Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Suka Menolong, Akan Menuai !

Baca:  Galatia 6:1-10

"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."  Galatia 6:2







       Berbuat baik seperti orang menabur benih.  Pada saatnya ia akan menuai, tidak akan hilang.  Suatu saat ia akan mendapatkannya kembali asal tidak jemu-jemu melakukannya.

     Setiap perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang lain selalu ada upahnya.  Memang saat menabur kita tidak langsung menuai, semua ada waktnya.  Kalau tidak menuai semasa hidup, kita akan mendapatkannya nanti di sorga.  Ingat, keturunan kita pun juga akan menuai dari apa yang telah kita perbuat bagi sesama.  Karena itu selama masih hidup di dunia ini banyak-banyaklah berbuat baik.  "Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga."  (2 Korintus 9:6).

     Siapa yang perlu kita tolong?  Kita perlu menolong orang lain tanpa melihat warna kulit, keturunan, pendidikan, agama dan latar belakang hidupnya.  Tanpa juga …

Kesabaran TUHAN Terhadap Orang Berdosa

Baca:  Yohanes 8:1-11

"Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."  Yohanes 8:11







        Saat ini dunia benar-benar telah berada di penghujung zaman.  Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus dengan sangat jelas menyatakan tentang keadaan manusia pada akhir zaman, di antaranya: akan mencintai dirinya sendiri, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, tidak dapat mengekang diri, garang  (baca 2 Timotius 3:1-4), dan ini benar-benar terjadi di sekitar kita.  Sering kita lihat di TV orang-orang tidak segan main hakim sendiri menganiaya pelaku kejahatan, bahkan sampai membakarnya hidup-hidup.  Belas kasihan benar-benar sudah tidak ada lagi.

     Selama pelayanan di bumi Tuhan Yesus tidak pernah berhenti melayani jiwa-jiwa; kasihNya, kebaikanNya dan kemurahanNya terhadap orang-orang begitu luar biasa, tanpa pandang bulu.  Orang-orang yang sakit, buta, lumpuh disembuhkan, bahkan Lazarus yang sudah mati selam…

GEREJA BERTUMBUH: Melalui Persekutuan!

Baca:  Efesus 2:11-22

"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"  Efesus 2:19






       Kepada jemaat Tesalonika paulus berkata,  "Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus."  (1 Tesalonika 5:26).  Cium kudus adalah ucapan lazim gereja mula-mula untuk menyatakan kasih dan persekutuan yang erat di antara jemaat Tuhan.

     Kunci kedua adalah persekutuan.  Jemaat bukan sekedar perkumpulan organisasi saja, tapi lebih dari pada itu;  setiap anggota jemaat menyadari bahwa mereka adalah 'satu tubuh' di dalam Kristus.  Kesatuan dan kebersamaan orang-orang percaya di dalam Kristus inilah yang disebut persekutuan.  Karena orang-orang percaya merupakan satu tubuh di mana setiap orang percaya adalah anggota tubuh itu, maka orang-orang Kristen dituntut untuk hidup sesuai dengan panggilan mereka.  Dikatakan,   "Memang ada banyak anggota, tetapi hanya…

GEREJA BERTUMBUH: Melalui Firman Tuhan

Baca:  2 Timotius 3:10-17

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."  2 Timotius 3:16





        Rasul Paulus melanjutkan,  "Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara."  (1 Tesalonika 5:27).

     Kunci berikutnya adalah firman Tuhan.  Gereja lahir karena pemberitaan firman Tuhan, jemaat dapat bertumbuh dalam iman dan makin dewasa rohaninya juga karena firman Tuhan, sebab  "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."  (Roma 10:17).  Ayat nas menyatakan bahwa segala tulisan yang ada di dalam Injil bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.  Itulah sebabnya firman Tuhan harus menempati di tempat utama dalam pelayanan gereja.  Gereja mula-mula bertumbuh karena jemaatnya  "...bertekun dalam pe…

GEREJA BERTUMBUH: Melalui Doa!

