Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Kasih Yang Tidak Memanjakan

Baca:  2 Tesalonika 3:1-15

"Tetapi Tuhan adalah setia.  Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat."  2 Tesalonika 3:3







       Tuhan adalah kasih.  Hal ini ditegaskan juga oleh pemazmur,  "Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-amanya."  (Mazmur 117:2).  Meski demikian, kasihNya tidak selalu memanjakan kita.  Apa yang kita minta tidak selalu Dia berikan, tetapi apa yang kita perlukan pasti disediakanNya.

     Kasih Tuhan adalah kasih yang mendidik dan mendisiplinkan seperti tertulis:  "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;  sebab itu relakanlah hatimu..."  (Wahyu 3:19).  Adakah seorang anak yang tidak mengalami didikan keras dari orangtuanya?  Begitu pula kita sebagai anggota keluarga Tuhan pasti akan mengalami didikan dari Tuhan sendiri.  Adapun didikan dan pembentukan terhadap tiap-tiap orang itu beragam dan tidak selalu sama.  Oleh karena itu jangan putus asa dan tawar hati apabila saat ini Tuhan me…

TUHAN Adalah Pelindungan Yang Sejati

Baca:  Keluaran 12:1-28

"Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir."  Keluaran 12:13



      Semua orang yang ada di dunia ini membutuhkan perlindungan dalam hidupnya, baik itu perlindungan dari segala marabahaya, sakit penyakit dan juga maut yang setiap saat bisa mengancam hidup manusia.  Tidak sedikit orang yang menjadikan kuasa gelap sebagai benteng perlindungan mereka.  Namun bagi kita orang percaya, yang menjadi perlindungan kita adalah Tuhan Yesus Kristus.  Pemazmur berkata,  "Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan."  (Mazmur 9:10).

     Gambaran yang luar biasa tentang perlindungan Tuhan adalah perayaan Paskah di Israel, di mana setiap keluarga harus mengambil anak domba atau kambing jantan yang tidak …

Harta Dunia Bukan Tujuan Akhir

Baca:  Pengkhotbah 5:7-19

"Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur."  Pengkhotbah 5:11





     Apa yang menjadi tujuan hidup Saudara?  Apakah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya mumpung masih hidup?  Jika seseorang sudah memiliki kekayaan yang melimpah, berbahagiakah hidupnya?  Salomo, seorang raja yang sangat terkenal dengan hikmat dan kekayaan yang melimpah, menyatakan bahwa kekayaan duniawi itu adalah kesia-siaan.

     Ternyata memiliki kekayaan tidak dengan serta-merta membuat seseorang hidup dalam kebahagiaan.  Salomo berkata,  "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan peghasilannya.  Inipun sia-sia."  (Pengkhotbah 5:9).  Ayat nas di atas juga menegaskan bahwa  "...kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur."  Orang kaya selalu tidak tenang dalam hidupnya, tidur pun tidak bisa …

Menanti TUHAN Dengan Setia dan Berjaga

Baca:  Lukas 12:35-48

"Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang."  Lukas 12:43







       Di hari-hari akhir ini bukan saatnya untuk kita tidur, bermalas-malasan atau berpangku tangan.  Tuhan Yesus menasihatkan agar kita selalu siap, berjaga-jaga, semangat melayani dan menjaga agar lampu kita tetap menyala.  Seperti seseorang yang sedang menunggu tuannya kembali dari pesta kawin, maka ketika Ia datang dan mengetuk pintu, kita dapat dengan segera membuka pintu bagiNya.  Tuhan Yesus berkata,  "Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka."  (Lukas 12:38).

