Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Tidak Melanggar Perjanjian

Baca:  Ibrani 9:11-28

"Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama."  Ibrani 9:15




    Perjanjian adalah kesepakan dua pihak.  Perjanjian haruslah saling menguntungkan, tidak ada pihak yang dirugikan.  Bila ada yang melanggar perjanjian akan ada sanksinya.

     Sebagai orang percaya, kita ini adalah anak-anak perjanjian Tuhan atau umat yang hidup di dalam perjanjiannya.  Bahkan perjanjianNya diteguhkan dengan darah Kristus.  "Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbu…

TUHAN Menyediakan Mahkota

Baca:  Wahyu 3:7-13

"Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu."  Wahyu 3:11







       Tak seorang pun atlet yang tidak menginginkan sebuah kemenangan.  Karena itu mereka berlatih dengan keras setiap hari tanpa kenal lelah demi satu tujuan yaitu menjadi juara.  Mereka tidak ingin hanya menjadi atlet yang biasa-biasa saja atau mediocre.  Meraih medali atau piala adalah sasaran utamanya!

     Begitu juga dalam perjalanan kekristenan ini, setiap kita adalah atlet-atlet yang sedang berjuang dalam sebuah 'kejuaraan iman'.  Berjuang berarti berusaha dengan penuh semangat dan tekad yang tinggi, karena dalam  "kamus"  atlet tidak ada istilah bermalas-malasan atau ogah-ogahan saat berlatih atau bertanding.  Sebagai  'atlet rohani', rasul Paulus pun bertekad,  "...ku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya s…

KASIH: Tanda Manusia Baru

Baca:  1 Yohanes 3:11-18

"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."  1 Yohanes 3:18







       Sebagai makhluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri, kita memerlukan orang lain.  Dan dalam hubungannya dengan orang lain inilah kasih diperlukan.  Berbicara tentang kasih berarti berbicara soal hati dan juga roh, karena kasih yang sempurna adalah kasih yang keluar dari hati yang terdalam oleh karena kuasa Roh Kudus.  Kasih yang sempurna hanya bisa dilakukan oleh orang Kristen yang sudah mengalami lahir baru.  Allah telah memberikan teladan perihal kasih yang sempurna itu (kasih agape) yaitu dengan mengaruniakan PuteraNya yang tunggal bagi dunia, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal (baca  Yohanes 3:16).  Tuhan Yesus pun rela menyerahkan nyawaNya demi menebus dosa umat manusia.

     Tidak semua orang bisa mengasihi orang lain atau sesamanya secara sempurn…

Aliran Sungai TUHAN

Baca:  Yehezkiel 47:1-12

"Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."  Yehezkiel 47:12



        Kehidupan orang percaya di tengah-tengah dunia ini harus memiliki dampak dan menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang di sekitarnya, seperti Ezra yang kita bahas dalam renungan kemarin.  Untuk bisa berdampak kita harus makin karib dengan Tuhan dan mengasihi Dia lebih lagi.  Rasul Paulus menasihati,  "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." (Kolose 2:7).  Kita harus hidup menurut pimpinan Roh kudus  (baca  Galatia 5:16), yang berarti mengalir bersama Roh Kudus dan tenggelam di dalamNya.

     Suatu ketika Tuhan …

EZRA, Bereputasi Baik

Baca:  Ezra 7:1-28a

"Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan Tuhan, Allah Israel."  Ezra 7:6b







      Kepulangan orang-orang Israel dari Babel pertama kali terjadi di zaman pemerintahan raja Koresh.  "Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana."(Ezra 2:2).  Berikutnya kloter kedua terjadi ketika raja Artahsasta yang memerintah.

     Pada kepulangan yang ke-2 ini Ezra dipercaya raja untuk memimpin orang-orang Israel.  Untuk beroleh mandat dan dipercaya oleh seorang raja, apalagi di negeri orang asing, bukanlah hal yang mudah.  Tentunya Ezra harus terlebih dahulu menunjukkan kualitas hidupnya yang di atas rata-rata.  Dilihat dari kebiasaan hidupnya, Ezra karib dengan Tuhan dan memiliki hati yang takut akan Dia.  Ezra bukan hanya ahli atau mahir tentang Alkitab tapi juga sebagai pelaku firman:  "Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukan…

HIDUP KUDUS: Panggilan Tuhan Bagi Kita

Baca:  Ibrani 12:1-17

"...kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan."  Ibrani 12:14








     Seberapa sering kita mendengar kotbah atau membaca renungan tentang kekudusan?  Sangat sering tentunya.  Mengapa harus terus dan selalu disampaikan?  Karena firman Tuhan tegas menyatakan bahwa tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

