Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Mengerti setelah merenungkan Firman Tuhan

Baca: Mazmur 119:97-104
"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." Mazmur 119:97

Firman Tuhan sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Tanpa firmanNya langkah kaki kita akan tersesat. Hal itu disadari oleh Daud sehingga ia berkata, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105). Adalah mutlak bagi kita untuk senantiasa membaca, meneliti dan merenungkan firmanNya setiap hari.

Cukupkah waktu yang kita sediakan untuk merenungkan firman Tuhan? Ataukah kita membaca firmanNya hanya saat berada di gereja atau perseketuan, sedangkan di luar itu kita sama sekali tidak pernah menyentuh Alkitab kita? Sesungguhnya, daripada berhari-hari yang disediakan Tuhan kita habiskan untuk perkara yang sia-sia seperti chatting di internet berjam-jam atau clubbing dengan obrolan yang tidak ada manfaatnya, alangkah bijaknya bila kita menyediakana waktu untuk membaca serta merenungkan firmanNya senantiasa,"...karena hari-hari ini adala…

Dengan cara yang benar (Hakim-hakim 8:4-21)

Dengan cara yang benar Bacaan: Hakim-hakim 8:4-21 Renungan Kristen
Pencapaian sebuah tujuan tidak selalu berlangsung dengan mudah, kadang-kadang bisa sulit dan melelahkan. Belum lagi bila ada hambatan dan tantangan yang dapat menghentikan langkah untuk mencapai tujuan.
Meski sudah menangkap dua raja Midian (Hak. 7:25), Gideon dan tiga ratus orang yang bersamanya terus mengejar musuh mereka karena masih ada dua raja Midian yang lain, yaitu Zebah dan Salmuna (4-5). Mengapa demikian? Karena Gideon taat kepada Tuhan. Namun pengejaran tidak selalu berjalan mulus. Ketika Gideon meminta bantuan orang Sukot dan Pnuel agar mereka memberikan makanan kepada tentara-tentaranya, orang Sukot dan Pnuel menolak mentah-mentah (6, 8). Mungkin orang Sukot dan Pnuel takut akan akibatnya bila ketahuan orang Midian bahwa mereka membantu orang Israel. Mungkin juga karena mereka tidak takut terhadap pasukan Gideon yang hanya berjumlah tiga ratus orang saja. Apa pun penjelasannya, penolakan orang Sukot membuat Gi…

Berpusat pada firman Tuhan (Amsal 4:20-27)

Baca: Amsal 4:20-27

"Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;"Amsal 4:20

Agar pikiran kita sejalan dan selaras dengan pikiran Kristus kita harus mengarahkan hati dan pikiran kita kepada firmanNya atau berpusat pada firman. Cara supaya kita berkelimpahan dengan pikiran Kristus adalah dengan merenungkan firman Tuhan secara teratur setiap hari. Yosua berpesan demikian, "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (Yosua 1:8).
Ketika kita merenungkan firman Tuhan siang dan malan, serta menaruhnya di dalam mulut kita, maka perjalanan kita akan berlimpah berkat dan kita memiliki kemampuan menghadapi setiap permasalahan dengan bijaksana karena firmanNya merupakan pikiran-pikiranNya sendiri yang tertulis di atas kertas untuk kita pela…

Allah dapat memakai siapa saja (Hakim-hakim 7:15-8:3)

Allah dapat memakai siapa saja Bacaan: Hakim-hakim 7:15-8:3 Renungan Kristen
Ketika mendengar isi mimpi salah seorang tentara musuh beserta penafsirannya, Gideon mengimani bahwa Allah akan memberikan kemenangan. Itu mendorong Gideon untuk menyembah Allah (15).
Kita melihat strategi Gideon yang begitu efektif. Tentu Tuhan yang telah mengajarkannya, walau nas ini tidak menyebutkan demikian. Kehadiran tiga kelompok tentara Israel secara terpisah memberikan kesan di antara tentara Midian bahwa sejumlah besar tentara Israel sudah berada di luar perkemahan mereka. Tiupan sangkakala yang dikombinasikan dengan suara buyung yang dipecahkan serta cahaya suluh yang memancar dari buyung yang pecah membuat tentara Midian yang sudah tidur kemudian terbangun dan menyimpulkan bahwa tentara Israel yang begitu banyak itu sedang mengelilingi mereka.
Tiba-tiba terbangun dikegelapan malam dengan mendengar bunyi riuh rendah serta cahaya yang mungkin juga mengagetkan unta-unta tentara Midian, membuat tentara Midi…

Bukan semata-mata menang (Hakim-hakim 7:1-14)

