Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Ikut Serta Dalam Perlombaan Iman

Baca:  Ibrani 12:1-17
"Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."  Ibrani 12:3 








Di akhir zaman ini banyak orang Kristen berhenti di tengah jalan dan tidak mau melanjutkan perlombaan imannya karena beban yang ada:  kecewa kepada Tuhan karena merasa hidupnya tidak diberkati, sakit-penyakitnya belum disembuhkan, mengalami kepahitan terhadap hamba Tuhan, atau rela menjual imannya demi jabatan, harta atau pasangan hidup.  Alkitab menyatakan,  "Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (Lukas 7:23).
     Adakalanya dalam perlombaan iman ini kita harus melewati lembah-lembah kekelaman sebagaimana Yesus juga harus melewati jalan salib yang penuh penderitaan;  tapi Ia mampu menjalaninya.  Simak pernyataan Daud,  "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;  gada-Mu …

Turut Dalam Perlombaan Iman

Baca:  Ibrani 12:1-17
"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."  Ibrani 12:1







Dua ribu tahun lalu Bapa mengutus AnakNya untuk bertanding dalam perlombaan iman.  Bapa tidak memberikan mahkota atau Nama di atas segala nama, dan tidak menjadikan Dia Tuhan atas segala tuan karena Dia adalah AnakNya sendiri.  Tidak!  Bapa memahkotai Yesus, menganugerahi Nama di atas segala nama dan menjadikan Dia Tuhan atas segala tuan karena sebagai manusia Dia telah menyelesaikan dan memenangkan sebuah perlombaan iman, mampu melewati semua ujian, pencobaan dan rintangan.  Apa rahasianya?  Karena Dia memiliki ketaatan yang sempurna.  Dia taat sampai pada titik darah penghabisan untuk menggenapi seluruh rencana dan kehendak BapaNya.  Itulah sebabnya, Yesus  "Anak domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa,…

Peserta Lomba atau Penonton

Baca:  1 Korintus 9:24-27
"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?  Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"  1 Korintus 9:24







Kehidupan kekristenan kita ini diambarkan seperti sebuah arena pertandingan lari.  Ada pun jarak yang harus kita tempuh itu cukup jauh dengan medan yang beraneka.  Kadangkala jalan yang kita tempuh itu rata, menanjak melewati bukit dan terkadang kita harus menyusuri lembah yang curam.  Dalam pertandingan ini Tuhan mengundang semua umat manusia untuk menjadi peserta, tetapi tidak semua orang menanggapi undangan itu.  Bahkan sebagian besar orang mengabaikannya dengan berbagai dalih atau alasan:  "Sibuk;  capai;  aku sudah tua, biar yang muda-muda saja;  nanti kalau aku sudah kaya."  dan sebagainya.
     Alkitab menyatakan,  "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."(Matis 22:14).  Memang, bagi k…

KESUKSESAN SEJATI: Melakukan Kehendak Tuhan!

Baca:  Amsal 3:1-26
"Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan."  Amsal 3:7









Menjadi orang yang sukses adalah impian setiap orang.  Seorang pelajar atau mahasiswa belajar giat dengan harapan kelak bisa sukses menggapai cita-citanya;  para pebisnis rela kerja ekstra dan berusaha menyusun strategi bagaimana caranya supaya usahanya sukses dan bertambah maju;  setiap atlit harus menyantap menu latihan berjam-jam dalam sehari demi meraih sukses di lapangan pertandingan.  Semua orang berorientasi kepada kesuksesan.  Namun, pada umumnya semua orang di dunia ini berpendapat bahwa sukses identik dengan uang yang banyak, rumah dan mobil mewah, terkenal dan memiliki jabatan yang tinggi.  Perhatikan apa yang dikatakan Tuhan Yesus,  "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya." (Markus 8:36).
     Ternyata, orang yang memiliki kekayaan melimpah atau bahkan telah memiliki seluruh isi dunia ini pu…

Mengapa Sulit Mengampuni Orang Lain ?

Baca:  Mazmur 32
"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!"  Mazmur 32:1









Hampir semua orang mengatakan bahwa memberikan pengampunan kepada orang lain yang bersalah kepada kita adalah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan.  Banyak orang berkata,  "Aku tidak memaafkan dia, hatiku sudah terlanjur sakit.  Mengampuni?  Kok enak, dia sudah berbuat jahat dan menyakiti aku."  Harus kita akui bahwa hal mengampuni ini memang hal yang tidak mudah untuk dilakukan, terlebih lagi jika orang yang menyakiti dan berbuat jahat kepada kita adalah orang-orang terdekat atau orang yang kita kasihi:  sahabat, suami, isteri, anak, rekan sepelayanan, rekan kerja dan lain-lain.  Rasa sakit karena dikhianati masih membekas begitu dalam di hati kita.
     Firman Tuhan mengajar kita untuk memberi pengampunan kepada orang yang telah melukai kita.  Kita sering berkata,  "Oke saya maafkan kesalahannya, tapi jangan harap saya mau ketemu dia lagi."  Namun A…

Hidup Tanpa Kekuatiran, Mungkinkah ?

