Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

FILIPUS: Menjangkau Jiwa di Samaria

Baca:  Kisah Para Rasul 8:4-25

"Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ."  Kisah 8:5







        Kehidupan orang percaya haruslah berbeda dari orang-orang di luar Tuhan.  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2).  Kita harus bisa menjadi  'terang'  di tengah dunia yang gelap ini.  Jadi, hidup yang menjadi kesaksian itulah kehendak Tuhan bagi kita.

     Sebelum naik ke sorga Tuhan Yesus berjanji kepada murid-muridNya,  "...kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."  (Kisah 1:8).  Amanat Agung Tuhan Yesus ini pun dikerjakan dengan setia oleh murid-muridNya, mereka menjangkau jiwa-jiwa di Yerusalem dan Yud…

FILIPUS: Pelayan Tuhan yang Setia

Baca:  Kisah Para Rasul 6:1-7

"Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka."  Kisah 6:6







      Dalam Alkitab ada dua nama Filipus yang termasuk dua belas murid Yesus  (baca  Matius 10:1-4) dan Filipus yang diangkat Petrus menjadi pelayan meja (pelayanan diakonia), bisa kita baca dalam Kisah 6:1-7.  Yang kita bahas hari ini adalah Filipus si pelayan meja.

     Untuk bisa dipercaya sebagai pelayan meja tidaklah mudah dan tentunya bukan sembarangan orang bisa dipercaya.  Alkitab menyatakan bahwa seorang pelayan meja haruslah seorang yang  "...terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat,"  (Kisah 6:3).  Terkenal baik berarti memiliki reputasi yang baik atau nama baik, hidup tidak bercela sehingga menjadi kesaksian bagi banyak orang dan lingkungannya.  Ada tertulis:  "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas."  (Amsal 22:1).  Selain itu i…

Membuang Semua Kedagingan

Baca:  Roma 8:1-17

"Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah."  Roma 8:8








       Perikop dari ayat firman Tuhan yang kita baca ini adalah hidup oleh Roh.  Artinya, setiap orang percaya yang hidupnya telah dimerdekakan dari dosa melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib wajib hidup menurut pimpinan Roh Kudus.  Segala perbuatan dosa  (kedagingan)  harus benar-benar kita tinggalkan, sebab  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).

     Mengapa kita harus membuang semua perbuatan daging?  Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa mereka yang hidup dalam daging tidak akan mungkin berkenan kepada Tuhan  (ayat nas),  "Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,"  (Roma 8:7a).  Adalah sia-sia kita aktif beribadah setiap hari Minggu, ikut persekutuan di mana-mana, bahkan terlibat dalam pelayanan jika kita masih saja hidup dala…

TUHAN Tahu Pergumulan Kita

Baca:  Kejadian 45:1-28

"Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu."  Kejadian 45:5






      Dalam Alkitab dinyatakan bahwa  "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."  (Roma 8:28).  Hal ini menunjukkan bahwa setiap peristiwa yang terjadi dan kita alami tak lepas dari pengawasan mata Tuhan, karena Dia memiliki suatu tujuan di balik setiap persoalan, penderitaan dan sakit-penyakit yang kita alami.  Segala keadaan dan pergumulan apa pun yang sedang kita hadapi, Tuhan tahu, seperti yang dikatakan Daud,  "TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;  Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.  Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi…

FIRMAN TUHAN: Makanan Rohani Orang Percaya

Baca:  Matius 5:1-12

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan."  Matius 5:6







        Supaya tetap kuat dan sehat, tubuh jasmani kita membutuhkan makanan dan minuman yang sehat setiap hari.  Jika kita sering terlambat makan atau minum, tubuh kita pasti akan lemah dan kita akan mudah terserang penyakit.  Demikian pula dengan  'tubuh'  rohani kita, juga sangat membutuhkan  'makanan rohani'  setiap hari, dan makanan rohani yang dibutuhkan itu adalah firman Tuhan, sebab  "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."  (Matius 4:4).

