Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Sudah Berartikah Hidup Kita Selama Ini ?

Baca:  Galatia 6:1-10

"Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri."  Galatia 6:3







       Hidup ini adalah anugerah terbesar dari Tuhan.  Dan tidak ada seorang pun yang bisa berkata bahwa hidup yang ia jalani ini hanyalah sebagai sesuatu yang kebetulan saja,  "Karena aku lahir ke dunia ini, yah...dijalani saja, mengalir ikut arus.  Buat apa terlalu serius!"  Ingat!  Tatkala seseorang dipercaya untuk hidup, berarti ada tujuan dan rencana Tuhan yang indah dan luar biasa di dalamnya.  Karena sejak dari semula, Tuhan telah memiliki rencana yang agung bagi kehidupan manusia.  Namun, bagaimana kita menjalani hidup dan bagaimana supaya hidup yang kita jalani ini berarti adalah sebuah pilihan dari masing-masing kita.

     Banyak orang yang menyia-nyiakan hari-hari dalam hidupnya dengan hal-hal yang tidak berarti, bahkan salah jalan, sehingga hidupnya menjadi kesaksian yang tidak baik bagi orang lain.  Yang Tu…

Doa Yang Tidak Beroleh Jawaban

Baca:  Yesaya 59:1-21

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;  tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."  Yesaya 59:1-2


         Akhir-akhir ini banyak anak Tuhan yang bukannya makin giat di dalam Tuhan, tapi malah kian lemah dan tidak bersemangat.  Apa penyebabnya?  Klise:  karena doanya tidak dijawab-jawab oleh Tuhan.  Kita menjadi marah kepada Tuhan dan merasa sia-sia mengikut Tuhan:  "Kenapa sampai begitu?  Mengapa sudah begitu lama saya berdoa dan rajin beribadah tetapi doa saya belum juga dijawab oleh Tuhan?  Tuhan itu tidak adil!"  Berhati-hatilah!"  Jangan sekali-kali kita menyalahkan Tuhan.

     Adalah penting bagi kita untuk berdiam diri sejenak dan bertanya kepada Tuhan mengapa hal ini bisa terjadi.  Mungkin kita dapat menemu…

Jangan Ragukan Janji TUHAN

Baca:  Mazmur 119:137-144 

"Janji-Mu sangat teruji, dan hamba-Mu mencintainya."  Mazmur 119:140








      Sebagai manusia adalah mudah bagi kita untuk berjanji, namun untuk menepati janji itu tidaklah gampang, bahkan seringkali meleset.  Banyak orang kecewa karena orang yang diharapkan ternyata telah ingkar janji.  Seorang pemuda berjanji hendak menikahi seorang gadis, ternyata janji itu tidak ia tepati, ia malah berpaling ke lain hati dan meninggalkan gadis itu.  Janji manusia seringkali berujung pada kekecewaan, padahal pepatah dunia mengatakan bahwa janji adalah utang, sebab itu bayarlah janjimu supaya jangan berutang.

     Bagaimana dengan Tuhan kalau Dia berjanji?  Alkitab menyatakan bahwa  "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya,"  (2 Petrus 3:9a) dan  "Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah."  (Mazmur 12:7).  Karena itu jangan pernah ragu akan janji Tuhan.  Ketika berada dalam pe…

AYUB: Tetap Kuat Di Tengah Penderitaan!

Baca:  Ayub 13:1-28

"Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu.  Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu?"  Ayub 13:23-34





      Alkitab dengan jelas mencatat bahwa Ayub  "saleh dan jujur;  ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."  (Ayub 1:1).  Ini menunjukkan bahwa Ayub adalah orang yang hidupnya benar dan tidak bercela di hadapan Tuhan.  Itulah sebabnya ketika kesengsaraan dan penderitaan menimpa hidupnya ia merasa berhak untuk bertanya kepada Tuhan:  apakah ini tidak  "salah alamat"?  Bukankah seharusnya orang fasik atau orang berdosa yang layak menerima segala penderitaan dan malapetaka?

     Seringkali kita juga marah kepada Tuhan dan menyalahkan Dia ketika melihat orang-orang di luar Tuhan hidupnya  "aman-aman"  saja.  Pemazmur menasihati,  "Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;  sebab mereka segera…

Dampak Buruk Menghakimi

Baca:  Roma 14:1-12

"Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri."  Roma 14:4





       Kita harus tahu bahwa kita tidak memiliki kuasa untuk menghakimi, karena apa yang kita pandang baik dan benar menurut ukuran kita belum tentu demikian;  hanya Tuhan yang memiliki dan tahu akan kebenaran dan keadilan itu.  Itulah sebabnya firmanNya berkata,  "Pembalasan adalah hak-Ku.  Akulah yang akan menuntut pembalasan.'  Dan lagi:  'Tuhan akan menghakimi umat-Nya.'"  (Ibrani 10:30).

