Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Sikap Hati Yang Benar

Baca:  1 Samuel 30:1-25

"Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga,...Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis." 1 Samuel 30:1






    Ziklag adalah fase terkelam dalam perjalanan hidup Daud sebelum ia menjadi raja, dan sekaligus proses ujian iman terberat baginya.  Apa itu Ziklag?  Ziklag adalah sebuah kota di bawah kekuasaan Filistin yang diberikan raja Akhis kepada Daud.  Selama satu tahun empat bulan Daud tinggal di kota itu.  Mengapa Daud tinggal di Filistin?  Ini adalah bagian dari penyelamatannya dari kejaran Saul yang ketika itu menjadi raja atas Israel.

     Suatu ketika Daud beserta enam ratus tentaranya turut serta dalam peperangan orang-orang Filistin melawan bangsa Israel.  Namun di tengah perjalanan Daud dan pengikutnya diminta untuk ke luar dari peperangan, karena orang-orang Filistin takut jika suatu saat Daud dan pengikutnya akan berkhianat.  Kata raja Akhis,  "Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah.…

Berita Salib KRISTUS

Baca:  1 Korintus 1:18-31

"Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah."1 Korintus 1:18






       Mengapa Injil harus terus digemakan ke seluruh dunia?  Karena dalam Injil terkandung kuasa Allah yang menyelamatkan, menyembuhkan, memulihkan dan membebaskan.  Itulah sebabnya tanda-tanda, keajaiban-keajaiban dan mujizat-mujizat senantiasa menyertai di mana saja Injil diberitakan.  Kekutan Allah dilepaskan ketika Injil disampaikan dengan penuh kuasa.

     Berbicara tentang Injil berarti juga berbicara tentang kebesaran kasih Allah kepada dunia sehingga Ia memberikan PuteraNya Yesus Kristus,  "...supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."(Yohanes 3:16).  Jadi inti dari Injil adalah berita salib Kristus.  Inilah pesan yang tidak boleh dikesampingkan oleh hamba Tuhan yang melayani.  Berita salib Kristus harus sela…

Rela Mati Demi INJIL

Baca:  Matius 14:1-12

"Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya."  Matius 14:10-11






       Yohanes pembaptis bukan hanya setia dan bersungguh-sungguh mengerjakan panggilannya sebagai pembuka jalan bagi Tuhan, ia juga rela mati demi Injil Kristus.  Inilah harga yang harus dibayar sebagai hamba Tuhan pembawa berita kebenaran.  Bukan hanya masuk penjara, tapi juga harus menghadapi kematian tragis, kepala dipenggal.

     Ada banyak ujian yang harus dihadapi para pemberita Injil karena banyak orang tidak senang dengan berita Injil dan lebih suka hidup dalam kegelapan.  Mereka benci mendengar nama Yesus.  "Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat." (Yohanes 3:19).  Itulah sebabnya mereka melakukan segala cara untuk menghambat pemberitaan Injil dan tidak segan-s…

Kita Adalah Saudara

Baca:  Roma 15:1-13

"Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."Roma 15:7







     Sebagai anggota jemaat Tuhan, kita harus berusaha untuk menciptakan kerukunan satu sama lain, supaya gereja tetap kuat dah kokoh.  Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda  (status, suku, pendidikan dan sebagainya)  kita adalah satu, "...sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh," (1 Korintus 12:12).  Jadi kita harus menerima dan memperlakukan orang lain sebagai saudara, sebagaimana Kristus telah menerima dan melayani jiwa-jiwa tanpa pandang bulu,  "supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita."  (1 Korintus 12:25-26).  Keadaan i…

Pentingkan Firman TUHAN

Baca:  2 Timotius 3:10-17

"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus."2 Timotius 3:15





       Apakah Saudara membaca Alkitab setiap hari?  Mungkin ada yang berkata tidak sempat.  Kita seringkali sulit menyediakan waktu membaca Alkitab dan berdoa.  Tapi untuk hal-hal lain?  Masih banyak orang Kristen yang walaupun sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun belum juga membaca Alkitab secara keseluruhan mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu.

     Memang kita akui tidak mudah mendisiplinkan diri membaca Alkitab secara rutin.  Bahkan tidak sedikit orang Kristen yang hanya membuka Alkitabnya saat ibadah di gereja, padahl  "... Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya...Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman,"(Roma 1:16-17).  Jangan sekali-kali meremehkan Injil, karena…

INTIMACY (KEINTIMAN): Kunci Mengerjakan Misi

Baca:  Yesaya 42:1-9

"Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya,..."  Yesaya 42:1







      Sebelum melangkah ke luar mengerjakan misi Tuhan, kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sebab panggilan melayani berkenaan dengan hati yang rela menyerahkan diri kepada Tuhan, seperti Yesaya:  "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"  (Yesaya 6:8).