Bukan semata-mata menang Bacaan: Hakim-hakim 7:1-14 Renungan Kristen Cara pandang manusia memang berbeda dari cara pandang Allah. Jumlah tentara Israel sebenarnya sangat sedikit, tetapi ternyata masih terlalu banyak bagi Allah. Setelah Gideon mengetahui panggilan Tuhan agar dia memimpin bangsa Israel untuk menyerang musuh (Hak. 6:14) dan ia mendapat konfirmasi bahwa Tuhan menyertai dia (Hak. 6:16, 21, 34, 36-40), dengan segera Gideon mempersiapkan bala tentaranya. Ia mengumpulkan orang Abiezer, orang-orang dari suku Manasye, Asyer, Zebulon, dan Naftali (Hak. 6:34-35).
Berdasarkan perhitungan manusia, menghadapi musuh dengan jumlah seperti belalang banyaknya (12), tentu perlu jumlah tentara dengan perbandingan seimbang. Saat itu jumlah tentara Israel hanya 32.000 (3) sementara Midian dan sekutunya punya 135.000 prajurit (Hak. 8:10). Namun menurut Allah, kemenangan 32.000 prajurit bisa membuat Israel membanggakan diri, padahal kemenangan itu dari Tuhan. Sebab itu Tuhan menyuruh Gideon untuk…

Akui Yesus sebagai Tuhan (Roma 10:4-13)

Baca: Roma 10:4-13

"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." Roma 10:9

Yohanes 3:16 berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.". Ayat ini menunjukkan betapa Allah mengasihi manusia; Dia tidak menghendaki manusia mengalami kebinasaan kekal. Untuk itulah Ia membuka jalan keselamatan bagi manusia melalui Yesus Kristus. Allah menawarkan keselamatan dengan jalan yang mudah, sangat sederhana: mengakui dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." (ayat 10 dari Roma 10).
Namun sayang, oleh karena gengsi d…

Meski gentar, tetaplah taat (Hakim-hakim 6:33-40)

Meski gentar, tetaplah taat Bacaan: Hakim-hakim 6:33-40 Renungan Kristen
Kelanjutan kisah Gideon sangat menarik. Gideon ternyata masih meragukan pilihan Tuhan atas dirinya untuk memimpin bangsa Israel berperang melawan musuh. Dia memang bukan seorang pemberani. Untuk mengirik gandum saja, Gideon memilih tempat pemerasan anggur, tempat yang tersembunyi dari orang Midian. Maka wajar bila Gideon mempertanyakan pilihan Tuhan atas dirinya.
Ketakutan Gideon tampak juga saat ia bergumul untuk beriman pada janji Allah, sebab itu ia meminta jaminan. Padahal sebelumnya, ia juga telah meminta tanda, yaitu saat Malaikat Tuhan menyebut dia sebagai pahlawan yang gagah berani (Hak. 6:12-16, 17-21). Namun itu belum cukup rupanya.
Sampai dua kali Gideon meminta tanda dari Tuhan dengan guntingan bulu domba yang ditaruh di tempat pengirikan untuk memastikan panggilan Tuhan atas dirinya untuk menyelamatkan orang Israel (36-40). Melalui tanda pertama, Gideon ingin memastikan bahwa Tuhan memang memanggil dia. T…

Iman Wanita Kanaan (Matius 15:21-28)

Baca: Matius 15:21-28

"Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: 'Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.' Dan seketika itu juga anaknya sembuh." Matius 15:28

Menjalani hidup sebagai orang percaya bukanlah pekerjaan ringan, butuh ketekunan dan iman yang harus berakar kuat di dalam Tuhan. Jika tidak, kita akan mudah mengalami kekecewaan dan kepahitan saat menghadapi tantangan dan ujian. Tentunya kita pun tahu bahwa selama hidup di dunia ini kita tidak pernah luput dari apa yang dinamakan masalah.
Tokoh-tokoh besar dalam Alkitab juga mengalami banyak tantangan (ujian) dalam kehidupannya. Contohnya Yusuf dan Yosua. Sebelum janji Tuhan benar-benar terealisasi dalam hidupnya, Yusuf harus melewati tantangan demi tantangan. Yosua, sebelum berhasil membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian, suatu negeri yang berlimpah susu dan madu, dia harus melewati rintangan dari bangsa-bangsa lain yang berusaha untuk menghadangnya.

Hari ini kita perlu b…

Jika tidak taat akan binasa (Matius 24:37-44)

Baca: Matius 24:37-44

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." Matius 24:37

Seperti apakah orang-orang di zaman Nuh dulu? Ternyata kehidupan mereka pada waktu itu penuh dengan segala jenis kejahatan. Mereka sama sekali tidak mengindahkan hukum-hukum Allah, lebih senang melakukan dosa daripada kebenaran. Moral manusia benar-benar telah rusak. "...dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,"(Kejadian 6:5).

