Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Pikirkanlah Perkara Yang Diatas

Baca:  Kolose 3:1-4

"Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah." Kolose 3:3







           Sebelum bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita semua tidak luput dari melakukan dosa.  Kita hidup dengan menuruti dorongan hawa nafsu dan segala keinginannya.  Pendek kata hidup kita diperbudak dan dibelenggu oleh dosa.  Namun setelah kita menjadi anak-anak Tuhan dan hidup baru di dalam Kristus  (baca  2 Korintus 5:17), kita pun harus memiliki cara hidup yang berbeda dari hidup sebelumnya.  Jika sebelumnya kita lebih memperhatikan perkara-perkara duniawi dan hidup di dalamnya, kini kita harus lebih memusatkan diri terhadap hal-hal rohani.

     Keberadaan kita sebagai  'manusia lama'  diibaratkan seperti pakaian yang sudah usang dan kumal yang sudah kita tanggalkan, dan sekarang kita sedang mengenakan pakaian yang baru.  Mungkinkah seseorang hendak memakai baju baru tanpa terlebih dahulu melepaskan baj…

Isi Pikiran Menunjukkan Siapa Kita

Baca:  Matius 12:33-37

"Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat."Matius 12:35






        Bagi orang percaya berpikir benar merupakan hal yang sangat penting.  Amsal 23:7 menulis,  "Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia."  Hal ini menunjukkan bahwa pkiran kita itu berkuasa dan memiliki kesanggupan untuk mencipta.  Karena itulah kita harus berhati-hati dengan apa yang kita pikirkan.  Jika tahu bahwa pikiran kita akan mempengaruhi keberadaan hidup kita kelak, maka memenuhi pikiran dengan hal-hal yang positif dan benar haruslah menjadi prioritas kita setiap waktu.

     Ada ribuan perkara yang disuguhkan kepada kita setiap hari, positif maupun negatif.  Kita harus bisa menyaring dan memilah-milah mana yang patut masuk ke dalam pikiran kita dan mana yang harus dibuang jauh-jauh.  Sebagai anak-anak Tuhan kit…

Ke Mana Kita Akan Lari ?

Baca:  Mazmur 139:1-24

"Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?"Mazmur 139:7







       Tuhan Mahahadir dan Mahatahu, tidak ada tempat di belahan bumi mana pun kita dapat menyembunyikan diri dariNya.  "...tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."  (Ibrani 4:13).  Daud menyadari hal ini,  "TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi."  (Mazmur 139:1-3).  Namun banyak dari kita yang tidak menyadarinya.  Kita berpikir Tuhan tidak tahu apa yang kita perbuat sehingga kita pun mengelabuiNya.  Ibadah tetap jalan, dosa pun tetap dilakukan.  Di dalam hati dan pikiran kita terpendam seribu rancangan dan segala keinginan untuk m…

LIDIA: Wanita Murah Hati

Baca:  Kisah Para Rasul 16:13-18

"Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku."Kisah 16:15







       Salah satu syarat bagi pemilik jemaat atau pelayan Tuhan adalah suka memberi tumpangan (baca  1 Timotius 3:2).  Orang yang suka memberi tumpangan disebut telah melakukan pekerjaan yang baik, dan menunjukkan bahwa ia adalah orang yang murah hati.

     Alkitab menyatakan bahwa kemurahan hati merupakan salah satu dari buah-buah Roh yang harus dihasilkan dalam kehidupan orang percaya.  Mengapa kita harus bermurah hati?  Karena Tuhan adalah murah hati dan  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6).  Jika kita mengaku bahwa diri kita adalah pengikut Kristus, kita harus menunjukkan sifat-sifat yang mencerminkan Kristus, salah satunya adalah murah hati.

     Adalah Lidia,  seorang wanita yang berprofesi sebagai penjual kain ungu, yang disebut memi…

Politik Adu Domba

Baca:  1 Korintus 1:10-17

"Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir." 1 Korintus 1:10





      Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa besar.  Namun kita memiliki pengalaman sejarah yang kelam, di mana selama waktu yang tidak sebentar kita dijajah bangsa-bangsa lain.  Belanda, negara kecil di benua Eropa, adalah salah satu  yang mampu menguasai Indonesia yang besar ini.  Mengapa bisa terjadi?  Salah satu faktornya karena politik divide et impera (bahasa Latin, artinya divide and rule:  membagi dan menguasai) yang diterapkan oleh Belanda, yaitu politik pecah belah atau adu domba, memecah kelompak besar menjadi kelompok kecil sehingga lebih mudah untuk ditaklukkan.  Jika suatu bangsa yang besar mengalami perpecahan dan tercerai-berai, cepat atau lambat bangsa itu akan menjadi hancur.

     Menghasut dan memecah b…

Membenarkan Diri Sendiri

Baca:  Matius 7:1-5

"Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."Matius 7:5






         Menghakimi dan melihat segala kesalahan atau kelemahan orang lain, meski itu sekecil kuman, adalah pekerjaan yang paling mudah dilakukan.  Sedangkan yang paling sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri meski kesalahan itu begitu besar.  Itulah sifat alamiah manusia.  Firman Tuhan mengingatkan kita dengan keras,  "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi."  (Matius 7:1).  Dan  "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."  (Galatia 6:4).  Sikap membenarkan diri sendiri dan menganggap orang lain sebagai sumber kesalahan atau ketidakbenaran adalah tindakan yang tidak berkenan kepada Tuhan.  Siapakah sesungguhnya kita ini?

     Perhatikan apa yang disampaikan Yesus…

Kekristenan Yang Teruji

Baca:  2 Korintus 13:1-10

"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."2 Korintus 13:5





      Setiap siswa, mulai dari SD, SMP, SMU, dan juga mahasiswa di perguruan tinggi pasti mengalami apa yang disebut ujian.  Baik itu ujian di tiap-tiap semester, ujian kenaikan kelas/kelulusan atau ujian masuk perguruan tinggi.  Tidak bisa tidak, mereka harus belajar dengan rajin supaya berhasil dan setiap ujian yang dihadapinya.

     Begitu pula dalam perjalanan kekristenan ini, untuk bisa bertumbuh dan mencapai kedewasaan rohani kita harus melewati ujian demi ujian sebagaimana bangsa Israel juga harus melewati ujian di padang gurun, sebelum Tuhan membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian (Kanaan).  Sayang, kebanyakan dari mereka tidak bisa mencapai Kanaan, karena ketika dalam ujian mereka mengomel, menggerutu, bersungut-sun…

Sukacita Bagi Dunia

Baca:  Lukas 2:8-20

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."Lukas 2:14







    Sesungguhnya kebahagiaan natal bukan dikarenakan mewah atau semaraknya perayaan, melainkan bagaimana sikap hati kita setelah bertemu dengan Yesus, Sang Juruselamat dunia itu.  Karena itu patut bagi kita untuk meneladani sikap para gembala ini.

     Setelah menerima kabar sukacita para gembala pun  "...berkata seorang kepada yang lain: 'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.'"  (ayat 15).  Para gembala memiliki respons yang benar akan kedatangan Sang Juruselamat, sehingga tanpa menunda-nunda waktu mereka pun segera pergi ke Betlehem bukan sekedar ingin tahu, tetapi mereka memiliki kerinduan yang mendalam untuk bertemu dengan Yesus.  Mereka pergi bukan dengan keterpaksaan, melainkan kerelaan dan dipenuhi sukacita.  Sukacita mereka …

Didikan dan Hajaran TUHAN

Baca:  Ayub 5:1-27

"Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa." Ayub 5:17







     Adakah seorang anak yang tidak menerima didikan dari ayahnya atau orangtuanya?  Semua pasti pernah mengalami dan merasakannya.  Karena terlalu bandelnya terkadang seorang anak sampai harus mengalami hajaran.  Dan ketika orangtua menghajar kita dengan keras, apakah itu tanda bahwa mereka membenci dan tidak mengasihi kita?  Tertulis:  "Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya."  (Amsal 13:24).

     Orangtua jasmani mendidik dan menghajar anaknya dengan tujuan untuk kebaikan si anak itu sendiri supaya mereka tidak menjadi anak yang nakal, tapi menjadi anak yang patuh.  Begitu juga dengan kita yang berstatus sebagai anak-anak Tuhan harus mau dan rela untuk dididik, ditegur dan dihajar oleh Tuhan yang Bapa kita.  Karena itu  "Hai anakku, janganl…

Membangun Rumah Rohani

Baca:  Matius 7:24-27

"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."Matius 7:24






       Di berbagai kesempatan Yesus seringkali menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan ajarannya.  Seperti pembacaan firman hari ini, ia memakai kata rumah untuk menggambarkan keadaan manusia.  Rumah adalah kebutuhan primer manusia selain sandang dan pangan.  Siapa pun memiliki keinginan memiliki rumah yang layak huni.  Karena itulah dalam membangun sebuah rumah ada hal-hal yang harus kita perhatikan, mulai dari tipe dan juga dasarnya.  Model rumah tertentu dengan tipe tertentu akan menentukan keberadaan dan nilai rumah tersebut.  Jika rumah itu besar dan kualitasnya bagus, nilai dan harganya akan semakin tinggi dan mahal, begitu juga sebaliknya.

     Dalam pengajaranNya Tuhan Yesus menjelaskan tentang dua jenis manusia.  Pertama, orang yang mendengarkan perkataan Tuhan Yesus dan melakukannya, disebut …

Bersaksi dan Menjadi Kesaksian

Baca:  Markus 5:1-20

"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" Markus 5:19





        Perikop firman Tuhan hari ini adalah:  'Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa.'.  Orang ini kerasukan roh jahat,  "Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu."  (Markus 5:5).  Bisa dibayangkan bagaimana kondisi orang itu!  Namun setelah bertemu Yesus ia disembuhkan dan mengalami kelepasan.  Karena kuasa Tuhan roh-roh jahat keluar dari tubuh orang Gerasa itu dan berpindah ke dalam tubuh kawanan babi, sehingga  "Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya."  (Markus 5:13b).  Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan yang berkuasa.  Sungguh,  "Tiada suatu apapun yang mustahil …

Indah Pada Waktu TUHAN

Baca:  Pengkotbah 3:1-15

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." Pengkotbah 3:11





           Ada banyak orang Kristen yang mudah kecewa dan marah kepada Tuhan hanya karena doa-doa mereka yang belum beroleh jawaban dari Tuhan.  Kita pun berubah sikap, tidak lagi bersungguh-sungguh, dan roh untuk melayani Tuhan secara perlahan meredup dan akhirnya padam.  Alkitab menasihati,  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11), sebab  "...kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).

     Ada tiga jawaban dari Tuhan bagi doa kita, yaitu:  ya, tidak, atau tunggu.  Ada banyak faktor yang menyebabkan doa-doa kita dijawab, tidak dijawab oleh Tuhan, atau harus menunggu.  Yang harus kita ketahui dan pahami adalah…

KEKRISTENAN: Berubah dan Berbuah

Baca:  1 Timotius 1:12-17

"Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal." 1 Timotius 1:16b







       Keberadaan orang Kristen di tengah dunia adalah sebagai garam dan terang dunia  (baca  Matius 5:13-14).  Artinya kita harus bisa menjadi berkat dan kesaksian bagi orang-orang dunia.  Bagaimana kita bisa menjadi berkat dan kesaksian bagi mereka, bila hidup kita tidak menunjukkan perubahan dan masih mengenakan manusia lama?  Padahal di dalam Kristus, kita  "...adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).

     Adapun tanda bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus adalah berubah dan berbuah.  Oleh karena itu  "...hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan."  (Matius 3:8).  Tidak berubah dan berbuah adalah penghambat utama pertumbuhan iman dan bagi kemajuan pekerjaan Tuhan.  Jadi, kendala utama pertumbuhan iman kita dan juga kemajua…

Jangan Menjadi Bodoh

Baca:  Amsal 9:1-18

"buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian." Amsal 9:6








       Kepada jemaat di Efesus rasul Paulus menegur dengan keras, "...janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."  (Efesus 5:17).  Selaku orang Kristen mungkin kita akan tersinggung jika dikatakan orang bodoh.  Tapi kenyataannya memang tidak sedikit orang Kristen yang demikian.  Menurut pendapat orang kebanyakan, kata bodoh berarti tidak mudah memahami, tidak berpengetahuan, berpendidikan rendah atau tidak pernah mengecap bangku sekolah.  Sedangkan lawan katanya adalah pintar.  Maksud dari ayat tersebut di atas sama sekali tidak menyinggung seberapa tinggi tingkat pendidikan atau kecerdasan seseorang, namun menggambarkan tentang keadaan di saat seseorang tidak menyadari sesuatu hal sehingga ia melakukan tindakan-tindakan yang tidak berkenan kepada Tuhan.  Jadi ini lebih menekankan pada kualitas hidup seseorang.

     Dalam menjal…

SERUPA KRISTUS: Dewasa Rohani!

Baca:  Ibrani 5:11-14

"Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil."Ibrani 5:13







       Kedisiplinan dalam diri seseorang akan membuahkan penguasaan diri dan  "...orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."  (Amsal 16:32).  Oleh karena itu firman Tuhan menasihati,  "Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."  (Roma 12:3).  Seseorang yang punya kedisiplinan rohani tidak akan pernah berhenti untuk belajar.  Ia akan belajar dari proses hidup yang dijalaninya, belajar dari pengalaman hidup orang lain, rela untuk ditegur dan dikoreksi oleh firman Tuhan sehingga menyadari akan kekurangan atau kelemahannya dan segera berbenah.

     Dapat memiliki kedisiplinan rohani bukanlah mimpi atau muji…

SERUPA KRISTUS: Memiliki Roh yang Menyala!

Baca:  Filipi 3:1-16

"dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." Filipi 3:14







        Selama mengikut Tuhan, sudahkan kita memiliki kedisiplinan rohani?  Ataukah kita hanya menjadi orang Kristen yang ala kadarnya atau sekedar menjalankan ibadah sebagai kegiatan rutin belaka?  Tanda seseorang memiliki kedisiplinan rohani adalah memiliki roh yang menyala-nyala bagi Tuhan.  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11).

