Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Siapa Masuk Kerajaan Sorga ?

Baca: Matius 7:21-23
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu di sorga.” Matius 7:21










Menjadi orang Kristen atau anggota jemaat gereja yang besar dan terkenal bukanlah jaminan seseorang masuk dalam Kerajaan Sorga, apabila syarat-syarat yang dikehendaki Tuhan tidak dikerjakannya, Dikatakan untuk dapat masuk dalam KerajaanNya yang kekal kita harus melakukan kehendak Bapa (menjadi pelaku firman), tidak cukup hanya dengan berseru: Tuhan, Tuhan! saja. Selain melakukan kehendak Bapa kita juga harus menantikan Dia yang akan datang kembali untuk menyatakan diriNya.

Simaklah firman ini: “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” (Ibrani 9:28). Ayat ini berbicara mengenai kedatanganNya yang kedua kali unt…

Proses Pembentukan Tanah Hati Baru

Baca: Pengkotbah 3:1-15
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”  Pengkotbah 3:1











Adalah perlu bagi orang percaya untuk bersungguh-sungguh memperhatikan dan merenungkan firman Tuhan setiap saat. Mengapa? Selain memang perintah Tuhan yang harus kita taati, hal itu juga dapat menolong kita sendiri di saat kita mengalami hal-hal yang tak menyenangkan. Jadi apabila hal-hal yang tidak mengenakkan terjadi dalam hidup kita, kita tidak lagi kecewa, frustasi dan menggerutu kepada Tuhan, sebab Alkitab sudah menyatakan dari semula bahwa “ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;” (Pengkotbah 3:4).

Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk membuka tanah baru:“Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari Tuhan, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.” (Hosea 10:12b). Membuka tanah baru berarti harus terlebih dahulu membajak, menggali dan kemudian mengairi tanah i…

Siap Menghadapi Kematian

Baca: Ibrani 11:13-16
“Tetapi sekarang mereka (saksi-saksi iman – red.) merindukan tanah air yang lebih baik, yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.” Ibrani 11:16









Teknologi tingkat tinggi, peralatan dokter supercanggih, obat-obatan atau ramuan yang berkhasiat dan secerdas apa pun manusia tak ada yang mampu menahan, membatasi dan menghentikan manusia untuk tidak mengalami proses yang namanya kematian, yang dialami semua manusia tanpa kecuali, tidak mengenal profesi, jenis kelamin dan usia.

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,” (Ibrani 9:27). Jika pada saatnya Tuhan memanggil ‘pulang’ tak seorang pun dapat mengelak. Apa pun yang kita miliki saat itu (uang, deposito, perhiasan, mobil, rumah mewah dan lainnya) akan kita tinggalkan. Ayub berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dal…

TUHAN yang menyertai kita

Baca: 2 Tawarikh 32:1-23
“ ‘Yang menyertai dia (raja Asyur – red.) adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah Tuhan, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.’ Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.”  2 Tawarikh 32:8








Tidak semua pemimpin bisa menjadi panutan bagi pengikutnya. Seringkali pemimpin hanya mengumbar ucapan dan memaksa bawahannya agar mau mengikuti kehendaknya. Tetapi pemimpin yang benar selalu memberi teladan terlebih dahulu kepada pengikutnya, sehingga tanpa dipaksa pun para pengikutnya akan mengikuti jejaknya.

Hizkia adalah seorang pemimpin yang patut menjadi panutan. “Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan Tuhan, Allahnya. Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil.” (2 Tawarikh 31:20b-21…

Makin Tua Makin Memperhatikan Hal Rohani

Baca: Amsal 16:20-33
“Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.” Amsal 16:31











Banyak orang menjadi gelisah, panik dan takut ketika menghadapi kenyataan dirinya sudah menjadi tua. Seperti istilah ‘sudah tua’ menjadi momok bagi banyak orang. Mereka menganggap usia adalah sesuatu yang negatif. Oleh karenanya berbagai upaya ditempuh untuk mempertahankan kemudaannya. Ada yang melakukan operasi plastik atau tubuh dipermak di sana-sini; berapa pun biaya yang harus dikeluarkan tidak jadi masalah asal keinginannya terwujud dan memuaskan.

Mengapa harus takut ketika usia kita semakin tua? Padahal Alkitab menyatakan: “Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.” (Amsal 20:29). Usia tua dapat menjadi masa yang menyenangkan dari hidup ini, terlebih bagi kita yang telah menemukan ‘jalan sejati’ dan kepuasan batin karena kasih dan persekutuan yang karib dengan Allah Bapa melalui iman kepada PutraNya, Yesus Kristus. Bagi kita yang telah ‘ditagk…

Puasa sanggup mengubah

Baca: Yoel 2:12-17
“...berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Yoel 2:12

Puasa yang benar sangat besar kuasanya. Puasa yang benar menggerakkan tangan Tuhan untuk bertindak sehingga segala perkara dapat terjadi, dari yang tidak mungkin menjadi sangat mungkin; dan dari hal yang mustahil menjadi ya dan amin.