     Jadi hidup dalam kekudusan adalah kehendak Tuhan bagi setiap orang percaya tanpa terkecuali.  Rasul Petrus juga mengingatkan,  "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,...Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."  (1 Petrus 1:15, 18-19).  Hal ini menunjukkan bahwa keku…

Tanpa Penyertaan TUHAN

Baca:  1 Samuel 5:1-12

"Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod."  1 Samuel 5:1







       Bagi bangsa Israel Tabut Tuhan atau Tabut Perjanjian itu sangat penting.  Tabut Tuhan adalah tanda kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka, tanda penyertaan Roh Tuhan atas mereka.  Bisa dibayangkan bagaimana keadaan bangsa Israel tanpa Tabut Allah:  sangat kacau, penuh persoalan, peperangan dan ancaman dari berbagai sisi kehidupan.

     Pada waktu Tabut Perjanjian itu berada di negeri orang Filistin, mereka mengalami masa-masa yang sangat berat, karena tanpa Tabut itu berarti mereka tidak lagi mengalami penyertaan Tuhan.  Orang Filistin membawa Tabut Tuhan itu ke negerinya setelah mereka mampu mengalahkan bangsa Israel.  "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."  (1 Samuel 4:17).…

Mengapa ? Atau Mengapa Saya ?

Baca:  Titus 3:1-11

"...Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,"  Titus 3:5





       Rasul Paulus menyatakan bahwa Tuhan memberkati kita bukan karena perbuatan baik kita, melainkan oleh karena belas kasihannya.  Tuhan menciptakan kita dengan tujuan supaya kita dapat berjalan seiring denganNya, menikmati persekutuan denganNya dan menikmati berkat-berkatNya.  Inilah yang membuat hidup kita menjadi sangat berarti.

     Jika kita bergerak semakin mendekat kepadaNya kita tidak akan pernah bertanya,  "Mengapa hal ini terjadi?  Mengapa saya?"  Sebaliknya, kepercayaan kita kepada Tuhan akan semakin bertumbuh dan keyakinan kita padaNya akan semakin kuat.  Sangatlah penting menyadari bahwa mengenal Yesus secara benar dan memiliki Dia dalam hidup ini akan membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi kita.  Yesus berdoa,  "Inila…

Berada Di Tanah Perjanjian

Baca:  Ulangan 8:1-20

"Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji Tuhan, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu."  Ulangan 8:10






       Negeri Perjanjian adalah negeri yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham dan keturunannya.  Negeri Perjanjian itu disebut Tanah Kanaan,  "...suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya,"  (Keluaran 3:8).

     Tanah Perjanjian adalah gambaran tentang kehidupan umat Tuhan yang mengalami penggenapan janji-janji Tuhan.  Namun Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa tidak semua orang dapat memasuki negeri yang dijanjikan Tuhan itu, hanya mereka yang taat kepada firman Tuhan.  Sedangkan terhadap orang-orang yang tidak mau taat,  "...TUHAN telah bersumpah, bahwa Ia tidak akan mengizinkan mereka melihat negeri yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

SEPERTI KRISTUS: Hidup dalam Ketaatan!

Baca:  Filipi 2:1-11

"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."  Filipi 2:8







       Yesus berkata,  "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;"  (Matius 20:26b-27).  Kunci menjadi 'besar' adalah menjadi hamba bagi sesama, artinya memiliki kerendahan hati.  Tuhan sangat mengasihi orang yang rendah hati, dan pada saatnya ia akan beroleh peninggian dari Tuhan.  "...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  (Matius 23:12).

     2.  Ketaatan.  Tuhan Yesus adalah teladan utama dalam hal ketaatan.  Dia taat melakukan kehendak Bapa, bahkan sampai mati di atas kayu salib.  Ketika dihadapkan pada cawan penderitaan, Yesus berkata,  "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu…

SEPERTI KRISTUS: Rendah Hati!

Baca:  Filipi 2:1-11

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,"  Filipi 2:5







         Tujuan utama hidup kekristenan adalah menjadi seperti Kristus.  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6).  Setiap orang Kristen harus meneladani Kristus dalam hidupnya dan mengikuti jejak hidupNya sehingga kita menjadi serupa dengan Dia.  Banyak orang Kristen bertanya,  "Mana mungkin sama seperti Kristus?"  Memang, dalam keilahianNya tentu kita tidak akan pernah bisa dan tidak akan mungkin dapat menjadi seperti Kristus.  Tetapi dalam aspek kemanusiaanNya tentu kita bisa dapat sepertiNya, karena ada Roh Kudus di dalam kita;  Roh itulah yang memampukan kita untuk hidup sama seperti Kristus.

