Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Tuhan mengasihi orang berdosa

Baca: Yohanes 8:2-11
"Barangsiapa di antara kamu tidak berodsa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."   Yohanes 8:7













Adalah lebih mudah berkomentar, menyalahkan serta melontarkan penghakiman kepada orang lain daripada melihat ke 'dalam' diri sendiri (menyadari kesalahan dan kekurangan), seperti tertulis "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."  (Matius 7:3,5).

Seperti itulah kehidupan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang begitu mudahnya menghakimi orang lain yang berbuat kesalahan. Suatu ketika ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa ke hadapan Yesus seorang perempuan yang kedapatan berzinah dan berkata, "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dan hukum Taurat meme…

Bersyukur adalah langkah awal menglami berkat

Baca: Mazmur 92
"Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi namaMu, ya Yang Mahatinggi,"   Mazmur 92:2











Tentang mengucap syukur, secara umum orang Kristen dapat dibedakan menjadi 3 kelompok:  1.  Orang Kristen yang bersungguh hati mengucap syukur kepada Tuhan.  2.  Orang Kristen yang mengucap syukur, tapi tidak sungguh-sungguh.  3.  Orang Kristen yang tidak tahu mengucap syukur.  Pertanyaannya:  Kita termasuk yang mana?  Tentunya kita masih ingat kisah 10 orang kusta yang minta disembuhkan Yesus (bacaLukas 17:11-19). Ketika mereka disembuhkan hanya ada 1 orang saja yang kembali datang bersujud, tersungkur di kaki Yesus dan mengucap syukur atas besarnya kasih, kebaikan dan kemurahan Tuhan kepadanya.  Sementara yang sembilan lainnya berlalu begitu saja, tidak mengingat atau mungkin dengan sengaja tidak mengucap syukur kepada Tuhan.

     Ucapan syukur adalah jalan terbuka menuju kuasa Tuhan atau kekuatan untuk mengaktifkan iman.  Jadi, iman…

Ketakutan penghalang berkat

Baca: 2 Timotius 1:3-18
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."   2 Timotius 1:7









Ketakutan bukan berasal dari Tuhan karena Dia memberi kita roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.  Dia tidak ingin kita hidup dalam ketakutan, itulah sebabnya Dia memberikan Roh Kudus supaya kita mampu melawan tipu muslihat Iblis dan beroleh kemenangan,  "...sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4b).

     Tuhan memberikan kita kuasa mengalahkan ketakutan yang menyerang kita.  Ketakutan menyebabkan kita melangkah ke arah yang salah yaitu lari dari masalah.  Dari manakah ketakutan timbul?  Ketakutan datang dari informasi-informasi negatif yang kita terima dari berbagai sumber: surat kabar, berita di media, gosip tetangga atau vonis dokter.  Semua yang negatif itu diolah Iblis, lalu ditembakkan melalui telinga sampai menembus hati da…

Tuhan pasti mencukupkan

Baca: 1 Raja-Raja 3:1-15
"Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja."  1 Raja-Raja 3:13










Ada berbagai macam tujuan atau motivasi orang mengikut Kristus.  Kita mengiring Kristus karena telah diselamatkan dan dilepaskan dari segala kutuk dosa, serta beroleh jaminan kehidupan kekal di Kerajaan Sorga.  Tetapi ada sebagian orang mengikut Kristus karena motivasi yang salah yaitu ingin kaya atau hidup berkelimpahan secara lahiriah.

     Apa pun motivasi kita tak ada yang tidak diketahuiNya:  "...sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang."  (Yohanes 6:26).  Roti berbicara tentang materi (berkat jasmani).  Ketika seseorang hanya menginginkan berkat, pasti doa pemohonannya searah dengan keinginan hatinya.  Tuhan tak pernah mengajar kita demikian; Dia mengajar k…

ORANG KRISTEN : Manusia Baru

Baca: Efesus 4:17-24
"Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia."   Efesus 4:17b

Berapa lama saudara menjadi Kristen?  Ada yang menjawab, "Sudah bertahun-tahun, bahkan sejak lahir aku sudah Kristen."  Namun tidaklah cukup sekedar menjadi Kristen atau membanggakan diri hanya karena kita berlabel Kristen jika tidak disertai perubahan hidup yang benar-benar nyata.

     Yang dikehendaki Tuhan adalah orang Kristen yang telah meninggalkan kehidupan lamanya dan menjadi manusia baru.  Yang dimaksud adalah manusia yang telah mengalami pembaharuan dalam hidupnya melalui proses pertobatan, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus:  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Sebagai manusia baru sudah seharusnya kita tidak lagi mengenakan tabiat manusia lama kita, tetapi mengenakan tabiat Kristus dan hidup menur…

Mendengar, Mendengar dan Mendengar

Baca: Ulangan 31:9-13
"Seluruh bangsa itu berkumpul,...supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan Tuhan, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini,"   Ulangan 31:12










Bukan tanpa tujuan bila Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut kepada manusia, yaitu supaya kita lebih banyak mendengar daripada berucap atau berkata-kata.  Meski demikian, kebanyakan orang lebih mudah menggunakan mulutnya untuk hal-hal yang sia-sia, menghakimi orang lain, mengumpat, menggosip, marah, mengeluh, tetapi sangat sulit membuka telinganya terhadap teguran, nasihat, terlebih lagi firman Tuhan.

