Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Hidup Baru, Tinggalkan Cara Hidup Lama

Baca:  Roma 6:1-14

"Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa."  Roma 6:6









Tuhan ingin kita benar-benar meninggalkan cara hidup kita yang lama dan hidup dalam pertobatan.  Bertobat artinya hidup kita berubah 180 derajat.  Jika selama ini kita masih melakukan perbuatan dosa secara sembunyi-sembunyi berarti kita belum bertobat.  Alkitab menasihatkan,  "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu."  (2 Korintus 6:17).

     Mari kita belajar dari kehidupan Paulus:  "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."  (Filipi 3:13-14).  Paulus tidak mau menoleh ke belakang hidup lama.  Mas…

Jangan Lagi Menoleh Kebelakang

Baca:  Kejadian 19:1-29

"Larilah, selamatkanlah nyawamu;  janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."  Kejadian 10:17








Ketika keluar dari tanah perbudakan di Mesir perjalanan hidup bangsa Isael tidak langsung mulus tanpa rintangan.  Mereka dihadapkan pada laut Teberau yang terbentang luas, di kanan kiri mereka hamparan padang gurun dan di belakang mereka pasukan tentara Mesir dengan keretanya yang mengejar dengan kekuatan penuh.  Jika menoleh ke belakang sepertinya mereka sudah tidak memiliki harapan lagi untuk hidup.  Ketakutan dan keputusasaan merajai hati mereka.  Bayangan penderitaan dan kematian ada di benak mereka.  Itulah sebabnya mereka terus mengeluh, bersungut-sungut dan marah kepada Musa.

     Bangsa Israel mengeluh karena Musa membawa mereka ke padang gurun.  Mereka takut nantinya akan mengalami penderitaan yang lebih parah dari sebelumnya.  Ketakutan mereka sangat …

ORANG KAYA YANG BODOH: Mengalami Kebinasaan! (Lukas 12:13-21)

Baca:  Lukas 12:13-21

"Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?"  Lukas 12:20









Siapa yang tidak ingin menjadi orang kaya?  Semua orang pasti menginginkannya.  Kaya berarti memiliki uang banyak dan harta yang melimpah.  Wow!  Tapi sayang, banyak orang telah menempuh jalan yang salah guna mewujudkan keinginan menjadi orang kaya.  Lihatlah di negara kita, banyak sekali orang yang berlomba-lomba menimbun kekayaan dan memperkaya diri meski dengan cara tidak halal atau melanggar hukum:  korupsi, memanipulasi pajak, sampai membobol bank, mulai dari cara yang kasar (merampok), sampai dengan cara yang sangat halus yaitu mencairkan deposito dan menarik tabungan nasabah dengan memalsukan tanda tangan dan sebagainya.

    Berapa lama kita hidup di dunia ini?  Sadarkah kita bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara?  Lalu bagaimana dengan harta kita?  Ayub berkata, "Dengan telanjang aku kelua…

MELAYANI TUHAN: Tulus, Tidak Mencari Keuntungan Sendiri!

Baca:  Titus 1:5-16

"Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan."  Titus1:11








Memiliki motivasi yang benar adalah dasar melayani Tuhan.  Alkitab melarang kita untuk mencari penghargaan atau keuntungan bagi diri sendiri.  Tertulis:  "Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri?  Janganlah mencarinya!"  (Yeremia 45:5a, b).

     Peninggian dan berkat bagi seseorang adalah hasil karya Tuhan dan bukan karena usaha kita sendiri.  Oleh sebab itu saat melayani Tuhan kita harus memiliki hati yang benar.  Kita melayani Dia karena kita ini berhutang budi kepada Tuhan.  Dia terlebih dahulu mengasihi kita dan telah mengorbankan nyawaNya bagi kita.  Karena pengorbananNya di atas kayu salib kita menerima keselamatan dan diangkat menjadi anak-anak Allah, sehingga kita pun beroleh berkat dan anugerah (Baca Efesus 1:3-8).  Jadi melayani Tuhan adalah tindakan …

Imam-Imam Yang Gagal (1 Samuel 2:11-26)

Baca: 1 Samuel 2:11-26

"Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan Tuhan, sebab mereka mamandang rendah korban untuk Tuhan."  1 Samuel 2:17









Hofni dan Pinehas adalah anak imam Eli.  Pastilah mereka bukan seperti anak-anak muda pada umumnya karena keduanya juga memegang jabatan sebagai imam Tuhan (baca 1 Samuel 1:3b), seperti tidak memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan;  hidup mereka jauh dari yang diharapkan, padahal status mereka adalah 'imam' nya Tuhan.  Anak-anak imam Eli berlaku sangat jahat di hadapan Tuhan.  Alkitab menyatakan,  "Adapun anak-anak lelaki Eli adalah anak-anak dursila;  mereka tidak mengindahkan Tuhan,"  (1 Samuel 2:12).  Dalam hal ini, siapa yang salah?  Pasti imam Eli selaku orangtua memiliki andil besar mengapa anak-anaknya seperti itu.  Seandainya imam Eli bersikap tegas dan mendidik mereka dengan benar pastilah mereka tidak akan melakukan hal-hal yang jahat, sebaliknya akan menghargai panggilan Tuhan a…