Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Jangan Pernah Takut Gagal

Baca:  Amsal 19:1-29

"Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana."  Amsal 19:21







       Setiap orang pasti memiliki rencana atau rancangan bagi kehidupannya di masa depan.  Karena itu berbagai upaya kita lakukan supaya segala rencana dan keinginan kita terwujud.  Siapa pun kita pasti tidak ingin gagal, bukan?  Kegagalan seringkali menjadi momok yang sangat menakutkan bagi semua orang.

     Sebagai orang percaya kita tidak perlu takut dengan kegagalan asal kita menyerahkan segala rencana hidup kita kepada Tuhan.  Rasul Paulus menasihati,  "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."  (Filipi 4:6), sebab oleh karena kehendak Tuhanlah segala sesuatunya dapat terjadi.  Jika rencana dan kehendak kita selaras dengan kehendak Tuhan pasti semuanya akan terlaksana, sebab  "...Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan t…

MENGAMPUNI ORANG LAIN: Tak Terbatas Jumlahnya

Baca:  Matius 18:21-35

"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Matius 18:21







       Jika ada orang yang berbuat jahat atau menyakiti kita, dunia memiliki prinsip:  pembalasan lebih kejam dari perbuatan!  Tidak sedikit orang Kristen yang turut menerapkan prinsip ini.  Bukankah kita tahu bahwa kekristenan itu identik dengan kasih, yang di dalamnya ada pengampunan?  Alkitab dengan tegas menyatakan,  "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15).  Jadi mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita adalah sebuah keharusan!  Pernyataannya: berapa kali kita harus mengampuni orang lain?  "Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."  (Matius 18:22).

     Dalam kekristenan, hal mengampuni itu tidak ada batasny…

Tidak Ada Yang Sukar Bagi TUHAN

Baca:  1 Raja-Raja 17:7-24

"Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu Tuhan memberi hujan ke atas muka bumi." 1 Raja-Raja 17:14






         Saudara saat ini sedang dalam pergumulan yang berat?  Jangan ragu-ragu untuk datang kepada Tuhan, Dia pasti akan memberikan pertolongan.  Jangan pernah berkata bahwa Tuhan tidak peduli dan membiarkan kita bergumul sendirian.  Dia sangat peduli!  "Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu." (Mazmur 56:9).  Janda di Sarfat mengalami pergumulan berat.  Di tengah kelaparan hebat yang melanda negeri ia hanya memiliki segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli.  Secara logika, janda dan juga anaknya ini sudah tidak memiliki harapan lagi karena tepung dan minyak yang dimilikinya hanya untuk sekali makan.  Namun bila Tuhan turut campur tangan di dalamnya, perkara yang dahsyat dan ajaib pasti terjadi.

   …

Berkat Bagi Orang Jujur

Baca:  Mazmur 50:1-23

"siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."  Mazmur 50:23b







        Orang-orang dunia boleh saja berkata,  "Jujur itu hancur.", tapi sebagai anak-anak Tuhan kita harus berani berprinsip, "...aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia." (Kisah 24:16).  Tidak ada kata 'rugi' apalagi sia-sia bila kita hidup jujur.  Justru sebaliknya ada berkat-berkat luar biasa yang disediakan Tuhan bagi orang yang jujur.  Ayat nas di atas jelas menyatakan bahwa Tuhan sangat mengasihi orang yang jujur jalannya, bahkan Alkitab mencatat:  "...dengan orang jujur Ia bergaul erat." (Amsal 3:32).  Juga dikatakan bahwa "...orang-orang yang jujur akan diam di hadapan-Mu." (Mazmur 140:14b) dan "...doa orang jujur dikenan-Nya." (Amsal 15:8b).  Ternyata Tuhan sangat memperhatikan orang-orang yang hidupnya jujur dan doa orang jujur pasti…

Jujur Menjadi Hancur ?

Baca:  Amsal 21:1-31

"Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya."  Amsal 21:8








        Menurut kamus bahasa Indonesia, arti kata 'jujur' adalah lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, tulus dan ikhlas.  Namun di akhir zaman ini seringkali kata 'jujur' hanya menjadi slogan semata.  Tapi bagaimana dengan prakteknya??  Terlebih-lebih di akhir zaman ini sulit sekali menemukan orang yang benar-benar jujur dalam menjalani kehidupan ini seperti yang dikeluhkan oleh nabi Mikha,  "Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring.  Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!" (Mikha 7:2-3).  Bukankah apa yang disampaikan Mikha ini tidak jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini?  Korupsi, kolusi dan …

TUHAN Yang Bela

Baca:  Mazmur 56:1-14

"Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;"  Mazmur 56:4








         Di tengah zaman yang serba sulit ini tekanan hidup kian berat, akibatnya banyak orang yang mudah stres dan tidak bisa mengendalikan diri.  Beberapa waktu lalu di televisi ada berita yang bikin hati kita miris:  ada seorang ibu yang rela membuang, bahkan nekat mebunuh bayinya sendiri oleh karena tidak kuat lagi menanggung biaya hidup.  Sungguh, saat ini banyak orang diserang oleh berbagai penyakit yang berbahaya, bukan penyakit yang menyerang secara fisik, tapi penyakit yang menyerang jiwa berupa:  penyakit kekuatiran, ketakutan, kecemasan, frustasi, stres, putus asa dan sebagainya.  Faktor ekonomi seringkali menjadi penyebab utama itu semua.

     Alkitab menasihati agar kita tetap kuat di dalam Tuhan.  Kita dapat belajar dari kehidupan Daud yang selalu menaruh percayanya kepada Tuhan sehingga ia beroleh kekuatan saat ia menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya.  Di usia muda, Daud suda…

BERDIAM DIRI: Tuhan Akan Bertindak!

