupan di muka bumi ini tidak bisa lepas dari musim menabur dan menuai.  Ketika menabur kita tidak akan dapat sekaligus menuai, ada waktu yang tidak singkat yang dibutuhkan untuk sampai pada masa penuaian.

     Demikian pula kehidupan kita sebagai orang percaya.  Jikalau kita menabur hal-hal rohani atau jasmani, dalam waktu tertentu kita pasti menuainya, bahkan untuk hal-hal rohani penuaiannya berlangsung terus sampai kita masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Ada tertulis,  "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."  (Galatia 6:8).  Maka dari itu ada hal-hal penting yang perlu kita perhatikan.  Salah satunya adalah memilih jenis benih yang hendak kita tabur, sebab kualitas benih yang …

Renungan Kristen Kepekaan Rohani

MASALAH: Melihat Intervensi Tuhan

Baca:  Mazmur 136:1-26

"Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Mazmur 136:4







          Tuhan juga hendak memakai masalah untuk mengoreksi dan menegur kita supaya kita berubah.  Mungkin selama ini kita mengandalkan kekuatan sendiri dan berlaku sombong, maka melalui masalah yang terjadi Tuhan ingin mengajar kita menjadi orang yang rendah hati, menyadari keterbatasan dan kelemahan kita sehingga kita pun belajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.  Selama masih banyak perkara-perkara buruk dalam kita, tiada hentinya Tuhan akan membentuk, memproses dan memurnikan kita melalui masalah sampai kita timbul seperti emas.  Namun seringkali yang menjadi masalah bukanlah situasi yang ada atau pun orang-orang yang ada di sekitar kita, melainkan keadaan hati kita sendiri.  Bangsa Israel tetap saja punya sikap yang tidak benar  (bersungut-sungut, mengomel, menyalahkan Musa, bahkan menyalahkan Tuhan)  saat berada di p…

MASALAH: Kesempatan Praktek Firman

Baca:  Mazmur 34:1-23

"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;"Mazmur 34:20







        Mazmur 34 ini ditulis oleh orang yang sangat dekat dengan Tuhan.  Meskipun demikian ia menyadari bahwa ia tetap bukanlah orang yang kebal masalah.  Siapa pun kita, di dalam Tuhan atau di luar Tuhan, semuanya pasti tak luput dari masalah.  Hanya orang mati yang tidak punya masalah.  Jadi jangalah heran, terkejut atau kecewa jika dalam pengiringan kita kepada Tuhan ada masalah yang menerpa.  Yang penting kita menyadari bahwa kekristenan adalah IMANUEL.  Tuhan beserta kita, bahkan penyertaanNya atas kita sampai kepada akhir zaman  (baca  Matius 28:20b).

     Daud menyatakan bahwa ada dua macam orang yaitu orang benar dan orang fasik.  Saat keduanya dalam masalah, apa yang membedakannya?  Ketika orang benar dalam masalah, ada tangan Tuhan yang akan memberikan pertolongan.  "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan m…

Janji TUHAN Pasti Tergenapi

Baca:  Yohanes 10:1-10

"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Yohanes 10:10b







        Banyak orang Kristen berpikir dan bertanya-tanya dalam hati:  ketika mereka membuat keputusan untuk hidup benar, bersungguh-sungguh di dalam Tuhan dan melakukan kehendakNya, serasa masalah dan tantangan justru datang mendera dan kian menjadi-jadi.  Semisal:  makin dijauhi oleh keluarga, dicibir dan dihindari oleh teman-teman terdekat, perlakuan semena-mena dari atasan dan sebagainya, serasa berkat dan janji Tuhan kian menjauh dari kehidupan mereka.  Mereka pun mulai melemah dan timbul keinginan untuk kembali kepada kehidupan lama.  Haruskah mereka bersikap demikian?  Kita harus tetap berkeyakinan bahwa rencana Tuhan tidak akan dapat digagalkan oleh siapa pun dan seburuk apa pun keadaan yang terjadi.  Inilah pernyataan Ayub,  "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal."  (Ayub 42:2).

