Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Harapan dalam TUHAN

"Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: 'Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?'"  2 Raja-Raja 7:3Kota Samaria telah diasingkan dan dikepung tentara-tentara Aram.  Tentara Aram mengisolasi kota, memutuskan jalur distribusi makanan dan hubungannya dengan dunia luar.  Akibatnya kelaparan terjadi di mana-mana.  Kematian mengancam semua orang, kaya maupun miskin.     Nabi Elisa menubuatkan,  "Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."  (2 Raja-Raja 7:1).  Tetapi salah seorang perwira raja mencemooh nubuatannya, namun Elisa pun menimpalinya,  "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."  (2 Raja-Raja 7:2).  Di situ ada empat orang yang sakit kusta yang tidak mendengar nubuatan Elisa karena mereka tingggal di luar kota (…

Kerjaaan ALLAH di Bumi

Baca:  Lukas 17:20-37

"juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."  Lukas 17:21







       Ketika orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus kapankah Kerjaan Allah akan datang, Dia pun menjawab,  "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,"  (Lukas 17:20).  Apakah maksud Yesus menjawab demikian?  Secara sederhana, Dia ingin menyatakan,  "Saya berdiri di sini".  Hal ini menunjukkan bahwa Kerajaan Allah tidak mungkin diam 'di dalam' orang-orang Farisi, akan tetapi (pada saat itu) Kerajaan Allah ada di tengah-tengah mereka karena Tuhan Yesus sedang ada berdiri di antara mereka.

     Keberadaan Tuhan Yesus menyiratkan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas.  Ini berarti di mana Yesus berada, di situlah Kerajaan Allah itu berada.  Penebusan Allah melalui PuteraNya telah membuat kita, yang percaya kepadaNya, masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Alkitab berkata,  "Bagi Di…

KRISTUS Adalah Kepala

Baca:  Efesus 5:22-33

"Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,"  Efesus 5:29






       Alkitab menegaskan bahwa setiap orang percaya  "...adalah anggota tubuh-Nya."  (Efesus 5:30) dan Kristus sebagai kepalaNya.  "Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."  (Efesus 4:16).  Kita diajarkan bahwa  "...Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya"(Efesus 5:25).

     Kata 'mengasihi' dan 'menyerahkan' ditulis dengan tenses lampau (versi bahasa Inggris: 'loved' dan 'gave'), karena ingin menunjuk kepada tujuan kematianNya, dimana Dia mencari 'mempelai perempuan' bagiNya.  Meskipun penggambaran tentang gereja sebagai mempelai perempuanNya …

Sukacita TUHAN

Baca:  Lukas 10:21-24"Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: 'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,'"  Lukas 10:21Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah seorang yang penuh penderitaan dan kesengsaraan,  "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan."  (Yesaya 53:3).     Dalam Injil Markus 8:12 juga ditulis betapa Yesus sangat sedih dalam hati ketika orang-orang Farisi meminta tanda kepadaNya:  "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda."  (Markus 8:12).  Begitu pula ketika Yesus melihat kota Yerusalem dan berkata,  "...betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu…

Berkat Yang Terus Mengalir

Baca:  Mazmur 65:1-14

"Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya:"  Mazmur 65:10





        Tuhan Yesus berfirman,  "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."  (Yohanes 7:37-38).  Jika kita percaya kepadaNya kita tidak akan pernah mati secara rohani, karena ada tertulis:  "...supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."  (Yohanes 3:15). 

     Sebuah gelombang memiliki pasang dan surut, akan tetapi aliran air kehidupan dari Tuhan tidak dapat dilukiskan seperti layaknya kita melukiskan sebuah fenomena.  Air kehidupan dari Tuhan tidak pernah mengenal kata surut, melainkan selamanya akan pasang dan terus mengalir;  air kehidupan Tuhan tidak naik dan …

Kekristenan adalah KRISTUS

Baca:  Lukas 9:28-36

"Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."  Lukas 9:35







         Sebagai orang-orang Kristen kita bangga memiliki Yesus Kristus sebagai Tuhan dan penyelamat kita.  Kristus itu unik dan sangatlah tidak pantas membandingkan Dia dengan apa pun dan siapa pun.  Dia sangatlah hebat, ajaib, penuh kuasa dan kudus.