     Itulah sebabnya Musa memerintahkan seluruh umat Israel, tanpa terkecuali, berkumpul supaya mereka mendengarkan hukum Tuhan dan belajar takut akan Dia.  Alkitab menyatakan,  "...perhatikanlah cara kamu mendengar.  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari pada…

BETLEHEM: Berkat dan Pengharapan

Baca:Lukas 2:1-20
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya."  Lukas 2:14









Alkitab menyatakan:  "...Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betleham, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,"  (ayat 4-6).  Bukan suatu kebetulan jika Yesus dilahirkan di Betlehem;  semua dalam rencana Allah.  Dalam bahasa Ibrani, nama 'Betlehem' berarti 'rumah roti', berbicara tentang berkat Tuhan.  Di Betlehem inilah Allah menyediakan berkat-berkat bagi umat manusia sebagaimana disampaikan malaikatNya,  "...aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."  (ayat 10-11).  Inilah inti berita Natal y…

TUHAN fokus Iman kita

Baca: Filipi 4:10-19
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."  Filipi 4:13













Tidak seharusnya kehidupan orang Kristen diwarnai keluh kesah dan sungut-sungut karena kita memiliki Allah yang luar biasa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  Dia tak pernah berhenti menopang, memberi kekuatan kepada anak-anakNya dan tak membiarkan kita tergeletak.  Seberat apa pun pergumulan kita, kita tidak sendirian menaggungnya sebab  "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,..."   (Roma 8:28).

     Mengapa banyak orang Kristen hidup dalam kekalahan setiap hari?  Kita akan menjadi orang-orang Kristen yang menang apabila iman kita fokus pada arah yang benar.  Iman akan membuahkan hasil bila kita membangunnya di atas dasar yang teguh; dan dasar iman itu adalah Tuhan!  Bukan berarti segalanya berjalan mulus, namun yang pasti Tuhan dapat menggunakan pergumulan kita untuk menguatkan dan memberkat…

Jangan menoleh kebelakang

Baca: Kejadian 19:1-29
"Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang,..."   Kejadian 19:17












Saat Sodom dan Gomora hendak dibumihanguskan karena memuncaknya kebejatan moral penduduknya, teringatlah Tuhan pada doa Abraham:  "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?"  (Kejadian 18:23).  Hati Tuhan luluh sehingga Ia mengutus malaikat menyelamatkan Lot dan keluarganya: "Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya:  'Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.' "  (Kejadian 19:15).  Malaikat itu juga berpesan, "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang..."

     Dari ayat nas ini kita dapat mengambil makna rohani, yaitu janganlah menengok kembali kegagalan-kegagalan kita di masa lalu, tetapi pandanglah ke masa depan cerah yang diberikan Tuhan kepada ki…

Download Aplikasi Renungan Kristen Desember 2013

Aplikasi Renungan Edisi Bulan Desember 2103 untuk komputer dan laptop ini adalah salah satu aplikasi yang dibuat  untuk membaca renungan elektronik yang bisa dibaca secara offline tanpa harus terhubung ke internet. Ini adalah salah satu terapan dari teknologi 4 ministry yaitu menggunakan teknologi untuk pelayanan.

Download Aplikasi Renungan Bulan Desember 2013 yang dibuat oleh Blog JC-Kok agar supaya setiap hari disepanjang bulan ini kita tetap terus membaca dan merenungkan Firman Tuhan sehingga kita menjadikan Kristus yang utama dalam menjalankan aktivitas disepanjang bulan ini. 
DOWNLOAD (4.30MB)


Thanks to AirHidup untuk bahan renungan. Tuhan Yesus Memberkati. Syaloom

Kami mengharapkan adanya saran dari para pembaca agar kami dapat semakin baik dan semakin baik lagi.





Ketaatan, Bukan Pengalaman

Baca: Lukas 5:1-11
"Guru, telah sepanjang malam kami (Simon dan para nelayan) bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."  Lukas 5:5











Acapkali manusia berpegang pada pengalaman masa lalu sebagai pedoman mengerjakan sesuatu atau menyelesaikan permasalahan yang ada.  Sering pula orang berpikir menurut pengalamannya, contoh:  jika seseorang menderita sakit parah yang didiagnosa dokter tak dapat sembuh, maka si penderita dalam waktu dekat pasti akan mati;  seseorang yang ekonominya bangkrut tentu tak mungkin dapat bangkit kembali.

     Ketahuilah, Tuhan tidak membutuhkan pengalaman manusia untuk melakukan suatu perkara,  "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."  (Lukas 1:37).  Contoh:  Sarai yang sudah tua pun sanggup dibuka rahimnya oleh Tuhan sehingga ia dapat memberikan keturunan;  wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun, dan menurut pengalaman tidak dapat disembuhkan, menjadi sembuh ketika berte…

YESUS sahabat sejati

Baca: Yohanes 15:13-17
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."  Yohanes 15:13










Berbahagialah bila saat ini kita memiliki sahabat.  Jaga dan peliharalah persahabatan itu, karena sahabat sejati langka.  Tidak mudah menemukan sahabat di tengah-tengah dunia yang egois ini.