     Inilah yang seringkali menjadi masalah terbesar mengapa gereja tidak dapat bertumbuh, tidak dapat maju, menjadi terpecah, karena mereka saling menghakimi.  Banyak orang tidak mau datang ke gereja tertentu karena mereka mendengar bahwa hamba Tuhan di gereja tersebut saling menjatuhkan satu sama lain, yang satu merasa diri l…

Berhentilah Menghakimi

Baca: Roma 14:1-12

"Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah."  Roma 14:10






       Sampai saat ini masih sering terjadi saling menghakimi di antara anak-anak Tuhan.  Kita begitu mudahnya melihat dosa, kelemahan dan kekurangan orang lain.  Ketika ada saudara seiman yang jatuh dalam dosa kita langsung mencemooh dan sesegera mungkin menyebarkan  'kabar hangat'  ini ke orang lain.  Ketika ada saudara yang mengalami pergumulan berat dan sakit tak kunjung sembuh kita langsung berkata,  "Wah... dia terlalu banyak dosanya, makanya Tuhan menimpakan masalah berat padanya."  Ada peribahasa yang mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak.  Setiap orang itu tidak pernah luput dari kesalahan.  Tak ada manusia yang sempurna!  Bahkan hamba Tuhan atau pendeta pun tak luput dari kesalahan dan kekurangan.  Oleh karena itu  "...janganlah kita saling menghakim…

DOA Untuk Memuaskan Keinginan

Baca:  Yakobus 4:1-10

"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu."  Yakobus 4:3






      Adalah penting bagi kita untuk selalu diingatkan betapa penting doa itu bagi orang percaya.  Doa adalah nafas hidup kita.  Dengan kata lain setiap orang percaya harus hidup di dalam doa setiap waktu.  Doa adalah sarana komunikasi kita dengan Tuhan dan itu berarti harus terjadi dua arah.  Ada saatnya kita yang berbicara kepada Tuhan dan Tuhan yang mendengarkan, dan ada saatnya Tuhan yang berbicara kepada kita melalui firmanNya kemudian kita yang mendengar.

     Tuhan menghendaki hubungan yang karib antara kita denganNya terjalin terus setiap hari dan setiap saat.  Namun banyak orang Kristen yang tekun berdoa hanya ketika mereka perlu saja, saat dalam masalah dan pergumulan yang berat.  Sebaliknya jika semuanya baik-baik saja, usaha lancar, tubuh sehat-sehat saja dan sebagainya,…

Jangan Menunggu DItegur TUHAN

Baca:  2 Tawarikh 33:1-20 

"Ia melakukan banyak yang jahat di mata Tuhan, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya."  2 Tawarikh 33:6b







        Penyesalan tidak pernah datang di depan tetapi muncul di belakang atau di kemudian hari.  Maka alangkah bijaknya bila sebelum melakukan segala sesuatu kita pikirkan masak-masak sebab dan akibatnya supaya tidak menyesal.

     Hal ini dialami oleh Manasye.  Sebagai raja ia merasa dirinya mampu, kuat, dan punya kuasa dan harta yang melimpah.  Itulah sebabnya ia tidak lagi menghiraukan firman Tuhan.  Ia hidup dalam ketidaktaatan!  Menasye melakukan kejahatan yang luar biasa padahal ia tahu firman dan itu sangat menyakiti hati Tuhan.  Bahkan ia lebih memilih mendengarkan nasihat dari penasihatnya yang jahat dan menuruti rakyatnya daripada mendengarkan nasihat dari nabi Tuhan.  Dan lebih keji lagi, Manasye mendirikan bukit-bukit pengorbanan kepada dewa-dewa.  Tidak hanya itu, ia juga rela mengorbankan anak-anaknya sendiri sebagai persembahan kep…

Kesempatan Bertemu YESUS

Baca:  Lukas 19:1-10

"Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ."  Lukas 19:4







       Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa kesempatan itu tidak datang untuk kedua kalinya, karena itu jangan pernah disia-siakan.  Seorang atlit yang setiap harinya berlatih keras dan tidak mengenal lelah, ketika akhirnya dikirim untuk mengikuti sebuah kejuaraan pasti tidak akan menyia-nyiakannya, dia akan gunakan kesempatan itu sebaik mungkin untuk mengukur kemampuan dan kekuatannya.  Begitu juga kita;  jika kita beroleh kesempatan untuk melayani Tuhan, tangkap kesempatan itu sebaik mungkin.  Banyak orang yang menyesal ketika kesempatan yang diberikan itu tidak digunakan dan malah disia-siakan.  Berikutnya yang ada adalah penyesalan.