     Aspek apa saja yang harus kita teladani?  1.  Kerendahan hati.  Alkitab mencatat,  "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap keset…

Menutup Buku Masa Lalu

Baca:  Yesaya 43:22-28

"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu."  Yesaya 43:25







      Setiap orang pasti memiliki masa lalu dalam hidupnya:  yang baik dan juga yang buruk.  Masa lalu yang buruk acapkali sulit sekali kita lupakan dan terus menghantui setiap langkah hidup kita.

     Namun ayat nas di atas meyakinkah kita bahwa kita tidak perlu lagi mengingat-ingat dosa dan pelanggaran kita di masa silam.  Mengapa?  Karena  "...Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."  (Roma 5:8).  Jadi, jika kita telah mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan dan bertobat, Dia akan mengampuni dosa-dosa kita.  Karena itu janganlah mengingat-ingatnya lagi.  "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  (Yesaya 1:18).  Bila kita terus menginga-ingat dosa masa lalu, Iblis aka…

Kristen 'Padang Gurun'

Baca:  Mazmur 107:4-9

"Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;"  Mazmur 107:4







      Berbicara tentang 'padang gurun', kita pasti ingat tentang perjalanan bangsa Israel.  Setelah mereka keluar dari Mesir, tempat mereka mengalami penindasan dan perbudakan, Tuhan tidak membawa mereka langsung ke Tanah Perjanjian seperti yang dijanjikanNya ("...Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya,"  (Keluaran 3:8)), namun Tuhan membawa mereka terlebih dahulu kepada pengalaman hidup yang luar biasa yaitu melewati padang gurun.

     Kehidupan padang gurun adalah kehidupan yang secara manusia penuh dengan kesulitan, kekurangan, tantangan dan penderitaan.  Sejauh mata memandang yang tampak adalah padang pasir, panas tidak ada perteduhan, susah mendapatkan mak…

Hari TUHAN Sudah Dekat

Baca:  Lukas 21:34-38

"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat."  Lukas 21:34





       Walau hari kedatangan Tuhan Yesus tidak dapat diketahui secara pasti, kita dapat membacanya dari tanda-tanda zaman yang ada.  Alkitab menegaskan bahwa hari Tuhan itu datang seperti pencuri pada malam hari.  Pencuri tidak akan pernah memberitahukan terlebih dahulu rencananya untuk mencuri atau merampok rumah orang, tapi ia akan datang dengan tiba-tiba, tidak terduga sama sekali.  Biasanya pencuri datang pada malam hari saat si tuan rumah sedang tertidur,  "Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar."  (Matius 24:43).

     Kedatangan Tuhan seperti pencuri ini terjadi pada setiap orang yang tidak berjaga-jaga, yang merasa dama…

Tanda-Tanda Akhir Zaman

Baca:  1 Tesalonika 5:1-11

"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam."  1 Tesalonika 5:2







    Tidak seorang pun tahu secara pasti kapan hari Tuhan tiba.  Kita sering mendengar berita di sana sini mengatakan bahwa kedatangan Tuhan akan terjadi tahun sekian...!  Akibatnya banyak orang panik, sampai-sampai ada yang rela menjual harta bendanya, meninggalkan segala aktivitas jasmani dan kemudian berkumpul di suatu tempat untuk menanti-nantika hari akhir itu.  Ternyata hari 'H' yang dinantikan itu tidak terjadi, lalu tidak sedikit orang menjadi kecewa, apatis dan bertanya-tanya,  "Benarkah Tuhan segera datang?  Sejak dulu digembar-gemborkan oleh para hamba Tuhan, tapi sampai sekarang juga belum terjadi."

     Sebagai anak-anak Tuhan kita harus percaya bahwa pada saatnya Tuhan akan segera datang.  Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan baik, selalu waspada dan berjaga-jaga.  Dikatakan, "Tuhan tidak la…

Berani Membayar Harga

Baca:  1 Tesalonika 2:1-12

"...telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat."  1 Tesalonika 2:2





     Karena pertolongan Roh kudus pelayanan rasul Paulus berhasil dan berdampak.  Banyak orang menjadi percaya dan diselamatkan.  Namun Rasul paulus berani membayar harga.  Inilah harga mahal yang harus dibayar olehnya:  ujian, kesukaran, penderitaan dan aniaya.