     Suatu hari Tuhan Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa, Dia membawa serta Petrus, Yohanes dan Yakobus.  "Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.  Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.  Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem."  (Lukas 9:29-31).  Melihat hal itu, Petrus sangat tertegun dan berbahagia, sehingga ia pun mengajukan usul kepada Tuhan Yesus untuk membangun tiga tenda bagi mereka.  Tetapi segera suar…

Dua Macam Masalah

Baca:  Mazmur 57:1-12

"Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur."  Mazmur 57:8








        Secara umum ada dua macam masalah dalam hidup ini.  Pertama, masalah yang bersifat tidak langsung, muncul dari serangkaian peristiwa.  Masalah semacam ini bisa diselesaikan melalui doa.  Kedua, yang bersifat lebih personal:  penderitaan yang disebabkan oleh proses disakiti, direndahkan atau dipermalukan oleh orang lain.  Perasaan tersakiti seperti itu atau pun penghinaan dari orang lain tampaknya tidak dapat diselesaikan hanya melalui doa, tapi kita pun harus bertindak dan membuka hati untuk melepaskan pengampunan kepada orang-orang yang menyakiti kita.  Jika tidak, sampai kapan pun kita akan tetap merasa terluka, benci, marah, dendam dan pahit hati.  Dan itu tidak berkenan kepada Tuhan dan menjadi penghalang bagi doa-doa kita.  Alkitab menegaskan,  "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian …

Batu-Batu Hidup

Baca:  1 Petrus 2:1-10

"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."  1 Petrus 2:5





      Dalam membangun sebuah rumah diperlukan batu-batu yang berkualitas.  Salah satu contohnya adalah tempat kediaman Salomo, tertulis:  "Tembok dari semuanya ini dibuat dari batu yang mahal-mahal, yang sesuai dengan ukuran batu pahat digergaji dengan gergaji dari sebelah dalam dan dari sebelah luar, dari dasar sampai ke atas, dan juga dari tembok luar sampai kepada tembok pelataran besar."  (1 Raja-Raja 7:9).  Meskipun batu-batu tersebut memiliki kualitas tinggi dan berharga sangat mahal, batu-batu itu tidak bernyawa  (tidak hidup).  Hal ini berbeda dengan Bait Suci Tuhan yang adalah lambang kehadiran Tuhan di tengah umatNya.  Rumah Tuhan dibangun bukan dengan batu-batu yang mati, tetapi dengan batu-batu yang hidup.  Sebuah…

Jangan Pernah Malu

Baca:  2 Timotius 1:1-18"Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita ..."  2 Timotius 1:8Ketika kita malu mengakui bahwa diri kita adalah pengikut Yesus, kita telah menyangkal bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita, yang telah menebus dosa-dosa kita.  Ketika Yesus disalibkan Dia harus menanggung rasa malu oleh karena dosa-dosa kita.  Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Dia dipermalukan pada waktu itu;  Dia begitu direndahkan dan dilecehkan oleh para tentara di Kalvari.  Tidak hanya itu,  "Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya."  (Matius 27:30).     Jika kita mendapat malu karena sesama kita manusia, itu memang porsi kita.  Tidak ada penghinaan yang akan pernah kita terima di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan rasa malu yang harus ditanggung Yesus ketika di kayu salib.  Bahkan,  "Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: 'Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan…

Harapan Membutuhkan Dasar

Baca:  1 Korintus 15:12-34"Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal."  1 Korintus 15:20Memiliki harapan tanpa disertai dengan dasar yang kuat tidak akan berarti apa-apa.  Karena itu kita wajib mempercayai Allah yang telah membangkitkan Kristus dari kematian dan Dia akan membangkitkan kita juga.  Tuhan Yesus berkata,  "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya."  (Yohanes 11:25-26a).     Kita harus yakin terhadap harapan yang terberkati seperti tertulis:  "supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.  Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa k…

