Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Hidup Sama Seperti KRISTUS

Baca:  1 Yohanes 2:1-6

"Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."1 Yohanes 2:6








      Kita telah memahami bahwa menjadi Kristen berarti harus hidup sama seperti Kristus, artinya kita harus meneladani Dia dan hidup menurut cara yang Tuhan tetapkan.  Namun hidup sama seperti Kristus bukan berarti kita menjalani hidup yang sangat berat, tidak bebas, dengan tumpukan tugas dan tanggung jawab serta segudang larangan.

     Tak beda dengan seorang anak dalam sebuah keluarga, kita pun tidak bisa hidup semaunya sendiri.  Orangtua kita pun punya 'rambu-rambu' yang tidak boleh dilanggar oleh anak-anaknya.  Karena itu sebagai anak kita harus patuh dan tunduk kepada ayah (orangtua) kita.  Alkitab menasihati,  "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;  karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."

Sehat dan Kuat Rohani

Baca:  Efesus 3:14-21

"Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu," Efesus 3:16







       Banyak cara yang ditempuh orang untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan prima, di antaranya melalui olahraga.  Ada yang hanya jogging dengan mengitari taman di sekitar komplek rumahnya, bermain tenis, bulutangkis, berenang, 'gowes' (bersepeda) dan juga ber-fitness ria di tempat-tempat kebugaran, plus mengkonsumsi makanan yang bergizi dan vitamin.  Sedihnya, banyak orang yang begitu berkonsentrasi untuk menjaga kesehatan jasmaninya, namun mengabaikan kesehatan rohaninya.  Memang secara jasmani mereka terlihat sehat dan kuat, tetapi secara rohani belum tentu mereka sehat.  Itulah sebabnya firman Tuhan menasihati,  "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (…

HATI YANG HANCUR: Berharga Di Hadapan Tuhan!

Baca:  Mazmur 51:1-21

"Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." Mazmur 51:19







       Sebelum menjadi bejana yang indah dan berharga, tanah liat harus mengalami proses pembentukan yang dikerjakan oleh seorang penjunan (tukang gerabah).  Tanah liat itu terlebih dahulu harus dihancurkan, dibuang kerikil-kerikilnya, lalu diolah dan harus melewati proses pembakaran.  Begitu juga dengan sebidang tanah.  Sebelum benih dapat disemaikan, seorang petani harus terlebih dahulu mengolah tanahnya dengan cangkul dan bajak, kemudian mengairinya dan barulah tanah tersebut siap untuk ditanami.

     Setiap anak Tuhan yang rindu dipakai sebagai alat kemuliaan Tuhan tak luput dari proses pembentukan.  "Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu." (Yesaya 64:8).  Jadi,  "Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: 'Apakah yang kaubuat?' atau yan…

Serasa Dalam Jurang

Baca:  Mazmur 130:1-8

"Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!"Mazmur 130:1








        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata jurang adalah lembah yang dalam dan sempit, serta curam dindingnya;  suatu tempat yang sangat gelap dan mengerikan.  Ketika seseorang sedang melewati jalan yang disisinya ada jurang, pastilah ada rambu supaya kita hati-hati.  Jika tidak berhati-hati bisa fatal akibatnya.  Jika sudah terperosok/jatuh ke dalam jurang curam, sulit rasanya untuk tetap hidup.  Jika hidup pun sulit menyelamatkan diri sendiri, kita pasti membutuhkan pertolongan orang lain.  Tak bisa dibayangkan betapa ngeri dan menderitanya bila seseorang jatuh ke dalam jurang.