     Panggilan adalah dasar pelayanan kita.  Jadi keterlibatan kita dalam melayani Tuhan bukan karena adanya keterpaksaan, ikut-ikutan, ajang pamer, apalagi disertai dengan motivasi yang tidak benar  (terselubung).  Bagaimana supaya hati kita benar-benar siap dan layak untuk melayani Dia?  Kita harus memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan.  Semakin kita karib dengan Tuhan semakin Ia membentuk dan memproses kita sesuai dengan rencanaNya.  Alkitab mencatat,  "Bukankah firm…

Hidup Untuk Sebuah Misi

Baca:  Mazmur 67:1-8

"supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa."Mazmur 67:3








        Jika menyadari bahwa hidup kita ini telah ditebus oleh darah Kristus, tidak seharusnya orang Kristen bersikap acuh tak acuh terhadap pelayanan.  Bukankah banyak di antara kita yang dengan sengaja menghindar atau menolak secara terang-terangan jika diimbau untuk melayani Tuhan?  Padahal  "...kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10).

     'Pekerjaan baik' yang dimaksud adalah pelayanan kita.  Jadi Tuhan memanggil kita untuk melayani Dia dan memberikan sumbangsih bagi kerajaanNya dan sesama, sebagaimana dilakukan Yesus ketika ia berada di bumi yaitu melayani bapa.  "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya."  (Yohanes 17…

GEREJA: Sebuah Keluarga Allah

Baca:  Efesus 2:11-22

"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah," Efesus 2:19






       Setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus memiliki status baru dalam hidupnya, yaitu disebut sebagai anak-anak Allah:  "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus."(Galatia 3:26).  Dengan demikian Allah menjadi Bapa kita, kita menjadi anak-anakNya dan orang-orang percaya lainnya menjadi saudara-saudara kita dalam sebuah keluarga rohani.  Rasul Yohanes menambahkan,  "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah." (1 Yohanes 3:1).  Jadi,  "...kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."(Galatia 4:7).

     Sebagai anak, kita membutuhkan suatu tempat untuk kita tinggal d…

Garam Dunia

Baca:  Matius 5:13-16

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." Matius 5:13






        Seringkali kita tidak menyadari bahwa sebagai seorang Kristen kehidupan kita selalu menjadi sorotan orang-orang di luar Tuhan.  Rasul Paulus mengatakan,  "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang." (2 Korintus 3:2).  Kita ini adalah surat yang terbuka, yang dapat dibaca dan dilihat oleh semua orang.  Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dalam menjaga sikap dan perilaku hidup kita sehari-hari.  Jangan sampai kita menjadi batu sandungan bagi mereka atau menjadi buah mulut (negatif) sehingga nama Tuhan tercoreng karena perbuatan kita.  Ayat nas menegaskan bahwa keberadaan kita ini adalah sebagai garam di tengah-tengah dunia.  Apa nilai lebih dari garam sehingga Alkitab menggunakan kata ini untuk mengkiaskan kehid…

Taat

Baca:  1 Petrus 1:13-25

"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu," 1 Petrus 1:14







      Dalam menjalani hidup ini banyak orang Kristen maunya yang enak-enak saja, layaknya melewati jalan tol yang bebas hambatan:  diberkati, disembuhkan, dipulihkan, hidup yang terus naik dan sebagainya, tapi kita tidak mau melewati proses atau membayar harga.  Tuhan Yesus berkata,  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24).  

     Menyangkal diri dan memikul salib berbicara tentang ketaatan.  Tapi sayang, jika ada hamba Tuhan yang begitu keras berkhotbah tentang ketaatan banyak di antara kita yang merasa tersinggung, marah dan berusaha untuk menghindarinya, serasa 'alergi' mendengarnya.  Kita lebih suka mendengar kotbah dari hamba Tuhan yang isinya ringan, lucu dan menghibur.  Kita inginnya hidup semau kita saja.  Kita menganggap bahwa k…

Berkat TUHAN Tersedia Bagi Orang Benar

Baca:  Mazmur 5:1-13

"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai." Mazmur 5:13







     Dalam kitab Maleakhi ditegaskan bahwa akan ada perbedaan antara kehidupan orang benar dan orang fasik.  Terhadap orang benar Tuhan menegaskan,  "Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia." (Maleakhi 3:17).  Ini membuktikan bahwa orang-orang benar senantiasa berada dalam pengawasan Tuhan,  "Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai."  (ayat nas).  Berkat-berkat Tuhan disediakan bagi orang-orang yang hidup sesuai dengan kehendakNya.  Itulah sebabnya Pemazmur berkata,  "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya…

Penghambat Berkat Bagi Bangsa

Baca:  2 Tawarikh 7:11-22

"dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."  2 Tawarikh 7:14




        Merdeka!  Merdeka!  Merdeka!  Hari ini kita memperingati hari kemerdekaan bangsa kita yang ke-71 tahun.  Bagi manusia umur 71 tahun adalah usia lanjut, tapi bagi suatu negara masih tergolong sangat muda jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah merdeka ratusan tahun, semisal Amerika Serikat yang merdeka sejak 4 Juli 1776.  Namun kita patut bersyukur kepada Tuhan karena bangsa kita telah terbebas dari perbudakan dan penjajahan bangsa lain.  Ini adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai dan patut disyukuri!