     Supaya  'tubuh'  rohani kita kuat kita pun tidak boleh terlambat mengkonsumsi  'makanan'  rohani tersebut.  Kita harus makan firman Tuhan itu setiap hari, karena siapa pun kita pasti tidak ada yang berkata,  "Aku tidak perlu makan setiap hari, sesekali saja kalau saya menginginkannya."  Sesibuk apa pun pekerja…

Menjadi Kepala dan Bukan Ekor

Baca:  Ulangan 28:1-14

"TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,"  Ulangan 28:13a







        Jika kita memperhatikan keadaan dunia hari-hari ini sungguh makin mencemaskan:  goncangan, krisis dan bencana alam terjadi di mana-mana tanpa dapat diduga oleh siapa pun.  Setiap orang punya cukup alasan untuk takut dan kuatir akan masa depannya.  Namun sebagai orang percaya mari kita perhatikan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan,  "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."  (Ibrani 13:8).

     Apakah dengan bergoncangnya dunia ini, janji Tuhan Tuhan juga turut tergoncang dan berubah kuasanya?  Janji firmanNya takkan tergoyahkan oleh keadaan apa pun yang ada di dunia ini, karena  "...firman Allah tidak mungkin gagal."  (Roma 9:6)  dan  "...tetap untuk selama-lamanya."  (1 Petrus 1:25).  Jadi di segala situasi, segala kondisi dan segala keadaan, janji T…

Janji TUHAN Pasti Digenapi

Baca:  Roma 4:18-25

"Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup."  Roma 4:19






         Kebimbangan adalah senjata ampuh yang dipakai Iblis untuk melemahkan dan menghancurkan iman orang percaya.  Rasa bimbang inilah yang mengakibatkan doa-doa kita tidak beroleh jawaban dan kita tidak dapat menikmati janji Tuhan.  Tertulis:  "asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya."  (Markus 11:23b).  Yakobus juga menegaskan bahwa  "...orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."  (Yakobus 1:6-7).  Banyak anak Tuhan yang mudah kecewa, menyerah di tengah jalan dan tidak lagi bertekun mencari Tuhan saat mereka belum mengalami penggenapan …

Hormati Pemimpin Rohani

Baca:  1 Tesalonika 5:12-22

"Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;"  1 Tesalonika 5:12






        Membicarakan kelemahan dan kekurangan orang lain adalah pekerjaan yang mudah.  Terlebih lagi membicarakan kelemahan dan kekurangan hamba Tuhan atau pemimpin rohani.  Bukankah hal ini masih sering terjadi, jemaat kurang memberikan respek terhadap pemimpin rohaninya?  Tidak sedikit yang cenderung meremehkan, menghakimi dan seringkali menjadikan hamba Tuhan sebagai bahan gosip yang hangat dan menarik untuk dibahas.  Itulah sebabnya Rasul Paulus dengan tegas memberi nasihat agar kita menghormati dan menghargai para pemimpin rohani kita.  Mengapa hal ini perlu ditegaskan?  Karena pemimpin rohani adalah orang-orang yang telah ditetapkan Tuhan untuk memimpin kita dalam kerohanian;  mereka telah bekerja keras untuk mengajar, membimbing, menegor dan menyampaikan kebenaran fi…

Lunturnya Hati Hamba

Baca:  1 Korintus 4:1-21

"Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah."  1 Korintus 4:1







        Rasul Paulus adalah seorang pemberita Injil yang dipakai Tuhan secara luar biasa.  'Sepak terjangnya' di dunia pelayanan tak diragukan lagi dan layak untuk kita teladani.  Melalui pelayanannya banyak jiwa dimenangkan dan diselamatkan.  Sungguh, berbicara tentang kesetiaan, ketekunan, komitmen, pengabdian dan loyalitasnya kepada Tuhan, ia tak diragukan lagi.  Meski demikian Rasul Paulus tetaplah orang yang rendah hati dan tidak sombong.  Dia sadar akan keberadaan dirinya sebagai seorang hamba, yaitu hamba Kristus.