     Terkadang kita juga mengalami keadaan yang demikian, di mana masalah dan kesesakan datang melanda hidup kita.  Kita pun merasa tak berdaya, sedih, perih, sakit, putus asa, seperti berada di dalam 'jurang' yang sepertinya tidak ada harapan dan kita tidak tahu harus berbuat apa.  Keadaan …

Bersedia Dikoreksi

Baca:  Mazmur 26:1-12

"Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku."Mazmur 26:2








        Ketika melakukan sebuah kesalahan tidak semua orang mau ditegur dan dikoreksi.  Kita cenderung membenarkan diri sendiri atau menganggap diri paling benar.  Orang yang merasa dirinya pintar seringkali berpikir bahwa setiap perkataan dan keputusannya adalah selalu benar, sehingga ia sering menempatkan kelemahan, kekurangan dan kesalahan pada pihak lain, seperti kata Alkitab:  "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"(Matius 7:3).  Juga yang telah memiliki kedudukan tinggi atau kaya seringkali menjadi sombong atas apa yang telah diperolehnya, sehingga tidak sedikit yang memandang rendah orang lain.  Orang seperti ini juga biasanya mudah marah dan tersinggung apabila ditegur dan dikoreksi orang lain.

     Mari belajar dari Daud, yang walaupun memiliki kedudukan tinggi sebagai raja, terkenal, m…

Kepenuhan Di Dalam KRISTUS

Baca:  Kolose 2:6-15

"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia."Kolose 2:6







     Sebagai orang Kristen kita tidak hanya cukup percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat saja, namun harus makin bertumbuh di dalamNya.  Kita harus berupaya untuk mengenal Dia lebih dalam lagi.

     Masakan sudah bertahun-tahun menjadi Kristen tapi pengenalan kita akan Tuhan tetap saja dangkal?  Apakah kita masih pada tingkat Kristen kanak-kanak walaupun secara fisik kita sudah dewasa atau bahkan sudah tua?  "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras."(Ibrani 5:12).  Akibatnya ketika ada masalah atau badai hidup kita akan mudah sekali kecewa dan meninggalkan Tuhan.

     Rasul Paulus menasihati,  "...hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia."  Kata tetap berarti tidak …

Mengasihi Orang Lain

Baca:  Roma 12:9-21

"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."  Roma 12:10







        Tanda dari seseorang yang telah lahir baru (manusia baru) adalah memiliki kasih.  Sebagai orang percaya kita ini adalah ciptaan baru di dalam Kristus (baca 2 Korintus 5:17).  Yang menjadi pertanyaan:  sudahkah kita menjadi orang Kristen yang penuh dengan kasih?  Ini perlu ditanyakan karena kekristenan tidak dapat dipisahkan dari kasih.  Mengapa pula hingga detik ini kita masih saja menjadi orang yang egois, pendendam, punya sakit hati, kebencian, kepahitan dan tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain?  Alkitab dengan jelas menyatakan:  "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya."(1 Yohanes 4:20).

     Mengasihi orang lain atau sesama kita adalah kehendak …

Mengasihi TUHAN Dengan Sungguh

Baca:  Yohanes 14:15-31

"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku."  Yohanes 14:21a







       Apakah Saudara mengasihi Tuhan?  Jika Saudara menjawab 'ya', apakah buktinya?  "Setiap Minggu saya ke gereja, sudah terlibat dalam pelayanan.  Saya adalah penyandang dana terbesar pembangunan gereja."  Benarkah ini sudah menjadi bukti atau ukuran bahwa kita mengasihi Tuhan, bila kita melakukan itu semua hanya sebatas aktivitas lahiriah?

     Dalam Markus 12:30 dikatakan,  "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."  Kata segenap berarti menempatkan Tuhan pada skala prioritas utama dalam hidup.  Kita menjadikan Tuhan sebagai subyek kasih satu-satunya, tidak ada yang boleh kita kasihi lebih daripada Tuhan.  Dia adalah yang utama dan nomor satu dalam segala hal.  Tidak ada siapa pun dan apa pun yang dapat menggeser posisi Tuhan dalam hi…

KASIH TUHAN: Dasar Kekristenan

Baca:  Mazmur 36:1-13

"Ya Tuhan, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan."  Mazmur 36:6








       Siapa di antara kita yang masih ragu akan kasih setia Tuhan?  Jika ada, berarti kita adalah orang-orang yang tidak tahu berterima kasih.  Bukankah di setiap langkah hidup ini, di setiap hela nafas yang kita hirup, setiap detik, kita merasakan kasih Tuhan?  Rasul Yohanes menulis,  "...Allah adalah kasih. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."(1 Yohanes 4:8, 10).