Baca:  Keluaran 14:1-14

"Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."  Keluaran 14:14








         Berdiam diri di sini berarti kita memiliki penyerahan penuh kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan dalam segala perkara dan membiarkan Dia yang bertindak menggantikan kita.  Bukankah seringkali kita merasa mampu, lalu bertindak dengan mengandalkan kepintaran dan kekuatan sendiri mengatasi permasalahan yang kita alami, dan tidak  'berdiam diri'  dalam doa dan mencari hadirat Tuhan?  FirmanNya berkata,  "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Tetapi kamu enggan, kamu berkata: 'Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,' maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: 'Kami mau mengendarai kuda tangkas,' maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi."  (Yesaya 30:15-16).  Mengandalkan kekuatan sendiri dan berharap kepada manusia adalah sia-sia, bahkan Alkitab menegaskan bahwa itu…

Tidak Bisa Diam dan Tenang

Baca:  Yesaya 30:1-17

"Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."  Yesaya 30:15







        Kualitas seseorang salah satunya terlihat dari kemampuannya menguasai diri terhadap ucapan  (menjaga lidahnya), karena kata-katanya akan menyatakan siapa dirinya.  Karena itu kita harus berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan, sebab  "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."  (Amsal 10:19).  Artinya orang yang banyak bicara memiliki kecenderungan melakukan banyak pelanggaran.  Ucapan kita dapat membuat kita berdosa kepada Tuhan  (baca  Mazmur 39:2):  mungkin suka membicarakan orang lain  (bergosip), mengumpat, mengeluh, mencela, menghina, menghakimi, melukai, menipu, merugikan atau memuji-muji diri sendiri dan sebagainya.

     Ada pepatah yang mengatakan bahwa  'diam itu emas'.  Diam yang dimaksud di sini bukan berarti tidak mampu, cuek, masa bodoh …

Ingin Menikmati Semua Yang Baik ?

Baca:  Mazmur 34:1-23

"Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?"  Mazmur 34:13







      Sejak dari semula, Tuhan memiliki rancangan yang baik bagi kehidupan umatNya,  "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  (Yeremia 29:11).  Jadi, semua yang baik itu datangnya dari Tuhan.  Sebaliknya, Iblis selalu memiliki rancangan yang jahat dan buruk bagi kehidupan manusia, karena  "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;"  (Yohanes 10:10a).  Adakah di antara kita yang mau mengalami hal-hal yang tidak baik atau buruk dalam hidup ini?  Tentulah tak seorang pun mau!

     Daud, yang dalam perjalanan hidupnya mengalami banyak masalah dan penderitaan, bahkan sampai harus berpura-pura gila karena beratnya tekanan hidu…

Mewaspadai Isi Hati

Baca:  Markus 7:1-23

"sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,..."  Markus 7:21







     Hati adalah bagian terpenting dalam kehidupan manusia, terlebih lagi bagi orang percaya, karena hidup berkenan kepada Tuhan atau tidak itu sangat bergantung pada apa yang ada di hati kita.  Mengapa?  Karena  "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."  (1 Samuel 16:7b).  Kepada anaknya (Salomo), Daud juga mengingatkan,  "Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita."  (1 Tawarikh 28:9a).  Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan selalu menjaga hati kita supaya tetap berkenan kepada Tuhan.  Ayat nas dengan jelas menyatakan bahwa segala pikiran dan perbuatan jahat  (percabulan, pencurian, pembunu…

Iman Yang Terus Bertumbuh

Baca:  Matius 17:14-21

"Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."  Matius 17:20




      Tuhan menghendaki setiap orang percaya memiliki iman yang teguh.  Ditegaskan bahwa setidaknya kita mmemiliki iman sebesar biji sesawi saja.  Memang, biji sesawi itu sangat kecil, bahkan bisa dikatakan sebagai biji yang paling kecil dari segala jenis benih, tapi jika ditanam dan bila sudah tumbuh, sesawi itu akan lebih besar dari pada sayuran lain, malahan akan tumbuh menjadi pohon yang besar melebihi pohon-pohon lain sehingga burung-burung dapat berlindung atau bersarang di cabang-cabangnya  (baca  Matius 13:32).  Demikian pula halnya dengan iman.  Iman kita tidak boleh statis tapi harus dinamis dan bertumbuh.  Karena itu  "...kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanm…

Ketidakpercayaan Penghalang Mujizat TUHAN

Baca:  Markus 6:1-6a

"Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka."  Markus 6:5






      Berbicara tentang Tuhan Yesus identik dengan membicarakan kuasa dan mujizat, karena di mana ada Tuhan Yesus di situ pasti ada mujizat dan kesembuhan.  Tetapi pembacaan Alkitab hari ini menyatakan bahwa ketika Tuhan Yesus berada di Nazaret tidak terjadi mujizat sebagaimana yang Ia lakukan di tempat-tempat lain.  Mengapa?  Apakah kuasa Tuhan Yesus mulai berkurang?  Tidak, kuasa Tuhan Yesus tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang dan selama-lamanya!  Yang menjadi penyebab utama mengapa mujizat Tuhan tidak terjadi di Nazaret adalah karena ketidakpercayaan orang-orang Nazaret itu sendiri.  Kalau di dalam suatu kumpulan atau kelompok persekutuan ada yang tidak percaya, itu akan menghalangi mujizat Tuhan dinyatakan di tengah-tengah mereka.  Sebaliknya jika semua orang menjadi percaya atau memiliki iman, wala…