     Salah satu orang yang tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam hidupnya adalah Zakheus.  Ia mendengar bahwa  "Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Ia berusah…

Berkat Adalah Milik Orang Percaya

Baca:  Ulangan 11:8-32

"berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu hari ini;"  Ulangan 11:27







      Hidup yang diberkati sesungguhnya adalah bagian hidup orang percaya.  Namun kenyataannya banyak anak Tuhan yang masih belum merasakan dan mengalami berkat Tuhan secara penuh dalam hidupnya.  Mengapa hal ini bisa terjadi?  Mungkin karena kita tidak tahu rahasianya, padahal berkat sudah disediakan Tuhan dan kita tinggal meraihnya.

     Ayat nas jelas mengatakan bahwa berkat akan menjadi milik kita apabila kita mendengarkan perintah Tuhan yaitu hidup dalam ketaatan.  Kita terkadang masih bingung harus mulai dari mana melakukan perintah Tuhan itu;  bukan masalah dari mana, tetapi kesungguhan hati kita untuk taat adalah langkah awal dan yang paling penting.  Ini adalah seperti seorang pelari yang akan berlomba, selalu dimulai dari start, dan ia akan menyelesaikannya sampai garis akhir, entah dia menjadi yang pertama atau yang terkemudian.  Untu…

Berada di Rumah TUHAN

Baca:  Mazmur 84:1-13

"Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain;  lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."  Mazmur 84:11






       Perlukah kita pergi ke gereja?  Perlukah kita menyediakan waktu untuk datang beribadah ke gereja setiap hari Minggu?  Ya, tentu saja perlu...  Tapi masih banyak orang Kristen yang mengabaikan jam-jam ibadah dan tidak lagi pergi ke gereja, apalagi kalau misalnya tokonya lagi ramai pembeli, sayang kalau ditutup.  Bagi orang percaya beribadah ke gereja adalah tugas dan kewajiban yang tidak boleh diabaikan dan itu adalah sebuah keharusan.

     Pergi beribadah ke gereja adalah perintah Tuhan dan harus ditaati.  Tertulis:  "Tetapi tempat yang akan dipilih Tuhan, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi."  (Ulangan 12:5).  Bila Tuhan memberikan perintah tid…

Hidup Tak Bercacat Cela Dihadapan TUHAN

Baca:  Efesus 1:1-14

"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."  Efesus 1:4







     Setiap hari kita selalu diperhadapkan pada persoalan yaitu bagaimana menyangkal kedagingan kita karena yang menjadi musuh utama kita adalah kedagingan kita sendiri.  Tertulis:  "...roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:41b).  Karena itu kita harus berjuang untuk bisa mengalahkan kedagingan kita.  Kita harus tegas:  hidup menyenangkan hati Tuhan atau menyenangkan kedagingan kita.  Kalau kita menyenangkan kedagingan kita, kita akan jatuh ke dalam dosa dan berbagai-bagai pencobaan, tetapi kalau kita menyenangkan hati Tuhan, maka damai sejahtera itu menjadi milik kita.  Mari kita hidup sesuai firmanNya supaya kita berkenan kepada Tuhan dan hati Tuhan disenangkan.

     Alkitab jelas menyatakan bahwa kita ini dipanggil untuk hidup dalam kebenaran.  Kita dipanggil untuk melakukan kebenaran dan memiliki…

Serupa Dan Segambar Dengan KRISTUS

Baca:  Roma 1:1-7

"Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus."  Roma 1:6








        Tuhan menciptakan manusia bukan tanpa maksud dan rencana, tetapi kita diciptakan di dalam citra dan rencanaNya.  Kita diciptakan supaya menghasilkan buah, berlipat ganda dan menaklukkan bumi, barulah tujuan hidup manusia di bumi memerintah bersama dengan Kristus tercapai.  Kita dipanggil untuk diselamatkan dan menjadi seperti Kristus.  Orang percaya akan ikut memerintah bersama Kristus.  Karena itu jangan sia-siakan apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.  Kita dipanggil dan dibenarkan oleh Allah agar kita bisa memerintah bersama dengan Dia.  Tetapi tidak semua orang bisa memerintah bersama dengan Kristus.  Hanya orang-orang yang setia sampai akhirlah yang akan ikut memerintah bersama Kristus.