     Kata 'hamba' diambil dari bahasa Yunani, doulos, yang artinya adalah budak.  Tugas seorang budak ialah taat dan setia melayani tuannya.  Siapa Tuan kita?  Tuan kita adalah Tuhan Yesus.  Dan jika Paulus dipilih dan percaya oleh Tuhan sebagai pemberita Injil, baginya merupakan suatu anu…

BERTOBAT: Ada Pertolongan Tuhan

Baca:  1 Samuel 7:2-14

"Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: Sampai di sini Tuhan menolong kita."  1 Samuel 7:12






           Apa arti kata Eben-Haezer?  Eben-Haezer berasal dari kata 'Eben' artinya batu, dan kata 'Ezer' yang berarti penolong.  Jadi secara harafiah 'Eben-Haezer' dapat diartikan batu pertolongan.  Batu ini didirikan oleh Samuel bukan untuk mereka sembah, tapi sebagai batu peringatan kemenangan bangsa Israel atas bangsa Filistin dan juga untuk menegaskan bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber pertolongan dan kemenangan bagi mereka, bukan yang lain.  Tanpa Tuhan, bangsa Israel bukanlah siapa-siapa!

     Apa yang melatarbelakangi didirikannya batu peringatan ini?  Ialah bangsa Israel yang telah lama meninggalkan tabut Tuhan di Kiryat-Yearim dalam waktu yang cukup lama yaitu dua puluh tahun, padahal tabut itu adalah lambang penyertaan Tuhan.  Bukan hanya itu, mereka jug…

Hidup Dalam Pimpinan Roh Kudus

Baca:  Yohanes 16:4b-15

"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;"  Yohanes 16:13a







        Sebagai manusia kita memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa dan lebih memilih hidup menurut keinginan daging.  Hal ini juga diakui oleh Daud,  "Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku."  (Mazmur 51:7).  Pula Rasul Paulus menyatakan,  "Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.  Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat, Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku."  (Roma 7:18-20).  Jujur kita akui bahwa tidak mudah bagi kita untuk menjauh dan melepaska…

TUHAN Tidak Pernah Melupakan Kita

Baca:  Mazmur 10:1-16

"Bangkitlah, Tuhan! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu, janganlah lupakan orang-orang yang tertindas."  Mazmur 10:12







          Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita dalam masalah atau tekanan hidup yang berat  (kesulitan ekonomi, menderita sakit-penyakit)  saat itu Tuhan telah jauh dari kita, Dia meninggalkan dan melupakan kita begitu saja.  Terlepas dari bagaimana keadaan atau kondisi kita, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita!  Dalam Yesaya 49:15 ditegaskan,  "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.  Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."  (Yesaya 49:15-16).  Ini membuktikan bahwa Tuhan sangat memperhatikan dan mengasihi kita.

     Terhadap bangsa Israel, suatu bangsa yang tegar tengkuk, yang seringkali memberontak, tidak setia dan hidup dalam ketidaktaa…

Jangan Tamak Terhadap Harta Kekayaan

Baca:  Amsal 11:1-31

"Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda."  Amsal 11:28







         Tidak ada seorang pun manusia di dunia ini mau hidup dalam kemiskinan atau hidup dalam kekurangan.  Semua orang ingin hidup berkecukupan dan berkelimpahan materi.  Harta atau kekayaan menjadi dambaan setiap orang.  Secara manusia keinginan seperti itu tidaklah salah dan juga bukanlah dosa.  Namun bila kita tidak berhati-hati dalam mengejar kekayaan, kita akan jatuh, "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.  Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."  (1 Timotius 6:9-10).  Karena itu kita harus selalu waspada agar kita tidak terjerat da…

