Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

TIDAK MENGASIHI DUNIA: Tidak Berkompromi Dengan Dosa!

Baca:  1 Yohanes 2:7-17

"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu."  1 Yohanes 2:15






          Keberadaan hidup orang percaya di tengah dunia adalah untuk menjadi berkat atau kesaksian bagi dunia.  Karena itu kita dituntut memiliki kehidupan yang 'berbeda' dari orang-orang dunia.  Tertulis:  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2).  Jika hidup kita tidak jauh berbeda dari orang dunia berarti kita telah gagal menjadi orang Kristen.  Bahkan Yakobus dengan keras menyatakan:  "Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah."  (Yakobus 4:4).  Jika seseorang …

Kesetiaan dan Perlindungan TUHAN Sempurna

Baca:  Mazmur 121:1-8

"Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu."  Mazmur 121:5








       Tak seorang pun anak Tuhan yang tidak pernah mengecap kebaikan dan pertolongannya, bukan?  Tuhan itu setia dan tidak pernah ingkar janji.  Pemazmur berkata,  "Tuhan setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya."  (Mazmur 145:13b).  Dan kepada jemaat di Tesalonika, rasul Paulus juga menegaskan bahwa  "...Tuhan adalah setia.  Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat."  (2 Tesalonika 3:3).

     Sudah berapa kali kita diluputkan Tuhan dari hal-hal jahat?  Sungguh tak terhitung banyaknya.  Itulah kesetiaan Tuhan!  Bagaimana dengan kesetiaan manusia?  Kesetiaan manusia itu rapuh dan ada batasnya.  Dikatakan rapuh, sebab kesetiaan manusia mudah berubah, sangat bergantung pada situasi dan kondisi yang ada.  Apabila situasi dan kondisi sangat menguntungkan bagi dirinya, mereka akan setia.  Sebalik…

Kebenaran Berita Injil : YESUS Bangkit

Baca:  Yohanes 20:1-10 

"Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati."  Yohanes 20:9







        Hari ini ada sukacita besar!  Yesus Kristus telah bangikit di hari yang ke-3:  kuburNya kosong!  Kebangkitan Kristus berarti kemenangan iman Kristen;  dan ini merupakan penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang tertulis dalam Mazmur 16:10:  "...Engkau tidak menyerahan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan."

     Apabila Yesus Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah iman percaya kita dan kita pun masih hidup di dalam dosa.  Jika Kristus tidak dibangkitkan, Injil hanyalah sebagai buku cerita fiksi belaka dan percuma Injil diberitakan ke seluruh penjuru dunia ini.  Namun dengan kebangkitan Kristus di hari yang ketiga ini berita Injil adalah ya dan amin, itulah sebabkan Injil harus diberitakan.  Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-muridNya dan …

Sudah Diselesaikan YESUS KRISTUS

Baca:  Yohanes 19:28-42

"Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."  Yohanes 19:30






         Pernyataan Yesus sudah selesai menunjukkan bahwa bagi Yesus salib bukan hanya sekedar penderitaan atau aniaya bagiNya, tetapi salib adalah sebuah tugas dan misi yang harus Ia emban dari Bapa.  Karena salib itu merupakan tugas yang tidak mudah, Yesus pun sujud dan berdoa,  "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."  (Matius 26:39).

     Ungkapan sudah selesai juga ungkapan bahwa Yesus telah menyelesaikannya dan taat sampai akhir seperti yang juga disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi,  "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."  (Filipi 2:8).  Ketika Yesus disalibkan, I…

KEMATIAN KRISTUS: Kita Diselamatkan dari Dosa!

Baca:  Yohanes 19:16b-27

"Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah."  Yohanes 19:18






         Belum lama kita merayakan Jumat Agung yang adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.  Sudah menjadi hal yang umum bila acara yang berhubungan dengan kematian bukanlah sesuatu yang menyenangkan, sebab di mana ada kematian di situ juga ada air mata.