  …

Bait Allah Bukan Ladang Bisnis

Baca:  Matius 21:12-17

"Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Matius 21:13







       Bait Tuhan adalah tempat kudus, di mana Tuhan hadir melawat umatNya.  "TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus;"  (Mazmur 11:4).  Kita tidak boleh sembarangan bila berada di baitNya yang kudus.  "Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah"  (Pengkotbah 4:17).  Ada orang-orang yang melakukan tindakan tidak terpuji, melakukan praktek jual beli di halaman Bait Tuhan, padahal mereka tahu bahwa Bait Tuhan adalah tempat umat beribadah kepada Tuhan.  Menjadikan Bait Tuhan sebagai tempat berjual-beli adalah suatu hal yang tidak pantas dan itu merupakan sebuah penghinaan terhadap Tuhan, karena mereka telah mencemari BaitNya yang kudus.  Melihat kejadian itu bangkitlah amarah Yesus dan Ia pun bertindak tegas terhadap orang-orang yang menggunakan Bait Tuhan tersebut sebagai tempat berdagang atau melakukan transaksi bisnis.…

Tidak Percaya Mujizat

Baca:  Yesaya 25:1-5

"sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu."Yesaya 25:1







            Banyak orang Kristen yang berpikiran keliru berkenaan dengan mujizat Tuhan.  Mereka berpikir bahwa mujizat Tuhan itu hanya berlaku pada zaman dahulu saja, yaitu zaman para nabi-nabi di Perjanjian Lama dan juga era Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah dunia; mujizat hanyalah cerita lalu yang usang.  Akibatnya mereka tidak lagi percaya dan cenderung skeptis terhadap mujizat-mujizat yang terjadi saat ini.  Bukankah kita sering melihat dan menyaksikan di acara-acara KKR banyak orang sakit mengalami mujizat, beroleh kesembuhan secara ajaib?  Bukan hanya di KKR saja, tak terhitung jumlahnya saudara kita seiman yang mengalami pemulihan dari Tuhan ketika mereka berdoa dengan penuh iman.  Ini membuktikan bahwa  "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."  (Yakobus 5:16b).  Itu semua karena …

Jatuh Dalam Dosa dan Pencobaan

Baca:  Matius 26:36-46

"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Matius 26:41







         Mengapa Tuhan menasihati kita supaya selalu berjaga-jaga dan berdoa?  Tentu supaya kita tidak jatuh ke dalam pencobaan, karena tidak ada seorang pun kebal terhadap dosa.  Kedagingan kita lemah sekali.  Buktinya?  Banyak orang Kristen yang seringkali jatuh dalam dosa dan kesalahan yang sama, padahal mereka selalu berusaha menghindarinya, tetapi selalu saja tidak punya kekuatan untuk melawan.  Rasul Paulus berkata,  "Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat."  (Roma 7:19).

     Kita harus mencari penyebab mengapa kita mudah sekali jatuh dalam dosa.  Inilah yang disebut dengan peperangan rohani.  Kita tahu bahwa di setiap peperangan pasti ada musuh yang menjadi lawan kita.  Adakah seorang prajurit berleha…

MELAYANI TUHAN: Mendapatkan Upah

Baca:  Wahyu 22:6-17

"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."Wahyu 22:12






         Kita patut bersyukur kepada Allah, oleh karena iman kita di dalam Yesus Kristus kita beroleh keselamatan secara cuma-cuma.  Tertulis:  "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,"  (Efesus 2:8).  Jadi kita harus menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang baik di dalam diri manusia yang membuat kita layak untuk diselamatkan.  Keselamatan yang kita terima itu bukan karena kita melakukan perbuatan baik.  "Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita,"  (2 Timotius 1:9).  Jadi  "...jangan ada orang yang memegahkan diri."  (Efesus 2:9).  Setiap kita yang telah beroleh kasih karunia ini (keselamatan) wajib untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang telah dipersiapkan oleh Alla…