     Pernyataan bahwa Tuhan adalah kasih memberi pengertian kepada kita bahwa Tuhan adalah sumber kasih itu sendiri sehingga Dia tidak dapat dipisahkan dari sifat dasarnya yang adalah kasih.  Jadi di dalam Tuhan ada kasih yang melimpah.  Sungguh, tidak ada kata lain bagi kita selain harus selalu mengucap syukur!  "Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manus…

Rencana Tuhan Pasti Terlaksana

Baca:  2 Samuel 5:1-10

"Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda." 2 Samuel 5:5






       Setiap manusia pasti memiliki rencana dalam hidupnya, tapi tidak semuanya akan terlaksana atau terwujud sebab Tuhanlah yang menentukan.  Tertulis:  "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana."  (Amsal 19:21).  Kita harus selalu ingat bahwa hidup dan mati kita sangat bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.  Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi sombong atau memegahkan diri.  "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amsal 27:1).  Namun bila Tuhan yang memiliki rencana, kehendak atau keputusan, semuanya pasti akan terlaksana dan tergenapi, sebab  "...Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2).

     Begitu juga ketika Tu…

Masalah, Masalah dan Masalah

Baca:  Mazmur 22:1-32

"Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya."  Mazmur 22:25





        Selama kaki kita masih menginjak bumi, kehidupan kita tidak akan pernah luput dari masalah atau pergumulan hidup.  Setiap manusia tanpa terkecuali pasti menghadapi masalah, sebab masalah dapat menyerang siapa saja.  Begitu juga dalam perjalanan kekristenan kita, Tuhan tidak pernah berjanji bahwa setelah mengikut Dia kita akan terbebas dari masalah.  Tertulis:  "Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu;" (Mazmur 34:20).  Tuhan berjanji bahwa di dalam Dia selalu ada pertolongan dan jalan keluar.  Melalui kuasa Roh KudusNya Tuhan akan menopang, menguatkan dan menyertai kita.

     Seringkali ketika sedang dalam masalah dan kesesakan banyak dari kita yang mudah tersulut emosinya, kecew…

Sudahkah Kita Berbuah ?

Baca:  Lukas 6:43-45

"Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya."  Lukas 6:44








      Ketika kita menanam biji buah-buahan, apa yang kita harapkan?  Tentunya kita berharap suatu saat nanti biji itu akan bertumbuh dan akhirnya akan menghasilkan buah.  Namun jika setelah menunggu sekian lama ternyata pohon-pohon itu hanya lebat daunnya tetapi tidak ada buahnya sama sekali, padahal kita sudah berjerih lelah untuk merawat, mengairi dan memberinya pupuk setiap hari dalam kurun waktu yang tidak singkat, tentunya akan membuat kita dongkol dan kecewa.  Ini seperti perumpamaan tentang pohon ara yang disampaikan Tuhan Yesus:  "Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!" (Lukas 13:7).  Pohon yang tidak berbuah pasti akan mengecewakan pemiliknya.

     Begitu juga dengan kehidupan orang Kristen yang tidak berbuah, Tuhan Yesus pun berkata,  "Setiap ranting pada-Ku yan…

Mengerti Isi Hati TUHAN

Baca:  Mazmur 119:89-112

"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."  Mazmur 119:97








        Siapa yang tahu isi hati kita?  Tak seorang pun kecuali Tuhan dan diri kita sendiri.  Atau, orang lain akan tahu isi hati kita jika kia mau terbuka dan mengungkapkannya dengan jujur.  Sungguh, dalamnya lautan dapat diduga, tetapi dalamnya hati tiada yang tahu.  Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya, berlaku pura-pura atau mengenakan 'topeng' di hadapan sesamanya.  Itulah sebabnya Tuhan menegur keras ahli Taurat dan orang-orang Saduki,  "...hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran."  (Matius 23:27).

     Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya terhadap sesamanya tapi berbeda dengan Tuhan, yang walaupun adalah Pribadi Mahakudus, tidak menutup diri terhadap manusia.  Isi hati Tuhan…