Mari kita pelajari lebih teliti Yoel 1:1-20, yang mengisahkan keadaan orang Israel waktu itu yang sangat memprihatinkan. Secara manusia tidak ada lagi alasan untuk berharap, sampai-sampai “Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia.” (Yoel 1:11-12). Bisa kita bayangkan betapa hebat penderitaan yang mereka alami. Hasil ladang mereka musnah. Tiada jalan l…

Merendahkan diri dihapan TUHAN

Baca: Ezra 8:21-36
“Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepadaNya jalan yang aman bagi kami, bagi anak2anak kami dan segala harta benda kami.” Ezra 8:21










Puasa sering dilakukan banyak orang Kristen, terutama ketika berada dalam kesesakan dan masalah yang berat. Tetapi tidak sedikit orang yang kurang mengerti arti puasa yang sesungguhnya. Bahkan ada orang yang berpuasa, tidak makan dan minum, karena ingin menguruskan badan atau diet.

Tujuan berpuasa sesungguhnya adalah untuk perkara-perkara rohani, terutama sekali adalah untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. FirmanNya berkata, “Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikanNya pada waktunya.” (1 Petrus 5:6). Salah satu contoh puasa untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan adalah seperti firman yang kita baca hari ini, ketika Ezra hendak mempersiapkan diri memimpin rombongan orang Israel kembali ke Yerusal…

Di Atas Batu Karang Yang Teguh

Baca: Matius 16:13-20
“Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.”  Matius 16:18











Kita patut bersyukur karena saat ini banyak gedung gereja dibangun, mulai dari gereja yang besar dan megah sampai gereja sederhana yang ada di kampung-kampung atau pelosok. Namun sebelum kita membangun sebuah gedung gereja adalah penting bagi kita menyimak pertanyaan Tuhan: “Langit adalah takhtaKu dan bumi adalah tumpuan kakiKu; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagiKu, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentianKu?”  (Yesaya 66:1).

Gedung gereja secara fisik adalah tempat berkumpulnya jemaat Tuhan untuk berbakti dan beribadah kepada Tuhan. Kumpulan jemaat inilah yang dimaksud Tuhan sebagai ‘gerejaNya’. Tuhan tidak mengingini rumah yang fana, yang hanya bertahan dalam kurun waktu tertentu, tetapi Dia ingin membangun rumah abadi, yang dibangun di atas fondasi yang kuat dan teguh, yang disediakan oleh Kr…

Jangan Takut Saat Dalam Masalah

Baca: 2 Tawarikh 20:14-22
“Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana Tuhan memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut.”   2 Tawarikh 20:17a-c









Setting bacaan hari ini adalah bangsa Yehuda yang berada dalam situasi sangat sulit karena dikepung musuh-musuhnya (bani Moab dan Amon). Adalah manusiawi bila raja Yosafat mengalami ketakutan. Bukankah kita juga demikian? Takut dan panik saat terhimpit masalah berat. Dalam keadaan kritis ini Yosafat “...mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” (ayat 3).

Langkah yang tepat telah diambil oleh raja Yosafat dan rakyatnya, yaitu datang dan mencari pertolongan kepada Tuhan. Akhirnya Tuhan memberikan pertolongan, bahkan firmanNya menegaskan: “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.” (ayat 15b). Bangsa Yehuda tidak har…

Bukan Orang Hukuman (Roma 8:1-17)

Baca: Roma 8:1-17
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Roma 8:1












Mengapa seseorang harus dihukum? Tentunya karena melakukan pelanggaran terhadap hukum seperti korupsi, membunuh, mencuri atau merampok. Siapa pun pasti tidak ada yang mau menjadi pesakitan atau orang hukuman. Menjadi orang hukuman itu benar-benar menderita! Tinggal di hotel prodeo yang pengap, berdesakan, tiadak ada kebebasan, menanggung malu, dan terkadang harus mengalami kekerasan fisik (aniaya).

Penderitaan lahir batin harus dialami oleh orang hukuman. Begitu juga setiap pelanggaran terhadap hukum-hukum Tuhan adalah dosa, dan “...upah dosa ialah maut;” (Roma 6:23a). “...sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12). Jadi seesungguhnya kita adalah orang-orang hukuman yang harus menerima murka Allah. Namun ada kabar baik …

Memiliki Hati Nurani yang Murni

Baca: 2 Korintus 1:12-24
“Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.”  2 Korintus 1:12









Ada kalimat mengatakan: “Tiada badai dan gelombang yang dahsyat, tiada nahkoda yang handal.” Masalah, penderitaan dan krisis yang terjadi akan menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas. Contohnya Rasul Paulus, hamba Tuhan yang telah malang melintang dalam pelayanan pemberitaan Injil. Karena Injil Kristus Paulus harus menanggung penderitaan. “Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati.” (ayat 8b-9a). Betapa pun hebatnya karakter dan pelayanan Paulus, ia tetaplah manusia biasa seperti kita, yang pada fase tertentu, bisa saja…

YESUS NAIK KE SORGA: Perintah Memberitakan Injil

Baca: Yohanes 16:16-33
“Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” Yohanes 16:28











Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga merupakan klimaks kehidupan Kristus di dunia. KehidupanNya, kematianNya, kebangkitanNya serta kenaikanNya semakin menegaskan KetuhananNya. 40 hari setelah bangkit Dia harus naik ke sorga. Ini membuktikan Dia adalah Tuhan dan Juruselamat yang diututs Bapa dan kembali kepada Bapa.