     Masa-masa penantian adalah masa yang sangat menentukan bagi kita.  Kita tahu bahwa pekerjaan menanti itu sangat menjemukan, apalagi yang dinanti-nanti tidak kunjung datang.  Banyak orang menjadi tidak sabar dalam hal menanti sehingga mereka pun tidak lagi tahan dan akhirnya berubah sikap. …

YESUS Jalan Satu-Satunya

Baca:  Roma 5:1-11

"Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!"  Roma 5:10





      Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan bagi manusia untuk dapat diperdamaikan dengan Allah.  Dia adalah satu-satunya jalan menuju sorga.  Tuhan Yesus berkata,  "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.  Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.  Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.  Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."  (Yohanes 14:6-7).

     Ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia akan menerima hidup yang kekal, diperdamaikan dengan Allah dan dipulihkan persekutuannya dengan Dia,  "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tid…

TUHAN Mencari Yang Hilang (Lukas 19:1-10)

Baca:  Lukas 19:1-10

"Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham."  Lukas 19:9







     Zakheus dikenal sebagai seorang kepala pemungut cukai dan bisa dipastikan bahwa ia sangatlah kaya.  Tidak jauh berbeda dengan pemungut cukai lainnya, ia dikenal tamak dan suka memeras orang lain.  Sangatlah wajar jika profesinya sebagai pemungut cukai ini membuatnya sangat dibenci oleh banyak orang, karena di mana-mana pemungut cukai memiliki reputasi yang buruk.  Pada suatu ketika Tuhan Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Keberadaan Yesus ini di dengar oleh Zakheus, karena itu  "Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ."  (Lukas 19:3-4).  Betapa besar kuasa Tuhan Yesus sehingga kehadiranNya men…

Tidak Pernah Ingkar

Baca:  Yesaya 49:8-26

"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau."  Yesaya 49:15






     Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan, umat kesayangan Tuhan.  Hal ini dinyatakan Tuhan sendiri dalam firmanNya,  "Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu;  engkaulah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya."  (Ulangan 7:6).  Bangsa  Israel akan dipilih sampai pada penyempurnaan akhir dari zaman ini, sampai Tuhan memenuhi setiap janji yang Ia buat dengan mereka.  Walaupun seringkali mereka memberontak dan tidak taat kepada Tuhan, Tuhan tak pernah mengingkari perjanjianNya.  Ada tertulis:  "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal.  Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?"  (Bilangan 23:19).  …

Nama Baik Lebih Berharga Dari Kekayaan

Baca:  Amsal 22:1-16

"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas."  Amsal 22:1







     Siapakah yang disebut orang kaya?  Menurut penilaian dunia, seseorang bisa dikatakan kaya apabila ia memiliki banyak uang atau harta kekayaan tanpa mempedulikan nama baik.  Bagi dunia, harta kekayaan tak memerlukan adanya reputasi yang baik.  Meskipun kekayaan yang dimiliki itu berasal dari kecurangan, korupsi atau dukun, tak jadi masalah, orang-orang dunia tetap menyebutnya kaya.  Tetapi Alkitab dengan tegas menyatakan demikian:  "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar,..."  (ayat nas).

     Bagi orang percaya, memiliki harta yang melimpah bukanlah tujuan utama hidup ini.  Tertulis:  "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?  Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"  (Matius 16:26).  Jadi, memiliki nama baik di hadapan Tuhan adalah seorang yang hidupnya se…

Persimpangan Jalan Yang Menentukan

Baca:  1 Samuel 10:1-16

"Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan...;"  1 Samuel 10:1 




    Perjalanan hidup seseorang sangat ditentukan oleh pilihan-pilihan hidup yang diambilnya.  Hidup ini penuh dengan jalan cadas dan berliku-liku.  Adakalanya kita diperhadapkan dengan persimpangan-persimpanan jalan yang membahayakan.  Jangan sampai kita tersesat! 

