Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Perkataan TUHAN YESUS

Baca:  Yohanes 15:1-8

"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."  Yohanes 15:7






      Beberapa orang Kristen tidak tahu bagaimana caranya untuk berdoa secara efektif.  Agar kita dapat berdoa secara efektif kita harus mengetahui isi firman Tuhan dan firman itu harus tinggal di dalam kita.  Tuhan Yesus mengatakan bahwa didengar dan dikabulkannya sebuah doa atau tidak, lebih bergantung kepada kita daripada kepada Tuhan.  Ini adalah syarat dari Tuhan:  "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu,".  Jadi jika firman Tuhan tinggal di dalam kita, kita akan tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan.  Kemudian kita akan berdoa sesuai dengan firman tersebut.  Jika firmanNya tidak tinggal di dalam kita, maka untuk sementara kita berdoa di dalam kegelapan.  Pemazmur mengatakan,  "Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada or…

Kekuatan Kata-Kata

Baca:  Amsal 18:1-21

"Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya." Amsal 18:20








       Banyak orang meremehkan kuasa dari sebuah perkataan sehingga banyak kata sembrono keluar dari mulutnya.  Alkitab dengan keras mengingatkan,  "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."  (Amsal 18:21).  Bila kita mempergunakan mulut kita untuk memperkatakan hal-hal yang positif  (firman Tuhan)  dan mendeklarasikan apa yang kita percayai, maka hidup kita pasti akan mengalami perubahan sesuai dengan firman yang kita perkatakan.  Karena itu sediakanlah waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan, supaya  "...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji..."  (Filipi 4:8)  senantiasa mengisi perbendaharaan hati kita, sehingga yang keluar dari mulut kita pun adalah hal-hal…

Persembahan Yang Hidup

Baca:  Roma 12:1-8

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."Roma 12:1




       Sekarang bukan waktunya untuk terlena, melainkan waktu untuk sadar dan berhati-hati.  Saat ini adalah waktu bagi kita untuk mengalahkan dan menyelesaikan masalah kehidupan serta kegelisahan kita dengan bermodalkan iman kepada Tuhan Yesus.  Kehidupan yang indah ini harus dijalani dalam langkah iman sesuai dengan apa yang akan diajarkan oleh Tuhan kita melalui firmanNya.  Oleh Roh Kudus kita dimampukan untuk tetap kuat melangkah menjalani hari-hari dalam kehidupan ini dan dalam menunggu kepenuhan harapan dan kebenaran.  Oleh karena itu sesuai dengan tujuan dan kehendakNya melalui Yesus Kristus, Allah memanggil kita untuk menjadi anak-anakNya serta memuji rahmatNya yang mulia yang diberikan kepada kita secara cuma-cuma.

     Seba…

Akankah TUHAN Mengabaikan Doa kita ?

Baca:  Lukas 18:1-8

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?"Lukas 18:7







        Menjadi tetap sabar dan tidak putus asa seringkali susah dilakukan ketika seseorang menunggu terjawabnya sebuah doa.  Oleh karenanya Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa terus-menerus.  "Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."  (Lukas 18:1).  Kita harus berdoa setiap hari dan setiap saat, karena jika tidak demikian kita tidak akan menikmati persekutuan yang harmonis dengan Tuhan.  Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, kita sering sekali menjadi kecewa dan berkecil hati, lalu tidak lagi tekun berdoa, kita biarkan hari-hari kita berlalu tanpa doa sebab kita berpikir bahwa doa kita tidak akan didengar oleh Bapa di Sorga.  Bahkan langit dan cakrawala tampak seperti sebuah penghalang bagi doa yang kita naikkan.  Tetapi yang Tuhan Yesus ingin…

Beritakan Kebangkitan YESUS KRISTUS

Baca:  Matius 28:1-10

"Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring." Matius 28:6







      Siapa yang pertama kali mengabarkan tentang kebangkitan Yesus Kristus?  Apakah para murid-murid Yesus?  Bukan.  Alkitab menyatakan bahwa yang menjadi pembawa berita tentang kebangkitan Yesus adalah malaikat Tuhan sendiri, yang  "Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju."  (Matius 28:3).