     Peristiwa kematian selalu diiringi dengan kesedihan dan kepedihan yang sangat mendalam.  Namun bagi orang percaya, kematian Yesus Kristus justru adalah peristiwa yang besar dan harus disyukuri, karena di dalam kematian Yesus Kristus ada pengampunan dosa, kita dibebaskan dari kutuk, ada masa depan dan memiliki pengharapan.  Tertulis:  "...masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."  (Amsal 23:18).  Kematian Yesus Kristus yang berarti sorga bukan hanya angan-a…

Jangan Terpengaruh Orang Fasik

Baca:  Roma 2:1-16

"tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman."  Roma 2:8






      Pembacaan firman Tuhan hari ini jelas menyatakan bahwa Tuhan  "...akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,"  (ayat 6).  Pasti kepada orang yang hidup dalam kebenaran akan diberikan kehidupan kekal;  sebaliknya bagi yang tetap hidup dalam kelaliman akan beroleh murka dari Tuhan, artinya penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang berbuat jahat.  Tetapi seringkali yang kita lihat adalah orang jahat tetap mujur dan sepertinya hidup dalam kebahagiaan.  Ini adalah penglihatan secara mata jasmani, namun tidaklah demikian adanya.  Mungkin mereka berlimpah dengan harta, tapi sesungguhnya jiwa mereka kosong, merana dan hatinya tidak tenang.  Hal inilah yang pasti mengganjal di benak setiap orang percaya, bahkan Yeremia pun menanyakannya kepada Tuhan:  "Tetapi aku mau berbicara d…

Dosa Membinasakan Hidup Manusia

Baca:  Hosea 14:2-10

"Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu."  Hosea 14:2







        Akhir-akhir ini cuaca yang sangat ekstrem melanda negeri kita.  Hujan begitu lebatnya sehingga terjadi banjir di mana-mana disertai angin yang sangat kencang, sehingga pohon-pohon banyak yang tumbang seperti terjadi di  daerah-daerah.  Padahal pohon-pohon besar itu secara kasat mata kelihatan kuat dan kokoh berdiri;  bertahun-tahun diterpa panas terik, hujan lebat dan angin, sepertinya ia berdiri teguh dan tak tergoyahkan.  Tetapi suatu ketika ada hujan turun semalam-malaman dan angin bertiup sangat kencang, pohon besar itu pun langsung roboh.  Ternyata setelah diselidiki, mulai dari bagian akar hingga setengah dari tinggi pohon itu telah rapuh oleh gigitan rayap.  Seperti itulah dosa bekerja dalam diri seseorang!  Seperti rayap yang bekerja secara perlahan tapi pasti;  dosa bekerja tak terlihat oleh mata jasmani tapi pada saatnya ia aka…

Hidup Manusia Ditangan Sang Penjunan (Yesus Kristus)

Baca: Yeremia 18:1-17

"Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya."  Yeremia 18:4





        Belajar tentang suatu hal tidak harus kita dapatkan di sekolah-sekolah formal, namun bisa juga melalui kehidupan di dunia luar:  membaca buku-buku bermutu, belajar dari pengalaman orang lain atau melalui kehidupan sehari-hari yang ada di sekitar yang kita lihat secara langsung.

     Inilah yang dilakukan nabi Yeremia, di mana ia melakukan pengamatan tentang kerja seorang penjunan atau tukang periuk.  Si nabi pun pergi mengunjungi rumah penjunan tersebut.  Ia melihat tukang periuk mengambil segumpal tanah liat dan membentuknya menjadi bejana.  Dalam proses pembuatan itu tiba-tiba bejana yang hampir dibentuknya retak dan rusak, namun si penjunan tidak langsung membuang bejana yang rusak itu;  dihancurkannya ke dalam tangannya dan dibentuknya kembali …

Kita Akan Jatuh Kalau Tidak Menguasai Diri

Baca:  Amsal 16:1-33

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."  Amsal 16:32







        Seseorang yang kuat secara fisik, mungkin badannya besar dan berotot, belum tentu juga kuat secara roh dan mampu menguasai dirinya sendiri.  Kita bisa belajar dari kehidupan Simson, di mana Alkitab mencatat bahwa ia sangat kuat, bahkan mampu mengalahkan ribuan orang Filistin dan menguasai sebuah kota.  Tapi Simson tidak berdaya di hadapan Delilah.  Ia tak mampu mengendalikan nafsu kedagingannya sehingga dengan mudahnya ia diperdaya oleh seorang wanita sehingga ia menceritakan rahasia kekuatannya.  Maka akibat tidak dapat menguasai diri Simson harus mengalami nasib yang tragis.  Simson tak dapat disebut sebagai orang yang kuat dalam roh.  Jadi penguasaan diri seseorang itu lebih utama daripada kekuatan fisik karena ini berhubungan dengan karakter.