     Salah memilih jalan di persimpangan dapat mengubah keadaan kita seumur hidup.  Ketika tiba-tiba datang badai menerpa dan kita diperhadapkan dengan suatu pilihan yang harus kita jalani, mana yang akan kita tempuh?  Apakah kita terus berjalan menurut kehendak kita sendiri ataukah kita datang kepada Tuhan dan memohon tuntunanNya seperti doa Daud ini?  "Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu …

Nama Baik Lebih Berharga Dari Kekayaan

Baca:  Amsal 22:1-16

"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas."  Amsal 22:1







     Siapakah yang disebut orang kaya?  Menurut penilaian dunia, seseorang bisa dikatakan kaya apabila ia memiliki banyak uang atau harta kekayaan tanpa mempedulikan nama baik.  Bagi dunia, harta kekayaan tak memerlukan adanya reputasi yang baik.  Meskipun kekayaan yang dimiliki itu berasal dari kecurangan, korupsi atau dukun, tak jadi masalah, orang-orang dunia tetap menyebutnya kaya.  Tetapi Akitab dengan tegas menyatakan demikian:  "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar,..."  (ayat nas).

     Bagi orang percaya, memiliki harta yang melimpah bukanlah tujuan utama hidup ini.  Tertulis:  "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?  Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"  (Matius 16:26).  Jadi, memiliki nama baik di hadapan Tuhan adalah seorang yang hidupnya sen…

Persimpangan Jalan Yang Menakutkan

Baca:  1 Samuel 10:1-16

"Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan...;"  1 Samuel 10:1 



     Perjalanan hidup seseorang sangat ditentukan oleh pilihan-pilihan hidup yang diambilnya.  Hidup ini penuh dengan jalan cadas dan berliku-liku.  Adakalanya kita diperhadapkan dengan persimpangan-persimpanan jalan yang membahayakan.  Jangan sampai kita tersesat! 

     Salah memilih jalan di persimpangan dapat mengubah keadaan kita seumur hidup.  Ketika tiba-tiba datang badai menerpa dan kita diperhadapkan dengan suatu pilihan yang harus kita jalani, mana yang akan kita tempuh?  Apakah kita terus berjalan menurut kehendak kita sendiri ataukah kita datang kepada Tuhan dan memohon tuntunanNya seperti doa Daud ini?  "Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu…

Sudah Terujikah Kesetiaan Kita ?

Baca:  Markus 14:66-72

"Tetapi ia menyangkalnya dan berkata:  'Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.'  Lalu ia pergi keserambi muka  (dan berkokoklah ayam)."  Markus 14:68






     Menjelang hari penyalibanNya Tuhan Yesus mempersiapkan diri dengan berdoa.  Ia mengajak serta Petrus, Yakobus dan juga Yohanes ke taman Getsemani.  Setiba di situ Yesus maju sedikit beberapa langkah dan berdoa sendiri kepada Bapa.  Ia pun berpesan agar ketiga muridNya itu tetap berjaga-jaga.  Namun ketika Yesus datang kembali Ia menjumpai ketiganya sedang tertidur,  "Dan Ia berkata kepada:  'Simon, sedang tidurkah engkau?  Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?'"  (Markus 14:37b).

     Peristiwa di atas terjadi sampai tiga kali ketika Tuhan Yesus menjumpai mereka sedang tidur.  Petrus yang semula begitu yakin akan dirinya, bahwa ia tidak akan meninggalkan Tuhan Yesus sekali pun murid-murid yang lain meninggalkannya  (bahkan ia berani mati untuk Tuhan …

ROH KUDUS: Mengalahkan Roh Jahat!

Baca:  1 Yohanes 4:1-6

"Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu;  sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  1 Yohanes 4:4






     Setiap orang percaya yang sudah lahir baru mempunyai Roh Tuhan atau Roh Kudus di dalam hatinya. Tertulis demikian:  "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"  (1 Korintus 3:16).  Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, anak-anak Tuhan, menjadi kunci kemenangan kita sehingga kita dapat mengalahkan nabi-nabi palsu yang ada.  Ini berarti kita dapat mengalahkan roh-roh jahat atau penghulu-penghulu di udara, sebab di dalam diri nabi-nabi palsu berdiam roh-roh jahat.  Namun mengapa masih banyak di antara kita yang ternyata kalah dan tak berdaya ketika menghadapi tipu muslihat Iblis?  Ini disebabkan kita belum tahu bahwa kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa dosa adalah kemenangan kita juga.  Kita tak berani sepenuhny…