     Sebagai anak-anak Tuhan kita dipanggil untuk menjadi serupa dan segambar dengan Kristus.  Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang sungguh baik kepada kita…

Roh Kita Harus Semakin Kuat

Baca:  Mazmur 51:1-21

"Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh."  Mazmur 51:12







        Di akhir zaman ini kehidupan orang percaya harus memiliki roh yang semakin hari semakin kuat.  Roh yang kuat inilah yang dapat mengendalikan keinginan jiwa dan tubuh.  Sering terjadi kita ingin berbuat benar tetapi tubuh kita selalu ingin berbuat jahat.  Antara roh dan tubuh selalu bertentangan.  Seperti tertulis,  "...jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.  Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku."  (Roma 7:21-23).

     Sebelum kita melakukan yang benar, yang jahat sudah kita kerjakan.  Sungguh, keinginan tubuh itu tidak pernah sejalan dengan keinginan roh.  Kita tahu bahwa orang yang hidup dalam daging tidak akan…

Jangan Menipu TUHAN !

Baca:  Kisah Para Rasul 5:1-11

"Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul."  Kisah 5:2







       Jika memperhatikan cara hidup jemaat mula-mula, mungkin kita dibuat malu.  Mengapa?  Karena jemaat pada zaman rasul-rasul memiliki hati yang mau berbagi.  Mereka suka memberi persembahan, rela menjual harta kepunyaannya untuk dipersembahkan kepada rasul-rasul dan kemudian dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya sehingga  "...tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka;"  (Kisah 4:34a).  Bahkan dikisahkan ada seorang yang bernama Yusuf dan para rasul memanggilnya Barnabas, orang Lewi dari Siprus, jauh-jauh datang untuk memberikan persembahan hasil menjual ladang.  Jumlah uang yang dipersembahkan pasti sangatlah besar dan itu sangat berarti bagi orang-orang yang membutuhkan.

     Melihat ada orang asing yang sangat kaya membawa persembahan yang bany…

Utusan TUHAN di Bumi

Baca:  Lukas 1:5-25

"Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu."  Lukas 1:19






       Sebagai orang Kristen kita sering berpikir bahwa ibadah ke gereja tiap Minggu, hadir di persekutuan-persekutuan dan ikut terlibat dalam kegiatan apa pun di gereja adalah cukup dan itu sudah membuktikan bahwa kita ini adalah anak-anak Tuhan  (Pengikut Kristus).  Sesungguhnya keberadaan kita lebih dari itu!  Setiap orang percaya yang telah mengalami lahir baru memiliki predikat sebagai seorang utusan Tuhan.

     Hal ini tidak jauh berbeda dengan tugas malaikat Gabriel yaitu membawa kabar baik.  Demikian pula setiap amanat yang kita terima dari Tuhan merupakan tugas yang mulia.  Untuk memenuhi panggilan Tuhan ini kita harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.  Segala tugas yang dipercayakan kepada kita biarlah kita lakukan dengan sungguh-sungguh.  Seringkali kita yang pada mulanya begitu menggebu-gebu m…

Jangan Ditunda-Tunda !

Baca:  1 Tesalonika 4:1-12

"Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya."  1 Tesalonika 4:10b







       Kita tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, tidak untuk selama-lamanya.  Artinya waktu yang ada sangat terbatas.  Karena itu kita harus mampu memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin.  Banyak orang yang tanpa sadar telah membuang waktu-waktu yang ada dengan melakukan hal-hal yang sia-sia.  Ingat!  Hidup ini terdiri dari kesempatan demi kesempatan, dan waktu yang kita jalani ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita.