Baca:  1 Tesalonika 5:23-28

"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."  1 Tesalonika 5:23





       Setiap hamba Tuhan pasti hatinya sangat sedih jika melihat gereja yang dilayaninya tampak lengang, jemaatnya sangat sedikit dan hanya bangku kosong di jam-jam ibadah.  Yah dirindukan dan diharapkan setiap hamba Tuhan, khususnya Pendeta jemaat, adalah gerejanya terus mengalami pertumbuhan, bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas jemaatnya.  Kita pun selaku jemaat pasti sangat berharap gereja tempat kita beribadah berkembang pesat, bukan adem ayem saja dan stagnan.  Apalagi Tuhan Yesus yang adalah Kepala Gereja pasti sangat menginginkan gerejaNya makin hari makin bertumbuh sehingga banyak jiwa-jiwa diselamatkan dan dimenangkan untuk Kerajaan Allah.

     Bagaimana supaya gereja dapat bertumbuh?  Ada beberapa hal yang penting yang harus kita perhatikan su…

Tugas Kita Adalah Bersaksi

Baca:  Markus 5:1-20

"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau"  Markus 5:19





         Sebelum Yesus naik ke sorga Ia meninggalkan pesan kepada murid-muridNya,  "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."  (Kisah 1:8).  Setelah kuasa Roh Kudus turun di hari Pentakosta,  "...penuhlah mereka dengan Roh kudus,..."  (Kisah 2:4).  Sejak saat itu para murid Yesus mengalami perubahan hidup yang luar biasa, mereka tidak lagi takut atau ragu, melainkan dengan penuh keberanian bersaksi tentang Kristus kepada siapa pun yang dijumpainya, dan melayani Tuhan dengan semangat yang menyala-nyala.

     Menjadi saksi Kristus adalah tugas setiap orang percaya tanpa terkecuali.  Bersaksi berarti memberi kesaksian…

Orang Kaya Sukar Masuk Surga

Baca:  Matius 19:16-26

"Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."  Matius 19:24






       Menyimak pernyataan ayat firman Tuhan di atas semua orang pasti terkejut.  Terbesitlah suatu pernyataan di hati kita:  "Apakah untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga kita harus terlebih dahulu jadi orang yang miskin atau dalam keadaan yang serba pas-pasan?"  Jawabannya:  tidaklah demikian!

     Sejak dari semula Tuhan memiliki rencana yang indah bagi kehidupan setiap orang percaya sebagaimana tertulis:  "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  (Yeremia 29:11).  Jadi rencana Tuhan bagi kita adalah hari depan yang penuh harapan,  'MDC' (masa depan cerah), bukan 'MDS' (masa d…

BERKAT ROHANI: Lebih Berharga dari Berkat Jasmani!

Baca:  2 Korintus 4:16-18

"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."  2 Korintus 4:18






         Pada umumnya orang beranggapan bahwa berkat dari Tuhan itu identik dengan uang atau kekayaan (materi) yang tampak terlihat jelas secara kasat mata, sehingga kita pun menyimpulkan bahwa keadaan seseorang diberkati Tuhan selalu ditandai dengan melimpahnya harta kekayaan yang dimilikinya:  seperti rumah yang berada di kawasan elit, memiliki mobil yang mewah, anak-anak sekolah di luar negeri, atau memiliki pabrik atau usaha yang mapan dan sebagainya.  Sebaliknya pula, keadaan orang yang tidak diberkati Tuhan akan ditandai dengan kehidupannya yang serba pas-pasan, tinggal di kos atau rumah kontrakan, atau tidak punya kendaraan.

     Benarkah demikian?  Kita tidak dapat mengukur dan menilai berkat Tuhan dari sudut materi semata semata atau apa yang kelihatan.  Bagaimana pun…

ORANG KRISTEN: Harus Bisa Menjaga Perkataan!

Baca:  Kolose 4:1-6

"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."  Kolose 4:6






        Topik hari ini adalah mengingatkan kita agar berhati-hati dengan mulut/ucapan kita, karena kekuatan dari perkataan adalah sangat luar biasa.  Apalagi kita sebagai anak-anak Tuhan harus bisa menjadi teladan/kesaksian bagi orang-orang di luar Tuhan, salah satunya melalui ucapan mulut kita.  "Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."  (1 Timotius 4:12b).

     Banyak orang Kristen yang ketika berada di luar 'area suci' (gereja) tidak bisa menguasai mulutnya:  masih suka mengumpat, berkata-kata kasar, jorok, membicarakan kelemahan/kekurangan pendeta (gosip) dan sebagainya.  Dalam amsal 20:19 dikatakan,  "Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang…

Hormat dan Pujian Untuk DIri Sendiri

Baca:  2 Korintus 10:12-18

"Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan."  2 Korintus 10:18







        Apa tujuan Saudara melayani Tuhan atau terlibat pelayanan pekerjaan Tuhan?  Memberikan yang terbaik untuk Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang Dia beri, ingin tampil dan dilihat banyak orang, atau supaya terkenal dan beroleh pujian dari orang lain?

     Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa setiap kita, terlebih para pelayan Tuhan, tidak diperkenankan mencari penghargaan, hormat dan pujian dari orang lain ketika kita melayani pekerjaan Tuhan.  Itu sangat dibenci oleh Tuhan!  Dia berkata,  "Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya! Sebab, sesungguhnya, Aku mendatangkan malapetaka atas segala makhluk,..."  (Yeremia 45:5).  Bila kita berusaha untuk menjadi yang terbesar di dalam pelayanan, kita tidak akan pernah dapat mencapainya karena hal itu sangat bertentangan dengan kehendak Tu…

Istimewa dan Pilihan

Baca:  Efesus 1:3-14

"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."  Efesus 1:4







      Banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa keberadaannya di bumi sangat berbeda dari orang-orang dunia pada umumnya.  Kita bukan orang 'biasa-biasa' saja, tapi kita adalah orang-orang yang sangat istimewa di pemandangan Tuhan dan merupakan umat pilihan.

     Apa buktinya kalau kita adalah orang-orang pilihanNya?  Kita semua telah dipilih sebelum dunia dijadikan (ayat nas).  Luar biasa!  Hal ini juga disampaikan Tuhan kepada Yeremia,  "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."  (Yeremia 1:5).  Lalu dalam Perjanjian Baru kembali ditegaskan bahwa  "...kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Al…

Mencukupkan Diri Dengan Apa Yang Ada

Baca:  Filipi 4:11

"...sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan."  Filipi 4:11








          Sudah menjadi sifat manusia tidak puas dengan apa yang ada atau dimilikinya.  Inginnya mendapatkan lebih dan lebih seperti ada tertulis:  "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya."  (Pengkotbah 5:9a).  Sifat tidak puas terhadap uang atau kekayaan telah mendorong banyak orang untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum atau bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan, dan rasa-rasanya tradisi tidak punya malu ini sudah kian mewabah di berbagai kalangan.  Itulah sebabnya sejak dulu Yohanes Pembaptis memperingatkan para pemungut pajak  (yaitu orang-orang yang bekerja di kantor pajak),  "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."  (Lukas 3:13), dan juga para prajurit (yaitu karyawan, pegawai),  "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah …

Iman Mengalahkan Ketakutan

Baca:  Markus 4:35-41

"Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?'"  Markus 4:40







       Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus menegaskan bahwa Tuhan tidak memberikan kepada kita roh ketakutan.  Artinya bahwa roh ketakutan itu bukan berasal dari Tuhan melainkan dari iblis yang berusaha untuk melemahkan dan menghancurkan kehidupan orang percaya.

     Jika seseorang terus dikuasai oleh rasa takut, ia tidak akan dapat melangkah maju menggapai berkat Tuhan karena yang tertanam di hatinya hanyalah:  "Tidak mungkin, terlalu sukar, aku pasti tidak mampu" seperti yang dialami oleh 10 pengintai yang diutus Musa.  Mereka dan orang-orang yang terpengaruh laporannya akhirnya tidak bisa menikmati janji Tuhan.  Sebaliknya Kaleb dan Yosua dapat mencapai tanah Perjanjian karena keduanya dapat mengalahkan roh ketakutan itu.  Ketakutan yang terus dipelihara hanya akan membawa kita kepada kegagalan, dan menghalangi kita untuk mel…

IMAN: Kunci Mengalahkan ketakutan!

Baca:  Mazmur 27:1-14

"Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"  Mazmur 27:1






       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi takut adalah merasa gemetar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana;  tidak berani.  Ketakutan adalah salah satu masalah terbesar dalam kehidupan manusia.  Rasa takut yang berlebihan bisa dikategorikan sebagai suatu kelainan yang disebut fobia, yaitu kecemasan yang luar biasa, terus-menerus, tidak realistis sebagai respons terhadap keadaan eksternal tertentu.