     Sebelum pergi menuju ke Tesalonika Paulus harus mengalami banyak penderitaan di Filipi:  "...orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mer…

Buah Pelayanan Paulus

Baca:  1 Tesalonika 1:1-10

"Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami." 1 Tesalonika 1:2







         Rasul Paulus adalah figur hamba Tuhan yang layak diteladani semua orang percaya.  Meski dihadapkan pada banyak ujian dan penderitaan, komitmennya untuk melayani Tuhan tetap tak tergoyahkan.  Semangatanya memberitakan Injil Kristus terus membara.

     Bagaimana dengan kita?  Alkitab menasihati,  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11).  Di segala keadaan, semangat dan sukacita Paulus tak pernah berkurang sedikit pun dalam memberitakan Injil seperti yang ia ungkapkan di hadapan jemaat di Tesalonika ini.  Meski kedatangan Paulus dan rekan-rekannya di sana tidak berlangsung lama, namun pelayanan mereka membawa dampak yang luar biasa.  Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata,  "...kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia."  (1 Tesalonika 2:1).  Ada buah…

Menjadi Sahabat Sejati

Baca:  Amsal 27:1-27

"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."  Amsal 27:17








      Ada hal yang seringkali tidak kita pahami yaitu terkadang Tuhan memakai orang lain untuk membentuk kita.  Ayat nas di atas jelas menyatakan bahwa pembentukan karakter ditentukan oleh kerelaannya menerima teguran dan pembelajaran dari orang lain.

     Interaksi atau persekutuan kita dengan orang lain akan  membawa dampak bagi kita:  makin dipertajam, dimatangkan dan didewasakan.  Yang membentuk dan menggesek kita biasanya bukan orang jauh, melainkan orang-orang yang dekat dengan kita.  Oleh karena itu kita harus berhati-hati membangun hubungan dengan seseorang, karena hubungan itu akan membentuk diri kita.  Amsal 13:20:  "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."  dan  "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."  (1 Korintus 15:33).  Orang  bodoh yang bergaul dengan orang bodoh akan tetap menjad…

Kristen ' Mesir '

Baca:  Bilangan 11:1-23

"Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih."  Bilangan 11:5






      Kekristenan merupakan suatu kehidupan dalam perjalanan panjang dan berliku bersama dengan Tuhan seperti perjalanan yang dialami bangsa Israel sebelum mencapai Kanaan dan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan, di mana mereka harus melewati proses demi proses:  berawal dari keberangkatan mereka keluar dari negeri perbudakan di Mesir, kemudian melewati padang gurun dan akhirnya memasuki Tanah Perjanjian.

     Berbicara tentang Mesir, pasti kita teringat penderitaan yang dialami bangsa Israel.  Di Mesir mereka mengalami penindasan dan tekanan hidup yang luar biasa.  "... pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa:...dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu me…

TUHAN Tahu Yang Terbaik Bagi Kita

Baca:  Yesaya 64:1-12"Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian."  Yesaya 64:4Sesungguhnya tiada mata yang tidak pernah melihat hal luar biasa yang telah Tuhan sediakan bagi mereka yang menanti-nantikan Dia.  Kita hanya perlu menanti-nantikan Dia, maka Ia akan menyatakan kepada kita apa pun yang tak dapat dipahami manusia.  Mengapa menanti-nantikan?  Karena tidak semua hal dapat diketahui manusia, sebab:  "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."  (Ulangan 29:29).     Banyak orang yang mempelajari Alkitab percaya bahwa mereka akan bisa memperoleh kehidupan yang kekal.  Tetapi jika mereka tidak datang kepada Yesus dan percaya kepadaNya, maka sebanyak apapun pengetahuan akan firma…

Melupakan Masa Lalu

Baca:  Kejadian 41:37-57"Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.  ... Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."  Kejadian 41:51, 52Sangatlah bagus jika kita memiliki ingatan yang kuat, terlebih-lebih ingatan akan kebaikan Tuhan dalam hidup ini dan kemudian bersyukur kepadaNya.  Kemampuan mengingat kembali apa yang telah kita alami atau pelajari di masa lalu dapat bermanfaat bagi kita di kemudian hari.  Akan tetapi, ada waktu di mana lebih baik bagi kita tidak mengingat hal-hal di masa lalu.     Hal-hal bagaimana yang tidak perlu kita ingat?  Yaitu hal-hal yang dapat melukai hati kita.  Setiap kita pasti pernah mengalami situasi atau keadaan yang menyakitkan dan menyinggung perasaan, bahkan ada orang membenci kita tanpa alasan.  Hasil dari luka-luka dan penolakan seperti itu dapat melekat pada diri kita seumur hidup kita, kecuali kita memilih untuk melupakannya.  Banyak orang yang mengingat terus-menerus inside…