     Apa iu kesempatan?  Salah satu pengertian mengenai kesempatan adalah kairos.  Dalam bahasa Yunani, kata  'kairos'  adalah kesempatan untuk mendapat atau memperoleh sesuatu, di mana kesempatan ini tidak akan pernah terjadi untuk kedua kalinya.  Oleh karena itu jangan tunda-tunda waktu lagi untuk melakukan yang terbaik selama kesempatan itu Tuhan berikan kepada kita.  Apalagi …

Meraih Berkat Dengan Iman

Baca:  Efesus 1:3-14

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga."  Efesus 1:3






      Dari dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya Tuhan itu baik.  Bukti nyata dari kebaikan Tuhan bisa kita baca di ayat nas di atas, di mana Tuhan telah menyediakan segala berkat rohani yang ada di dalam sorga bagi anak-anakNya.  Hal ini berarti segala sesuatu yang kita butuhkan, baik itu damai sejahtera, sukacita, kemenangan, kelimpahan dan sebagainya sudah ada di dalam kehidupan kita.  Namun semua itu tidak akan terealisasi dalam kehidupan kita jika kita tidak melakukan bagian kita.  Jadi ada bagian yang Tuhan kerjakan, namun di sisi lain ada bagian yang harus kita kerjakan.  Banyak dari kita yang setiap hari hanya terpaku pada keadaan yang ada:  kita merasa lemah tak berdaya, sakit-sakitan, hidup dalam kekurangan dan hal-hal negatif lain.  Kita masih belum menyadari bahwa Tuhan telah menyediakan p…

Huru-Hara di Efesus

Baca:  Kisah 19:21-40

"Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya:  'Besarlah Artemis dewi orang Efesus!'"  Kisah 19:28







      Kata demonstrasi bukan lagi asing di telinga kita.  Hampir setiap hari surat kabar dan televisi memberitakan tentang demonstrasi:  buruh berdemo di depan pabrik menuntut perbaikan upah;  mahasiswa berdemo di jalan-jalan menuntut penegakan keadilan;  demo antikorupsi, demo antikekerasan dan sebagainya selalu saja terjadi di negeri ini.

     Suasana mencekam karena demonstrasi juga terjadi di kota Efesus.  Apa yang sedang terjadi?  "...ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak.  Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya.  Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata:  'Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita dalah hasil perusahaan ini!'"  (K…

YESUS Adalah Sahabat Sejati

Baca:  Yohanes 15:9-17

"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."  Yohanes 15:13







        Dalam menjalani kehidupan di dunia ini tak mungkin kita sendirian, siapa pun kita pasti memerlukan orang lain sebagai teman atau sahabat.  Namun tidaklah mudah menemukan teman yang baik, apalagi teman yang setia di segala keadaan.  Teman datang dan pergi adalah hal yang biasa.  Teman dalam suka banyak, tapi bagaimana dengan teman dalam duka atau ketika sedang susah?  Terkadang pula  "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara."  (Amsal 18:24).

     Sebagai orang percaya kita patut bersyukur karena kita mempunyai Tuhan Yesus yang bukan saja sebagai Juruselamat hidup kita, tapi juga menjadi sahabat sejati kita.  Bahkan Tuhan sendirilah yang memilih kita menjadi sahabatNya.  Tuhan Yesus berkata,  "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak…

Jangan Menyimpan Dendam

Baca:  2 Samuel 18:19-23

"Dan beginilah perkataannya sambil berjalan:  'Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom!  Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!'  2 Samuel 18:33b






       Absolom adalah anak Daud, tapi ia melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri.  Absalom ingin menjadi raja menggantikan Daud sampai-sampai Daud harus melarikan diri dari Yerusalem.  Tetapi peristiwa tragis terjadi.  "Adapun Absalom menunggangi bagal.  Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon terbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya berlari terus."  (2 Samuel 18:9).  Kabar kematian Absalom pun akhirnya sampai ke telinga Daud.  Bagaimana reaksi Daud?  Bersukacitakah karena  'musuhnya'  telah tewas?  Tidak!  Sebab walaupun Absalom adalah pemberontak atau pengkhianat dan telah melakukan dosa terhadap ayahnya, Daud, ia tetaplah anak…

TUHAN Selalu Buka Jalan

Baca:  Keluaran 14:15-31

"Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.  Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut."  Keluaran 14:30






      Bangsa Israel sedang menghadapi persoalan yang sangat pelik karena mereka berhadapan dengan Laut Teberau dan di belakang mereka ada pasukan Firaun yang datang mengejar.  Mereka tidak hanya menghadapi persoalan di depan yang keadaannya belum pasti, tetapi juga menghadapi persoalan di belakang yaitu masa lalu mereka saat diperbudak di Mesir.  Kita tahu bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan, umat kesayangan Tuhan sendiri.  Meski demikian mereka juga mengalami persoalan.  Jadi, persoalan adalah realita dan janganlah heran bila setiap kita juga diperhadapkan dengan persoalan, karena hidup ini tak ubahnya seperti sekolah di mana ada ujian demi ujian, dan Tuhan mengajarkan kita untuk tidak lari dari masalah, melainkan harus kita hadapi.