     Penyebab rasa takut dalam diri tiap-tiap orang tentunya berbeda-beda:  takut terkena bencana alam, takut ketinggian, takut ditinggalkan pacar, takut terhadap anjing yang galak, takut serangga, takut gemuk, takut tidak bisa menyenangkan suami/isteri, takut tidak bisa membayar uang sewa rumah (kontrakan), takut gagal dalam ujian, takut terhadap masa depan anak, taku…

TUHAN: Sumber Kemenangan Kita!

Baca:  1 Yohanes 5:1-5

"sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."  1 Yohanes 5:4







         Kemenangan gilang-gemilang Daud atas Goliat menjungkirbalikkan perkiraan semua orang.  Kunci kemenangan Daud bukan pada perlengkapan senjata perangnya yang canggih, tapi karena mengandalkan Tuhan.  Bangsa Filistin yang begitu membangga-banggakan Goliat, dipermalukan!  Akhirnya seluruh bumi tau bahwa bangsa Israel mempunyai Allah yang hidup.  Dia adalah El-Gibor, Tuhan panglima perang yang gagah perkasa;  Dia adalah sumber kemenangan kita.

     Sebesar apa pun masalah dan pergumulan kita, serahkan semua kepada Tuhan, maka Dia "...akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja"  (Keluaran 14:14).  Jika kita mengangkat tangan tanda berserah penuh kepada Tuhan, Dia akan segera turun tangan menolong kita.  "...bagi Allah tidak ada yang mustahil."  (Lukas 1:37) dan "Jika Allah di pihak kita, siapak…

Diperhamba Uang

Baca:  1 Timotius 6:2b-10

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."  1 Timotius 6:10






       Uang adalah sesuatu yang sangat penting dan begitu berharga bagi kehidupan manusia.  Semua orang di mana pun berada, apa pun status sosialnya, bagaimana pun keadaannya, membutuhkan uang.  Adalah bohong besar jika orang mengatakan tidak membutuhkan uang.  Kita perlu uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari:  membeli bahan makanan; membeli pakaian; membeli BBM; membayar tagihan listrik, air dan telepon; membayar biaya sekolah anak; membayar kontrakan rumah, semua memerlukan uang.  Bahkan dalam kehidupan rohani pun uang juga sangat diperlukan:  menerbitkan buku renungan harian memerlukan uang; hamba-hamba Tuhan dalam menjalankan tugas pelayanannya butuh uang; pembangunan gereja memerlukan uang; untuk menjangkau jiwa-jiwa di pedalaman/pelosok, para misiona…

Bermula Dari Hal Kecil

Baca:  Lukas 16:10-12

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar."  Lukas 16:10a







          Saudara, jangan pernah meremehkan atau mengabaikan perkara-perkara kecil dalam kehidupan kita.  Bermula dari hal-hal kecillah perkara besar akhirnya terjadi.  Banyak orang merasa enggan memulai sesuatu dari hal-hal kecil, maunya langsung mengerjakan perkara-perkara besar.  Contohnya dalam hal pelayanan, tidak sedikit jemaat yang inginnya langsung terlibat dalam pelayanan yang besar, berada di atas mimbar atau bisa dilihat oleh banyak orang:  menjadi pembicara (pengkhotbah) atau worship leader di gereja-gereja besar.  Sementara ketika diutus untuk memulai pelayanan di gereja-gereja kecil, gereja di desa atau di kampung yang jumlah jemaatnya hanya sedikit dan dari kalangan orang-orang sederhana, kita merasa enggan dan berbagai alasan kita kemukakan untuk menghindar dari pelayanan.

     Untuk menjadi 'besar' harus dimulai dari bawah, mel…

MARIA MAGDALENA: Dipilih Tuhan!

Baca:  Yohanes 20:11-18

"Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: 'Aku telah melihat Tuhan!' dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya."  Yohanes 20:18






        Seseorang yang mengalami kebaikan Tuhan dan memiliki pengalaman pribadi bersama Tuhan pasti mempunyai 'gelora' yang meluap-luap dalam hatinya untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan karena ia sangat mengasihi Tuhan dan sebagai respons atas apa yang telah diterimanya, sebab "Dosanya yang banyak itu telah diampuni,"  (Lukas 7:47a).  Bahkan Tuhan berfirman,  "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  (Yesaya 1:18b).

     Apakah tanda-tanda orang mengasihi Tuhan?  Ia tidak hitung-hitungan dengan Tuhan, suka memberi dan tidak menahan berkat untuk dirinya sendiri melainkan sangat terbeban mendukung pekerjaan Tuhan dengan kekayaan yang dimilikinya…

MARIA MAGDALENA: Diampuni dan Dipulihkan!