Baca:  Amsal 12
"Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,"  Amsal 12:25a








Bagi orang dunia, memiliki kekuatiran adalah hal yang biasa atau sesuatu yang normal, namun TIDAK bagi orang percaya.  Firman Tuhan menyatakan,   "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."(Filipi 4:6).  Perlu diketahui bahwa kekuatiran adalah salah satu bentuk dari intimidasi Iblis.  Berbagai upaya dilakukan Iblis untuk melemahkan iman kita, salah satunya melalui kekuatiran ini.  Ketika kita sedang kuatir berarti kita sedang meragukan kuasa Tuhan dalam hidup kita.  Meragukan kuasa Tuhan sama artinya tidak percaya!  Normalnya, kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang bebas dari kekuatiran, karena kita memiliki Tuhan yang adalah Jehovah Jireh, Tuhan yang menyediakan apa yang menjadi kebutuhan kita, sebagaimana disampaikan oleh Paulus,  "Allahku akan memenuhi segala…

MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS: Perkara Rohani dan Positif!

Baca:  Kolose 3:1-4
"Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."  Kolose 3:2









Seringkali keadaan atau situasi yang ada di sekitar membawa dampak yang besar terhadap pola pikir seseorang.  Dengan kata lain, apa yang kita pikirkan setiap saat dipengaruhi oleh keadaan atau situasi yang ada di sekitar kita.  Pikiran kita dipenuhi oleh perkara-perkara yang ada:  Kesulitan, sakit-penyakit, pekerjaan, keuangan.  Akibatnya banyak orang yang hidup dalam kekuatiran, kebimbangan, kegelisahan, ketakutan, tekanan, putus asa, kebencian, kecewa dan lain-lain.
     Selama hidup di dunia ini kita takkan lepas dari berbagai macam permasalahan, namun kita harus selalu waspada dan bertindak hati-hati, sebab pikiran kita itu ibarat medan peperangan.  Karena itu jangan beri tempat kepada Iblis untuk masuk ke pikiran kita.  Kalau kita ijinkan Iblis menguasai pikiran kita, ia hanya akan menuduh, mendakwa dan mengintimidasi kita, sehingga kita pun hanya memikirkan yang buruk-buruk atau ne…

Teguh Dalam IMAN dan Bersikap Sebagai Laki-Laki

Baca:  2 Tesalonika 2:13-17
"Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis."  2 Tesalonika 2:15







Berpegang teguh di dalam iman yang dimaksudkan Paulus di sini adalah berpegang teguh pada kebenaran atau isi dari Injil Kristus.  Setan tidak dapat merebut iman keselamatan kita, namun ia dapat dan seringkali membuat orang Kristen mudah bimbang atau ragu akan kualitas imannya sendiri.
     Apabila kita tidak berakar kuat di dalam firman dan tidak berpegang teguh pada Injil, kita akan mudah terpedaya dan mulai mengkompromikan hal-hal di luar kebenaran.  Hal ini terjadi dan dialami oleh orang-orang di Korintus pada waktu itu, di mana mereka menganggap bahwa kebenaran Injil adalah sebuah kebodohan, sehingga mereka pun lebih condong mengandalkan filsafat dan hikmat manusia sebagai pegangan hidup mereka.  Karena keadaan itulah Rasul Paulus menegur mereka dengan keras dan memberikan perintah kepada …

HIDUP PENUH KUASA: Berjaga-jaga Senantiasa!

Baca:  1 Korintus 16:13-18
"Berjaga-jagalah!  Berdirilah dengan teguh dalam iman!  Bersikaplah sebagai laki-laki!  Dan tetap kuat!  Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!"  1 Korintus 16:13-14







Rasul Paulus memberikan perintah terakhirnya kepada jemaat di Korintus supaya mereka berjaga-jaga, berdiri teguh dalam iman, bersikap sebagai laki-laki, tetap kuat dan melakukan segala sesuatu di dalam kasih.
     Mengapa kita harus senantiasa berjaga-jaga?  Dalam bahasa aslinya, kata berjaga-jaga itu dapat diartikan berhati-hati, bangun dan waspada.  Berjaga-jaga terhadap apa?  Kita harus berjaga-jaga terhadap si Iblis, sebab ia (Iblis)  "...berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.  Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama."(1 Petrus 5:8,9).  Karena itu kita harus dapat memahami strategi dari Iblis yang, walaupun secara halus dan per…