Kuasa Injil Tidak Pernah Berubah

Baca:  Kisah Para Rasul 14:1-20

"Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya."  Kisah 14:15b





      Biasanya keselamatan sealu dikaitkan dengan pengampunan dosa melalui pengorbanan darah Kristus di atas kayu salib dan juga  'kelahiran baru'  di dalam Dia.  Memang benar, sebab pengampunan dosa dan juga lahir baru adalah dua hal penting yang saling terkait.

     Sesungguhnya keselamatan itu mempunyai aspek yang sangat luas.  Keselamatan juga berarti sukacita, damai sejahtera, kelepasan, perlindungan, kemenangan, pemulihan dan juga kesembuhan jasmani dan rohani.  Kita melihat dan menyaksikan di acara KKR, ketika Injil keselamatan diberitakan, kuasa Tuhan dinyatakan sehingga terjadi banyak mujizat:  yang buta melihat, yang lumpuh berjalan dan sebagainya.  Salah satu contohnya adalah yang terjadi di Listra.  Ketika rasul…

Jangan Menyimpan Kepahitan (Efesus 4:17-32)

Baca:  Efesus 4:17-32

"Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."  Efesus 4:31






     Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan akhirnya tahun pun berganti tahun menunjukkan bahwa segala sesuatu ada akhirnya dan selalu berubah.  Bila segala sesuatu harus ada akhirnya dan berganti dengan suasana baru, bagaimana dengan keadaan dan suasana hati kita?  Apakah juga sudah mengalami pembaharuan?  Jika di masa-masa lalu terjadi kegeraman, pertikaian, saling membenci, saling memfitnah di antara keluarga, teman, rekan sepelayanan atau di mana saja, apakah sampai hari ini rasa itu masih tertanam di dalam kita, sehingga timbul suatu akar pahit?  Apakah kita terus diam saja dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal di hati kita masih berkemelut rasa dendam, pahit dan sakit hati?

     Sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh terus-menerus menyimpan akar pahit itu.  …

Benih Untuk Ditabur

Baca:  2 Korintus 9:6-15

"Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;"  2 Korintus 9:10





     Di dalam kehidupan ini semuanya tak lepas dari hukum tabur-tuai.  Berbicara mengenai tuaian, kita diajak untuk mengetahui prinsip menabur dan menuai.  Alkitab menyatakan bahwa,  "Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam"  (Kejadian 8:22).  Di sini kita melihat bahwa prinsip menabur dan menuai itu akan selalu berlangsung terus-menerus selama bumi masih ada.

     Segala sesuatu dalam kehidupan ini berasal dari benih, baik itu tanaman, binatang atau juga manusia.  Perihal benih, Tuhan Yesus mengatakan tentang diriNya,  "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.&…

Mengalami Berkat-Berkat Abraham

Baca:  Galatia 3:1-14

"Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu."  Galatia 3:14






     Abraham adalah salah satu tokoh besar dalam Alkitab yang diberkati Tuhan secara melimpah-limpah.  Berkat-berkat itu tidak hanya menjadi milik Abraham secara pribadi, tetapi bisa sampai pula kepada bangsa-bangsa termasuk kita sebagaimana tertulis:  "...dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."  (Kejadian 12:3).  Ayat nas di atas menyatakan bahwa di dalam Kristus berkat Abraham bisa sampai kepada bangsa-bangsa.  Semua yang dijanjikan Tuhan telah digenapiNya sehingga Abraham hidup dalam kelimpahan.

     Mengapa Abraham diberkati Tuhan?  1.  Taat pada perintah Tuhan.  Ketika Tuhan berfirman,  "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;"  (Kejadian 12:1), Abraham taat te…