Baca:  Lukas 7:36-50

"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya (Maria Magdalena - Red.) yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."  Lukas 7:47





          Dalam kehidupan, setiap orang pasti pernah berbuat dosa atau melakukan kesalahan.  Setiap orang juga memiliki masa lalu, apakah itu baik atau tidak baik (kelam), seperti yang dialami oleh Maria Magdalena.  Arti nama Maria adalah dilepaskan dari kepahitan.  Ini sesuai dengan latar belakang hidupnya, di mana ia memiliki masa lalu yang kelabu dan sangat pahit.  Sebelum bertemu dengan Yesus dan mengalami pertobatan, Maria Magdalena adalah seorang wanita yang 'tidak baik', bahkan ia terlibat pula dengan kuasa-kuasa kegelapan.  Sudah menjadi rahasia umum bila wanita berprofesi demikian selalu berusaha untuk tampil cantik sehingga berbagai upaya ia tempuh supaya dapat memikat lawan jenisnya.  Tidak jarang mereka pergi ke dukun atau pa…

Mempersembahkan Api Asing

Baca:  Imamat 10:1-7

"Maka keluarlah api dari hadapan Tuhan, lalu menghanguskan keduanya (Nadab dan Abihu - - Red.), sehingga mati di hadapan Tuhan."  Imamat 10:2






       Judul perikop firman Tuhan yang kita baca hari ini adalah kematian Nadab dan Abihu.  Anak anak imam Harun harus mengalami nasib yang sangat tragis.  Tertulis,  "Maka keluarlah api dari hadapan Tuhan, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan Tuhan."

     Mengapa Tuhan sampai menghukum Nadab dan Abihu?  Karena kedua anak imam Harun itu telah melanggar firman Tuhan yaitu mempersembahkan persembahan kepada Tuhan dengan menghadirkan api asing yang tidak diperintahkan Tuhan kepadanya.  Api asing adalah api yang tidak semestinya berada dalam persembahan.  Itu sama artinya mereka telah mempermainkan atau menghina Tuhan yang adalah Pribadi yang kudus.  Ada tertulis.  "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada ter…

Perlindungan TUHAN Itu Sempurna

Baca:  Mazmur 91:1-6

"Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,"  Mazmur 91:9







       Mazmur 91 ini adalah satu mazmur yang berisikan tentang janji perlindungan Tuhan bagi orang percaya.  Keamanan, ketenangan dan kedamaian adalah dambaan semua insan di dunia ini.  Namun, adakah tempat di mana seseorang dapat terlindungi dengan aman?  Tidak ada tempat di belahan bumi mana pun yang dapat menjamin seseorang merasa aman dan terlindungi.  Seorang presiden, pejabat tinggi Negara atau artis bisa saja punya pengawal bersenjata yang menyertainya ke mana saja mereka pergi bertugas; orang kaya boleh saja memiliki satpam yang berjaga-jaga selama 24 jam di rumahnya, namun tidak bisa menjamin keamanan mereka 100% karena bagaimanapun juga para pengawal adalah manusia biasa yang terbatas kekuatan dan kemampuannya.

     Pemazmur berkata,  "Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga."  (Mazmur 127:1b).  Satu…

Hidup Yang Berhasil Adalah Rencana TUHAN

Baca:  Ayub 42:1-6

"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal."  Ayub 42:2







         Tak seorang pun dari kita ingin menjadi orang gagal dan terpuruk, melainkan menjadi orang berhasil dan sukses dalam segala hal.  Mungkinkah?  Sangat mungkin!  Karena hidup yang berhasil dan diberkati adalah rancangan Tuhan bagi anak-anakNya.  Memang untuk berhasil tidak semudah membalikkan telapk tangan.  Terkadang kita harus menghadapi banyak sekali ujian, tantangan dan harga yang harus dibayar.  Banyak contoh tokoh besar dalam Alkitab yang sebelum mengalami penggenapan janji Tuhan dan diberkati harus mengalami proses demi proses lebih dahulu.