TUHAN Adalah Benteng Kita

Baca: Mazmur 28:1-9

"Tuhan adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!"  Mazmur 28:8







       Daud memiliki pengalaman luar biasa bersama Tuhan.  Ketika mengalami masa-masa suram dalam hidupnya, ia tetap menguatkan hati untuk percaya dan menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan, dan terbukti pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya.  Itulah sebabnya Daud dapat berkata, "Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya." (Mazmur 28:7a).  Daud juga menambahkan bahwa Tuhan adalah benteng keselamatan baginya.  Bahkan Tuhan sendiri menyatakan bahwa Dia adalah benteng bagi umatNya seperti tertulis: "Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng." (Mazmur 48:4).

     Jika berbicara tentang benteng, pikiran kita pasti terarah kepada hal yang berhubungan dengan perang.  Apa itu benteng?  Definisi dari kata benteng adalah bangunan tempat untuk berlindung atau bertahan dari serangan musuh; dinding ata…

Mata Rohani Yang Terbuka

Baca:  Markus 10:46-52

"Tanya Yesus kepadanya: 'Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?' Jawab orang buta itu: 'Rabuni, supaya aku dapat melihat!'" Markus 10:51






      Selama berada di bumi Tuhan Yesus tidak pernah berhenti bekerja.  "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." (Yohanes 5:17), dan Ia pun menambahkan, "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34). 

     Suatu ketika Tuhan Yesus berada di kota Yerikho bersama dengan murid-muridNya, dan orang berbondong-bondong mengikutiNya.  Mengapa? Karena mereka tahu bahwa di mana ada Tuhan Yesus di situ pasti terjadi mujizat!  Dan keberadaan Tuhan Yesus di situ di dengar pula oleh Bartimeus, seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan.  Di zaman dahulu pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pengemis hanyalah mengemis atau mengharapkan belas kasihan dari orang lain, tidak lebih.  Itulah sebabnya banyak …

Kunci Mengalami Ketenangan Hidup

Baca:  Mazmur 62:1-13

"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku."  Mazmur 62:2








          Di manakah kita akan menemukan ketenangan dalam hidup ini?  Banyak orang berpikir bahwa hidup tenang hanya akan mereka rasakan ketika mereka punya uang ratusan juta atau deposito di bank, kekayaan yang melimpah, punya satpam yang menjaga rumah kita selama 24 jam penuh dan sebagainya.  Fakta membuktikan, banyak orang kaya yang hidupnya tidak tenang: selalu was-was dengan hartanya, kuatir dengan perusahaannya dan lain-lain.  Namun pemazmur menegaskan bahwa orang yang tinggal di dalam Tuhan (dekat dengan Tuhan) pasti akan mengalami ketenangan dalam hidupnya.  Masalah boleh saja datang, namun kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita.  Tertulis:  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5b).

     Hidup dalam ketidaktenangan, kacau, kuatir, cemas, panik dan lain-la…

Milikilah Hati Yang Taat

Baca:  Yehezkiel 11:14-25

"Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,"  Yehezkiel 11:19





       Sudah berapa lama Saudara menjadi Kristen?  Sejauh ini, sudahkah kita menjadi seorang Kristen yang taat?  Ini menjadi bahan evaluasi bagi diri kita sendiri, tidak perlu menunjuk atau menghakimi orang lain.  "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."  (Galatia 6:4-5).  Tak henti kita kembali diingatkan betapa pentingnya ketaatan bagi orang percaya.  Kata taat dalam bahasa Ibraninya adalah 'shama', yang berarti mendengar dengan cermat, memusatkan perhatian dan memahami.  Mendengar adalah awal sebuah ketaatan.  Dengan mendengar akhirnya kita mengerti dan memahami apa yang harus kita perbuat.  Dalam Roma 10:17 dikatakan, "Jadi, ima…

Orang KRISTEN yang Sabar

Baca:  Kolose 3:5-17

"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."  Kolose 3:13





     Di zaman sekarang ini tidak mudah menemukan orang yang sabar.  Banyak orang cenderung cepat-cepat dan sembarangan dalam mengerjakan segala sesuatu.  Atau ketika dalam masalah dan pergumulan, kita sering mendengar nasihat yang mengatakan, "Yang sabar ya."  Lalu kita pun menimpali: "Kesabaran kan ada batasnya."  Sebenarnya, apa itu kesabaran?