Di masa sekarang ini menjelang kedatangan Yesus yang kedua, keadaan manusia tidak jauh berbeda dengan orang-orang zaman Nuh dulu, dimana segala jenis kejahatan merajalela di mana-mana (pembunuhan, kekerasan, tipu-muslihat, kedurhakaan dan sebagainya). Namun bukanlah berarti kehidupan orang-orang Kristen boleh tenggelam dan terlibat di dalamnya. Jika kita tidak berbeda dengan orang dunia maka kita juga akan mengalami hal y…

Dari takut menuju iman (Hakim-hakim 6:25-32)

Dari takut menuju iman Bacaan: Hakim-hakim 6:25-32 Renungan Kristen Tuhan sedang bersiap untuk menyelamatkan umat-Nya. Ia telah memilih Gideon untuk terlibat dalam karya itu dan berjanji untuk menyertai dia. Namun sebelum menyelamatkan bangsanya dari cengkeraman musuh, Tuhan ingin agar Gideon 'menyelamatkan' keluarganya dari cengkeraman berhala.
Tugas yang Allah berikan kepada Gideon tidaklah mudah karena ia harus mengambil seekor lembu jantan milik ayahnya untuk dipersembahkan kepada Allah. Ia juga harus menghancurkan mezbah Baal (milik ayahnya juga) dan tiang berhala lalu mendirikan mezbah bagi Tuhan (25-26). Karena mezbah Baal dibangun di tempat yang tinggi, maka akan sulit bagi Gideon untuk mematuhi perintah ini tanpa menarik perhatian dan reaksi orang.
Tahu bahwa Gideon masih takut, Tuhan justru ingin agar dia menghadapi orang-orang sekampungnya sebelum ia menghadapi musuh di medan perang. Namun Gideon hanya berani melakukan perintah Tuhan pada malam hari. Kembali kita melihat…

Haus dan lapar akan Tuhan (Lukas 6:20-26)

Baca: Lukas 6:20-26

"Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa."Lukas 6:21

Menjadi Kristen bertahun-tahun bukanlah jaminan seseorang mengalami pertumbuhan iman atau menjadi dewasa rohani. Untuk mengalami perubahan dan pembaharuan dari waktu ke waktu seseorang harus memiliki rasa haus dan lapar secara rohani. Mungkin kita dapat 'berpura-pura rohani' dengan rajin ke gereja, namun kita tidak dapat membohongi Tuhan karena Dia tahu benar motivasi hati kita: apakah kita benar-benar punya kerinduan bertemu Tuhan dengan penuh rasa haus dan lapar, atau kita datang beribadah sekedar menjalankan kewajiban dan rutinitas belaka?
Rasa haus dan lapar itulah yang membedakan kualitas masing-masing orang. Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." (Matius 5:6). Rasa haus dan lapar itu mendorong orang mendapat…

Tinggalkanlah semua kejahatan (Roma 2:1-8)

Baca: Roma 2:1-8

"tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman." Roma 2:8

Sering kita lihat di televisi dan juga berita di surat kabar banyaknya demonstrasi di negara kita: tawuran antarsiswa, perselisihan antargolongan yang disertai baku hantam dan lainnya. Akhir-akhir ini sedikit masalah saja akan mudah menyulut emosi seseorang dan mengakibatkan permusuhan serta pemberontakan. Orang-orang tidak lagi tunduk dan menghormati otoritas, lebih suka melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan meskipun hal itu bertentangan dengan hukum. Ternyata ini tidaklah mengejutkan karena Alkitab sudah menyatakan bahwa kebanyakan orang "Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri,…

Bahagia orang benar (Mazmur 11)

Bahagia orang benar Bacaan: Mazmur 112 Renungan Kristen Kalau Mazmur 111 adalah ungkapan syukur karena karya Tuhan yang telah dialami umat Tuhan, maka mazmur ini merupakan pernyataan keyakinan pemazmur bahwa saat umat Tuhan mewujudkan syukur dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang benar, mereka akan mengalami kebahagiaan.
Bagaimana Tuhan memberkati orang benar sehingga mereka hidup berbahagia? Pertama, mencukupkan hidup mereka dengan berkat yang melimpah (2-4). Berkat tidak harus selalu diidentikkan dengan kekayaan materi, tetapi juga rasa aman (6-8), bahkan kemampuan berbagi berkat dengan orang lain (9). Kedua, berkat Tuhan datang seiring dengan langkah iman orang benar untuk menjadi saluran berkat (5, 9). Dengan kesediaan memberi dan berbagi, kelimpahan dari Tuhan akan dialami. Ibarat saluran air yang terus dialiri air karena saluran itu tidak pernah tersumbat, melainkan terbuka terus untuk memberkati orang lain.
Ketiga, Tuhan memberkati orang benar dengan menimbulkan rasa iri dan saki…