     Dikatakan,  "Manusia akan mencintai dirinya sendiri...tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah."  (2 Timotius 3:2a, 3-4).  Mungkin kita memiliki banyak teman atau kenalan di kantor, sekolah atau di tempat olahraga, namun berapa banyak teman yang kita nilai sebagai teman sejati atau sahabat, yang kepadanya kita dapat membagikan pikiran terdalam dan perasaan yang paling intim?  Kebanyakan pertemuan didasari kepentingan tertentu atau untung rugi, …

Kekristenan dan Pengampunan: satu kesatuan

Baca: Matius 18:21-35
"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?  Sampai tujuh kali?"  Matius 18:21












Mengasihi musuh atau orang yang bersalah adalah sebuah keharusan bagi kita sebagai umat Tuhan, karena Tuhan telah mendemonstrasikan bagaimana Ia mengasihi dan mengampuni orang-orang yang menyalibkanNya.  Banyak orang beranggapan pengampunan itu ada batasnya, contohnya: mengampuni tiga kali orang lain yang berbuat kesalahan dirasa sudah cukup.  Namun, Tuhan Yesus ingin memperjelas ajaranNya tentang pengampunan yang sesungguhnya.

     Ketika Petrus datang kepada Tuhan dan bertanya berapa kali ia harus mengampuni orang yang bersalah terhadapnya, Ia menjawab,  "Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh tujuh kali."  (ayat 22).  Apa maknanya?  Apakah kita harus menghitung sampai 490 kali kalau mau mengampuni?  Sama sekali tidak.  Artinya, kita harus mengampuni sebagaimana Tuhan mengampuni dosa-dosa kita, tidak ter…

Mengasihi musuh. Mungkinkah ?

Baca: Lukas 6:27:36
"Aku (Tuhan - red.) berkata:  Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;"   Lukas 6:27












Sebagai anak-anak Allah kita harus memiliki sifat-sifat Allah.  Ada pun salah satu sifat Allah adalah Mahapengampun, seperti kata Pemazmur,  "Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni..."  (Mazmur 86:5), bahkan  "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;  sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  (Yesaya 1:18).

     Seperti Yesus, agar Ia layak menjadi Putera Kerjaan Allah, Ia tidak membalas meskipun dicaci-maki, dihujat, diejek, diludahi dan dipermalukan;  Ia sanggup mengampuni dan mengasihi musuh-musuhNya.  Ia berkata,  "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,"  (Lukas 23:34).  Ia telah meninggalkan teladan hidup yang luar biasa.  Menjadi Kristen berarti menjadi pengikut Kristus, dan sudah sepatutn…

SALIB KRISTUS: Mengubah pahit menjadi manis

Baca: Keluaran 15:22-27
"Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu;  Musa melemparkan kayu itu ke dalam air;  lalu air itu menjadi manis."   Keluaran 15:25a











Respons kebanyakan orang ketika menghadapi masalah adalah bersungut-sungut dan menggerutu.  Bangsa Israel pun berbuat demikian.  Hari demi hari yang keluar dari mulut mereka sungut-sungut belaka.  Itulah sebabnya Tuhan mengijinkan bangsa Israel mengalami proses yang begitu lama di padang gurun sebelum mencapai Tanah Perjanjian, harus berputar-putar selama 40 tahun.  Bangsa Israel harus mengalami didikan Tuhan begitu lama karena sikap hati mereka yang tidak benar.  Mereka tidak pernah puas dengan apa yang diterima dan dialaminya.  Sukar untuk mengucap syukur, dan mengingat-ingat kebaikan Tuhan tidak pernah mereka lakukan walaupun selama itu mereka mengalami pertolongan Tuhan dan melihat pekerjaan-pekerjaan besarNya dinyatakan di tengah-tengah mereka.

     Suatu ketika bangsa Israel berjala…

Gembala yang baik mengasihi dan memperhatikan domba

Baca: Yohanes 10:11-18
"Akulah (Tuhan - red.) gembala yang baik.  Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;”  Yohanes 10:11












Pengorbanan Kristus di atas kayu salib bukti nyata Ia sangat mengasihi kita, sehingga diberikannya hidupNya bagi kita demi perlindungan dan keselamatan kita.  Hal ini semakin menegaskan bahwa Ia adalah Gembala yang baik.  "Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;"

     Sebagai domba-dombaNya tidak ada perkara yang harus kita takutkan dan kuatirkan di dalam hidup ini karena segala yang kita perlukan telah dipersiapkan dan disediakan oleh Gembala kita.  Ia pun mengajar kita berdoa demikian:  "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya"  (Matius 6:11).  Dewasa ini dunia diliputi krisis di segala bidang; kesulitan demi kesulitan dialami banyak orang, tantangan dan ujian menghalangi perjalanan kita, namun kita harus yakin bahwa Tuhan ada di pihak kita karena kita adalah milikNya, domba-dombaNya. …