     Arti penguasaan diri adalah:  dapat mengendalikan diri;  mampu mengontrol diri…

TUHAN Sanggup Memenuhi Kebutuhan Kita

Baca:  Filipi 4:10-20

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."  Filipi 4:19







       Setiap hari semua orang tanpa terkecuali dipusingkan oleh kebutuhan hidup sehari-hari.  Apalagi sekarang ini semua harga kebutuhan pokok tidak ada yang murah, semuanya makin hari makin mahal.  Yah...selama hidup di dunia ini memenuhi kebutuhan hidup, baik itu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya, adalah hal-hal yang tidak dapat dipisahkan.  Itulah sebabnya semua orang bekerja keras membanting tulang untuk dapat memenuhi setiap kebutuhannya.

     Apa yang dikejar?  Tidak ada kata lain, selain UANG.  Semua orang pasti berpikir bahwa jika sudah memiliki cukup uang atau bahkan berlebih semuanya akan menjadi beres, hidup ini bisa tenang dan kebahagiaan dapat dirasakan.  Benarkah?  Kenyataannya tidak demikian, kita tetap saja merasa kurang dan tidak pernah terpuaskan seperti yang dikatakan Salomo,  "Siapa mencintai uang …

HAMBA TUHAN: Mutlak Menjadi Pelaku Firman

Baca:  2 Korintus 4:1-15
"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,"  2 Korintus 4:3






      Seorang hamba Tuhan, pelayan Tuhan atau pemberita Injil memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, bisa dikatakan berat.  Menjadi hamba Tuhan atau pelayan Tuhan tak boleh hidup seenak kita sendiri supaya hidup kita tidak menjadi celaan atau batu sandungan bagi orang banyak.  Dalam Yakobus 3:1 dikatakan:  "Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat."
     Menjalankan  tugas sebagai pemberita Injil ternyata membawa konsekuensi yang tidak gampang.  Tapi jika kita dipilih Tuhan untuk menjadi hamba-hambaNya itu adalah anugerah yang luar biasa.  Karena itu kita yang saat ini disebut sebagai hamba-hamba Tuhan atau pemberita Injil harus memiliki kehidupan yang selaras dengan firman Tuhan.  Hidup kita ti…

TUHAN Memegang Hari Esok Kita

Baca:  Markus 16:1-8

"Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."  Markus 16:7





       Berbicara tentang hari esok, tak seorang pun yang tahu.  Itulah sebabnya kita semua tanpa terkecuali terkadang merasa was-was, takut dan kuatir karena memang hari esok itu berada di luar jangkauan kita.  Karena itu Salomo menasihati,  "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amsal 27:1).  Namun, sebagai anak-anak Tuhan tidak seharusnya itu terjadi jika kita percaya bahwa Tuhan telah berada di sana (di sorga).  Ia telah mendahului kita dalam perjalanan kehidupan yang akan kita lalui.

     Dari pembacaan firman Tuhan hari ini, dalam kisah kebangkitan Tuhan Yesus malaikat menyampaikan pesan kepada para wanita yang membawa rempah-rempah ke kubur supaya memberitahukan kepada murid-muridNya…

Di Dalam TUHAN Selalu Ada Jalan Keluar

Baca:  Yunus 2:1-10

"Dan aku berkata:  telah terusir aku dari hadapan mata-Mu.  Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?"  Yunus 2:4







       Ketika berada dalam lembah kekelaman, ujian atau masalah yang berat, seringkali kita bertanya kepada Tuhan,  "Mengapa Tuhan hal ini bisa terjadi?  Tuhan, mengapa Engkau meninggalkan aku?"  Ketahuilah bahwa adakalanya Tuhan mengijinkan kita masuk ke suatu keadaan yang sepertinya tidak ada harapan, dengan tujuan menguji kesetiaan dan iman kita.  Karena itu kita tidak boleh menyerah dan putus asa.

     Saat berada di dalam perut ikan, Yunus tetap mengarahkan imannya kepada Tuhan dengan berkata,  "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus." (Yunus 2:7).  Jangan sekali-kali kita lari mencari pertolongan atau bersandar kepada manusia karena kita pasti akan kecewa dan Alkitab pun menentang hal itu.  Tertulis :  "Terkutuklah orang…

Selagi Muda Layanilah TUHAN

Baca:  Pengkotbah 11:9-10, 12:1-8

"Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: 'Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!'"  Pengkotbah 12:1






        Kehidupan manusia tidak hanya berlangsung di dunia ini saja, tapi ada kehidupan baru setelah kematian.  Jadi hidup manusia ada dua tahap:  hidup sementara di dalam dunia dan hidup dalam kekekalan di akhirat nanti seperti dikatakan oleh Rasul Paulus,  "...jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."  (2 Korintus 5:1).

     Adalah salah besar jika orang berkata bahwa hidup hanya sekali saja yaitu saat di bumi ini.  Dalam Yesaya 22:13 dikatakan:  "Tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil bers…

Isilah Pikiran Dengan Hal Yang Positif

Baca:  Filipi 4:1-9

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."  Filipi 4:8





         Ayat nas di atas menegaskan betapa pentingnya mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif karena hal itu akan berdampak dalam kehidupan kita.  Pikiran kita dapat menentukan setiap perkataan dan tindakan kita.  Bila yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang positif maka hal-hal yang baik akan terjadi bagi kita.

     Rasul Paulus menasihatkan agar pikiran setiap orang percaya diisi dengan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar bajik (baik) dan semua yang patut dipuji.  Untuk memiliki pikiran yang selalu positif tidak ada jalan lain selain harus taat kepada firman Tuhan.  Inilah yang dilakukan Rasul Paulus:  "Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,"  (2 Kristus 1…

Rendah Hati, Mengakui Kelebihan Orang Lain

Baca:  Amsal 29:1-27

"Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian."  Amsal 29:23








       Semua orang tanpa terkecuali pasti suka dipuji, dihormati dan juga dihargai oleh orang lain.  Mereka tidak suka jika ada orang lain meremehkan, merendahkan atau menghina.  Pujian terhadap seseorang itu sangat berarti, bisa membangkitkan semangat baginya untuk bekerja dan berkarya lebih baik lagi dari yang telah dikerjakan.

     Jika seorang pemimpin perusahaan memuji pekerjaan salah satu karyawannya, si karyawan itu pasti akan makin bersemangat dalam bekerja dan berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaannya.  Sebaliknya jika pemimpin perusahaan terus mencela dan memarahi karyawan, si karyawan bukannya tambah semangat tapi malah makin frustasi dan ogah-ogahan mengerjakan tugasnya karena merasa bahwa apa yang dikerjakan selama ini tidak dihargai.  Jadi pujian dapat meningkatkan mutu atau kualitas pekerjaan seseorang.  Tentunya pujian yang kita berika…

Belajar Dari Hidup Kornelius

Baca:  Kisah Para Rasul 10:1-48

"...Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi,..."  (Kisah 10:22)







       Menjadi kesaksian bagi orang lain adalah tugas dan tanggung jawab setiap orang percaya.  Melalui kehidupan kita yang menjadi berkat bagi orang lain nama Tuhan dipermuliakan.  Contohnya adalah Kornelius.  Alkitab menyatakan,  "Ia  (Kornelius)  saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah."  (Kisah 10:2).  Tidak hanya saleh dan takut akan Tuhan, Kornelius juga seorang yang murah hati, suka menolong dan memberikan banyak sedekah kepada orang lain.  Kornelius juga tekun berdoa kepada Allah bukan hanya waktu-waktu tertentu, tapi setiap saat.  Kornelius juga seorang yang tulus hatinya, tidak ada kepura-puraan dalam hidupnya sehingga ia memiliki reputasi yang baik di antara seluruh bangsa Yahudi.

     Adakah y…

ALKITAB: Jauh Sangat Bernilai

Baca:  2 Timotius 3:10-17

"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus."  2 Timotius 3:15





      Berapa harga sebuah Alkitab?  Bervariasi, tergantung kualitas kertas dan cover-nya.  Untuk Alkitab berbahasa Indonesia harganya tak lebih dari seratus ribu rupiah.  Untuk mendapatkan Alkitab juga tidaklah sulit karena tersedia di toko-toko buku.  Namun jangan sekali-kali Saudara menyamakan nilai Alkitab dengan buku-buku yang lain meski dilihat dari harganya tidak terlalu berbeda jauh.  Isi alkitab sangat jauh bernilai dibanding buku yang lain karena Alkitab berisikan firman yang diilhamkan oleh Tuhan sendiri.  Alkitab adalah pikiran Tuhan, kehendak Tuhan, isi hati Tuhan, dan apa yang Tuhan rencanakan bagi kehidupan manusia.  Jika kita perhatikan, situasi dan segala peristiwa yang terjadi di dunia ini jauh sebelumnya telah dinubuatkan oleh Alkitab.  Dan semua n…

Jangan Utamakan Kepentingan Diri Sendiri Daripada TUHAN

Baca:  Hagai 1:1-14

"Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri."  Hagai 1:9b







      Bait Suci adalah tempat di mana kemuliaan Tuhan dinyatakan atas umatNya. Sayang, Bait Suci dalam bacaan hari ini telah menjadi puing-puing atau reruntuhan. Oleh karena itu tanpa kenal lelah nabi Hagai mengajak umat Tuhan untuk membangun kembali Bait Suci yang telah runtuh itu.  Bagaiman respons mereka?  "Bangsa ini berkata:  Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!"  (Hagai 1:2).