Hati Yang Mau Dibentuk

Baca:  Mazmur 51
"Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku."  Mazmur 51:5









Adalah tidak mudah bagi kita untuk menerima teguran dari orang lain.  Seringkali kita menjadi marah, tersinggung atau merasa direndahkan ketika orang lain menegur dan mengingatkan kesalahan yang telah kita perbuat.
     Ada teguran yang mendidik yang membuat seseorang sadar akan kesalahannya, namun ada pula teguran yang justru mematahkan semangat.  Teguran yang bertujuan untuk mendidik dan meluruskan jalan yang bengkok adalah yang sesuai dengan firman Tuhan, seperti teguran Natan terhadap Daud berkenaan dengan perselingkuhannya dengan Betsyeba:  "Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat dimataNya?  Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang;  isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon."(2 Samuel 12:9).  Meski sebagai raja atau pemimpin besar, Daud tidak tersing…

Tetap Teguh dan Tetap Berkomitmen

Baca:  1 Korintus 15:35-58
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  1 Korintus 15:58






Saat diutus ke dalam dunia, Yesus dengan penuh komitmen melakukan kehendak Bapa.  Yesus bukan sekedar menjalankan perintah Bapa, tetapi juga didasari oleh visi yang telah diterimaNya:  "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk meberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."(Matius 20:28).
     Yesus mengerjakan visi ini dengan ketaatan penuh dan tak tergoyahkan meskipun harus menghadapi resiko yang besar.  Alkitab mencatat:  "...Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.…

Belajar Menghargai Penyertaan TUHAN

Baca:  1 Raja-Raja 8:54-66
"Kiranya Tuhan, Allah kita, menyertai kita sebagaimana ia telah menyertai nenek moyang kita, janganlah Ia meninggalkan kita dan janganlah Ia membuangkan kita,"  1 Raja-Raja 8-57







Firman Tuhan menegaskan bahwa  "...tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;  tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."  (Yesaya 59:1-2).  Jelas bahwa yang menjadi pemisah hubungan antara Tuhan dan manusia adalah dosa.  Ini yang seringkali tidak kita sadari!  Ketika sedang dalam kesesakan, menderita sakit-penyakit atau mengalami pergumulan yang berat kita langsung menyimpulkan bahwa Tuhan telah meninggalkan kita dan tidak lagi menyertai kita.
    Sejak dari mulanya Tuhan itu tidak pernah meninggalkan kita sebagaimana firmanNya yang mengatakan,  "Ak…

Waktu TUHAN adalah yang Terbaik

Baca:  1 Tawarikh 12:23-40
"Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel:  dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka."  1 Tawarikh 12:32





Ketidaksabaran seringkali menjadi penyebab utama mengapa kita tidak mengalami penggenapan janji Tuhan.  Kita selalu tergesa-gesa dan tidak sabar dalam menantikan waktu Tuhan sehingga semuanya menjadi berantakan!  Kita selalu ingin mendapatkan hasil secara instan atau serba cepat.  Tapi harus kita ingat bahwa waktu kita bukanlah waktu Tuhan!  Tuhan bekerja sesuai dengan waktuNya sendiri, dan yakinlah bahwa  "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,..."(Pengkhotbah 3:11a).
     Saul ditolak menjadi raja Israel karena ketidaksabarannya menantikan waktu Tuhan (baca 1 Samuel 13:5-14).  Ketika Lazarus jatuh sakit Alkitab mencatat:  "... Ia (Yesus) sengaja tinggal dua hari lagi di …

Mendengar, Mendengar dan Mendengar

Baca:  Yesaya 42:18-25
"Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar."  Yesaya 42:20








Bukanlah tanpa tujuan jika Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut bagi manusia;  tujuannya adalah supaya kita lebih banyak mendengar daripada berkata-kata, sebab  "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."(Amsal 10:19).  Maka dari itu firman Tuhan menasihatkan,  "setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,..." (Yakobus 1:19).  Tuhan menghendaki kita banyak mendengar, terutama dalam hal mendengarkan firman, sebab  "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."(Roma 10:17).  Banyak orang yang maunya hanya didengar oleh orang lain sementara dirinya sendiri tidak mau mendengar orang lain.
     Ketahuilah, salah satu penyebab kegagalan bangsa Israel adalah karena mereka tidak mendengarkan firman Tu…