     Sayang, meski telah mencapai usia 71 tahun, negara ini belum juga berhasil menegakkan kebenaran, keadilan maupun mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.  Di sana-s…

TUHAN itu Murah Hati

Baca:  Mazmur 30:1-13

"Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai."Mazmur 30:6






     Kita adalah orang-orang yang beruntung karena memiliki Tuhan yang hidup dan berlimpah kemurahan.  "Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"(Ratapan 3:22-23).  Ayat ini menegaskan bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan, rahmatNya takkan pernah habis dan selalu baru.  Luar biasa!

     Salah satu contoh orang yang beroleh kemurahan dari Tuhan adalah Rahab.  Siapa itu Rahab?  Alkitab mencatat bahwa Rahab adalah seorang wanita sundal yang tinggal di Yerikho, sebuah kota yang dikutuk oleh Yosua.  Sebagai wanita sundal, bukankah ia masuk kategori sebagai 'sampah' masyarakat?  Bagaimana mungkin ia beroleh kemurahan dari Tuhan?  Bukan tanpa alasan bila Rahab mengalami pembelaan Tuhan.  Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa  &quo…

Bersyukur -lah

Baca:  Mazmur 138:1-8

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu."Mazmur 138:1







      Biasanya orang akan bersorak-sorai dan beria-ria ketika sesuatu yang menyenangkan dialaminya.  Itu adalah ekspresi wajar.  Namun jika yang dihadapi adalah penderitaan dan kesesakan, adakah sorak-sorai dan tawa lepas?  Justru yang terjadi sebaliknya:  sedih, murung, kecewa dan putus asa.

     Mari perhatikan perkataan nabi Habakuk ini:  "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." (Habakuk 3:17-18).  Saat itu Habakuk sedang dihadapkan pada situasi yang sangat sulit:  melihat kejahatan yang dilakukan orang-orang sebangsanya dan juga penindasan dar…

Memulai Hari Dengan Pujian

Baca:  Mazmur 145:1-21

"Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya." Mazmur 145:1







      Apa yang Saudara pikirkan saat bangun tidur di pagi hari?  Banyak orang mengawalinya dengan memikirkan masalah dan kemustahilan sehingga pikiran mereka selalu diliputi kegelisahan, ketakutan, kemarahan atau emosi.  Berbeda dengan Daud selalu memulai harinya dengan berdoa dan mempersembahkan puji-pujian bagi Tuhan.  Bahkan  "Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau,"(Mazmur 119:164).  Tidak sedikit orang Kristen lupa melakukan hal ini.  Mereka berpikir memuji Tuhan itu cukup dilakukan saat beribadah di gereja atau persekutuan saja.  Itu salah besar!  Memuji Tuhan tidak mengenal waktu, tempat dan keadaan.  Kapan pun, di mana pun bagaimana pun keadaan kita, puji-pujian bagi Tuhan harus kita naikkan.

     Memuji Tuhan adalah tindakan yang wajar dan normal bagi orang percaya.  Kita tidak perlu menjadi worship l…

Iblis Harus Dilawan

Baca:  2 Korintus 11:1-6

"Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya."2 Korintus 11:3






      Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena mereka menjadi korban tipu daya Iblis.  Dengan segala kelicikannya Iblis memutarbalikkan firman Tuhan, dan Hawa menjadi bimbang (ragu) terhadap apa yang difirmankan Tuhan kepadanya;  akhirnya ia melakukan apa yang dilarang oleh Tuhan.  Iblis pun tersenyum lebar karena rencananya berhasil.

     Di hari-hari menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat ini biarlah kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan supaya kita kuat dan mampu bertahan menghadapi pekerjaan Iblis yang terus berusaha menyesatkan orang-orang yang lemah.  Yakobus mengingatkan,  "...tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" (Yakobus 4:7).  Mengapa kita harus tunduk kepada Tuhan?  Karena inilah kunci mengalahkan Ibli…

Video Renungan Kristen - Menutup Buku Masa Lalu

Baca:  Yesaya 43:22-28

"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu."  Yesaya 43:25



      Setiap orang pasti memiliki masa lalu dalam hidupnya:  yang baik dan juga yang buruk.  Masa lalu yang buruk acapkali sulit sekali kita lupakan dan terus menghantui setiap langkah hidup kita.

     Namun ayat nas di atas meyakinkah kita bahwa kita tidak perlu lagi mengingat-ingat dosa dan pelanggaran kita di masa silam.  Mengapa?  Karena  "...Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."  (Roma 5:8).  Jadi, jika kita telah mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan dan bertobat, Dia akan mengampuni dosa-dosa kita.  Karena itu janganlah mengingat-ingatnya lagi.  "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  (Yesaya 1:18).  Bila kita terus menginga-ingat dosa masa lalu, Iblis aka…