RASUL PAULUS: Hidup Bagi Injil Kristus

Baca:  Galatia 1:11-24

"Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya." Galatia 1:23






       Sering kita jumpai banyak pelayan Tuhan yang lebih mengutamakan penampilan lahiriah.  Mereka dianggap berhasil atau dipakai Tuhan secara luar biasa bila secara kasat mata bergelimang materi:  kaya, bermobil mewah, mengenakan pakaian atau aksesoris mahal dan bermerek.  Alkitab menyatakan,  "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."  (1 Samuel 16:7b).

     Dalam melayani Tuhan Paulus adalah seorang yang apa adanya.  Ia tidak malu mengakui kelemahan dan kekurangannya.  Dengan jujur ia mengakui bahwa dirinya adalah mantan orang berdosa,  "aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman...di a…

RASUL PAULUS: Hidup yang Diubahkan

Baca:  Kisah Para Rasul 9:1-19a

"Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel."Kisah 9:15






       Hari ini kita belajar dari seorang yang telah diubahkan hidupnya dan menjadi pelayan Tuhan yang luar biasa:  Rasul Paulus, dahulu bernama Saulus, dilahirkan di Tarsus.  Secara keturunan ia terlahir sebagai bangsa Yahudi dan tumbuh sebagai seorang ahli Taurat.

     Sebelum bertemu dengan Yesus dan bertobat ia adalah seorang pemeluk agama Yahudi yang taat dan sangat membenci pengikut Kristus.  Namun pertemuannya dengan Yesus telah mengubah hidupnya secara drastis:  "Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: 'Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?' Jawab Saulus: 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Kata-Nya: …

Pelayan TUHAN Yang Benar

Baca:  1 Timotius 4:1-16

"Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini."1 Timotius 4:6





          Banyak orang Kristen yang turut terlibat dalam pelayanan.  Ini adalah berita bagus!  Namun seringkali kita kurang memahami arti kata pelayan itu sendiri.  Tugas seorang pelayan adalah melayani majikan dengan menyediakan makanan di atas mejanya.  Jika kita menyebut diri sebagai pelayan Tuhan berarti kita menjadikan Tuhan Yesus sebagai majikan dan Tuan kita, sedangkan kita adalah pelayanNya.  Kita harus melayani Tuhan Yesus dengan sepenuh hati dan tanpa sungut-sungut.

     Sebagai seorang pelayan Kristus yang baik kita harus senantiasa mengingatkan kebenaran yang telah kita terima dan membagikannya kepada saudara seiman lainnya (ayat nas).  Arti mengingatkan di sini adalah mengajarkannya sehingga tertanam d…

Pemimpin Yang Rendah Hati

Baca:  Filipi 3:17-21

"Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu."Filipi 3:17







       Apa yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di Filipi pada ayat nas bukanlah dimaksudkan untuk menguasai orang lain atau supaya ia dikultuskan dan dianut, karena ia bukanlah orang yang gila hormat.  Tetapi maksudnya adalah agar setiap orang yang dilayani benar-benar meneladani apa yang dilakukan paulus, di mana ia berusaha hidup seturut dengan kehendak Tuhan dan menjadikan kristus sebagai teladan hidupnya.  "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."  (1 Korintus 11:1).  Dalam hal ini Paulus ingin orang lain mengikuti jejaknya sebagai pengikut Kristus.  Jadi fokus utamanya adalah menjadi pengikut Kristus, bukan Paulus.

     Salah satu sikap hidup Paulus yang patut kita teladani adalah perihal kerendahan hati.  Meski telah menjadi pemberita Injil dan pemimpin rohani yang dipakai Tuha…

Menanti Dengan Penuh Iman

Baca:  Mazmur 40:1-18

"Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong."Mazmur 40:2



        Bagi kebanyakan orang menanti adalah suatu pekerjaan yang sangat membosankan, suatu kondisi yang paling tidak menyenangkan.  Menanti sering membuat seseorang mudah terpancing emosi, marah, kecewa, kesal, tersinggung dan juga jengkel karena merasa dipermainkan, apalagi menanti sesuatu yang tidak jelas kepastiannya.  Seringkali keadaan kita runyam oleh perkataan orang lain yang melemahkan.