Orang-orang tidak menanggapinya dengan serius dan cenderung meremehkan ajakan nabi Hagai.  Mereka enggan mendirikan Bait Suci lagi dan lebih suka mendirikan rumah mereka sendiri.  Ini menunjukkan bahwa mereka lebih mementingkan diri sendiri dari pada perkara-perkara rohani.  Perkara-perkara rohani bukan lagi prioritas utama dalam hidup mereka.  Apakah ini yang disebut dengan kemajuan rohani?  Bangsa Israel telah me…

Hidup Dalam Damai KRISTUS

Baca:  Yesaya 32:1-20

"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya."  Yesaya 32:17






Sebagai orang percaya kita bukan hidup dalam damai dengan konsep dunia, tetapi kita hidup dalam damai karena Kristus ada di dalam kita.  Ayat nas di atas menegaskan bahwa damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman akan menyertai hidup seseorang apabila ada kebenaran.  Artinya selama kita hidup dalam ketaatan dan kebenaran, damai sejahtera akan kita alami.

     Damai ini bukanlah sesuatu yang di luar yang mempengaruhi di dalam kita.  Tetapi damai itu adalah sesuatu yang ada di dalam kita yang memancar kuat sampai hendak ke luar dari kita.  Itulah damai sejahtera Kristus.  Tertulis  "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh.  Dan bersyukurlah."  (Kolose 3:15).  Ketika seseorang memiliki damai sejahtera Kristus keinginan …

Renungan Kristen - Hasil Dari Ketaatan

Baca:  Mazmur 115:1-8

"memberkati orang-orang yang takut akan Tuhan, baik yang kecil maupun yang besar.  Kiranya Tuhan memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu."  Mazmur 115:13-14






       Menjadi seorang yang taat tidak semudah membalikkan telapak tangan, bisa dikatakan berat karena setiap hari kita juga harus terus bergumul dengan kedagingan kita.  Namun firman Tuhan tak henti-hentinya menasihati,  "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,"  (1 Petrus 1:14).

     Bila kita mengandalkan kekuatan sendiri kita tidak akan mampu menjadi seorang yang taat, karena itu "...janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka ia akan meluruskan jalanmu."  (Amsal 3:5b-6).  Tetapi ketika kita mau taat kepada Tuhan, kita akan melihat pengalaman-pengalaman yang luar biasa bersama Dia.  Seringkali kita tidak dapat melihat dan mengalami mujizat dar…

Mencari YESUS Karena Melihat Tanda

Baca:  Yohanes 6:25-29

"Yesus menjawab mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.'"  Yohanes 6:26





      Alkitab mencatat banyak orang berbondong-bondong mencari Yesus bukan karena PribadiNya tetapi karena ingin mengalami mujizat dan telah makan roti sampai kenyang.  Bagaimana dengan kita?  Mengapa kita mencari Yesus?  Pertanyaan ini seharusnya kita tanyakan kepada diri kita sendiri karena di akhir zaman ini ada banyak alasan orang mencari Yesus:  supaya bisnisnya lancar, ingin beroleh kesembuhan, bahkan ingin mencari pasangan hidup.  Tuhan menghendaki kita mencari Dia karena kita telah melihat tanda-tanda, namun  "...sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda,..."

     Tuhan menghendaki kita mencariNya karena kita telah mengerti  'tanda-tanda'.  Tanda-tanda apa?  Tanda-tanda keselamatan karena kita…

MENDENGAR: Bagian Tak Terpisahkan dari Ketaatan!

Baca:  Matius 7:24-27

"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."  Matius 7:24






      Dalam bahasa Yunani ketaatan disebut 'aqu-o' yang artinya dalam bahasa Inggris adalah 'I will obey'.  Ketaatan yang dimaksud di sini bukan sekedar taat, tetapi juga mengandung arti mendengar.  Tidak ada orang yang bisa taat jika tidak mendengar terlebih dahulu, lalu menyimpannya dalam hati, merenungkannya dan kemudian melakukannya.

     Itulah sebabnya nabi Yesaya berkata,  "Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid."  (Yesaya 50:4).  Yesaya mengatakan bahwa setiap pagi Tuhan mempertajam pendengarannya untuk mendengar karena tidak mungkin seseorang bisa taat tanpa mendengar terlebih dulu.  Ini b…