     Mengapa demikian?  Karena kematian Yesus di Golgota telah menggoncang iman para muridNya sehingga mereka pun melepaskan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembawa kabar baik  (Injil);  ada yang kembali ke profesi semula sebagai nelayan dan ada pula yang menyembunyikan diri.  Itulah sebabnya Tuhan mengutus malaikatNya memberitakan kabar sukacita ini.  Dan kalau malaikat yang menyampaikan sudah tentu beritanya adalah benar.  Jadi tidak ada alasan untuk ragu, apalagi tidak percaya.

     Kubur yang koso…

Kematian TUHAN YESUS KRISTUS

Baca:  Roma 5:1-11

"Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah." Roma 5:6







       Peristiwa kematian manusia sesungguhnya sesuatu yang sangat alamiah dan merupakan bagian siklus kehidupan.  Namun mengapa kematian Yesus Kristus di kayu salib terasa istimewa dan dirayakan di seluruh dunia?  Bukankah kematianNya tidak jauh berbeda dengan kematian manusia lainnya, bahkan terlihat begitu tragis dan menyedihkan?  Meski cara kematian Yesus merupakan salah satu kematian yang tragis dan menyedihkan, tapi membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia di muka bumi ini.

     Kematian Yesus Kristus tidak bisa kita samakan atau bandingkan dengan kematian para nabi, rasul atau pun tokoh-tokoh besar dan ternama manapun di dunia.  Dalam Roma 5:10 dikatakan,  "Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan,…

Menikmati Hasil Pekerjaan

Baca:  Ulangan 28:1-14

"Tuhan akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu." Ulangan 28:8





         Apakah Saudara mencintai pekerjaan/profesi yang Saudara tekuni saat ini?  entah itu di dunia kerja konvensional atau mungkin sebagai fulltimer di ladang Tuhan.  Ada yang berkata,  "Aku sangat cocok dan menikmati pekerjaan ini."  Namun tidak sedikit orang yang mengeluhkan pekerjaannya dengan alasan jenuh, bosan tidak cocok, tertekan, frustasi tidak puas dan sebagainya sehingga mereka melakukan pekerjaannya dengan keterpaksaan dan setengah hati.  Pasti ada perbedaan hasil antara orang yang merasa cocok dengan pekerjaannya dan yang tidak cocok.

     Berada dalam pekerjaan yang tepat dan karir yang cocok adalah kunci keberhasilan seseorang karena ia pasti akan bekerja dengan giat, tidak hitung-hitungan dan sepenuh hati, sehingga yang dihasilkannya pun bisa…

Pujian Melepaskan Belenggu

Baca:  Mazmur 30:1-13

"Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku." Mazmur 30:2






        Banyak orang-orang di luar Tuhan berkata,  "Orang Kristen itu aneh.  Setiap ibadah di gereja selalu bernyanyi, ada yang sambil bertepuk tangan dan bergoyang-goyang.  Di persekutuan mereka juga selalu bernyanyi."  Memang, puji-pujian tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Kristen.  Jika ada orang Kristen yang tidak suka memuji Tuhan atau hanya memuji Tuhan saat berada di gereja, berarti ia orang Kristen yang 'tidak normal'.  Normalnya, orang Kristen pasti suka memuji Tuhan di mana pun dan kapan pun.  Bahkan Daud memuji-muji Tuhan tujuh kali dalam sehari  (baca  Mazmur 119:164).  Jangan anggap remeh puji-pujian bagi Tuhan itu!  Ada kuasa yang dahsyat saat kita memuji Tuhan sebab Ia bersemayam di atas pujian yang dinaikkan oleh umatNya  (baca  Mazmur 22:4).

     Kapan waktu yang tepat me…

Tuhan Menyembunyikan Wajahnya ?