     Kedisiplinan selalu dimulai dengan roh yang selalu berkobar untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.  Ia tidak kehilangan kasih mula-mula kepada Tuhan!  Banyak orang Kristen yang akhir-akhir ini telah kehilangan kasih mula-mula seperti yang terjadi pada jemaat di Efesus, sehingga Tuhan pun menegurnya dengan keras,  "...Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.  Sebab itu ingatlah betap…

SERUPA KRISTUS: Butuh Kedisiplinan!

Baca:  2 Korintus 3:1-18

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."2 Korintus 3:18b




          Sasaran hidup orang percaya adalah menjadi serupa dengan Kristus yaitu dengan mengaplikasikan karakterNya dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan 1 Yohanes 2:6:  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  Dengan demikian kita dapat berkata,  "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."  (Galatia 2:20).

     Untuk mencapai sasaran itu dibutuhkan kedisiplinan rohani yang tinggi.  Pada hakekatnya disiplin dapat d…

Download Lagu Kamasean - Satu-satunya Harapan

Disaat jalanku tertutup
Kau disana memberi jalan keluar

Pahitnya sebuah kenyataan
Kau ada disana memberiku kekuatan

Kau satu-satunya harapan
satu-satunya jawaban
tempat hatiku percaya

Kau satu-satunya harapan
satu-satunya jawaban
kepadaMu Tuhan hatiku bersandar


silahkan klik download :

Pertobatan Yang Sejati

Baca:  Matius 4:12-17

"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"  Matius 4:17

Dengarkan / Download






      Seruan untuk bertobat adalah perkataan pertama yang disampaikan Tuhan Yesus pada saat Ia memulai pelayananNya di bumi.  Berita tentang pertobatan ini pula yang diseru-serukan Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea, di awal pelayanannya kepada umat Israel.  Jadi hidup dalam pertobatan adalah kehendak Tuhan bagi semua orang, terlebih-lebih kita yang mengaku percaya kepadaNya, sebab yang menjadi dasar pertobatan sejati adalah iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

     Untuk menuju pertobatan sejati ada langkah-langkah yang harus kita perhatikan:  Pertama, kita harus menyadari bahwa diri kita ini adalah orang berdosa.  Ada banyak orang yang menganggap dirinya yang benar dan suci sehingga ia merasa bahwa dirinya tidak perlu bertobat.  Pengakuan jujur sebagai orang berdosa yang memerlukan pengampunan dosa dari Tuhan Yesus adalah langkah awal pertobatan.  Pengakuan kita adalah …

Masa dan Meriba

Baca:  Keluaran 17:1-7

"Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?" Keluaran 17:7





          Selama perjalanannya di padang gurun bangsa Israel harus singgah dari satu tempat ke tempat yang lainnya dengan tingkat kesukaran yang berbeda-beda.  Meski demikian di mana pun kaki mereka melangkah, tak sedetik pun Tuhan meninggalkan dan membiarkan mereka berjalan sendiri, baik itu siang maupun malam.  "TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam."  (Keluaran 13:21).

     Pertolongan dan kasih Tuhan senantiasa menyertai bangsa Israel.  Namun mereka tidak pernah berhenti mengeluh, bersungut-sungut dan saling menyalahkan.  Tak terkecuali saat mereka tiba di Masa dan d…

Tidak Terombang Ambing

Baca:  1 Timotius 4:1-16

"Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan,"  1 Timotius 4:1





        Di hari-hari menjelang kedatanganNya Tuhan sedang dan akan melakukan penampian atas semua orang dengan tujuan menguji kualitas iman mereka, sebab  "Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."  (Matius 3:12), sehingga akan terpampang jelas perbedaan antara orang benar dan fasik, orang yang hidup dalam kekudusan dan yang dalam kecemaran, yang sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dan yang main-main dengan dosa.

     Penampian akan diawali di  "...rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Alla…

Raja Yang Tertolak

Baca:  1 Samuel 8:1-22

"Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya," 1 Samuel 8:10







         Alkitab mencatat bahwa Saul dipilih menjadi raja Israel atas permintaan bangsa Israel, bukan karena Tuhan sendiri yang memilihnya seperti halnya terhadap Daud.  Para tua-tua Israel berkata,  "'Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,'" perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN."  (1 Samuel 8:6).  Dan Tuhan pun berfirman kepada Samuel,  "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka."  (1 Samuel 8:7).

     Keinginan bangsa Israel memiliki raja menurut kehendak mereka adalah bukti bahwa mereka lebih mengandalkan kekuatan sendiri daripada mengandalkan Tuhan dan memohon petunjukNya.  Ada tertulis:  "Terk…