     Kesabaran adalah ketenangan hati dalam menghadapi cobaan;  kesabaran adalah lawan dari kemarahan yang tidak pada tempatnya, kemampuan untuk menahan diri dalam menghadapi situasi-situasi sulit;  sifat tenang;  tabah;  tidak tergesa-gesa atau terburu nafsu.  Ketika orang lain marah, menyakiti atau berbuat jahat kepada kita, tanpa pikir panjang kita ingin segera mendamprat at…

ORANG PERCAYA: Tampil Sebagai Pemenang

Baca:  Amsal 21:1-31

"Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan."  Amsal 21:31









     Siapa itu pemenang?  Seorang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal atau orang yang sempurna tanpa cela atau juga orang yang tidak pernah punya persoalan dalam hidupnya.  Seorang pemenang adalah orang yang pernah gagal tapi mau bangkit dan berusaha sampai ia meraih kemenangan;  orang yang penuh ketekunan dan kesabaran melewati setiap ujian dan persoalan hidupnya tanpa keluh kesah dan persungutan, hingga ia memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan.  Setiap anak Tuhan dirancang bukan untuk menjadi pecundang atau mengalami kekalahan dalam hidupnya.  Tetapi Alkitab menegaskan bahwa setiap orang percaya diciptakan dan dirancang Tuhan dengan potensi untuk menjadi pemenang,  "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."  (Roma 8:37).

     Berbicara soal kemenangan dalam hidup ini menyang…

Berkat TUHAN Bagi Orang Percaya

Baca:  Mazmur 67:1-8

"Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya."  Mazmur 67:2







        Hidup yang diberkati adalah janji Tuhan bagi orang percaya dan berkat itu adalah pasti, sebab janji Tuhan adalah ya dan amin.  Meski demikian bukan berarti perjalanan hidup kita akan mulus tanpa kerikil tajam.  Dalam hal ini pemazmur hendak menyatakan bahwa meski di tengah masalah, ujian dan tantangan yang berat sekali pun, tangan kasih Tuhan tak pernah lelah untuk menopang kita dan penyertaanNya tidak pernah berubah.  Dikatakan,  "Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;  apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.  Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;" (Mazmur 37:23-24).  Ini adalah bukti bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang senantiasa berha…

MEMBERI: Harus Dengan Motivasi Benar!

Baca:  Amsal 16:1-33

"Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati."  Amsal 16:2







          Hati adalah bagian paling dalam dari diri seseorang.  Melalui 'hati' inilah dapat dinilai keberadaan seseorang sesungguhnya karena hati tidak bisa berbohong.  Kita bisa saja bersandiwara dan mengelabui orang lain dengan sikap dan tindakan kita, tapi hal ini tidak bisa dilakukan oleh hati.  Ada tertulis:  "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu."  (Amsal 27:19).  Memang, orang lain tidak bisa mengetahui isi hati kita, tapi Tuhan sangat mengerti secara detail apa yang terdapat dalam isi hati kita tanpa terkecuali, karena Dia adalah Pribadi yang Mahatahu.  Itulah sebabnya Tuhan menilai hati kita terlebih dahulu sebelum Dia melihat perbuatan atau tindakan kita.

     Seberapa aktif seseorang dalam pelayanan, seberapa melimpahnya kekayaan seseorang, seberapa tinggi jabatannya dan seb…