Baca:  Mazmur 143:1-12

"Jawablah aku dengan segera, ya Tuhan, sudah habis semangatku! Jangan sembunyikan wajah-Mu terhadap aku," Mazmur 143:7







        Saat dalam penderitaan dan kesesakan seringkali yang timbul adalah pikiran-pikiran negatif:  takut, kuatir, cemas, kecewa.  Tidak sedikit yang mulai ragu dan sangsi akan penyertaan Tuhan.  Kita pun mulai marah dan bertanya dalam hati seperti yang disampaikan pemazmur dalam ayat nas di atas.  Kita berpikir Tuhan telah meninggalkan dan membiarkan kita serta menyembunyikan wajahNya.  Benarkah demikian?

     FirmanNya menegaskan,  "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."  (Yesaya 49:15-16).  Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, umat pilihanNya, karena Dia adalah Imanuel, Tuh…

STOP Saling Menyalahkan

Baca:  Yakobus 5:7-11

"Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum." Yakobus 5:9a







         Bersungut-sungut dan saling menyalahkan adalah sifat yang sangat menonjol dari bangsa Israel.  Setiap menghadapi kesulitan atau masalah mereka tidak pernah mengoreksi diri terlebih dahulu sebab-musababnya, melainkan langsung menyalahkan orang lain dan bersungut-sungut.  "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan Tuhan ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."  (Keluaran 16:3).  Mereka menyalahkan Musa, menyalahkan keadaan dan selalu membanding-bandingkan dengan keadaan sebelumnya.  Melihat apa yang diperbuat oleh bangsa Israel ini Tuhan menjadi sangat marah sehingga mereka harus langsung menanggung akibatnya:  mati dipagut ular, dibinasakan oleh malaikat maut, dan pu…

Banyak Memberi, Banyak Berkat

Baca:  Amsal 11:1-31

"Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."Amsal 11:25








      Sudah menjadi sifat alamiah manusia jika maunya hanya menerima atau mendapat, tapi tidak mau kehilangan atau memberi.  Kita berpikir bahwa semakin kita berhemat untuk diri sendiri, ditambah dengan menerima dari orang lain, maka kita akan semakin bertambah-tambah dan berkelimpahan.  Itu yang ada dalam pemikiran manusia dan juga menjadi prinsip hidup orang dunia.

     Tetapi, prinsip dunia ini sangat bertolak belakang dengan prinsip Kerajaan Allah,  "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:8-9).  "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan."  (Amsal 11:24).  Alkitab mene…

BERHASIL: Siapa Yang Kita Miliki

Baca:  Kejadian 39:1-23

"Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." Kejadian 39:2






     Sudah menjadi hal yang lumrah jika orang-orang dunia selalu mengukur atau menilai keberhasilan orang lain berdasarkan apa yang mereka punyai.  Orang dikatakan berhasil karena memiliki rumah megah, mobil mewah, jabatan tinggi, terkenal.

     Perhatikan ayat nas:  Yusuf disebut orang yang selalu berhasil, padahal bukankah ia hanya sebagai budak di rumah Potifar?  Memang cara pandang orang percaya dan orang dunia itu berbeda.  Keberhasilan bagi orang percaya bukan berdasarkan atas apa yang ia miliki, tetapi bergantung pada  'siapa'  yang ia miliki dalam hidup ini.  Yusuf disebut sebagai orang berhasil, bahkan akhirnya dipercaya sebagai penguasa Mesir karena ia memiliki Tuhan yang hidup, yang senantiasa menyertai hidupnya.

     Bangsa Israel selalu berhasil mengalahkan bangsa-b…

IRI HATI: Sumber Konflik

Baca:  2 Korintus 12:11-21

"Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan."2 Korintus 12:20b






        Jika kita memperhatikan keadaan dunia saat ini banyak terjadi kekacauan, termasuk di Indonesia.  Konflik, permusuhan, sengketa, baku hantam hampir setiap hari menghiasi layar kaca kita.  Mengapa hal ini sering terjadi?  Banyak faktor yang menyebabkan hal-hal tersebut di atas terjadi, salah satu penyebabnya adalah iri hati.  Iri hati seringkali menjadi penyebab tercabiknya kerukunan dan persatuan suatu komunitas.