Dia Menjaga Hidup Kita

Baca:  Yesaya 49:8-26"Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu."  Yesaya 49:23bAyat nas menyatakan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak akan mendapat malu.  Ini menunjukkan betapa Tuhan sangat mengasihi dan memperhatikan umatNya, sampai-sampai Dia menarik kita ke dalam penantian akan Dia melalui sebuah pernyataan yang meyakinkan yang takkan pernah lekang.     Banyak orang Kristen yang mengerti akan kebenaran ini, bahwa ketika kita berharap dan menanti-nantikan Tuhan, Dia tidak pernah mengecewakan.  Ada berkat yang luar biasa disediakan Tuhan bagi orang-orang yang setia menanti-nantikan Dia.  Namun kita tidak pernah sabar menantikan Tuhan.  Ketika pertolonganNya belum datang kita sudah menyerah dan berpaling dari Dia.  Kita maunya serba cepat dan instan.  Dalam Habakuk 2:3 dikatakan,  "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan…

Jangan Pernah Malu !

Baca:  2 Timotius 1:1-18

"Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita ..."  2 Timotius 1:8








       Ketika kita malu mengakui bahwa diri kita adalah pengikut Yesus, kita telah menyangkal bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita, yang telah menebus dosa-dosa kita.  Ketika Yesus disalibkan Dia harus menanggung rasa malu oleh karena dosa-dosa kita.  Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Dia dipermalukan pada waktu itu;  Dia begitu direndahkan dan dilecehkan oleh para tentara di Kalvari.  Tidak hanya itu,  "Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya."  (Matius 27:30).

     Jika kita mendapat malu karena sesama kita manusia, itu memang porsi kita.  Tidak ada penghinaan yang akan pernah kita terima di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan rasa malu yang harus ditanggung Yesus ketika di kayu salib.  Bahkan,  "Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: 'Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-…

Harapan Membutuhkan Dasar

Baca:  1 Korintus 15:12-34

"Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal."  1 Korintus 15:20






        Memiliki harapan tanpa disertai dengan dasar yang kuat tidak akan berarti apa-apa.  Karena itu kita wajib mempercayai Allah yang telah membangkitkan Kristus dari kematian dan Dia akan membangkitkan kita juga.  Tuhan Yesus berkata,  "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya."  (Yohanes 11:25-26a).

     Kita harus yakin terhadap harapan yang terberkati seperti tertulis:  "supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.  Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi…

TUHAN Menjaga Hidup Kita

Baca:  Yesaya 49:8-26

"Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu."  Yesaya 49:23b






        Ayat nas menyatakan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak akan mendapat malu.  Ini menunjukkan betapa Tuhan sangat mengasihi dan memperhatikan umatNya, sampai-sampai Dia menarik kita ke dalam penantian akan Dia melalui sebuah pernyataan yang meyakinkan yang takkan pernah lekang.

     Banyak orang Kristen yang mengerti akan kebenaran ini, bahwa ketika kita berharap dan menanti-nantikan Tuhan, Dia tidak pernah mengecewakan.  Ada berkat yang luar biasa disediakan Tuhan bagi orang-orang yang setia menanti-nantikan Dia.  Namun kita tidak pernah sabar menantikan Tuhan.  Ketika pertolonganNya belum datang kita sudah menyerah dan berpaling dari Dia.  Kita maunya serba cepat dan instan.  Dalam Habakuk 2:3 dikatakan,  "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya…

Cara TUHAN Ajaib

Baca:  1 Raja-Raja 17:7-24"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."  1 Raja-Raja 17:9Ketika kekeringan dan kelaparan melanda negeri, Elia diperintahkan Tuhan untuk pergi ke tepi sungai Kerit, bagian timur sungai Yordan.  Di sana dia minum dari anak sungai, dan Tuhan memerintahkan burung gagak untuk memberinya makan.  "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu."  (1 Raja-Raja 17:6).  Namun beberapa waktu kemudian anak sungai tersebut kering karena tiada hujan.     Tuhan memerintahkan Elia pergi ke Sarfat di mana dia akan mendapatkan makanan dan tempat tinggal.  Elia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa janda yang seharusnya memberi dia makan keadaannya sangatlah miskin.  Di sini kita tidak bisa mengetahui apa yang ada di pikiran Tuhan.  Secara manusia mustahil, bagaimana mungkin j…