     Tak terkecuali dalam pengiringan kita akan Tuhan.  Kita begitu mudahnya termakan oleh intimidasi Iblis yang berbisik,  "Percuma menantikan pertolongan dari Tuhan, buktinya sudah berdoa bertahun-tahun tetap tidak ada jawaban.  Lebih baik mencari pertolongan kepada orang pintar, pertolongannya instan"  Akhirnya kita pun memutar haluan, tidak lagi tekun menanti-nantikan Tuhan.  Pada dasarnya di dalam suatu penantian, ketekunan dan kesabaran…

Meragukan TUHAN YESUS

Baca:  Matius 28:1-10

"Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya."Matius 28:6a








        Sampai saat ini masih banyak orang meragukan keilahian Kristus, tidak percaya bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat.  Selalu timbul pertanyaan:  benarkah Yesus disalibkan dan bangkit dari kematian?  Benarkah Dia menebus dosa manusia?  Banyak orang Kristen turut terprovokasi sehingga menjadi ragu-ragu terhadap imannya sendiri.  "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah."  (1 Korintus 1:18).

     Sebagai orang percaya kita tidak perlu meragukan Tuhan kita Yesus Kristus.  Dia adalah penebus dosa kita seperti tertulis:  "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."  (2 Korintus 5:21).  Ditegaskan pula bahwa  "...keselamatan tidak ada di dala…

TUHAN adalah Perlindunganku

Baca:  Mazmur 27:1-14

"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?" Mazmur 27:1






         Tak seorang pun tahu perihal hari esok!  Karena itu Alkitab menasihati:  "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu."  (Amsal 27:1).  Manusia hanya bisa meramal, merancang dan membuat perkiraan-perkiraan, tapi hanya Tuhan yang tahu pasti.  "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana."  (Amsal 19:21), sebab  "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita..."  (Ulangan 29:29).  Mari jalani hidup ini dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan.  Kita tahu bahwa hidup penuh tantangan, ujian dan ketidakmengertian kita akan masa depan, sehingga banyak orang menempuh segala cara untuk mencoba melihat masa depannya dengan bertanya…

RASUL PAULUS: Punya Kepekaan Rohani

Baca:  Kisah Para Rasul 17:16-34

"Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala." Kisah 17:16




       Hati Paulus sangat sedih ketika melihat bahwa kota Athena dipenuhi patung-patung berhala.  Kesedihannya berhubungan dengan sesuatu yang berlawanan dengan rohnya.  Itulah sebabnya roh Paulus bergejolak.  Ia tidak bisa menerima keadaan tersebut.

     Kesedihan Paulus menyiratkan bahwa ia memiliki kepekaan rohani terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.  Banyaknya patung berhala menandakan bahwa orang-orang di Atena menyembah kepada dewa-dewa, bukan kepada Allah yang benar dan berkuasa.  Karena itu dengan sangat geram Paulus berkata,  "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak d…

DAUD: Punya Kepekaan rohani

Baca:  Mazmur 119:97-104

"Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu."  Mazmur 119:101







       Daud adalah contoh orang yang memiliki kepekaan rohani.  Dalam segala hal ia senantiasa melibatkan dan meminta petunjuk Tuhan sebelum mengambil keputusan apa pun.

     Suatu ketika orang-orang Filistin mendengar bahwa Daud telah diurapi menjadi raja Israel.  Mereka pun berniat mencarinya dan hendak mencabut nyawanya.  Menghadapi ancaman tersebut Daud tidak langsung bertindak dengan mengumpulkan bala tentaranya dan menyusun strategi perang, tapi ia merendahkan diri di hadapan Tuhan dan meminta nasihatNya,  "'Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?' TUHAN menjawab Daud: 'Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.'"  (2 Samuel 5:19).  Setelah mendengar suara Tuhan dan mengerti kehendakNya ia melaksanakan perintah Tuhan.  Hal…

KRISTEN DEWASA: Peka Rohani

Baca:  Efesus 4:1-16

"sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus," (Efesus 4:13).






            Tuhan menghendaki kita menjadi orang-orang Kristen yang makin hari makin bertumbuh di dalam kedewasaan rohani.  Orang yang dewasa telah meninggalkan sifat kanak-kanaknya  (baca  1 Korintus 13:11).  Di dalam Ibrani 5:13-14 dikatakan,  "Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat."  Orang yang dewasa rohani memiliki pancaindera yang terlatih sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang berkenan kepada Tuhan dan mana yang tidak berkenan.  Inilah yang disebut dengan kepekaan rohani.

     Apa itu kepekaan roha…

Tenanglah dan Jangan Takut !

Baca:  Matius 14:22-23

"Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: 'Tenanglah! Aku ini, jangan takut!'"Matius 14:27








    Kita sudah memasuki bulan September.  Masihkah kita selalu takut dan ragu-ragu?  Mari belajar dari pengalaman murid-murid Yesus.  Dalam Injil Matius tercatat dua kali mereka mengalami ketakutan yang luar biasa diterpa angin dan ombak pada perahu mereka.

     Pertama, Matius 8:23-27.  "Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang,"  (Matius 8:24).  Waktu itu Yesus ada bersama-sama dengan mereka namun sedang tidur.  Maka segeralah mereka membangunkan Yesus untuk minta pertolongan, lalu Dia  "...menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali."  (Matius 8:26b).

     Kedua, ayat firman Tuhan yang kita baca hari ini, murid-murid tertimpa masalah yang sama.  Bedanya, Yesus sedang tidak bersama dengan mereka karena Ia  "...naik ke atas bukit untuk berdoa seorang d…

Melayani Sampai Garis Akhir

Baca:  1 Timotius 4:1-16

"Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu."1 Timotius 4:16a








       Dewasa ini makin banyak anak Tuhan turut terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.  Ini adalah berita baik!  Namun menjadi pelayan Tuhan yang benar bukanlah pekerjaan yang mudah.  Ada harga yang harus kita bayar!  Kita tidak bisa melayani Tuhan dengan asal-asalan atau sekedar latah karena ikut-ikutan.  Melayani Tuhan adalah tugas yang sangat mulia, karena itu kita harus melakukannya dengan kesungguhan hati dan komitmen yang tinggi.

     Timotius adalah seorang pemuda yang bertalenta dan memiliki kehidupan rohani yang mumpuni.  Komitmennya dalam melayani Tuhan tak diragukan lagi.  Itulah sebabnya rasul Paulus tak henti-hentinya berdoa untuk Timotius supaya ia tetap memiliki semangat dalam melayani Tuhan.  "...kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu."  (1 Timotius 1:6).  Ada banyak alasan bagi Timotius untuk me…

Menjadi Terang Ditengah Dunia

Baca:  Yohanes 8:12-20

"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."Yohanes 8:12







        Coba bayangkan bila dunia ini gelap gulita, tanpa secercah cahaya sedikit pun.  Pasti tidak akan ada kehidupan karena manusia tidak bisa melakukan apa-apa, dan tidak ada makhluk yang dapat hidup.  Karena itu berfirmanlah Tuhan,  "Jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam."  (Kejadian 1:3-5a).  Tuhan pun melengkapi dengan benda-benda langit:  matahari, bulan dan bintang.  Dengan adanya terang, makhluk hidup dapat bertumbuh dan ada kehidupan, manusia pun dapat melakukan aktivitasnya.  Sungguh, semua orang membutuhkan terang atau cahaya.  Memang, kita memiliki mata yang berfungsi untuk melihat, tetapi apabila tidak ada terang atau cahaya, mata kita pun tidak dapat b…