     Bagaimana reaksi bangsa Israel keti…

Berperang Melawan Musuh !

Baca:  1 Petrus 5:8-11

"Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama."  1 Petrus 5:9







      Menurut kamus bahasa Indonesia, kata perang berarti permusuhan antara dua negara;  pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan atau lebih;  perkelahian atau konflik.  Jadi suatu negara berperang karena mereka memiliki musuh.  Apalagi kalau musuhnya itu menyerang, maka yang diserang pasti akan mengangkat senjata dan melakukan pembalasan.  Tujuannya adalah supaya musuhnya hancur lebur dan ia keluar sebagai pemenang.  Di setiap peperangan para tentara pasti memperlengkapi dirinya dengan senjata yang canggih.  Tidak ada tentara yang terjun ke medan perang tanpa senjata apa pun, karena bisa-bisa ia akan mati konyol.  Begitu juga dengan kehidupan orang percaya;  kita ini sedang berada di medan peperangan.  Sebagai laskar-laskar Kristus kita harus selalu sigap dan berjaga-jaga.  Jadi tidak ada istilah santai-sa…

Ambisi Yang Salah (Matius 23:1-12)

Baca:  Matius 23:1-12

"...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  Matius 23:12








        Setiap manusia boleh saja memiliki ambisi, dan memang harus memiliki ambisi dalam hidupnya.  Memiliki ambisi akan menjadi suatu dorongan atau memacu seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan hasil yang lebih baik.  Jika seseorang tidak memiliki ambisi ia tidak memiliki gairah dalam mengisi kehidupannya.

     Pada dasarnya memiliki ambisi itu bagus selama masih bisa dikendalikan dengan baik.  Jika tidak, ambisi tersebut akan menghasilkan sikap ambisius.  Ambisi yang positif mendorong seseorang untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya.  Sebaliknya, ambisi yang negatif adalah ambisi yang tidak sebanding dengan potensi yang dimilikinya sehingga seseorang akan menempuh segala cara untuk mewujudkan ambisinya itu.  Di balik ambisi yang negatif, seseorang tak mau kalah dengan orang lain,…

Dikuasai Oleh Indra (1 Korintus 9:24-27)

Baca:  1 Korintus 9:24-27

"Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal."  1 Korintus 9:25a







       Diri sendiri seringkali menjadi musuh terberat dan terbesar bagi kita.  Semua pasti merasakan betapa sulitnya menaklukkan diri sendiri;  salah satu contoh sederhana adalah hal berdoa.  Adalah tidak mudah bagi kita mengajak tubuh ini untuk berdoa atau bersaat teduh.  Rasa-rasanya tubuh ini tak berdaya, apalagi bila rasa kantuk dan malas datang menyerang.  Benar apa yang dikatakan Alkitab:  "...roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:41).  Ini menunjukkan betapa mudah kita dikendalikan oleh daging atau kelima indera kita.

     Firman Tuhan menasihatkan agar kita tidak dikuasai oleh daging atau indera kita yang dapat mengikat kita pada perkara-perkara dunia ini, dan bukan pada firman Tuhan.  Kita terlalu sering yakin pada indera kita dan bukan pada apa yang dikatakan oleh Alkitab.  Apa buktinya?   Kita seri…

TUHAN Yang Menyelesaikan

Baca:  Mazmur 138:1-8

"Tuhan akan menyelesaikannya bagiku!  Ya Tuhan, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya;  janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!"  Mazmur 138:8






      Daud bisa berkata,  "Tuhan akan menyelesaikan bagiku!"  karena ia tahu bahwa Tuhan adalah pemegang kendali hidupnya dan Dia pasti akan mengarahkannya untuk suatu tujuan akhir yang sempurna.  Tuhan berkata,  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  (Yeremia 29:11).

     Tuhan itu Mahakuasa sehingga Ia dapat mengatur setiap peristiwa demi peristiwa dalam kehidupan kita sesuai dengan rencanaNya.  Seringkali kita sulit untuk menerima cara kerja Tuhan yang sepertinya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, terlebih lagi bila peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita begitu menyakitkan.  Tetapi sebenarnya…