     Ayub adalah seorang yang berhasil.  Sebagai orang yang berhasil bukan berarti Ayub tidak pernah gagal dalam hidupnya.  Ayub pun harus mengalami kegagalan demi kegagalan, penderitaan dan keterpurukan.  Namun Ayub tidak pernah menyerah dan putus asa di tengah jalan.  Ia tetap bangkit dan mengarahkan pa…

From Zero to Hero

Baca:  Hakim-Hakim 3:31

"Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel."  Hakim-Hakim 3:31





        Kitab Hakim-Hakim adalah kitab yang mencatat tentang penderitaan dan kesesakan yang dialami oleh bangsa Israel dan karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan, sehingga mereka secara silih bergani dikuasai oleh bangsa lain (musuh).  Meski demikian Tuhan tidak tinggal diam membiarkan bangsa Israel hidup menderita.  Untuk membela umatNya, Tuhan membangkikan hakim-hakim.

     Salah satu orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi hakim atas Israel adalah Samgar.  Arti nama Samgar adalah pedang.  Ia dipilih Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel dari tangan orang-orang Filistin.  Dilihat dari latar belakangnya, Samgar bukanlah tentara atau orang yang ahli dalam berperang.  Ia berasal dari kalangan orang biasa, seorang petani.  Kalau Samgar seorang tentara atau pr…

Berani Melawan Arus

Baca:  Ibrani 2:1-4

"Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus."  Ibrani 2:1







           Ada satu jenis ikan yang mempunyai keunikan, karena selain dapat berkembang biak di air tawar (daerah pegunungan), ia dapat pula hidup di air asin (laut) setelah dewasa.  Ikan itu adalah ikan salmon.  Ketika tiba waktunya untuk bertelur dan berkembang biak, ikan jenis ini akan melawan arus air untuk kembali ke habitat asalnya yaitu air tawar di daerah pegunungan, meski harus bersusah payah bahkan berusaha untuk melompat apabila airnya menurun.  Tidak jarang sebelum sampai ke habitat asalnya, mereka dimakan oleh binatang lain yaitu beruang.  Jadi ikan salmon dapat menempuh jarak ratusan kilometer.  Terkadang untuk mencapai daerah pegunungan sekujur tubuhnya harus terluka.  Dan barulah setelah tiba di habitat asalnya, ikan salmon itu bertelur dan kemudian mati.

     Berani melawan arus dunia ini dan memiliki kehidupan yan…

Hidup Yang Diurapi TUHAN

Baca:  Mazmur 28:1-9

"Tuhan adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!"  Mazmur 28:8







        Istilah 'pengurapan' bukanlah kata yang asing, ini sudah sangat familiar di kalangan orang percaya atau orang-orang Kristen.  Kita sering mendengar ajakan dari teman,  "Ayo datang ke ibadah, karena nanti disertai pengurapan oleh hamba Tuhan."  Atau saat altar call hamba Tuhan berkata,  "Bagi Saudara-saudara yang rindu diurapi, silahkan maju ke depan."  Namun seringkali banyak orang Kristen yang tidak mengerti dan memahami apa makna dari pengurapan itu.  Adapun makna pengurapan adalah Tuhan mengambil alih segenap kehidupan kita;  Tuhan mengatur dan mengendalikan hidup kita dan Tuhan mematikan manusia lama kita sehingga kita hidup menurut pimpinan Roh kudus.

     Salah satunya adalah pengurapan minyak.  Dalam Perjanjian Lama, pengurapan minyak digunakan untuk mengurapi kepala Imam Besar dan keturunannya serta mengurapi Bait Su…

Mengalami Titik Balik

Baca:  Ibrani 11:5-6

"Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya."  Ibrani 11:5a







          Dalam Alkitab disebutkan ada dua orang yang tidak mengalami kematian dan diangkat hidup-hidup oleh Tuhan yaitu Henokh dan Elia.  "...tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai."  (2 Raja-Raja 2:11).  Mereka diangkat hidup-hidup oleh Tuhan dan tidak mengalami kematian karena mereka adalah orang-orang yang menjaga hidupnya berkenan kepada Tuhan.  Alkitab juga menyatakan bahwa pada saatnya nanti Tuhan akan mengangkat umatNya.  Inilah yang disebut dengan rapture.  Kata rapture merupakan terjemahan dari kata Yunani harpazo yang memiliki pengertian terangkat ke sorga.  Rapture dapat didefinisikan sebagai pengangkatan jemaat Tuhan untuk beroleh tubuh kemuliaan.  Peristiwa yang terjadi pada saat rapture adalah:  orang-orang yang mas…