     Karena iri hati, saudara bisa menjadi musuh.  Kain tega membunuh adiknya sendiri  (Habel)  karena tersulut rasa iri hati, di mana persembahan Habel diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahannya tidak  (baca  Kejadian 4:1-16).  Karena orang lain lebih berhasil dalam pekerjaannya, seseorang menjadi panas hati sehingga ia merancang kejahatan untuk menghancurkannya;  orang yang tekun b…

URAPAN: Kuasa Tuhan Bekerja

Baca:  2 Korintus 1:12-24

"Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi."2 Korintus 1:21







        Kita sering mendengar banyak orang Kristen berkata,  "Ayo beribadah di gereja A, hari ini yang berkhotbah seorang pendeta yang penuh urapan."  'Urapan' seringkali kita identikkan dengan gaya atau cara seorang hamba Tuhan dalam menyampaikan kotbahnya.  Ketika seorang pendeta berkhotbah dengan berapi-api disertai bahasa-bahasa teologia yang tinggi, kita katakan pendeta itu dipenuhi urapan.  Atau ketika seluruh jemaat memuji-muji Tuhan dengan suara yang riuh rendah, bahkan sampai menitikkan air mata, kita berkata,  "Wah...worship leadernya dipenuhi urapan Tuhan.", dan sebagainya.

     Kata 'urapan' itu sendiri berarti melumasi atau mengolesi dengan urap atau minyak.  Ini berkaitan erat dengan kuasa Tuhan yang bekerja dalam hidup orang percaya.  Dalam Perjanjian Lama, 'urapan'…

Melakukan Pekerjaan TUHAN

Baca:  Mazmur 92:1-16

"Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu."Mazmur 92:6







       Kepada jemaat di Efesus, Paulus mengingatkan bahwa  "...kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."  (Efesus 2:10).  Setiap orang percaya dipanggil untuk melakukan sebuah pekerjaan yang telah dipersiapkan Tuhan.  Pekerjaan di sini berbicara tentang pelayanan yang harus kita kerjakan, baik itu untuk Tuhan dan juga terhadap sesama.  Oleh sebab itu Paulus berkomitmen,  "...bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."  (Filipi 1:21-22a).

     Pelayanan kepada Tuhan berarti percaya kepadaNya dan taat melakukan firmanNya.  Ada tertulis:  "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Di…

Balas Kejahatan Dengan Kabaikan

Baca:  Kejadian 50:15-21

"Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."  Kejadian 50:20





      Apa reaksi Saudara ketika disakiti, difitnah atau dilukai, padahal Saudara tidak melakukan kesalahan apa pun?  Secara naluriah kita pasti memiliki kecenderungan membalas sakit hati kita.  Inilah prinsip yang diterapkan orang-orang dunia ketika mereka disakiti:  pembalasan akan lebih kejam dari pada perbuatan.

     Haruskah orang Kristen mengikuti jejak mereka?  Bukankah kehidupan orang percaya itu harus berbeda dengan dunia?  FirmanNya,  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2).  Kehendak Tuhan bagi kita:  tidak melakukan pembal…

Menyenangkan Hati TUHAN

Baca:  Lukas 19:28-44

"Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya."Lukas 19:31





        Setelah diselamatkan dan mengalami kelahiran baru di dalam Kristus setiap orang percaya harus terus bertumbuh di dalam Dia, sebab proses keselamatan itu harus dikerjakan terus-menerus sampai kita menjadi serupa dengan Kristus.  Paulus kepada jemaat di Filipi:  "...tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,"  (Filipi…

PENGIKUT KRISTUS: Anak-Anak Terang

Baca:  Mazmur 97:1-12

"Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati."  Mazmur 97:11








      Tuhan Yesus menegaskan,  "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."  (Yohanes 8:12).  Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat tidak lagi berada di dalam kegelapan, melainkan berjalan di dalam terang, sebab Tuhan telah  "...memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan."  (1 Petrus 2:9-10).  Dengan kata lain, jika seseorang mengikut Kristus, ia berjalan di dalam terang Tuhan.

     Mengikut Kristus berarti mengikuti jalan yang ditempuh Kristus.  Artinya harus mencontoh dan meneladani kehidupan Kristus dalam segala hal sebagaimana disa…