Mari Melayani TUHAN

Baca:  1 Petrus 4:7-11
"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."  1 Petrus 4:10







Sebagai orang percaya yang telah diselamatkan kita memiliki tugas dan tanggungjawab yang tidak mudah.  Kita harus dapat memelihara dan mempertahankan keselamatan yang telah kita terima dan kita juga harus dapat mempertahankan identitas kita sebagai umat pilihan Allah,  "...imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:" (1 Petrus 2:9).  Salah satu caranya adalah dengan terlibat di dalam pelayanan.
     Apakah Saudara sudah melayani Tuhan?  Banyak orang Kristen menyatakan bahwa mereka sudah melayani:  ada yang terlibat dalam pelayanan musik pujian, tim besuk, tim pendoa, bahkan sudah menyampaikan firman Tuhan di kelompo…

Dengan Ketekunan Dapat Mencapai Hasil Maksimal

Baca:  Amsal 8:1-36
"Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku."  Amsal 8:17







Banyak orang Kristen yang pada awal-awal mengikut Tuhan tampak begitu bersemangat dan menggebu-gebu di dalam Tuhan.  Namun seiring berjalannya waktu semangat itu tidak lagi tampak.  Yang sebelumnya begitu tekun melayani Tuhan kini mulai kendor.  Yang sebelumnya begitu tekun bersaat teduh setiap hari kini sudah bolong-bolong.  Alkitab menasihatkan,  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11).  Kita telah kehilangan kasih mula-mula kita kepada Tuhan seperti yang terjadi pada jemaat di Efesus.  "...Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Wahyu 2:4).  Tanpa ketekunan, apa pun yang kita kerjakan tidak akan pernah membawa hasil yang maksimal.
     Tekun adalah ketetapan hati yang kuat (teguh) untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tug…

Jangan Tawar Hati Karena Masalah

Baca:  Efesus 3:1-13
"Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu."  Efesus 3:13








Masalah adalah bagian dari kehidupan manusia, tanpa terkecuali.  Jadi kita tidak dapat menghindar atau lari dari masalah.  Kita harus menghadapinya!  Mungkin kita berpikir,  "Mengikut Tuhan Yesus kok malah banyak ujian dan permasalahan?" 
     Percaya kepada Yesus bukan berarti perjalanan hidup mulus ibarat melewati jalan tol.  Bukan berarti pula kita langsung memiliki kehidupan yang berlimpah dengan berkat.  Justru pada saat kita 'berlabel Kristen' kita harus siap dengan segala konsekuensinya.  Tuhan Yesus berkata,  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24).  Dengan adanya masalah demi masalah yang menghiasi perjalanan hidup kita bukan berarti Tuhan tidak mengasihi dan mempedulikan kita.  Justru dengan m…

Bisakah Kita Menguasai Diri ?

Baca:  Amsal 25
"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya."  Amsal 25:28









Penguasaan diri atau pengendalian diri adalah salah satu aspek dari buah Roh (baca Galatia 5:23).  Penguasaan diri adalah kemampuan Ilahi yang diberikan Tuhan kepada orang percaya:  merupakan ketetapan hati serta pikiran untuk menahan dan mengendalikan dirinya agar ia bereaksi, berbicara, berpikir dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan.
     Penguasaan diri bisa juga diartikan sebagai sikap kehidupan yang tegas, baik terhadap orang luar maupun terhadap diri sendiri dan juga terhadap keinginan-keinginan duniawi.  Ketika kita tahu sesuatu itu salah, kita harus tegas terhadap diri sendiri dan berkata:  tidak!  Jadi, ketika kita berbicara mengenai penguasaan ini kita berbicara mengenai dua hal yaitu berlatih dan berjuang.  Alkitab menyatakan,  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Ams…

Menguatkan Hati Untuk Percaya

Baca:  1 Samuel 30:1-25
"Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis."  1 Samuel 30:4








Ayat nas di atas menunjukkan betapa berat pergumulan yang dialami Daud sehingga ia dan seluruh rakyatnya menangis dengan nyaringnya sampai akhirnya mereka sudah tidak kuat lagi menangis.  Rasa-rasanya sudah tidak kuat lagi menanggungnya,  "...tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan."(ayat 3).  Sungguh,  "...Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu."(ayat 6a).
     Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah keadaan Daud pada waktu itu.  Mungkin apa yang menimpa Daud ini juga pernah kita rasakan, atau malahan sedang kita alami.  Orang-orang terdekat, teman, sahabat, dan kerabat yang kita harapkan dapat menolong, menguatkan dan meneguhkan kita justru beranjak menjauh dan meninggalkan ki…