Dalam ayat nas jelas terkandung makna bahwa Yesus datang dari kekekalan dan kembali pada kekekalan. Setelah bangkit dari kematian Ia secara khusus menampakkan diri kepada kedua belas muridNya, dan sebelum Ia naik ke sorga Ia memerintahkan para murid untuk menunggu janji Bapa di Yerusalem agar mereka siap menjadi saksi Kristus (baca Kisah 1:12-14). Apa janji Bapa itu? Ialah seperti kata Yesus, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan …

Kekesalan hati TUHAN

Baca: Bilangan 14:1-19
“Berapa lami lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lami lagi mereka tidak mau percaya kepadaKu, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!” Bilangan 14:11









Tidak selamanya kasih Tuhan menyenangkan, menyanjung, membelai kita. Adakalanya kasih Tuhan keras berupa teguran dan hajaran, namun semuanya mendatangkan kebaikan bagi kita. Itulah sebabnya Salomo menasihati, “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya.” (Amsal 3:11).

Perlukah kasih Tuhan yang ‘keras’ ini kita alami? Sangat perlu! Sebab bila kita tak pernah mengalami kasihNya yang keras berupa didikan, kita akan menjadi orang-orang Kristen yang manja, cengeng, mengasihi diri sendiri, selalu mengeluh, menggerutu dan tak mau menyadari kesalahan. Kasih Tuhan yang ‘keras’ ini merupakan proses untuk menguji dan membentuk kehidupan kita sebagai anak-anakNya. Tanpa kasih yang keras ini kita cenderung akan selalu melakukan hal-…

Berkat bagi pelayan TUHAN

Baca: Yosua 21:1:3
“Tuhan telah memerintahkan dengan perantaraan Musa, supaya diberikan kepada kami kota-kota untuk didiami dan tanah-tanah penggembalaannya untuk ternak kami.” Yosua 21:2










Bangsa Israel terdiri atas 12 suku yaitu: suku Ruben, suku Simeon, suku Yehuda, suku Isakhar, suku Zebulon, suku Efraim, suku Manasye, suku Benjamin, suku Dan, suku Asyer, suku Gad dan suku Naftali. Ketika mencapai Tanah perjanjian masing-masing suku memperoleh tanah warisan, kecuali suku Lewi. Jadi satu-satunya suku dari dua belas suku di Israel yang tidak memperoleh tanah warisan adalah suku Lewi. Mengapa? Tuhan berfirman, “Demikianlah harus engkau mentahirkan mereka dari tengah-tengah orang Israel, supaya orang Lewi itu menjadi kepunyaanKu.” (Bilangan 8:14).

Suku Lewi tidak memperoleh tanah warisan karena Tuhan sudah memilih dan menetapkan suku ini secara khusus untuk melayani di Tabernakel atau Rumah Tuhan. Dengan demikian kehidupan suku Lewi dan keluarganya sangat bergantung pada berkat yang mereka…

YESUS: Ungkapkan kasih Bapa

Baca: Lukas 13:31-35
“Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya,...” Lukas 13:34b










Dalam pelayananNya di bumi Tuhan Yesus telah merefleksikan kasih Bapa setiap saat: membebaskan orang-orang yang tertindas dan terbelenggu oleh kuasa-kuasa kegelapan, mencelikkan mata yang buta, serta menyembuhkan berbagai macam penyakit yang diderita oleh manusia. Selain itu Yesus juga mengajar dan memberitakan firman tentang Kerajaan Allah bagi siapa saja yang rindu, haus dan lapar akan kebenaran. 

Yesus Kristus merupakan wujud Allah Bapa di bumi, dan melalui Kristus Bapa menjalankan misi penyelamatan bagi manusia ciptaanNya. Tuhan Yesus dengan sepenuhnya mendemonstrasikan kasih Bapa bagi manusia dan mewujudkan keinginanNya memberkati kita. Ungkapan atau ekspresi kasih Bapa bagi semua manusia dapat terlihat dari pernyataan Yesus kepada Yerusalem, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-o…

Percaya sepenuhnya kepada TUHAN

Baca: 2 Korintus 1:3-11
“Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaahn pada diri sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.”   2 Korintus 1:9b










Sebagai hamba Tuhan Paulus telah mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan. Tuhan ijinkan hal ini terjadi karena Dia ingin agar Paulus bertumbuh lebih mendalam dalam Kristus.

Seringkali kita berpikir bahwa hamba Tuhan atau setiap orang yang terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, baik itu full timer atau pun part timer, pasti akan terluput dari masalah atau kesulitan, hidupnya akan lancar-lancar saja. Tidak! Namun yang pasti, di setiap pergumulan yang kita alami Tuhan turut bekerja dan selalu memberikan pertolongan dan jalan ke luar, sebab “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke…